
-[Menara Miring, Aliansi Sanbon Utara]-
Sang Ratu Sanbon sedang duduk sambil memangku boneka santet nya dengan rambut terurai menutupi wajah nya menghadap ke jendela yang tanpa jendela di lantai seratus tersebut.
Kilatan-kilatan cahaya pun terlihat sampai ke tempat tersebut, sang ratu yang sedang menyisir rambut nya itu pun tertegun sesaat.
"Sepertinya Raja Sage baru terlahir, siapa Pendekar itu???"
"Dia sangat cocok menjadi pendamping kedua ku... " Gumam Sang Ratu tersebut kemudian kembali menyisir rambut nya.
Ia pun memasang Jurus, boneka vodoo di pangkuan nya pun melayang tampak matanya bersinar merah darah.
Boneka voodo itu pun terbang melayang dan keluar dari dalam kamar tersebut menuju lantai ke 99.
"Tok.......... "
"Tok.......... "
"Tok......... " Suara ketukan pintu oleh Boneka Voodoo setinggi 40 cm dari jerami tersebut.
-[Di Dalam Kamar]-
Tampak seorang Vampir laki-laki langsung bergegas membuka pintu kamar tersebut, dia adalah wakil dari ketua Aliansi Sanbon dan merupakan murid satu-satunya Ratu Sanbon yaitu Kesatria Sanbon, Juday Vampir.
"Itu Ratu..... " Gumam Juday sambil berlutut dan bersiap menerima titah dari Ratu Ilmu Hitam tersebut.
"JUDAY..... "
"PERGILAH KE ARAH KILATAN-KILATAN CAHAYA ITU, BAWALAH PEMUDA YANG BARU TERLAHIR MENJADI RAJA SAGE ITU,"
"AKU AKAN MENJADIKAN NYA SUAMI KU YANG KE DUA, DAN MENGUASAI KE LIMA ALIANSI... "
"ALIANSI SANBON AKAN MENJADI PEMIMPIN DARI KELIMA ALIANSI DAN MENGGESER ALIANSI AMAZON DI PUSAT HUTAN TENGKORAK HITAM... " Ucap Sang Ratu via boneka voodoo nya tersebut.
"Baik Ratu ku.... " Sahut Juday Sang kesatria Sanbon tersebut.
"PERGILAH SEKARANG BAWA BEBERAPA PASUKAN, ALIANSI LAIN NYA PASTI AKAN BERTINDAK JUGA,"
"BAWALAH KULTIVATOR DUKUN PEMBUAT ONAR ITU BERSAMA MU DAN JUGA BONEKA VOODOO KU INI, AGAR KITA DAPAT BERKOMUNIKASI... " Ucap Ratu Sanbon.
"Siap Ratu.... " Sahut Juday.
Boneka itu pun mulai mengecil dan berubah menjadi sebuah kalung bermata boneka voodoo dari jerami, Juday pun memakai nya setelah itu.
"Dari mana bos tahu jika Raja Sage itu pria, kan bisa jadi itu wanita dan bukan Raja tapi Ratu Sage, ini pasti gara-gara Suaminya yang tak kunjung kembali mencari pusaka di goa bawah tanah,"
"Ratu pasti jablay dan pengen kawen lagi, mana wajah nya udah murung dan mengerikan, ini bertambah jadi murung lagi gara-gara Bang Thoyib gak pulang-pulang." Gumam Juday lalu keluar dari dalam kamar dan menuju penjara yang berada di basement bawah tanah tersebut.
__ADS_1
Sang Kesatria Santet pun menuruni tangga yang sudah lusuh tersebut, tampak beberapa anggota aliansi lain nya berpapasan dengan nya saat menuruni tangga tersebut.
Para anggota aliansi yang berpapasan dengan nya pun pasti memberikan penghormatan ala Pendekar pada nya karena jabatan yang dimiliki oleh Juday Vampir yang sangat tinggi.
-[Basement Bawah Tanah]-
Tempat tersebut terlihat sangat gelap dan kotor, tampak penjara berjejer di kiri dan kanan lorong yang gelap dan tidak terawat tersebut.
Para tahanan pun tampak lemas dengan kondisi tangan dan kaki di rantai oleh rantai hitam penghilang kultivasi, wajah mereka tampak pucat dan tubuh mereka penuh luka karena kerap kali di siksa oleh sipir penjara tersebut.
"Kasian juga melihat mereka, masuk penjara di dalam penjara... " Gumam Juday lalu beranjak ke sel tempat Kultivator Dukun itu di tawan.
"Hei...... "
"Ratu menugaskan mu pergi bersama ku untuk membawa seseorang ke hadapan nya, apa kau bersedia???" Tanya Juday dari balik jeruji besi hitam tersebut.
Kultivator Dukun itu pun bangun lalu beranjak ke arah jeruji besi.
