
-[Ruang Tamu Mansion]-
Tampak Arung saat ini sedang galau memikirkan tingkah laku kelima Tetua yang tiba-tiba saja jatuh hati kepada nya. Ia pun mulai menghisap tembakau ular milik nya tersebut.
"Whusss........... " Suara hembusan asap tembakau ular milik nya tersebut.
Beberapa saat kemudian Putri Tiri nya pun pulang dengan beberapa luka kecil di tubuh nya tersebut.
"Kraakk....... " Suara pintu Mansion tersebut mulai terbuka.
"Pa.... Pa..... "
"Aku telah berhasil membunuh Ular Jantan Bertanduk Sembilan, saat di Hutan,"
"Kata Mama Rayla Tubuh Beast tersebut sangat bagus jika di jadikan Sup, Sup itu akan meningkatkan daya tahan imun tubuh terhadap racun, Pa." Ucap Shayla Tiger.
"Terus?" Ucap Arung.
"Aku ingin memasak nya, tapi aku tidak pandai memasak Sup, Papa Arung." Ucap Shayla.
"Shayla, kau bisa meminta tolong kepada Tetua Shiyu untuk memasak nya,"
"Sekalian kau bisa belajar memasak dengan nya, bagaimana nanti saat kau mulai berumah tangga jika tidak bisa memasak?" Tanya Arung.
"Itu gampang Pa, aku akan menjadi istri pertama seperti Mama Rayla,"
"Dan membiarkan Suami ku kelak menikahi Gadis Vampir lain nya yang pintar memasak seperti Mama Dhieng,"
"Gimana Pa, TOP kan.... " Ucap Gadis Nakal tersebut.
"Ugh........ "
"Kepala ku tambah sakit jika memikirkan kelakuan Gadis Nakal ini." Gumam Arung sambil mengurut-ngurut kepala nya tersebut.
"Apa yang Mama Rayla ajarkan kepada mu Shayla." Ucap Arung.
Tak lama kemudian Tetua Shiyu pun mulai memasuki ruangan tersebut lalu mulai menghampiri Pendekar Naga yang sedang pusing memikirkan Pola Pikir Putri Tirinya.
"Salam Pendekar Naga, aku ingin meminta maaf atas tindakan bodoh ku sebelum nya." Ucap Tetua Shiyu sambil membungkuk dan memberi hormat kepada Arung.
"Ugh....... "
"Kupikir kali ini dia akan mencium ku lagi." Gumam Arung.
"Ia tidak apa-apa Tetua Shiyu." Ucap Arung.
Shayla pun mulai bangun dari kursi nya tersebut kemudian mulai menghampiri Tetua Cantik tersebut.
"Wah...... "
"Tetua sungguh cantik, tidak kalah cantik nya dengan Mama Rayla." Ucap Shayla.
"Mama Rayla, itu pasti ibu dari anak nya Pendekar Naga ini yang telah meninggal." Gumam Tetua Shiyu.
"Terima Kasih Pendekar Racun." Ucap Tetua Shiyu.
"Tetua bisakah aku meminta tolong padamu, Papa ku dan aku ingin membuat Sup dari Beast Ular Jantan Bertanduk Sembilan." Ucap Shayla.
Raut wajah Tetua Shiyu pun mulai terlihat bersemangat saat mendengar permintaan dari Putri dari Pria yang di cintai nya tersebut.
"Dasar anak nakal, dia sempat-sempat nya membawa-bawa nama ku segala." Gumam Arung.
__ADS_1
"Ini pasti ujian cinta dari Tuan Pendekar." Gumam Tetua Shiyu.
"Tentu saja, aku sangat menyukai memasak,"
"Ayo kita ke dapur." Ucap Tetua Shiyu.
"Wah..... "
"Kayak nya Tetua Cantik ini menyukai Papa ku." Gumam Gadis Nakal tersebut.
Mereka berdua pun mulai beranjak ke Mansion dapur untuk memasak Sup Beast Ular Jantan Bertanduk Sembilan tersebut.
-[Mansion Dapur]-
Keempat Tetua lain nya pun mengetahui permintaan dari Pendekar Naga untuk membuatkan nya Sup, keempat Gadis Cantik itu pun ikut membantu Tetua Shiyu memasak di dapur bersama dengan Shayla Tiger.
"Wah....... "
"Wah....... "
"Papa Arung baru berada di sini beberapa jam saja, dia sudah berhasil memikat lima gadis cantik berambut merah ini,"
"Jika Mama Rayla sampai mengetahui nya kelima Wanita ini pasti hanya tinggal nama, dan Papa Arung pasti di omelin habis-habisan." Gumam Gadis Nakal tersebut.
Tampak tubuh Beast tersebut telah di cincang-cincang menjadi potongan-potongan kecil, mereka pun memasak di dalam beberapa buah tungku masak raksasa.
