
"Ehem......."
"Ehem......."
"Ehem......." Suara greheman Shilla.
Gisel Alba pun melepaskan pelukan nya.
"Makan dulu, nanti baru lanjut lagi...." Ucap Shilla sambil berjalan meletakkan makanan ke atas meja makan.
"Ternyata dia ngak sendirian....."
"Ada Shilla, dasar **** Boy...." Gumam Gisel sambil mengusap air mata nya.
"Ughhh......"
"Pelukan Gisel tadi erat banget, sampe si Joni ku ikut bangun...." Gumam Arung sambil melirik tonjolan di celana nya.
Gisel pun menatap ke arah Shilla yang pada saat ini mengenakan stelan yang super ****, aroma tubuh nya pun sangat wangi.
"Dasar ...."
"Dia sepertinya udah ready buat nyangkol entar malam, aku gak boleh kalah...."
"Aku juga mau nyangkol malam ni...."
"Sebaik nya aku membersihkan badan ku dulu...." Gumam Gisel lalu melirik ke arah kamar mandi.
"Aku mau mandi dulu, kalian makan aja duluan yach......" Ucap Gisel Alba lalu beranjak ke kamar mandi.
"Mandi sama dengan membersihkan badan, berarti......" Gumam Arung.
Shilla dan Arung pun saling beradu pandangan.
"Dasar semangka besar, dia pasti mau ikutan ngecor malam ni..." Gumam Shilla.
"Jadi nih War nya...." Gumam Arung.
Di dalam kamar mandi Gisel pun langsung melepaskan pakaian nya dan langsung berendam di dalam bak kayu.
"Shilla, kalau soal beginian dia pasti selangkah di depan ku...."
"Malam ini aku gak boleh kalah..."
"Akan aku kerahkan segenap kemampuan dan tekhnik mencangkol ku...." Gumam Gisel Alba sambil menyabun tubuh nya di dalam bak air kayu tersebut.
Di Dunia Nyata pada saat ini Mongkikay pun tiba di dalam Pulau Putri Akasia Naga, ia pun langsung mengetahui posisi dari Naga Betina itu.
"Nah....."
"Akhirnya, aku menemukan mu...."
"Naga Betina.." Ucap Mongkikay kemudian mulai melesat terbang ke arah Mansion.
"Whusssss.........." Suara hempasan angin ketika Mongkikay terbang.
Saat ini Putri Akasia Naga sedang duduk di lantai empat mansion nya sambil menikmati secangkir teh.
"Ugh......."
"Kayak gini kan tenang....."
"Kalau ada si Udin dan Doyok...."
"Pasti mereka kerjaan nya ribut aja...." Ucap Putri Akasia Naga sambil meneguk teh ungu nya.
__ADS_1
Tiba-tiba saja Mongkikay pun muncul di luar jendela yang membuat sang Putri terkejut lalu memuntahkan air teh yang baru saja di minum nya tadi.
"Kok ada Monyet di situ...." Ucap Putri Akasia Naga lalu beranjak ke dekat jendela.
"Naga Betina...."
"Kau sebaik nya tidak melawan dan ikut aku..." Ucap Kera Api dari balik jendela.
"Siapa yang kau panggil Naga Betina, Monyet..."
"Aku Putri Akasia Naga, lebih baik aku mati jika harus ikut dengan mu..." Seru Putri Akasia.
Kera Api pun kembali ke wujud normal nya, seluruh api yang menyelimuti tubuh nya pun lenyap.
Ia pun memanjang kan tangan nya yang serta merta merusak jendela mansion Putri.
Putri pun menghindari nya dengan jurus langkah petir nya.
"Kera ini seperti nya serius, tapi bagaimana caranya dia bisa masuk kedalam bola ruang ini..."
"Dia pasti sudah menyiksa kedua beast peliharaan ku untuk mendapatkan pasword nya..."
"Dasar bangs*t,..." Gumam Putri Akasia kemudian terbang keluar melalui jendela kaca yang rusak ke arah Mongkikay.
Sang Dewi sudah salah menebak, pada saat ini Gadis Berambut Emas itu mengira jika kedua beast peliharaan nya sudah di siksa padahal Ayam Cemani yang memberitahu pasword tersebut dengan suka rela kepada Mongkikay karena takut.
"Monyet jahat....." Ucap Putri Akasia sambil mengarahkan telapak tangan nya yang di penuhi oleh elemen emas.
