
Tampak Dewi Seribu Kayu mengeluarkan sebuah smart ponsel dari dalam cincin ruang milik nya.
"Aku harus segera mengabari Anita Cat..." Gumam Dewi Seribu Kayu.
Sementara itu ratusan Naga-Naga Petir pun masih terus menyambar Macan Kayu yang berada di dasar Kubah.
"Gelegarrrr....... "
"Gelegarrrr....... "
"Gelegarrrr....... " Suara sambaran-sambaran Naga Petir yang pada akhirnya menewaskan Macan kayu.
"Akhhhhhhhhhh......... " Teriakan terakhir Macan Kayu.
Tak lama berselang Kubah Air pun perlahan-lahan menghilang, kini goa tempat persembunyian Macan Kayu sebelum nya pun telah menjadi sebuah danau yang besar.
Tampak di dasar danau tersebut terbaring tubuh macan kayu yang hangus terbakar.
"Byuuuuurrrr........... " Suara hujan yang mengguyur semakin deras.
Beberapa waktu kemudian muncul kepompong-kepompong yang menyekap tubuh-tubuh Pendekar-Pendekar yang sebelum nya di culik oleh Penyihir itu.
Tampak Pendekar-pendekar yang berada di dalam kepompong akar itu masih tidak sadarkan diri juga.
"Dup......... "
"Dup........ " Suara saat tapak kaki Arung dan juga Dewi Seribu Kayu saat mendarat di dekat danau.
"Ternyata ada banyak banget..... "
"Pendekar yang di kidnap nya.... " Gumam Arung saat melihat kepompong-kepompong tersebut.
Beberapa saat kemudian Bocah Berekor Kera pun melesat menghampiri mereka.
"Dup........... " Suara saat tapak kaki Bocah Berekor mendarat di dekat mereka.
"Pantas saja dia bisa berubah menjadi makhluk legenda seperti itu... "
"Dia telah menculik begitu banyak Pendekar-Pendekar.... " Ucap Sang Wakil Inspektur.
"Kenapa kepalaku pusinggg..... " Gumam Arung yang tiba-tiba sempoyongan.
Tiba-tiba saja Arung mulai sempoyongan lalu ambruk jatuh ke tanah.
"Arung....... " Ucap Dewi Seribu Kayu yang sedikit panik dengan kejadian itu.
"Tenang, Kakak Jendral dia hanya pingsan.... "
"Satu bulan lagi dia akan pasti siuman, ini adalah efek dari Pil Extra Jos yang aku kasih pada nya... " Ujar Bocah Berekor.
"Apa.......... "
"Satu bulan...... " Ucap Dewi Seribu Kayu, Bocah Berekor pun hanya mengangguk beberapa kali.
"Hahhhhh....... " Suara helaan nafas panjang Dewi Seribu Kayu.
__ADS_1
"Ya sudah, kalau begitu aku akan menjaganya selama satu bulan ini, ayo kita pergi dari sini adik kecil.... " Ucap Dewi Seribu Kayu lalu mulai mentelekinesis tubuh Arung sehingga melayang.
"Mohon maaf Kakak, aku tidak bisa ikut Kak.... "
"Aku harus mencari guru ku diantara kepompong-kepompong itu.... "
"Guru pasti ada di antaranya.... " Ucap Bocah Berekor.
"Aku merasakan ada banyak penjahat-penjahat di sekitar sini, akan berbahaya bagi bocah ini bila sendirian di sini.... "
"Dia sudah menolongku lepas dari maut, sudah saat nya aku membalas nya.... " Gumam Dewi Seribu Kayu.
Dewi Seribu Kayu pun mengeluarkan tiga buah golem batu di ranah alam naga, golem itu memiliki tinggi sekitar tiga meteran.
"Aku gak bisa lama di sini, Adik Kecil...."
"Ketiga Golem ini akan menjaga mu.... " Ucap Dewi Seribu Kayu kemudian mulai mengayunkan lengan nya.
Golem Batu itu pun mulai aktif dan mulai berjaga di sekitar Bocah Berekor.
"Wahhhh....... "
"Golem-golem ini kan sangat mahal Kak.... "
"Terima Kasih Kak...... " Ucap Bocah Berekor Kera itu.
"Jaga dirimu adik kecil, kita pasti akan bertemu lagi..... " Ucap Gadis Cantik berambut putih tersebut kemudian mulai terbang bersama Arung yang sedang tidak sadarkan diri.
"Whuuuuuussss........ " Suara hempasan angin saat Dewi Seribu Kayu dan juga Arung terbang meninggalkan tempat tersebut.
