
Arung pun mulai membantai prajurit-prajurit Aliansi Ratu Santet tersebut dengan Kipas Dewi Taifun nya.
Sementara itu Juday Vampir pun masih menatap tajam ke arah Babarot, tidak ada yang bisa menduga isi pikiran Ksatria Sanbon pada saat itu.
Sambil tersenyum tipis, Ksatria Sanbon pun menjulurkan tangan nya dan berniat membantu Babarot bangun.
"Firasat ku gak enak banget..... " Gumam Babarot lalu menggenggam tangan Juday dan bangun.
Juday pun memeluk Babarot dengan erat, yang membuat Babarot dan beberapa pasukan salah paham.
"Kenapa dia memeluk nya.... " Gumam Arung sambil Menghindari ayunan-ayunan golok vampir dari prajurit-prajurit Aliansi tersebut.
"Apa yang di lakukan Komandan..... " Gumam beberapa Prajurit.
"Ternyata benar dia memiliki penyimpangan perilaku..... "
"Pantas saja selama ini dia begitu baik padaku, ternyata ada udang di balik peyek.... " Gumam Babarot.
Beberapa saat kemudian pelukan Juday pun semakin erat, Ksatria Sanbon pun mulai menggigit leher Babarot.
"Akhhhhh........... " Teriak Babarot kesakitan.
"Apa yang kau lakukan Juday...... " Teriak Babarot.
Babarot berusaha melepaskan pelukan Juday, namun seluruh tubuh nya lemas.
Sepertinya ada sebuah racun yang di sematkan Juday pada gigi taring nya, yang membuat semua manusia beast terggigit menjadi lemas.
Para pasukan-pasukan pun menghentikan serangan nya, begitu juga dengan Arung.
Saat ini mereka semua sedang fokus menyaksikan Juday yang tengah mengisap darah Babarot.
Para Prajurit-Prajurit pun saling menatap, saat ini prajurit-prajurit yang tersisa hanya tinggal 20 orang saja.
"Jurus apa itu???" Gumam Arung yang juga terpaku dan mematung saat melihat peristiwa tersebut.
Beberapa saat kemudian, hampir seluruh darah di dalam tubuh Babarot habis di sedot oleh Juday.
Juday pun mencampakkan tubuh Babarot yang sudah tidak sadarkan diri ke tanah, lalu mengelap bekas noda darah di bibir nya.
"Ini benar-benar vampir...... " Gumam Arung.
Suasana pun menjadi tegang di pinggiran Jembatan Gantung tersebut.
Juday pun mengangkat tangan nya ke atas, seketika itu juga kedua puluh pasukan nya tidak bisa bergerak dan perlahan melayang ke atas.
"Kenapa ini....... "
"Kenapa tubuh ku gak bisa bergerak.... " Teriak beberapa prajurit-prajurit yang panik.
Ternyata para pasukan tersebut telah melakukan perjanjian darah dengan Juday, sehingga Juday memiliki kontrol terhadap tubuh mereka melalui Segel Bulan Sabit Merah yang ada di punggung tiap prajurit-prajurit tersebut.
__ADS_1
"Apa lagi ini, udah kayak fenomena poltergeist aja.... " Ucap Arung kaget saat melihat tubuh prajurit-prajurit tersebut mulai melayang.
Golok-golok vampir yang di genggam oleh mereka pun mulai berjatuhan satu persatu ke atas tanah.
"Tring.......... "
"Tring.......... "
"Tring........... " Suara Golok-golok Vampir yang jatuh ke atas tanah dari genggaman tangan prajurit-prajurit tersebut.
Ia pun mengepalkan tangan nya, bersamaan dengan peristiwa tersebut prajurit-prajurit itu pun seperti tercekik dari dalam mulutnya keluar darah segar menuju kepalan tangan Juday.
"Alamak......... "
"Jurus apa pula ini????" Gumam Arung lalu menyimpan kipas Dewi taifun nya lalu mengeluarkan Golok Naga Kristal nya.
Sementara itu di dalam Tenda Para Selir sedang berlangsung sebuah rapat penting dengan agenda menjebak Jendral Naga dengan Pil SIV.
Di saat Jendral Naga sedang bertarung di pinggiran Jembatan dengan Ksatria Sanbon dan juga Babarot, di saat itu pula kelima Selir sedang berdebat hebat mengenai rencana yang akan di jalankan oleh mereka kedepan nya guna menyukseskan agenda rapat tersebut.
