Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Keluar Dari Lembah Nestapa.


__ADS_3

-[Ke Esokan Pagi nya]-


"Kukuruyuk......... " Suara kokokan Beast Ayam Jago kembali terdengar.


"Hoam......... " Suara menguap Arung lalu mulai membuka kedua belah mata nya kemudian mulai menatap ke arah Sonia yang sedang menari-nari dengan kedua Pedang Laba-Laba Emas nya tersebut.


"Ratu Laba-Laba Emas sungguh sangat giat berlatih, pagi-pagi begini dia sudah kembali berlatih dengan Pedang kembarnya, mountain kembar nya pun masih tetap ketat." Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut lalu mulai bangkit dari meditasi nya tersebut.


"Gerakan yang begitu bertenaga dan juga indah Nona Sonia, boleh kah aku ikut berlatih dengan mu?" Tanya Arung yang ingin mengetahui kehebatan Ratu Sonia saat ini.


"Apakah berlatih bersama adalah budaya kencan bagi kaum Naga?" Gumam Sonia yang di otaknya hanya ada kencan saja.


"Mohon bimbingan nya Arung." Ucap Sonia sambil membungkuk lalu memberikan salam penghormatan ala pendekar kepada nya.


Arung pun mulai mengeluarkan Pedang Taifun nya dan bersiap menerjang ke arah Sonia.


"Tap....... "


"Tap....... "


"Tap....... " Suara langkah kaki saat Arung mulai berlari menggunakan ilmu meringankan tubuh nya ke arah Sonia lalu mulai mengayunkan Pedang Taifun milik nya tersebut.


"Tring........ "


"Tring........ "


"Tring........ " Suara saat Pedang Taifun dan Pedang Laba-Laba Emas mereka yang saling beradu.


"Bagus Sonia, beginilah seharusnya seorang Ratu Laba-Laba Emas ketika bertarung." Gumam Arung sambil tersenyum kecil ke arah Sonia.


"Tring......... "


"Tring......... "


"Tring.......... " Suara saat Pedang Taifun dan Pedang Laba-Laba Emas mereka kembali saling beradu.


"Ugh....... "


"Tampan nya...... "


"Penyelamat hidup ku seperti seorang Pangeran yang datang dari Negeri Dongeng,"


"Kapan ya dia akan meniduri ku, aku sudah memberikan sinyal kepada nya dengan selalu berganti pakaian di hadapan nya." Gumam Sonia saat memandangi wajah tampan Arung tersebut.


"Tring......... "


"Tring......... "


"Tring.......... " Suara saat Pedang Taifun dan Pedang Laba-Laba Emas mereka kembali saling beradu.


Setelah beberapa menit saling beradu pedang, tiba-tiba saja Ratu Laba-Laba Emas terpleset dan tersungkur jatuh ke pelukan Penyelamat Hidup nya tersebut.


"Wooooo........ " Ucap Sonia saat terpleset.


"Dup......... "


"Dup........."

__ADS_1


"Dup......... " Suara detak jantung yang kian cepat saat dada nya dan dada Pendekar Setengah Naga tersebut saling mengenai.


Mata mereka berdua pun saling beradu untuk beberapa menit, Ratu Laba-Laba Emas pun mulai terbawa suasana dan mulai meruncing kan bibir nya berniat berci*man dengan Pemuda yang sangat di cintai nya tersebut.


"Apa yang di pikirkan oleh Ratu Laba-Laba Emas ini,"


"Sebaik nya aku tidak menambah istri atau kekasih untuk sementara waktu, aku sedang dalam tugas negara." Gumam Arung lalu mulai menolak tubuh Sonia menjauhi nya dengan lembut.


"Sonia, ayo kita sarapan dulu." Ucap Arung kemudian mulai meninggal kan Sonia dan duduk di salah satu batu besar yang ada di Padang Rumput tersebut.


"Huh....... "


"Kentang....... "


"Kentang....... "


"Kentang...... " Teriak Sonia di dalam hati sambil menggigit kecil bibir nya.


"Apa yang di pikirkan Naga itu, sarapan pagi nya kan ada di hadapan nya,"


"Padahal dia kan tinggal memakan nya saja, tapi dia malah memilih sarapan dengan sepotong roti tak bergizi itu." Gumam Sonia sambil melihat Arung yang sedang memakan sepotong roti yang baru saja di keluarkan nya tersebut.


Dengan wajah yang cemberut, Sonia pun duduk di sebelah Pendekar Setengah Naga tersebut.


"Makan lah, Sonia,"


"Kita akan segera melanjutkan perjalanan." Ucap Arung sambil mengeluarkan beberapa roti lain nya dan beberapa botol air mineral kemasan dari dalam cincin ruang penyimpanan milik nya tersebut.


"Huh...... " Ucap Sonia lalu mulai membuka plastik yang menutupi roti tersebut dan mulai memakan nya dengan wajah yang cemberut.


"Dia pasti kecewa karena aku tidak menc*um nya tadi, jika ingatan nya telah pulih seperti sedia kala nya dia pasti akan langsung membunuh ku saat itu juga." Gumam Arung sambil mencuri pandang ke arah Laba-Laba Cantik tersebut.


Beberapa saat kemudian,


"Kita akan terbang dari dasar lembah ini Sonia, sepatu yang ku kenakan saat ini merupakan sebuah senjata suci yang bisa memberi ku kemampuan untuk terbang, Sonia." Ucap Arung.


Sonia pun mulai menatap ke arah Sepatu Bulu Phoenix yang di kenakan Arung saat ini.