"Selamat tinggal, Kakak Jendral.... " Ucap Bocah Berekor dari kejauhan.
Pipi gadis itu pun mulai memerah tatkala melirik ke arah Arung.
"Setelah 10 ribu tahun ngejomblo, akhirnya aku menemukan laki-laki yang sesuai dengan selera ku.... "
"Walaupun dia bukan dari klan tanaman, itu nanti.... "
"Yang penting aku harus mengikat nya... "
"Jika tidak dia pasti akan di ambil wanita lain nya... "
"Anita aja udah tiga kali kawin dan dua kali cerai.... "
"Lah..... "
"Aku belum menikah-nikah sampai saat ini.... " Gumam Dewi Seribu Kayu lalu tanpa di sadari nya ia pun menabrak seekor burung gagak yang sedang terbang.
"Aduhhhh..... "
"Kepala ku..... " Ucap Dewi Seribu Kayu sambil mengelus-elus kepala nya.
Gagak yang di tabrak oleh Dewi Seribu Kayu pun tampak kesal dan mulai berkicau ke arah sang Dewi.
"Kwaaakkkkk....... "
__ADS_1
"Kwaaakkkkk........ "
"Kwakkkkkkk......... " Suara kicauan gagak yang sedang kesal tersebut.
"Untung saja perasaan ku sedang senang saat ini.... "
"Jika tidak kau akan ku jadikan sate Gagak..." Ucap Dewi Seribu Kayu dengan wajah yang menyeramkan ke arah Gagak tersebut.
Gagak yang mendengar jika diri nya akan di jadikan sate Gagak pun ketakutan, wajah burung itu pun pucat pasi lalu langsung kabur dari tempat tersebut secepat kilat.
"Kwaaakkkkk........... "
"Kwaakkkkkk............ " Suara kicauan Gagak saat kabur dari Dewi Seribu Kayu.
"Dasar Gagak Bodoh..... " Ucap Dewi Seribu Kayu lalu kembali terbang menuju Kota Dewa Kucing.
"Whuuuussssss........... " Suara hembusan angin saat Dewi Seribu Kayu kembali terbang bersama Arung.
Kembali ke beberapa menit yang lalu ketika Dewi Seribu Kayu mengirimkan pesan whatsapp ke teman nya Anita Cat.
Tampak saat ini Anita Cat sedang tidur tertulungkup di salah satu bilik pijat yang ada di Kota Dewa Kucing, gadis cantik berambut merah itu tidak mengenakan sehelai pakaian pun dan tubuh nya hanya ditutupi oleh sehelai selimut saja.
"Beeeppppp........ "
"Beeeepppp........ " Nada pesan smart phone milik Anita Cat.
Anita yang tadinya memejamkan matanya pun mulai membuka mata nya, ia pun melirik ke arah hand phone nya yang ada di atas meja didekat tempat dia dipijit saat ini.
"Wahhhh...... "
"Pasti si tolol itu yang mengirimkan pesan, dia pasti menyesal karena sudah cerai dari ku.... "
"Pasti dia mau minta balikkan..... " Gumam Anita Cat.
Sementara itu pemuda tampan itu terus memijit betis Anita Cat dengan lembut.
Handphone pun mulai terbang perlahan ke arah Anita Cat, dengan jurus telekinesis nya pun Anita mulai membuka pesan tersebut.
"Buseeet...... "
"Ternyata dari si Pertu...... "
"Bukan Ramos...... " Gumam Anita Cat yang sedikit kecewa karena dia mengira jika yang mengirimi nya pesan saat ini adalah mantan suami nya Ramos, akan tetapi ternyata yang mengirimi nya pesan whatsapp saat ini adalah si Pertu.
Pertu adalah panggilan sayang Anita Cat kepada Dewi Seribu Kayu yang berarti Perawan Tua.
Bola mata Anita Cat pun berbinar-binar melihat isi pesan dari si Pertu.
Pesan itu pun berisi seperti ini ;
" PSK akhirnya aku telah memutuskan untuk bertunangan dengan seorang Pendekar yang Gagah Berani dan juga Setia. ... "
"Segera sebarkan pengumuman kepada teman-teman satu sekte kita untuk menghadiri acara pertunangan ku, aku akan segera kesitu PSK... "
"Nanti kita diskusikan lagi.... " Pesan Whatsapp pun berakhir.
__ADS_1
"Dasar Pertu.... " Gumam Anita Cat.
PSK merupakan panggilan akrab Dewi Seribu Kayu kepada Anita Cat yang berarti Perempuan Suka Gonta-ganti Kekasih.