"Beast ini berada di ranah alam naga, Pendekar Naga benar-benar macho,"
"Saranghae..... " Gumam Tetua Dara sambil memotong-motong sayuran.
"Shayla, ayo bantu aku memotong kentang raksasa ini." Ucap Tetua Lindsay yang mencoba untuk lebih dekat dengan Putri dari Laki-laki yang di cintai nya tersebut.
"Huh...... "
"Lindsay memang begitu berpengalaman, ia langsung akrab dengan Shayla." Gumam Tetua Shiyu.
"Jika kau menikahi ku Tuan Naga, aku akan melayani mu di malam harinya,"
"Dan membuatkan mu Sup di pagi hari nya." Gumam Tetua Ayana sambil memasukkan beberapa potong kayu ke bawah Tungku Masak raksasa tersebut.
-[Malam Hari Nya]-
Ke lima Tetua pun mulai membuat acara makan malam bersama di halaman latihan dengan menu Sup Ular Jantan tersebut, tampak banyak meja jamuan panjang telah tersusun rapi di lapangan latihan tersebut.
Para murid-murid pun tampak telah duduk di kursi nya masing-masing dan sedang menikmati Sup Ular tersebut. Sementara itu Arung dan Shayla duduk di tempat perjamuan bersama kedelapan Tetua dan juga Vinic Muda.
"Wah...... "
"Sup ini benar-benar lezat." Gumam Shayla sambil menikmati Sup dengan mangkok porsi jumbo tersebut.
Sementara itu Vinic Muda tampak lesu dan tidak begitu bersemangat saat memakan Sup tersebut.
"Wah..... "
"Duda ini benar-benar keren." Gumam Tetua Gigi sambil menikmati Sup nya.
"Dari mana Nyonya Vinic bisa berkenalan dengan Pemuda setampan ini." Gumam Tetua Rita.
"So Cutee...... " Gumam Tetua Ami.
"Kenapa kedelapan Tetua menatapku dengan wajah kemerah-merahan seperti itu?" Gumam Arung yang merasa canggung dengan situasi tersebut.
__ADS_1
Mereka semua pun mulai menikmati jamuan Sup Ular di malam yang cerah dan penuh bintang tersebut, suasana saat itu di penuhi tawa dan keceriaan. Senda gurau terlihat hampir di seluruh meja jamuan tersebut.
"Gimana rasa sup yang kubuat dengan penuh cinta ini Tuan Naga." Ucap Tetua Lindsay.
"Uhuk..... "
"Uhuk..... "
"Uhuk....." Suara batuk Arung saat mendengarkan gombalan dari Tetua Lindsay tersebut.
"Wah..... "
"Papa Arung sampai batuk setelah mendengar kan perkataan dari Tetua Lindsay." Gumam Shayla sambil tertawa kecil.
"Hi...... "
"Hi...... "
"Hi...... " Tawa kecil Shayla.
"Enak........ "
"Enak banget Sup nya Tetua Lindsay." Ucap Arung kemudian kembali menikmati Sup Ular tersebut.
Beberapa saat kemudian.
"Tuan Naga, aku yang menyalakan api dan menjaga suhu api tersebut tetap stabil selama memasak Sup-Sup ular tersebut,"
"Tentu saja aku mengontrol api nya dengan sepenuh perasaan ku." Ucap Tetua Ayana.
"Wah...... "
"Sepertinya ada sebuah kompetisi cinta di sini." Gumam Tetua Rita.
"Tentu saja berkat Tetua Ayana kita bisa menikmati Sup yang masih hangat ini." Ucap Arung kemudian kembali menyantap Sup Ular tersebut.
Beberapa saat kemudian.
"Tuan Naga, Sayur-sayuran dan juga bumbu-bumbu ini aku yang memotong dan meramu nya,"
"Tentu saja saat memotong dan meramunya aku mengerahkan segenap kemampuan ku, agar rasa nya dapat melekat di hati Tuan Naga." Ucap Tetua Dara.
"Uhuk....... "
"Uhuk........ "
"Uhuk........ " Suara saat Arung tersedak saat menyantap Sup tersebut.
"Habis aku malam ini di gombalin oleh guru-guru ku sebelum nya, jika mereka mengetahui identitas ku yang sebenarnya,"
"Masihkah mereka merayuku seperti ini." Gumam Arung.
"Rasa nya benar-benar melekat di hati Tetua Dara." Ucap Pendekar Berambut Putih tersebut sambil tersenyum kecil.
"Jika mereka tahu Mama Rayla adalah istri Papa Arung, mereka pasti tidak akan berani menggoda Papa terang-terangan seperti ini,"
"Kupastikan tidak hanya mereka yang tinggal nama, salah-salah seluruh Kediaman Keluarga Tiger ini akan rata oleh amukan Mama Rayla tersebut." Gumam Shayla Tiger sambil kembali menyantap Sup Ular tersebut.
___________________________________
"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.
__ADS_1