"Apa yang kudapat jika bersedia???" Tanya Kultivator Dukun tersebut.
"Kau akan menjadi anggota aliansi Sanbon dan berjanji untuk setia kepada Ratu dengan perjanjian darah... " Ucap Kesatria Sanbon.
"Aku akan kabur setelah dia membebaskan ku nanti, akan ku pelet Ratu itu lalu ku bunuh... " Gumam Babarot Vampir Sang Kultivator Dukun tersebut.
"Baik berikan darah mu.... " Ucap Juday.
Boneka Voodoo pun kembali ke ukuran awal nga lalu meminum darah yang mengucur tersebut dan kembali menjadi kalung setelah beberapa saat kemudian.
"Dasar Babarot, dia tidak tahu jika dia tidak akan bisa menghianati Ratu... " Gumam Juday lalu mengeluarkan kunci untuk membuka sel milik Babarot dan melepaskan rantai yang mengekangnya saat ini.
Sebuah tato bulan hitam pun muncul di punggung Babarot tanpa ia sadari, Juday pun mulai membebaskan Babarot Sang Kultivator Dukun tersebut.
"Aku tahu kau pasti akan mencoba membunuh ku setelah ini, tapi kau tidak akan tahu apa yang akan menimpa mu setelah itu... " Gumam Juday saat melepaskan rantai yang mengekang Babarot.
Begitu rantai tersebut terlepas dan kultivasi Babarot kembali, Sang Dukun pun benar-benar menyerang Juday dengan jurus dua telunjuk iblis nya namun tiba-tiba ia merasa kesakitan di kepalanya.
"Aduh...... "
"Akhhhh........ "
"Kepala ku, apa yang kau lakukan kepada ku Juday..... " Teriak Kultivator Dukun tersebut sambil berguling-guling di dalam sel sambil memegang kepala nya.
"Itu akibat nya jika tidak mematuhi perintah Ratu... " Ucap Juday lalu berbalik.
Sakit kepala Babarot pun menghilang, dengan berat hati Sang Kultivator Dukun itu pun tunduk kepada Ratu Sanbon karena perjanjian darah tersebut.
Juday dan Babarot pun pergi meninggalkan menara Miring bagian utara guna membawa Raja Sage ke hadapan Ratu Sanbon dengan membawa 50 pasukan tahanan bersama nya.
__ADS_1
-[Hutan Tengkorak Hitam Bagian Utara, Markas Jendral Besar Arung]-
Tampak Arung dan kelima Selir masih melakukan kultivasi ganda, dari tengah lingkaran tampak kilatan-kilatan cahaya tak beraturan terus melesat ke langit.
"Mereka terus bertambah, Cerberus tanah ini terus muncul... " Ucap Max Vampir yang masih memasang perisai kultivasi kegelapan murni dan sedang menahan gempuran-gempuran dari Cerberus tanah tersebut.
"Duakkkkk.......... "
"Duakkkkk.......... "
"Duakkkkk.......... " Suara benturan bongkahan-bongkahan tanah yang mengeras saat menghantam perisai kultivasi kegelapan murni tersebut.
Ke sembilan tahanan/pasukan Jendral besar Arung pun masih terus bertempur dengan semangat yang tinggi melawan beast-Beast tersebut.
"Slasshhhh........ "
"Slasshhhh......... "
"Slashhhhh.......... " Suara saat Golok-Golok Vampir membelah tubuh Beast-Beast tersebut.
Mereka pun sesekali terluka juga akibat serangan-serangan bongkahan-bongkahan tanah maupun cakaran-cakaran atau gigitan-gigitan Cerberus-Cerberus Tanah tersebut, namun mereka tetap berjuang dengan gigih karena tidak ingin menjadi budak lagi seperti sebelum nya.
-[Kelompok A.U.S]-
"Bos lihat para beast juga menuju ke sana, sebaiknya kita tidak gegabah kesana,"
"Dan biarkan beast-Beast ini menyelesaikan urusan nya terlebih dahulu, biasanya mereka sangat ganas, namun saat ini mereka tidak perduli pada kita,"
"Dan hanya melewati kita, pasti ada pusaka iblis yang sangat kuat lahir di sana... " Ucap Lupus Vampir.
"Baik.... "
"Aku setuju dengan mu, bagaimana Ima???" Tanya Laki-laki bersayap tersebut.
"Benar yang di katakan Lupus... " Jawab Ima.
Mereka pun kembali beristirahat di tempat tersebut, di karenakan fenomena aneh beast-Beast liar yang pergi menuju markas besar Jendral besar Arung secara bergerombol tersebut.
"Aurghhhhh....... "
"Aurghhhhh....... "
"Aurghhhhh....... " Raungan Cerberus-Cerberus Tanah tersebut yang saling memanggil teman-teman nya tersebut.
To Be Continued.......
Mohon Like dan Vote nya
__ADS_1