Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Sanbon Wars Part Ke Tujuh.


__ADS_3

"B*jingan kau begitu bi*dab, kau tega memenggal kepala Kakak Pertama ku dengan sadis.... " Ujar Tabib Santet dengan penuh kebencian, sambil melesatkan beberapa ular beracun dari telapak tangan nya.


Ular-ular hitam itu pun berusaha menggigit Pendekar Setengah Naga tersebut.


Saat ini Arung telah menggunakan salah satu dari mata lima elemen nya yaitu mata petir, dia dapat dengan mudah menghindari serangan ular beracun tersebut.


"Akhhhh.......... "


"Akhhhh.......... "


"Akhhhh.......... " Teriak beberapa Prajurit-Prajurit Aliansi Naga yang terkena ular beracun tersebut dan mulai mengering.


"Jurus Tapak Black Hole..... " Ucap Pendekar Aliran Putih tersebut.


Arung pun mulai menembakkan jurus tapak black Hole nya ke arah Tabib Santet.


"Sial....... " Gumam Tabib Santet yang sudah terdesak dan tidak dapat menghindar lagi.


"Nggguuuungggg........ " Suara serangan tapak Black Hole tersebut.


"Dasar adik, dia tidak tahu seberapa kuat lawan nya saat ini..... " Gumam Anak Setan lalu mulai mengeluarkan sebuah perisai berkepala setan bertanduk hitam dari dalam cincin ruang milik nya.


Dengan cepat Anak Setan pun mulai menghadang serangan tapak Black Hole tersebut dengan perisai berkepala Setan nya sehingga sinar hitam berelemen black Hole itu melesat ke atas langit.


"Dua lawan satu...... "


"Boleh juga..... " Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.


"Terima kasih, Kakak...... " Ucap Tabib Santet.


"Jangan gegabah, Asih.... "


"Naga ini kuat.... " Ucap Anak Setan yang tidak ingin meremehkan lawan nya tersebut.


"Sepertinya mereka lengah, saat nya menghancurkan gerbang tersebut..... " Gumam Arung lalu mulai mengumpulkan segenap tenaga dalam nya ke dalam tinju sebelah kanan nya.


Tinju raksasa berelemen api hitam pun mulai di lesatkan nya ke arah Tabib Santet dan juga Anak Setan yang sedang berdiri di depan gerbang masuk tersebut.


"Adik...... "


"Gawat.... " Gumam Anak Setan lalu menarik lengan tabib santet dan menjauhi gerbang tersebut.


"Dash......... "


"Dash........ "


"Dash........ " Suara lesatan tapak kaki Anak Setan sambil menarik lengan Tabib Setan menjauhi serangan tinju raksasa milik Pendekar Setengah Naga tersebut.


Tinju raksasa berelemen api hitam legenda itu pun berhasil menghancurkan gerbang masuk Aliansi Sanbon Utara yang di jaga ketat tersebut.


"Duakkkkkkk............. " Suara saat tinju raksasa yang di luncurkan oleh Arung berhasil memecahkan gerbang masuk tersebut.


"Akhhhh........ "

__ADS_1


"Akhhhh........ "


"Akhhhh......... " Teriak beberapa prajurit-prajurit sanbon utara yang ikut terhempas di balik gerbang masuk tersebut.


"Bagus Jendral Naga..... " Gumam Jendral Dracule yang sedang berhadapan dengan Datuk Hitam di kejauhan.


"Sekarang saat nya..... " Gumam Komandan Perang Veteran tersebut.


Melihat hal tersebut, Komandan Afar Vampire pun mulai menerobos masuk kedalam Aliansi Sanbon sambil membawa beberapa ratus prajurit-prajurit nya termasuk Babarot Vampire.


"Heyaaa.......... " Teriak Komandan Afar sambil memacu beast kuda nya.


"Dia cerdik..... "


"Ternyata serangan itu adalah pengalihan.... " Gumam Pengantin Berdarah yang sedang berhadapan dengan Perdana Menteri Max di tempat lain nya.


"Jendral...... "


"Serahkan mereka berdua kepada kami.... " Ucap Komandan Yuri.


Komandan Yuri, Kira, Komandan Garo, dan juga Komandan Heinz pun telah berdiri di belakang Jendral Naga mereka berniat menggantikan Jendral Naga menghadapi kedua murid Ratu Ilmu Hitam tersebut.


"Hati-hati mereka sangat kuat, aku akan ikut masuk kedalam dan membantu Afar.... " Ucap Jendral Naga lalu mulai melesat masuk ke dalam gerbang masuk dengan pintu yang sudah bolong tersebut.


