
-[Alun-Alun Kota]-
Setelah selesai menonton pesta kembang api tersebut Arung dan yang lain nya pun kembali pulang ke Penginapan dengan cara berteleport.
"Ayo kita kembali, Delayla.... "
"Sonia.... " Ucap Arung kemudian mulai menggenggam pergelangan tangan kedua Gadis Cantik tersebut secara bersamaan.
"Ayo....... " Sahut kompak ke dua Rival Cinta tersebut.
"Aku masih saja deg-degan saat Arung menyentuhku, gimana nanti jika saat tiba waktunya aku harus melepas keperawanan ku ini?" Gumam Delayla Jangbaek.
"Huh............ "
"Dasar Pelakor, kau pasti senang kan di pegang seperti itu oleh Suami ku." Gumam Sonia dengan wajah yang kembali cemberut.
"Sonia pasti cemburu buta lagi." Gumam Arung saat menoleh ke arah Sonia lalu mulai melesatkan Jurus Teleportasi Milik nya tersebut.
"Blitzzzz............... " Suara Jurus Teleportasi milik Arung.
-[Koridor Penginapan]-
Dalam satu kali kedipan mata mereka bertiga pun berhasil berpindah tempat ke Koridor di Penginapan tersebut.
"Dup....... "
"Dup....... "
"Dup....... " Suara tapak mereka bertiga saat mendarat di lantai koridor tersebut dengan mulus.
Beberapa saat kemudian,
"Ah.... Rasa nya gak rela berpisah dengan nya." Gumam Delayla lalu mulai melepaskan genggaman tangan Arung.
"Dah........ "
"Arung..... " Ucap Gadis Naga tersebut sambil melambaikan tangan nya.
"Kayak mau berpisah lama aja, padahal besok pagi kan ketemu lagi?"
"Dasar Naga aneh..... " Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.
Arung hanya tersenyum tipis ke arah Gadis Cantik tersebut, sementara itu Sonia malah cuek bebek dengan raut wajah yang kembali cemberut saat menatap Delayla Jangbaek.
"Sonia....... "
"Sonia........ "
"Kita akan menjadi Istri Naga itu bersama, kau seharus nya berhenti mencemburui ku dan bersatu dengan ku untuk menaiki bahtera pernikahan tersebut dalam mengarungi lautan kehidupan ini." Gumam Delayla Jangbaek sambil berjalan masuk ke dalam kamar nya tersebut.
"Dup............. " Suara saat pintu kamar Delayla Jangbaek tertutup.
"Sonia, aku mau mandi dulu di bawah,"
"Kau duluan saja masuk ke dalam kamar." Ucap Arung lalu mulai meninggalkan Sonia seorang diri di dalam Koridor tersebut.
"Baik Sayang....... " Ucap nya.
"Hah........ "
"Dia masih kebawak malam mingguan tadi." Gumam Arung sambil berjalan menjauhi Sonia.
"Kesempatan, saat nya aku menjalankan rencana penancapan Jaring Laba-Laba Emas ku.... " Gumam Sonia kemudian mulai masuk ke dalam Kamar tersebut dengan semangat yang berapi-api.
"Kraaakkkk......... " Suara saat pintu kamar tersebut terbuka.
"Ha....... "
__ADS_1
"Ha....... "
"Ha........" Tawa Kecil Sonia.
"Besok pagi Delayla bukan lah ancaman lagi bagiku." Gumam Sonia.
-[Tangga Menuju Lantai Satu]-
Tampak saat ini Pendekar Setengah Naga tersebut sedang menuruni tangga tersebut seorang diri.
"Kenapa perasaan ku gak enak banget ya sekarang, apa karena Tongkat Black Hole Dragon itu angker,"
"Apa ada makhluk halus yang bersemanyam di dalam nya?"
"Ih....... "
"Serem, sebaiknya aku mandi dan mencuci Tongkat Black Hole Dragon tersebut biar makhluk-makhluk yang menempel di benda kuno itu pergi." Gumam Arung sambil menuruni tangga tersebut.
-[Di Dalam Kamar]-
Sonia Golden Spider saat ini telah berganti pakaian dengan daster nya yang berwarna putih transparan dan super minim tersebut, dalaman serta lekuk dapur dan lekuk Mountain Kembar nya terlihat sangat jelas.
Sudah bisa di pastikan si ucok-ucok kecil yang melihat Sonia malam ini pasti menjadi bersemangat.
"Naga itu begitu wangi, aku gak boleh kalah dari nya." Gumam Sonia.
Ia pun mulai menyemprotkan parfum beraroma lavender yang begitu menyengat ke seluruh tubuh nya tersebut.
"Rencana tahap awal sudah selesai, kini tinggal melakukan Rencana tahap kedua." Ucap Sonia kemudian mulai mengeluarkan tiga buah kendi yang berisi arak.
Sonia pun mulai mengencerkan dua buah Pil SIV tersebut dengan sebuah sendok dan tenaga dalam milik nya kemudian mulai membubuhkan nya ke dalam ketiga kendi arak tersebut.
"Dua Pil biar durasi nya lebih lama, kalau bisa setelah malam ini lutut Pendekar Playboy tersebut kopong.... " Gumam Sonia sambil tertawa kecil.
Sonia pun mulai mengeluarkan beberapa potong roti agar Arung tidak curiga jika arak nya telah di campur dengan Pil SIV.
"Dan mulai menafkahi nya malam ini, semoga saja dia tidak melupakan malam ini." Gumam Sonia kemudian mulai duduk di kursi di pinggiran ruangan tersebut.
