Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Dewa Pencuri Part Kedua.


__ADS_3

Kelima Jendral tampak kebingungan saat melihat Dewa Pencuri yang lenyap secara tiba-tiba dari pandangan mereka, tidak hanya kelima Jendral yang kebingungan para prajurit-prajurit pun tampak sama-sama bingung.


"Jurus apa itu???" Tanya Jendral Buton.


"Dia memang benar-benar lihai, dia memang pantas di sebut sebagai Dewa Pencuri... " Ujar Jendral Mata Elang.


Jendral Kalijaga pun mengeluarkan sebuah token giok berwarna biru berlambang kepala naga, token ini merupakan sebuah alat yang akan menunjukkan lokasi benda yang telah di pasang pelacak.


Sebelum barang tersebut di lelang, Jendral Kalijaga pun telah menandai Pedang MagmaMagmao dengan Token Pelacak Naga tersebut.


"Tenang Jendral-Jendral sekalian, aku tau kemana Dewa Maling itu pergi nya." Ucap Jendral Kalijaga sambil menyalurkan sedikit tenaga dalam nya ke dalam inti token tersebut.


Beberapa saat kemudian sebuah bola api hijau melesat keluar dari dalam token tersebut.


"Ayo kita ikuti, api pelacak itu.... " Ucap Jendral Kalijaga lalu terbang kearah bola api hijau itu.


Ketiga Jendral lain nya pun terbang mengikuti Jendral Kali Jaga kecuali Jendral Mata Elang.


Kalian semua tetap berjaga di acara lelang ini, biar aku dan keempat Jendral lain nya yang mengurus Dewa Maling itu.... " Komando sang Jendral Bintang Lima tersebut.


"Siap Jendral....... " Sahut para Prajurit-prajurit tersebut dengan kompak.


Jendral Mata Elang pun melesat terbang mengikuti keempat Jendral lain nya.


"Whussss.......... " Suara hempasan angin saat Jendral Mata Elang melesat di tengah hujan air dan hujan kepiting tersebut.


Tak lama berselang makhluk dari Klan Elang itu pun bergabung dengan Keempat Jendral Naga.


"Dasar Maling dengan hobi aneh, padahal dia mampu membeli pusaka itu,"


"Kenapa dia malah mencuri nya.... " Keluh Jendral Buton.


"Itu tabiat nya, Jendral Buton... "


"Sama seperti teman kita yang satu ini, Jagal..... " Sindir Jendral Gumoong.


"Itu salah mu sendiri Gumoong, kau masuk dalam golongan Suami-Suami takut istri.... "


"Lihat aku, punya banyak istri dan banyak selir.... "


"Tenang saja, jika aku mati melawan Dewa Maling itu,"


"Aku akan berikan semua harta dan istri-istri ku pada mu, Gumoong... "


"Ketiga Jendral lain nya adalah saksinya..... " Ucap Jendral Mata Keranjang itu.


"Mulai lagi, dia pasti mau berjudi dengan Gumoong... "


"Dia bener - bener demen dengan Istri Gumoong, Putri Akasia Naga... "


"Dasar mata keranjang, binik kawan pun dia suka... " Gumam Jendral Kalijaga sambil menggelengkan kepala nya.

__ADS_1


"Kau memulai nya lagi, Jagal..... "


"Aku gak ikut-ikutan..... " Ujar Jendral Gumoong lalu mempercepat laju terbang nya dan meninggalkan keempat Jendral lain nya.


"Whusss....." Suara hempasan angin saat Jendral Gumoong melesat dengan raut wajah cemberut.


"Hag..... "


"Hag..... "


"Hag..... " Tawa Jendral Jagal.


"Dasar Gumoong.... " Gumam Jendral Jagal.


Kelima Jendral di ranah kultivasi alam Dewa itu pun terbang mengikuti bola api hijau tersebut.


-[Di Hutan Di Dekat Pinggiran Kota Drake]-


Terlihat Arung dan Gadis Naga bertanduk emas sedang berjalan di dalam hutan tersebut, wajah Putri Laura terlihat memerah saat melirik diam-diam ke arah Pendekar Don Juan tersebut.


Jantungnya pun berdegup kencang saat di dekat Sang Naga Jangan tersebut, benih-benih cinta sepertinya sudah mulai tumbuh di dalam hati Gadis Salju tersebut.


"Kwak......... "


"Kwak......... "


"Kwak......... " Kicauan burung Gagak di dalam hutan tersebut.


