Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Terdampar Ke Masa Lalu Bagian Ke Dua.


__ADS_3

-[Seminggu Kemudian]-


Arung dan juga Shayla saat ini sudah sangat puas berkeliling Desa tersebut selama seminggu penuh lama nya dan berniat untuk pergi Ke Kota Awan Hitam untuk kembali bernostalgia di sana, mereka berdua pun mulai terbang meninggalkan penginapan tempat mereka menginap tersebut.


"Sebenarnya akan lebih cepat sampai ke sana jika menggunakan Jurus Teleportasi milik ku,"


"Tapi aku ingin menikmati setiap jengkal suasana di Benua Es Api ini, sudah 1000 tahun aku tidak melihat nya,"


"Walaupun ini hanyalah masa lalu tapi bagiku ini sudah sangat cukup untuk mengobati rasa rinduku." Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut dengan mata yang berkaca-kaca.


"Wah....... "


"Sepertinya Papa Arung mulai sedih lagi nih." Gumam Shayla Tiger saat melihat mata Papa nya yang mulai berkaca-kaca tersebut.


"Whusss....... "


"Whusss........ " Suara hempasan angin saat Arung dan Shayla mulai melesat terbang meninggalkan tempat tersebut.


-[Kembali ke Danau Obat Beberapa Jam Sebelum nya]-


Aura api mulai melesat ke keluar dari dalam Danau Obat tersebut menuju ke langit pada pukul 03.00 malam yang menandakan Duyung Api tersebut telah berhasil menembus ke ranah berikut nya.


Tak lama kemudian sesosok Manusia Beast Perempuan berjubah biru terbang keluar dari dalam Danau Obat tersebut sambil memegang sebuah Trisula Poseidon di genggaman tangan nya tersebut.


"Whusss......... " Suara hempasan angin saat Wanita berjubah biru itu mulai melesat terbang ke arah Desa Tiger.


"Aku sangat lapar, akhirnya aku bisa mulai memangsa manusia-manusia itu." Gumam Manusia Beast Psikopat tersebut.


"Hag...... "


"Hah...... "


"Hag...... " Tawa Duyung Api tersebut.


-[Jam Lima Pagi di Perbatasan Desa Tiger]-


Tampak Jedi Tiger saat ini sedang mengendarai sepeda motor nya sambil berboncengan dengan Nyonya Vinic yang saat ini sedang hamil muda. Sepasang suami istri tersebut pun berniat untuk pergi ke Kota Awan Hitam untuk mencari Matriak Yuki Tiger yang telah menghilang dua tahun yang lalu.


"Vinic, kalau kau sudah lelah,"


"Atau perutmu terasa gak enakan, bilang yach." Ucap Jedi Tiger.


"Ia Dady, tenang saja aku masih kuat kok." Ucap Vinic.


Tampak di sekitar mereka lalu lalang beberapa kendaraan bermotor dan sesekali mobil besar ikut melintas di jalanan tersebut. Mereka pun telah melewati Desa Tiger dan saat ini sedang melaju menuju Jalan Alternatif ke Kota Awan Hitam.


Saat ini Gurun Api Es sedang mengalami Musim Es jadi banyak Beast-Beast yang berkeliaran di Gurun Api Es tersebut.


Beberapa saat kemudian dari arah langit beberapa sambaran petir melesat ke arah Sepeda Motor yang di kendarai oleh Jedi Tiger saat ini.


"Jder...... "


"Jder...... "


"Jder......" Suara sambaran Petir dari Trisula Poseidon.


Dengan lincah Jedi pun menghindari sambaran-sambaran petir tersebut, sambil menaikkan kaca spion nya ke atas.


"Siapa wanita berbaju biru itu Vinic, kenapa dia menyerang kita?" Tanya Jedi setelah melihat ke spion nya.


"Aku tidak tahu Dady, sebaik nya kita kabur dari sini, wanita itu sangat kuat." Ucap Vinic Muda sambil merangkul erat pinggang Suaminya tersebut.