"Dash.......... "


"Dash......... "


"Dash......... " Suara lesatan tapak kaki Jendral Naga di antara para prajurit-prajurit yang sedang melesat masuk dengan jurus langkah petir milik nya.


"Aku akan mengejar nya.... " Ucap Tabib Santet dengan tergesa-gesa lalu mulai mengejar Jendral Naga.


"Tap......... "


"Tap.......... "


"Tap.......... " Suara tapak kaki Tabib Santet saat mengejar pembunuh Kakak Pertama nya tersebut.


"Dasar adik tidak tahu kemampuan diri sendiri.... " Ucap Anak Setan dengan kesal.


Di sekitar Komandan Yuri terlihat para prajurit-prajurit sedang bertarung dan mempertaruhkan nyawa nya satu dengan yang lain nya, kobaran-kobaran api pun tampak di sekitar benteng tersebut.


"Perempuan itu sungguh keras kepala sekali, dia masih terus saja mengikuti ku..... " Gumam Arung yang sedang melesat menuju menara miring tersebut seorang diri.


Di dalam Menara Miring pun pecah pertempuran di antara prajurit-prajurit aliansi Naga versus prajurit-prajurit dari aliansi sanbon utara.


"Tring.......... "


"Tring........... "


"Tring............ " Suara saat golok-golok vampire sedang beradu di sekitar Arung.


Tak lama berselang Arung pun tiba di depan pintu masuk menuju Menara Miring Sanbon tersebut.

__ADS_1


"Dup............ " Suara saat Arung menghentikan lesatan nya.


Beberapa saat kemudian Tabib Santet pun muncul dan menghadang Arung di depan pintu masuk menuju Menara Miring Sanbon Utara tersebut.


"Hah........ "


"Hah........ "


"Hah........ " Suara nafas terengah-engah Tabib Santet yang mengejar Arung dengan kekuatan penuh nya.


"Dia sangat cepat, Naga ini kuat.... " Gumam Tabib Santet.


Sembilan orang Penatua Sanbon Utara yang mengenakan kerudung hitam dengan memegang sebuah sabit hitam pun mulai keluar satu persatu dari dalam pintu masuk Menara Miring tersebut.


"Siapa lagi pria-pria berkerudung hitam tersebut???" Gumam Arung kemudian mulai mengeluarkan Pedang Tornado Api dan Pedang Angin nya.


Pria-pria berkerudung itu mengenakan topeng setan bertanduk satu berwarna hitam.


"Para Penatua akhir nya muncul, kau pasti mati.... " Gumam Tabib Santet.


Tanpa banyak berkata-kata ke sembilan Penatua Sanbon Utara pun mulai menyerang Arung secara bersamaan dengan Sabit Hitam nya.


Tabib Santet pun mulai melesatkan serangan-serangan ular hitam beracun nya ke arah Arung.


"Tring............ "


"Tring............. "


"Tring.............. " Suara saat Pedang Tornado Api dan juga Pedang Angin menahan ayunan-ayunan berat Sabit Hitam milik para Penatua Sanbon Utara tersebut.


Arung dapat mengimbangi pertarungan tersebut karena ia memiliki mata lima elemen, ia dapat melihat dengan jelas arah serangan ke sembilan Penatua Sanbon Utara tersebut.


"Jika aku melawan mereka sekaligus, aku gak akan sanggup.... "


"Aku harus segera menuntaskan pertarungan ini dan mengalahkan pemimpin aliansi sanbon untuk mendapatkan kemenangan..... " Gumam Arung lalu mulai melesatkan sebuah jurus tapak sembilan api.


Sebuah tapak api berwarna ungu raksasa pun mulai melesat, tiga orang Penatua Sanbon Utara pun mulai bekerjasama dan menahan jurus dahsyat tersebut.


"Whussss......... " Suara hempasan angin saat Tapak Api Raksasa tersebut melesat.


"Duarghhhhh............ " Suara ledakan saat ketiga buah tornado berelemen kegelapan murni beradu dengan tapak sembilan api.


"Wajar saja jika Kakak Kalah, Pendekar ini sangat sakti.... " Gumam Tabib Santet lalu mulai mengeluarkan Pedang Kegelapan nya dan mulai melesat ke arah Arung.


"Tring............ "


"Tring............. "


"Tring.............." Suara saat Pedang Tornado Api dan juga Pedang Angin menahan ayunan-ayunan berat Sabit Hitam dan Pedang Kegelapan.


"Siapa Naga ini, kenapa ada Pendekar sekuat ini di dalam Penjara Black Skull ini.... " Gumam Salah Satu Penatua Sanbon Utara.


To be Continued.......

__ADS_1


Mohon Like dan Vote nya


__ADS_2