-[Kamar Delayla Jangbaek]-
Delayla Jangbaek pun saat ini telah berganti pakaian dengan piyama tidur berwarna hitam yang tidak kalah sexi nya dengan piyama yang di kenakan oleh Sonia saat ini, tampak Gadis Naga tersebut begitu gelisah.
Sejak selesai berganti pakaian tadi ia terus saja berjalan mondar-mandir di dalam kamar nya tersebut.
"Kenapa aku selalu teringat dengan Arung ya, apa dia memeletku,"
"Aku tahu aku telah jatuh cinta kepada nya, tapi kan gak sebegini kali, aku gak tahan lagi,"
"Aku mau mengobrol dengan nya, persetan dengan Sonia." Ucap Delayla Jangbaek kemudian mulai kembali berjalan mondar-mandir di dalam ruangan tersebut.
-[Sepuluh Menit Kemudian]-
Tampak saat ini Sonia sedang duduk di kursi tersebut dengan pose yang begitu hot nya, paha nya yang begitu mulus dan putih bersih tersebut terlihat jelas saat dia duduk dengan menyilangkan kaki nya tersebut.
"Mana nih Calon Ayah dari Calon bayi Laba-Laba ku, kok belum tiba juga?
"Apa dia tersesat, dan salah masuk kamar?" Gumam Sonia.
Beberapa menit kemudian,
"Krakkk............ " Suara saat pintu kamar tersebut di buka oleh Arung.
Arung pun begitu terkejut saat melihat pose sexi dari Ratu Laba-Laba Emas tersebut.
"Firasat ku gak enak lagi?"
"Ucok kecil bertahan lah." Gumam Arung kemudian mulai menutup pintu kamar tersebut.
__ADS_1
"Dup................. " Suara saat pintu kamar tersebut di tutup oleh Arung.
Sonia pun beranjak bangun dari kursi tersebut kemudian beranjak pergi ke dekat Arung kemudian mulai menggenggam lengan nya dengan mesra.
"Sayang, kau pasti haus kan setelah konser tadi, ayo ikut minum dengan ku." Ucap Sonia sambil menarik lengan Arung ke arah kursi di dekat dinding tersebut.
"Tumben...... "
"Kenapa dia bisa sebaik dan semanis ini malam ini?" Gumam Arung lalu duduk di kursi tersebut.
Sonia pun mulai menuangkan arak ke cawan Arung dan cawan nya lalu mulai duduk di kursi yang lain nya.
"Bersulang...... " Ucap Sonia sambil mengangkat cawan nya.
"Ayo Naga minumlah dan kita akan saling berbagi ranjang malam ini?" Gumam Sonia sambil tersenyum bahagia di malam itu.
"Bersulang....... " Ucap Arung sambil mengangkat cawan nya juga.
"Binggo........ "
"Berhasil, kau lengah Sayang." Gumam Sonia kemudian mulai meneguk arak di dalam cawan tersebut sampai tak bersisa.
"Glek.......... "
"Glek........... "
"Glek............ " Suara saat Sonia mulai meneguk habis arak di dalam cawan nya tersebut.
Arung pun mulai meneguk arak tersebut setelah melihat Sonia meneguk habis arak nya.
"Kok firasat ku semakin gak enak ya?"
"Kayak mau ada peristiwa besar saja malam ini." Gumam Arung sambil meneguk habis arak tersebut.
"Tuk.......... " Suara saat cawan milik Arung di letakkan di atas meja tersebut setelah dia selesai meminum nya.
-[Kembali Ke Dalam Kamar Delayla Jangbaek, Beberapa Menit Sebelum Arung Meneguk Habis Arak tersebut]-
Tampak Gadis Cantik berdaster super minim tersebut masih saja berjalan mondar-mandir di dalam kamar nya dengan raut wajah yang gelisah dan sorot mata yang kosong.
"Aku gak tahan lagi, aku pengen ngobrol-ngobrol dengan nya,"
"Arung, Saranghaeee....... " Ucap Delayla Jangbaek lalu beranjak keluar dari dalam kamar nya tersebut.
"Kraaakkkk........... " Suara saat pintu kamar tersebut terbuka.
-[Koridor Penginapan]-
Tampak Delayla Jangbaek saat ini sedang berjalan dengan begitu tergesa-gesa nya ke arah Kamar nya Arung.
"Aku tidak peduli apa yang akan di katakan oleh Laba-Laba Emas itu." Gumam Delayla Jangbaek sambil berjalan dengan tergesa-gesa tersebut.
"Wah......... "
"Sepertinya malam ini Buk Bos mau melakukan nya lagi, Bangsa Naga benar-benar memiliki nafsu yang gede,"
"Sebaiknya aku membangunkan yang lain nya, kami harus menikahkan Komandan Api tersebut besok pagi,"
"Kesempatan baik seperti ini tidak mungkin terjadi dua kali, Kakak sudah lama menjomblo dan jadi Gadis Perawan Ting-Ting sudah saat nya dia menjadi Wanita Seuutuh nya." Gumam Delphi Chen yang memantau dari kejauhan.
Setelah Delayla Jangbaek masuk ke dalam Kamar Arung, Delphi Chen pun mulai membangunkan Anggota-Anggota Pasukan Pengawalan Delayla yang lain nya.
"Bangun Bro, ada film seru rugi kalau gak lihat..... " Ucap Delphi Chen dari balik pintu kamar saat mengetuk salah satu pintu kamar tersebut.
___________________________________
"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.
__ADS_1