Dengan santai Mongkikay pun berhasil menghindari serangan-serangan tersebut.
"Aku harus memikirkan cara untuk menangkap Naga Betina ini tanpa membuat tubuh nya terluka..."
"Kasian guru kalau dapat barang cacat...." Gumam Mongkikay sambil menghindari serangan Putri.
"Dia gesit...." Gumam Putri sambil menembakkan beberapa bola berelemen emas ke arah Mongkikay.
"Whusssss........."
"Whusssss.........."
"Whussss........" Suara hempasan angin saat bola-bola emas melesat.
"Jurus Naga Es......"
"Kulit nya pasti tidak apa-apa...." Gumam Mongkikay sambil menghindari serangan-serangan bola emas tersebut.
Sementara itu Biawak Emas yang baru saja tiba pun menyaksikan pertarungan tersebut dari kejauhan.
"Bos Put......"
"Aku harus membantu nya...." Gumam Biawak Emas.
Scene pun beralih ke alam mimpi Shilla, tampak mereka bertiga sedang duduk di ruang makan.
Pada saat ini Gisel mengenakan stelan pakaian yang sama persis dengan yang di kenakan oleh Shilla, dari tubuh nya pun tercium aroma yang sangat wangi.
"Waduh........"
"Jadi ni War nya....." Gumam Arung.
"Dasar semangka besar, dia pakek baju sama kayak aku pula...."
"Dasar......" Gumam Shilla.
Tidak ada satupun dari mereka yang mengambil makanan di atas meja dan mereka hanya saling bertatap tatapan.
__ADS_1
"Sebaiknya, aku pancing duluan ...." Gumam Gisel kemudian mengambil sebuah pisang di atas meja lalu membuka nya perlahan.
Gisel pun mulai mengemut pisang itu di depan Arung dengan gaya yang menggoda.
"Alamakkk......."
"Gisel, apa dia selama ini jadi gadis open bo..."
"Ahli kali dia buat mancing keributan...." Gumam Arung.
"Ehem......."
"Ehem......" Suara greheman Shilla.
"Gisel, dimana-mana itu makan makanan utama dulu baru makan makanan penutup..." Ucap Shilla kemudian mengambil pisang dan melakukan hal yang sama.
"Dasar padahal dia juga begitu...." Gumam Gisel.
"Udah....."
"Udah....."
"Ayo makan...." Seru Arung lalu mulai menyantap sup vinik yang sudah di bubuhi dengan obat kuat tersebut.
"Jackpot......"
"Kau memilih makanan yang tepat, Arung..." Ucap Shilla.
"Makanan yang tepat, firasatku gak enak ni..." Gumam Arung yang belum sadar jika makanan nya sudah di bubuhi obat kuat.
"Apa maksud Shilla....???" Gumam Gisel.
"Shilla, apa maksudmu???" Tanya Gisel.
"Sudah makan saja, nanti juga kau tau gimana nikmat nya sup buatan ku ini..." Jawab Shilla lalu mulai menyantap sup tersebut.
Gisel pun mencoba mencicipi sup tersebut.
"Rasanya biasa aja, gak ada bedanya dengan Sup lain nya..." Gumam Gisel lalu melihat Shilla yang memainkan mata nya kepada Gisel.
Scene pun beralih ke Goa tempat Ayam Cemani berada pada saat ini.
Ayam hitam itu tampak sedang mondar-mandir di depan bola ruang, saat ini makhluk itu sedang mengalami dilema.
"Aduchhhh......"
"Bagaimana ini, apa aku kabur saja...."
"Bisa bisa nanti aku jadi ayam penyet nanti nya..."
"Tapi Bos Put begitu baik kepada ku..." Ucap Ayam Cemani.
"Tap......."
"Tap......"
"Tap......" Suara langkah Ayam Cemani yang sedang mondar -mandir.
Pada akhirnya Ayam Cemani pun memutuskan untuk kabur meninggalkan Putri Akasia Naga dan Biawak Emas.
"Byurrrrr..........." Suara hujan yang mengguyur sangat deras.
Saat ini di Pulau Penjara Kuno masih terus diguyur hujan dengan deras nya, sesekali terlihat petir menyambar di kejauhan.
Angin pun ikut berhembus kencang di tempat tersebut yang menyebabkan suhu di Pulau itu sangat dingin.
__ADS_1