Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Mimpi Arung Part Akhir.


__ADS_3

Tampak di bawah Gedung AKPERTI para wartawan sudah berkerumun dan mereka menyadari kehadiran Jendral Love Killer tersebut.


"Mereka kayak semut aja... "


"Dimana ada gula di situ pasti mereka berkumpul.. " Gumam Nando.


Nando dan Mutia terbang menggunakan cincin emas buatan Perusahaan Alba.


"Nando, Mutia, bantu tim pengamanan Akademi untuk menghalau wartawan,"


"Aku butuh ketenangan berbicara dengan Don Juan itu.... " Ucap Nona Mitha.


"Siap Nona...." Sahut kedua ajudan kompak lalu terbang menukik ke arah wartawan.


Sementara itu Nona Mitha pun terbang ke atap berniat masuk melalui pintu atap.


-[Kamar Arung]-


Tampak Shilla Tiger telah berdiri di hadapan pintu kamar dengan jantung yang berdebar kencang karena akan bertemu dengan Sang Pujaan Hati.


"Apa aku mengetuk dulu yach???"


"Tidak, aku masuk saja langsung, aku kan punya kunci nya juga... " Gumam Shilla Tiger kemudian memutuskan untuk masuk.


"Ctek......... " Suara saat kunci kamar di masukkan lalu di putar oleh Shilla Tiger.


"Kraaaakkkkkkk..... " Saat Shilla membuka nya.


Arung dan juga Xiao Mei-Mei pun menghentikan pembicaraan mereka lalu menatap ke arah Shilla.


"Shilla..... " Ucap Arung.


Tetesan air mata bahagia pun menetes membasahi pipi Gadis Berambut Hitam berkilau tersebut, Shilla pun berlari dan memeluk erat Arung yang tengah duduk di sofa.


"Arung..... "


"Dasar..... Dasar bodoh.... " Ucap Shilla lalu kembali menangis.


"Sudahlah Shilla, usap air mata mu.... " Ucap Arung sambil menyeka air mata nya.


"Kemana saja kau???"


"1.000 tahun lho.....??? "


"Gisel sampai bunuh diri gara-gara depresi... " Ucap Shilla.


"Shilla, ini bukan saat yang tepat menceritakan itu." Ucap Xiao Mei Mei.


"Gisel bunuh diri???" Tanya Arung dengan nada suara yang bergetar.


Shilla pun hanya mengangguk, begitu pun dengan Xiao Mei-Mei.


"Bagaimana dengan Jeni???" Tanya Arung.


"Jeni juga tewas saat menjalankan salah satu misi dari AKPAVLA beratus-ratus tahun lalu... " Ucap Shilla.


"Apa...... "


"Kenapa bisa begini... " Keluh Arung.


"Sabarlah Arung, kan ada kami,"

__ADS_1


"Aku pun sangat sedih saat mendengar kabar Gisel telah tiada... " Seru Xiao Mei-Mei.


"Luna, bagaimana dengan Luna???" Tanya Arung.


"Kak Luna tewas saat terjadi penyerangan dari ruang angkasa beratus-ratus tahun yang lalu demi membela Planet Bumi.. "


"Hanya tinggal kami di sini Arung, aku pun sangat sedih... " Ucap Shilla dengan mata berkaca-kaca.


Arung pun mulai gontai dan menyandarkan tubuh nya di sofa, air mata pun mulai mengalir perlahan.


Xiao Mei-Mei pun dengan cepat tanggap akan kondisi Arung, ia pun bangun kemudian memijit pundak Suaminya tersebut.


"Ikhlas kan yang sudah pergi Suamiku... " Ucap Xiao Mei Mei dengan mesra sambil memijit pundak nya.


"Ia Mei-Mei, aku masih tidak percaya,"


"Ku harap ini hanya mimpi... " Ujar Arung sambil memegang tangan Xiao Mei-Mei.


Tak lama berselang pintu kamar pun hancur oleh tekanan tenaga dalam yang begitu luar biasa, pintu itu terpental hingga memecahkan jendela kamar.


"Don Juan.... " Ucap Nona Mitha lalu menggunakan jurus Telekinesis kepada Arung.


Sontak saja tubuh Pendekar Setengah Naga itu melayang meninggalkan Xiao Mei-Mei dan juga Shilla.


"Jendral.... " Gumam Xiao Mei-Mei dan Shilla yang tidak berani mencegah perbuatan Jendral Love Killer tersebut.


Jendral Es pun terbang keluar dari dalam kamar tersebut sambil men Telekinesis Arung yang tengah duduk sambil melipat kaki nya.


"Ugh........ "


"Mitha, dia pasti akan meng grepe-grepe aku... " Gumam Arung pasrah.