Hingga pada akhirnya mereka pun menemukan titik temu dan menyetujui rencana yang di usulkan oleh Selir Fika.
"Kalian berdua enak, sudah makan burung..... "
"Lah kami masih saja menjanda..... " Ujar Selir Fika dengan ketus.
"Fika, coba persentasikan rencana mu menjebak Jendral Naga..... " Ucap Selir Hana.
"Sepertinya rencana mu cukup bagus, coba jelaskan lebih detail lagi..... " Ujar Selir Helena.
Sementara itu Selir Nora dan Selir Keisha tidak berkata-kata, mereka sudah puas dengan pencapaian mereka saat ini yaitu telah berhasil mewujudkan impian nya menjadi istri sah Jendral Naga.
"Jebakan arak sudah gak berhasil, bagaimana jika kita menjebak Jendral Naga dengan air panas pemandian???"
"Pasti dia gak akan menyadari nya.... " Ujar Selir Fika dengan bersemangat.
"Bagaimana caranya???" Tanya Selir Helena.
Ketiga Selir lain nya pun hanya duduk dan mendengar kan perkataan Selir Fika saat ini.
Selir Fika pun mengeluarkan sebuah botol kecil dari dalam cincin ruang nya, botol berwarna hijau itu pun menarik perhatian ke empat selir lain nya.
"Ini adalah ramuan milik ibuk, Elixir yang membuat obat-obatan bisa meresap ke dalam tubuh,"
"Elixir ini biasa di gunakan untuk keperluan medis, kita tinggal campurkan Pil Siv kedalam elixir ini lalu tinggal kita masukkan ke dalam bak air mandi milik Jendral,"
"Pil Siv Cair pun akan meresap kedalam pori-pori Jendral Naga, dan....... "
"Bam....... "
"Dia jadi milik kita...... " Ujar Selir Fika.
__ADS_1
Helena dan Hana pun tampak begitu gembira mendengarkan detail ide milik Selir Fika tersebut.
"Helena, akhirnya kita bisa melepas masa janda kita..... "
"Fika, kau memang brilian....... " Sahut Selir Hana.
Sementara itu Selir Keisha dan Nora hhanya duduk iam saja saat mendengar kan detail rencana milik Selir Fika tersebut.
Kembali ke pertarungan Jendral Naga melawan Ksatria Sanbon di pinggiran lembah nestapa.
Darah di dalam tubuh-tubuh milik prajurit-prajurit itu pun mulai mengering, bola mata mereka berubah putih.
Tubuh-tubuh yang melayang itu pun perlahan jatuh ke atas tanah, tampak para prajurit-prajurit aliansi Sanbon itu telah kehilangan nyawa nya.
"Jurus yang mengerikan, dia bahkan mengorbankan pasukan nya sendiri..... "
"Sungguh manusia biad*b..... " Gumam Arung.
Aura elemen kegelapan murni yang sangat pekat bercampur dengan elemen halilintar hitam tampak keluar dari tubuh Ksatria Sanbon.
Tubuh nya pun mulai mengalami transformasi, Laki-laki nya mulai berotot dan juga lengan nya.
Kulit putih nya berubah jadi hitam, taring-taring nya menjadi panjang begitu pula rambut nya.
Tinggi Ksatria Sanbon pun berubah menjadi dua kali ukuran tubuh nya saat ini.
"Dia udah mirip genderuwo...... "
"Jurus apa ini????" Gumam Arung.
"Akhhhhhhhh......... " Teriak Ksatria Sanbon sebuah elemen kegelapan murni yang dahsyat pun melesat ke angkasa.
Hempasan angin pun menerbangkan tubuh-tubuh para prajurit-prajurit yang sudah tidak bernyawa tersebut dan beberapa pohon.
Arung pun memasang perisai kultivasi cahaya di sekitar nya untuk menahan terpaan angin yang dahsyat tersebut.
"Tanah kultivasi nya meningkat, dia berada di puncak tertinggi ranah alam Ksatria.... "
"Gawat....... "
"Aku harus menghabisi nya di sini..... " Gumam Arung lalu mulai menggunakan mode mata lima elemen nya yaitu mata elemen petir.
Arung pun tidak menyia-nyiakan kesempatan, ia langsung menerjang ke arah sinar hitam yang menjulang ke langit tersebut.
"Dash............ "
"Dash............ "
"Dash............ " Suara lesatan tapak kaki Arung saat menggunakan Jurus Langkah Petir milik nya.
To Be Continued.......
__ADS_1
Mohon Like dan Vote nya