"Ugh....... "


"Kenapa musibah terus hadir di sekeliling ku, setelah hilang nya Matriak Yuki banyak kesialan-kesialan yang menimpa Keluarga Tiger ini." Gumam Jedi Tiger sambil menghindari serangan dari Trisula Poseidon tersebut.


"Duargh...... "

__ADS_1


"Duargh...... "


"Duargh...... " Suara ledakan saat sambaran petir mengenai jalanan tersebut.


Banyak kawah-kawah kecil yang tercipta di jalanan tersebut dan terdapat beberapa mobil yang bertabrakan atau terbalik di luar jalanan tersebut akibat serangan dari Duyung Api sebelum nya.


"Aku masih ingat dengan bau daging dua manusia itu, mereka adalah mangsa ku yang lepas gara-gara wanita api di Puncak Gunung Obat sebelum nya,"


"Kali ini aku tidak akan melepaskan mangsa ku lagi." Gumam Duyung Api kemudian mulai mengangkat Trisula Poseidon nya ke atas.


Sebuah ombak setinggi 50 meter muncul secara tiba-tiba akibat kekuatan dari Trisula Poseidon tersebut.


"Rasakan ini JURUS TSUNAMI ku.... " Teriak Duyung Api.


Ombak raksasa itu pun mulai menghempaskan apa pun yang ada di depan nya termasuk Jedi dan juga Vinic.


"Akh........... " Teriak Jedi.


Disaat yang sama Arung dan juga Shayla melihat kejadian tersebut dari atas langit lalu beranjak terbang ke tempat tersebut.


"Apa itu Shayla?" Tanya Arung.


"Sebaiknya kita melihat nya Pa." Ucap Shayla.


Air bah pun mulai surut tampak beberapa kendaraan telah terbalik dan terdapat beberapa mayat yang bergelimpangan di sekitar jalanan tersebut.


"Dup......... " Suara saat Duyung Api mendarat di hadapan Jedi Tiger dan Vinic Muda.


"Mau apa kau, kenapa engkau menyerang kami." Ucap Jedi Tiger.


"Jleebbbb....... " Suara saat Trisula Poseidon menusuk perut Jedi Tiger.


"TIDAKKK....... " Teriak Vinic Muda Histeris.


Tubuh Jedi Tiger pun mulai oleng dan tersungkur jatuh ke atas tanah, tampak sorot mata nya mulai perlahan redup. Isak tangis pun pecah di pinggir jalanan alternatif tersebut, Vinic muda pun menggenggam tangan Suami nya tersebut sambil menangis dan mengalirkan air mata di pipi nya.


"Vinic..... "


"DADYYYY.............. " Teriak Vinic Muda.


Sementara itu Duyung Api tersebut mulai berjalan ke arah Vinic Muda berniat memenggal kepala nya.


"Aku akan mengirimmu menyusul Suami mu itu Gadis Manusia." Ucap Duyung Api kemudian mulai mengayunkan Trisula Poseidon nya.


"Tringgg............ " Suara saat Trisula Poseidon tersebut beradu dengan Pedang Iblis Hitam milik Shayla.


"Nyonya Vinic." Gumam Arung yang saat ini sudah berada di sebelah Vinic Muda yang sedang menangisi kematian Suami nya tersebut.


"Papa, biar aku yang membereskan Duyung ini." Ucap Shayla kemudian mulai mengayunkan Pedang Iblis Hitam nya.


"Penggal kepala B*jingan itu Shayla." Perintah Arung.


"Baik Pa." Ucap Shayla.


"Dadyy......... "


"Kenapa kau meninggalkan ku secepat ini, kita baru saja menikah beberapa yang bulan." Keluh Vinic Muda.


"Jadi ini adalah Jedi Tiger, kenapa Nyonya Vinic merahasiakan kematian nya Jedi?"