"Naga ini benar-benar memiliki banyak senjata ajaib?" Gumam Sonia lalu kembali menyantap roti tak bergizi tersebut.


Beberapa menit kemudian, mereka berdua pun telah selesai sarapan pagi bersama dan telah bersiap untuk keluar dari Padang Rumput di dasar Kolam berwarna merah tersebut, Arung pun mulai memasang Jurus Perisai Angkasa milik nya.


Perisai Angkasa tersebut berdiameter lima meter, Arung pun mulai mengeluarkan dua buat drum air berdiameter satu meter dengan kapasitas 200 liter per drum nya.


"Untuk apa Drum itu, Arung?" Tanya Sonia.


"Aku ingin menyimpan cairan berwarna merah ini, racun asap abu-abu tersebut tidak dapat meracuni kolam ini,"


"Pastilah ada semacam khasiat dari cairan berwarna merah ini." Ucap Arung yang jiwa Alkemis nya mulai bangkit.


"Oh..... " Ucap Sonia.


"Sonia, jangan keluar dari dalam perisai ini yach." Ucap Arung lalu mulai mentelekinesis Sonia dan kedua drum tersebut lalu terbang ke atas.


"Wow...... "


"Setelah pulih, Penyelamat hidup ku semakin keren aja." Gumam Sonia sambil terbang.

__ADS_1


Mereka berdua pun mulai terbang dan memasuki Kolam berwarna merah tersebut.


"Blurpppp............ " Suara saat mereka berada di dalam Kolam berwarna merah tersebut.


Arung pun mulai mengisi penuh ke dua buah drum nya tersebut dengan air merah dari dalam kolam tersebut kemudian menyimpan nya kembali ke dalam cincin ruang penyimpanan milik nya tersebut.


"Jurus apa ini yach?"


"Di dalam perisai berwarna emas ini kaya akan oksigen." Gumam Sonia.


Beberapa saat kemudian mereka berdua pun mulai keluar dari Kolam berwarna merah tersebut dan langsung melesat terbang ke atas berniat keluar dari Lembah Nestapa tersebut.


"Whusss........... " Suara hempasan angin saat mereka berdua mulai melesat terbang meninggalkan Dasar Lemah Nestapa tersebut.


Beberapa saat kemudian,


"Dup............ "


"Dup............. " Suara saat tapak kaki Arung dan Sonia mendarat dengan mulus di salah satu ranting pohon di dekat Jembatan Gantung tersebut.


"Husss......... " Ucap Arung sambil mengisyaratkan dengan jari nya supaya Sonia tidak berisik.


Tampak di kejauhan Rombongan Bos Gen yang sedang menyebrangi Jembatan Gantung saat ini, sebuah Kereta berukuran 2 x 4 meter berbentuk kerangkeng dan di tarik oleh enam ekor Beast-Beast Kuda sedang berhenti di dekat tempat penyebrangan tersebut.


Kereta yang di naiki oleh Bos Gen beserta ke lima Selir nya pun mulai menyeberangi Jembatan Gantung tersebut. Setelah selesai menyeberangi nya Gerombolan Bos Gen pun kembali melanjutkan perjalanan nya tersebut.


"Sonia, kau tetap di sini,"


"Kita harus mencabut akar dari permasalahan ini sampai ke akar-akar nya, aku akan membalaskan dendam atas kejadian di Lembah Nestapa sebelum nya,"


"Aku akan membebaskan Tawanan-Tawanan di dalam Kereta Tahanan tersebut, kau tunggu isyarat dari ku untuk ikut menyerang." Ucap Arung.


"Arung, tapi mereka memiliki jumlah yang banyak,"


"Kita hanya lah berdua." Ucap Sonia yang berniat mencegah Arung untuk berbuat sesuka hati nya.


"Lihat dan tunggu saja Sonia." Ucap Arung kemudian mulai melompat sambil melesatkan Jurus Dewa Bumi milik nya.


Arung pun mulai masuk ke dalam tanah dan mulai bergerak ke tanah di bawah Kereta Tawanan tersebut.


"Jurus aneh lagi?" Gumam Sonia sambil mengikuti Kelompok Bos Gen dari kejauhan dan takjub saat melihat Arung menyelam ke dalam tanah.


-[Di Dalam Tanah]-


"Aku akan melepaskan rantai hitam penghilang kultivasi yang melilit tubuh para Tawanan-Tawanan tersebut,"


"Dengan bantuan dari Tawanan-Tawanan tersebut aku akan memenggal kepala Pemimpin nya tersebut." Gumam Arung kemudian mulai melesat keluar dan berhasil menerobos lantai Kereta Tawanan tersebut tanpa di ketahui oleh siapa pun juga.


-[Di Dalam Kereta]-


"Hussss........ " Ucap Arung.


"Jangan ribut, aku akan membebaskan kalian." Ucap Arung lalu mulai mengeluarkan Belati Naga Air Iblis milik nya.


"Terima kasih Tuan... " Ucap Salah Satu Tawanan tersebut dengan nada suara yang pelan.


Arung pun mulai memotong-motong rantai-rantai hitam yang melilit tubuh ke sepuluh tawanan tersebut dengan perlahan, sementara itu ke lima puluh Anak Buah Bos Gen yang berjalan di sekitar Kereta Tawanan tersebut tidak ada satu pun yang menyadari kehadiran Arung di dalam Kereta tersebut.

__ADS_1


___________________________________


"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.


__ADS_2