Mitha dan Arung pun keluar dari Gedung AKPERTI dan terbang terus ke atas, Jendral Es pun meniup salah satu awan hingga menjadi sebuah es yang melayang dengan jurus Telekinesis nya.


"Dup.......... " Suara saat tapak kaki Mitha dan Arung saat mendarat di atas awan es yang melayang tersebut.


Mitha pun langsung memeluk Arung dengan erat seerat nya sambil meneteskan air mata haru.


"Dasar bodoh...... "


"Kemana aja kamu???" Tanya Mitha.


"Cerita nya panjang Mitha... " Jawab Arung.


"Sudahlah, yang penting kau sudah kembali... " Ucap Mitha.


Tiba-tiba seekor Red Storm Dragon pun muncul dan melahap mereka berdua.


"Akhhhh.......... " Teriak Arung.


-[Dunia Naga Emas]-


"Akhhhh........... " Teriak Arung lalu terbangun di pondok di samping danau.


"Hah........ "


"Hah........ "


"Hah........ " Suara nafas terengah-engah Arung.


"Fiuh......... "

__ADS_1


"Ternyata hanya mimpi.... " Gumam Arung.


Di sebelah nya tampak Naga dan Ular Emas sedang bermain catur.


"Lho......... "


"Sejak kapan kau ada di situ???" Tanya Ular Emas kaget dengan kemunculan Arung secara tiba-tiba.


"Ini aneh, jadi siapa yang menjalankan tubuh ini???" Tanya Naga Emas.


"Aku kok ada di dunia jiwa???" Ungkap Arung yang lebih kebingungan lagi.


Naga dan Ular Emas pun bangun lalu memejamkan mata nya, mereka berdua pun mendapati jika Naga Api sudah di kurung di dalam kerangkeng Red Storm Dragon dan Naga Dewa tersebut saat ini sedang mengambil alih tubuh Arung.


"Ternyata Naga Jahil itu sudah mengambil alih tubuh mu secara paksa, tunggulah di sini kami akan menangkap nya..... " Seru Naga Emas lalu mengayunkan lengan nya dan sebuah portal tercipta.


"Aku tidak paham perkataan Naga Emas, namun aku percaya dengan nya.... " Gumam Arung.


"Ya.... " Ucap Pendekar Setengah Naga tersebut.


Kedua Jiwa Bangsawan itu pun mulai memasuki portal.


"Aku harus segera kembali ke Benua Es Api, gak mungkin aku berlama-lama disini, ada istri dan kekasih-kekasih ku yang menanti ku di sana,"


"Sudah 1.000 tahun berlalu di sini... " Ujar Arung sambil melihat ke arah Danau.


-[Pinggiran Pantai]-


Tampak Red Storm Dragon telah menghabisi seluruh pasukan-pasukan hantu bola api, Naga Dewa itu pun berdiri dengan gaya yang angkuh di tumpukan jasad yang menggunung.


"Aku akan mulai memasukkan tubuh mereka kedalam cincin ku sebagai pasokan makanan ku." Gumam Storm.


Naga Emas dan Ular Emas pun melesat keluar dari dalam dahi Storm dan mengejutkan Naga Dewa tersebut.


"Sial......... "


"Seperti nya aku ketahuan..... " Ucap Storm lalu berbalik dan berusaha melarikan diri.


"Dasar Naga curang.... " Ujar Naga Emas lalu melesatkan rantai Emas ke punggung Naga Dewa tersebut sehingga jiwa Naga nya terlepas.


Ular Emas pun membantu Naga Emas dengan langsung melilitkan rantai Emas ke tubuh Storm.


Tubuh Arung yang tak berjiwa pun jatuh di antara tumpukan mayat-mayat tersebut, Sonia yang melihat dari kejauhan pun melesat ke arah jatuh nya Pendekar Setengah Naga tersebut.


Sonia tidak dapat melihat Jiwa Naga dan Ular Emas, setelah menangkap Storm mereka pun kembali berubah menjadi seberkas cahaya spiritual dan masuk ke dahi Arung.


-[Dunia Red Storm Dragon]-


Dari langit berawan merah itu Naga dan Ular Emas pun terbang keluar sambil menyeret Red Storm Dragon yang terlilit rantai Emas.


"Dasar Red Storm Dragon, mengganggu waktu bermain catur ku saja.... " Ucap Naga Emas.


"Hah...... "


"Bagaimana bisa dia kabur dari kerangkeng Emas???" Tanya Ular Emas.


"Pasti ada Naga yang menjumpai nya, bangsa mereka memiliki kemampuan khusus berpindah.... "


"Pasti ada Naga Bodoh yang gak tau itu.... " Ucap Naga Emas.


To Be Continued.......

__ADS_1


Mohon Like dan Vote nya


__ADS_2