"Kenapa Duyung Api itu tiba-tiba menyerang mereka?"


"Ah........ "


"Sudahlah sebaiknya aku menenangkan Nyonya Vinic terlebih dahulu." Gumam Arung.


"Nyonya tenanglah, yang sudah pergi tidak akan kembali,"

__ADS_1


"Kau harus bertahan demi Putri mu kelak." Ucap Arung.


Mendengar nasehat dari Pemuda berambut putih tersebut Nyonya Vinic pun tersentak dari kekalutan nya dan mulai mengingat janin yang saat ini ada di dalam kandungan nya tersebut.


"Benar yang dikatakan Senior, aku harus meneruskan hidup demi Putri di dalam kandungan ku ini,"


"Eh...... "


"Bagaimana dia sampai tahu kalau aku sedang hamil saat ini, pasti dia adalah Kultivator Sidekick." Gumam Vinic Muda.


NOTES : SIDE KICK artinya Peramal.


"Terima kasih Tuan." Ucap Vinic Muda.


Sementara itu Shayla Tiger masih saling beradu senjata suci dengan Duyung Api tersebut.


"Tring........ "


"Tring......... "


"Tring........." Suara saat kedua senjata suci tersebut saling beradu.


"Ugh...... "


"Wanita ini bahkan lebih kuat dari Wanita Api itu." Gumam Duyung Api.


Dalam satu kedipan mata Arung pun berteleport ke balik punggung Duyung Api tersebut dan langsung mencabut jantung nya saat itu juga.


"Jlebbb........ " Suara saat tangan Arung mencabut jantung milik Duyung Api tersebut.


"Akhhhh........ " Teriak Duyung Api.


"Brukkk......... " Suara saat tubuh Duyung Api jatuh tersebut mulai oleng dan tersungkur ke atas tanah.


"Papa...... "


"Kenapa Papa sekejam itu, kenapa dia bisa semarah itu,"


"Apa dia mengenal Gadis Cantik berambut merah itu?" Gumam Shayla kemudian mulai memungut Trisula Poseidon milik Duyung Api tersebut.


"Shayla, kita tunda dulu kepergian kita ke Kota Awan Hitam,"


"Kita akan mengantar Gadis itu kembali ke kediaman nya terlebih dahulu." Ucap Arung.


"Baik Pa..... " Ucap Shayla Tiger.


Vinic Muda pun mulai menyimpan jenazah suami nya tersebut di dalam cincin ruang penyimpanan milik nya.


"Nyonya, kami akan mengantar kan mu kembali ke kediaman mu." Ucap Arung.


"Terima kasih Senior berdua." Ucap Nyonya Vinic.


Arung pun mulai terbang sambil membawa Vinic Muda menggunakan Jurus Telekinesis milik nya tersebut, Shayla pun terbang di sebelah nya.


"Whusss....... " Suara hempasan angin saat mereka mulai terbang menuju Puncak Gunung Obat tersebut.


"Pendekar Senior, kalau boleh tau siapa nama Tuan?" Tanya Vinic Muda.


"Panggil saja aku Pendekar Naga, dan Putriku ini adalah Pendekar Racun." Ucap Arung.


"Pendekar Naga, saat kita tiba di kediaman ku nanti nya tolong jangan ceritakan masalah mengenai kematian Suami ku ini,"


"Saat ini kondisi di dalam Keluarga Tiger sedang menurun akibat hilang nya Matriak kami, aku tidak ingin menambah beban lagi Pendekar Naga." Ucap Vinic Muda.


"Baiklah Nyonya..... " Ucap Arung.


"Oh...... Jadi karena ini Matriak selama ini merahasiakan kematian Jedi Tiger ia ingin menjaga kondisi tetap stabil di Keluarga Tiger, Matriak benar-benar berjiwa seorang Pemimpin." Gumam Pendekar Naga tersebut.

__ADS_1


___________________________________


"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.


__ADS_2