Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Red Storm Dragon Bagian Ke Tiga.


__ADS_3

-[Di Dalam Tenda]-


Tampak Putri Michele di bantu dengan Ashiong dan juga Delayla sedang membakar pil, mereka bertiga menyalurkan elemen api ke tungku obat yang ada di tengah-tengah mereka.


Suara keributan di luar pun terdengar sampai ke dalam, namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak mungkin meninggalkan proses pembakaran pil tersebut.


"Ugh....... "


"Sepertinya suamiku sedang bertarung di luar, aku hanya bisa berharap jika dia baik-baik saja... " Gumam Delayla sambil berkonsentrasi terus membakar pil.


"Kasian Pendekar Naga, dia tidak henti-hentinya bertarung demi melindungi kami,"


"Kalau dia mau aku rela menjadi yang ketiga, ataupun kawin lari dengan nya... " Gumam Putri Michele.


"Tuan Naga, maafkan aku tidak bisa membantu mu saat ini." Gumam Ashiong.


Mereka bertiga pun terus membakar pil penawar racun kunti tersebut tanpa mengindahkan keributan di luar.


Asap merah pun perlahan menghilang, Red Storm Dragon pun beranjak mendekati tubuh Kamila yang sudah tak bernyawa. Naga Dewa itu pun mencengkram kepala Kunti tersebut dan menghisap sisa-sisa jiwa nya.


Saat ini Kamila telah kembali ke bentuk Beast nya, dengan kejam Red Storm Dragon menghisap sisa-sisa jiwa Kamila.


"Ugh........ "


"Kepala ku, sakit sekali.... "


"Aku pasti pingsan terbentur salah satu pecahan balok es ini... " Gumam Sonia saat melihat balok es kecil yang berserakan.


Sonia pun tercengang saat melihat Arung/Red Dragon Storm yang sedang mencengkram kepala Kamila yang sudah tak bernyawa tersebut.


Aliran tenaga dalam berwarna putih tampak mengalir masuk ke dalam tubuh Red Storm Dragon.


"Apa yang di lakukan si bodoh itu???" Gumam Sonia.


Tak lama berselang, sang Naga Dewa pun melemparkan tubuh tak bernyawa Kamila ke semak-semak seolah-olah tidak berarti.


"Hemmmm..... "


"Kenyang banget... " Gumam Red Storm Dragon.


Ia pun kemudian mengambil pedang besar berwarna hitam yang tertancap di tanah yang tidak jauh dari lokasi nya saat itu.


"Ini pedang yang bagus, ranah nya sama dengan ranah senjata suci milik ku... " Gumam Red Storm Dragon setelah mencabut pedang hitam besar tersebut kemudian menggantung nya di punggung nya.


Red Storm Dragon pun menyimpan seruling halilintar merah nya, dan berjalan ke arah Sonia.


"Laba-laba ini pasti mengenal pemilik tubuh ini, sebaiknya aku berpura-pura mengenal nya juga... " Gumam Red Storm Dragon.


"Hai laba-laba emas... " Sapa Red Storm Dragon yang terdengar canggung bagi Sonia.


"Laba-laba emas, aneh.... "


"Apa dia kesambet???" Gumam Sonia yang merasa aneh dengan perkataan Arung yang tidak lazim tersebut.


"Arung....."


"Apa kepala mu ada membentur sesuatu, aku kan istri mu???"

__ADS_1


"Panggil yang mesra dikit donk.... "


"Bebep kek.... " Ucap Sonia.


"Apa Naga ini bodoh, kenapa dia bisa sampai menikah dengan Ras laba-laba emas,"


"Dia menodai trah kesucian Ras Naga... "


"Dasar Naga idiot, jika aku bertemu dengan nya nanti aku akan memberi nya pelajaran,"


"Kapan Naga ini akan menantang ku???" Gumam Red Storm Dragon kesal ia pun mulai bersandiwara menjadi Suami yang care dengan istri nya walau pun berbeda Ras.


"Beb...... "


"Aku sedikit bingung setelah melawan Beast tipe sihir itu, tentu saja aku akan memanggil istri tercinta ku dengan panggilan Bebep... " Ucap Red Storm Dragon yang menggetarkan hati Sonia.


Sonia pun terbius habis dengan kemampuan Dragon Love nya Red Storm Dragon, gombalan manis nya itu membuat Wanita dari Ras Laba-laba emas itu terpesona.


"Suami ku.... "


"Panggil aku Bebep Sonia.... " Ucap Sonia Manja sambil merangkul leher Red Storm Dragon.