"Kenapa mesti capek-capek jalan begini, ataupun terbang gitu....... "


"Aku gak sabar lagi mempertemukan nya dengan Papa.... " Gumam Putri Laura.


Iklim Hujan Kepiting saat ini sedang melanda seluruh Benua Naga Utara tersebut, Iklim yang tidak normal itu membuat sebagian Manusia Beast susah dan sebagian lain nya senang.


"Iklim di Benua Naga Utara ini benar-benar gak normal, memang sih gak payah nyari makanan,"


"Tinggal nampung tangan ke atas dan mengumpulkan kepiting-kepiting segar yang jatuh dari langit,"


"Cuman bosen juga kalau tiap hari makan nya kepiting terus... " Gumam Arung yang selama beberapa hari ini terus memakan Kepiting Gulai buatan Putri Laura.


"Arung...... "


"Sebenarnya, kau berasal dari perguruan mana???" Tanya Putri Laura yang bingung dengan jurus-jurus aneh milik Pendekar Setengah Naga tersebut.


"Perguruan...... "


"Oh iya....... "


"Dia pasti bingung melihat jurus-jurus yang bukan berasal dari Dunia Naga... " Gumam Arung.


"Ah...... "

__ADS_1


"Aku tidak berguru di perguruan mana pun, aku di ajarkan silat di keluarga ku oleh ayah ku... " Ucap Arung.


"Keluarga mana, Arung???" Tanya Putri Laura dengan tajam.


Genangan air dan beberapa kepiting tampak merayap di sekitar mereka di tengah-tengah hujan deras.


"Keluarga Tiger,.... " Ucap Arung.


"Keluarga Tiger, itu pasti salah satu Keluarga Naga yang kekuatan nya setara dengan Satu Perguruan Silat Elit.... "


"Kali ini aku gak salah pilih.... " Gumam Putri Laura yang telah menetapkan hati nya untuk menikah dengan Arung saat tiba di Kerajaan Benua Naga Utara nantinya.


"Kita sudah berjalan semalaman, bagaimana jika kita beristirahat dulu di atas ranting pohon raksasa itu.... " Ucap Arung sambil menunjuk ke arah sebuah Pohon Raksasa.


Di hadapan mereka terlihat beberapa pohon-pohon raksasa yang menjulang ke angkasa, pohon-pohon raksasa itu menandakan jika saat ini mereka berdua hampir tiba ke Kota Drake.


"Baiklah, aku akan memasakkan mu Gulai Kepiting Asam Manis.... "


"Kau pasti laper kan... " Ujar Putri Laura.


"Byurrrr........... " Suara hujan deras.


"Ya..... " Ucap Arung dengan senyuman yang terpaksa.


"Masakan Gulai Kepiting lagi, perut ku entah masih sanggup atau gak menahan Gulai itu.... " Gumam Arung.


Arung pun terbang ke arah salah satu dahan pohon raksasa tersebut, sementara itu Putri Laura pun mulai menangkapi kepiting-kepiting berukuran jumbo yang jatuh dari langit tersebut.


"Sepertinya Arung sangat menyukai masakan ku.... " Gumam Putri Laura yang salah paham tersebut.


"Dup.......... " Suara saat tapak kaki Arung mendarat di atas salah satu dahan pohon raksasa tersebut.


Ia pun duduk di dahan tersebut, terlihat di atas kepalanya sebuah perisai hujan berelemen air.


"Aku gak enak sama Laura, padahal aku udah neek makan Gulai itu terus selama beberapa hari ini."


"Mana dia begitu baik lagi..... " Gumam Arung dari atas pohon sambil melihat Laura yang sedang mengumpulkan kepiting-kepiting tersebut.


"Mungkin dalam beberapa minggu lagi aku akan segera menjadi Ibu Rumah Tangga, aku akan belajar jurus jitu membuat suami betah di rumah." Gumam Putri Laura dengan pipi yang merona merah.


-[Di Tengah Lautan Benua Naga Utara]-


Tampak Kapal Layar Naga di kerubungi oleh Kepiting-kepiting cahaya yang sedang membombardir Kapal dengan serangan tembakan-tembakan berelemen cahaya.


Perisai Magnet tampak melindungi Kapal Layar Naga, ledakan-ledakan kecil pun terdengar berganti-gantian di sekitar kapal tersebut.


"Huft.............. " Suara helaan nafas panjang Delayla Jangbaek.


Kantong mata Naga Betina itu terlihat menghitam, mereka selama ini bergantian menjaga Kapal dari serangan para Beast tersebut.


To Be Continued.......

__ADS_1


Mohon Like dan Vote nya


__ADS_2