Pose Sonia saat ini adalah pose seorang Gadis yang minta di cium, lima menit pun berlalu namun Red Storm Dragon tidak berbuat apa-apa.


"Kenapa Naga ini gak mencium ku???"


"Huh....... "


"Dia pasti lelah.... "


"Fiuh....... "


"Syukur lah dia tidak mencium ku, bibir ku ini hanya untuk wanita dari Ras Naga.... " Gumam Red Storm Dragon.


Suasana pun sedikit canggung, Sonia pun berniat mengajak Arung mencari buah-buahan segar ataupun Beast untuk di jadikan makan malam.


Sonia dan Red Storm Dragon pun memasuki hutan berniat mencari bahan makanan, sambil menggenggam erat tangan Red Storm Dragon.


"Ugh....... "


"Sore ini dia begitu romantis... "


"Aku makin cinta, untung saja aku sudah menikah dengan nya... " Gumam Sonia sambil mencuri pandang melirik wajah suami nya tersebut.


Red Storm Dragon pun sebenarnya sangat jijik jika bersentuhan dengan wanita yang bukan dari Klan Naga.


"Naga bodoh ini kenapa tidak memiliki tanduk, Naga wanita yang kutemui juga tidak bertanduk???"


"Apa mereka tidak tahu jika tanduk emas merupakan kebanggan kaum naga,"


"Makin besar dan bercabang tanduk nya makin sangar pula Naga tersebut... " Gumam Red Storm Dragon yang terpaksa tersenyum ketus ke arah Bebep Sonia.


Seekor Beast Singa Es Kuno di ranah alam bumi puncak pun terlihat di hadapan mereka, Beast itu menatap tajam ke arah mereka berdua.


"Wah...... "


"Makan malam nih..... " Ujar Sonia lalu mengeluarkan busur Arjuna nya.

__ADS_1


Singa Es itu pun merasa terancam dan menembakkan beberapa bongkahan es raksasa.


"Whussss........ " Suara hempasan angin saat bongkahan-bongkahan es itu melesat ke arah mereka.


Dengan lincah Sonia pun menembak beberapa panah cahaya yang menghancurkan bongkahan-bongkahan es tersebut.


Salah satu panah mengarah ke arah Singa Es.


"Ah meleset...... " Gumam Sonia saat melihat Singa Es itu berhasil menghindari nya.


Singa Es pun melesat dan menerjang ke arah Sonia, Red Storm Dragon pun melindungi wanita dari Ras laba-laba emas tersebut dengan memukul kepala Singa Es hingga remuk dan tewas.


"Duak........... " Suara hantaman keras yang meremukkan batok kepala Singa Es tersebut.


"Fiuh...... "


"Hampir saja, untung Suamiku menyelamatkan ku... " Gumam Sonia lalu menyimpan busur Arjuna nya.


Ia pun memeluk Arung/Red Storm Dragon dan mengecup pipi nya sebagai tanda Terima kasih.


"Ugh...... "


"Menjijikkan, seharusnya aku biarkan saja Gadis Laba-laba ini di terkam tadi.... " Gumam Red Storm Dragon.


Sonia pun mulai menyimpan tubuh Singa Es kedalam cincin ruang milik nya, tak lama berselang sepuluh ekor Singa Es pun mengepung mereka.


"Erggghhhhhhhhh........ "


"Erghhhhhhhhhhh........ "


"Erghhhhhhhhhhh........ " Erangan Singa-Singa Es Kuno tersebut.


Wajah Sonia tampak pucat, ia pun sedikit ketakutan di karenakan ranah Singa-Singa tersebut di ranah alam harimau puncak.


"Tenang Bebep Sonia, mereka hanya kucing-kucing liar.... " Ujar Red Storm Dragon.


"Aurghhhhh........... " Ruangan Red Storm Dragon yang memecah keheningan sore menjelang malam tersebut.


Ruangan nya membuat beast-beast burung di sekitar nya terbang sambil berkicau ketakutan begitu pula dengan Singa-Singa Es tersebut yang lari pontang panting saat mengetahui lawan yang di hadapinya adalah seekor Naga Ras dewa.


"Ugh........ "


"Telingaku jadi sakit, dia main teriak aja..... "


"Kalau gendang telingaku pecah gimana???" Gumam Sonia lalu membuka matanya.


Sonia kembali di buat kaget.


"Lho..... "


"Kemana mereka Sayang???" Tanya Sonia.


"Kucing-kucing itu lari saat melihat predator yang sesungguhnya..... " Ujar Red Storm Dragon.


To Be Continued.......


Mohon Like dan Vote nya

__ADS_1


__ADS_2