Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Terdampar Ke Masa Lalu Bagian Ke Delapan.


__ADS_3

Arung dan juga Ular Merah Bertanduk Sembilan saat ini masih berbicara menggunakan Bahasa Ular.


"Ternyata kau adalah seorang Bangsawan Ular sama sepertiku,"


"Aku akan membunuh mu dulu, kemudian barulah aku mulai membunuh manusia-manusia lain nya itu." Ucap Ular Merah Jambu tersebut.


"Aurghhhh........ " Raungan Ular Merah Jambu Bertanduk Sembilan tersebut.


Para Ular-Ular Bertanduk Sembilan yang tersisa pun mulai menyerang ke arah para Murid-Murid dan Tetua-Tetua di Kediaman Tiger tersebut.


"Aurghhhh.......... "


"Aurghhhh........... "


"Aurghhhh........... " Suara raungan beberapa Ular-Ular Bertanduk Sembilan tersebut saat menyerang.


"SERANG........ " Teriak Vinic Muda dengan keras.


Para murid-murid dan Tetua-Tetua pun mulai menerjang ke arah Ular-Ular tersebut sambil menembakkan Bola-Bola Api, peperangan pun pecah di malam yang cerah tersebut.


"Duargh........ "


"Duargh........ "


"Duargh........ " Suara ledakan beruntun saat Bola-Bola Api mengenai Ular-Ular Tersebut.


Shayla Tiger pun mulai melesatkan Jurus Hujan Petir sempurna nya, seberkas petir pun mulai melesat ke langit dari telapak tangan nya. Tak lama berselang awan hitam pun mulai berkumpul di atas puncak gunung obat tersebut.


Beberapa saat kemudian hujan petir pun mulai turun menyambar Ular-Ular Bertanduk Sembilan tersebut.


"Jderr....... "


"Jderr......."


"Jderr....... " Suara saat Petir-petir tersebut mengenai Ular-Ular Bertanduk Sembilan tersebut.


"Bagus, Pendekar Racun memang hebat." Gumam Tetua Rita.


Berkat hujan petir tersebut para Tetua-Tetua dan murid-murid lain nya pun lebih mudah untuk menghabisi makhluk-makhluk berbisa tersebut.


"Sepertinya ada seorang kultivator kuat lain nya di sini." Ucap Ular Merah Jambu tersebut sambil memasang perisai kultivasi di sekitar nya.


"Sebaiknya kau menjelma ke wujud Manusia Beast mu jika tidak ingin mati konyol Ular." Ucap Arung sambil menghunus kan Pedang Ular Hitam milik nya tersebut.


"Kau mencoba menggertakku...."


"Naga......" Ucap Ular Merah Jambu tersebut kemudian mulai menerkam Arung.


Dengan santai nya Pendekar Setengah Naga tersebut terus menerus menghindari terkaman-terkaman ganas Ular tersebut dengan Jurus Langkah Petir Sempurna milik nya.


"Ugh........ "

__ADS_1


"Naga ini benar-benar cepat." Gumam Ular Merah Jambu tersebut sambil terus menerkam Arung dengan buas nya.


Beberapa saat kemudian,


"Jderrr........ "


"Jderrr......... "


"Jderrr.......... " Suara saat petir-petir tersebut menyambar Ular-Ular Bertanduk Sembilan lain nya.


"Aku harus cepat mengalahkan Naga ini, kasian bangsa ku di bantai seperti itu." Gumam nya.


Tampak Ular-Ular lain nya sedang di habisi oleh murid-murid Keluarga Tiger tersebut dengan mudah berkat bantuan hujan petir dari langit tersebut.


Ular Merah Jambu pun mulai menjelma ke wujud manusia Beast nya, sesosok wanita cantik pun mulai muncul dengan menggenggam sebuah Pedang Ular Merah Jambu Bertanduk Sembilan di tangan nya tersebut.


"Aku akan mencincang mu dengan pedang ini Naga." Ucap Ular tersebut kemudian mulai melesat terbang ke arah Pendekar Setengah Naga tersebut.


"Tring.............. "


"Tring.............. "


"Tring.............. " Suara saat kedua Pedang Beracun tersebut saling beradu.


"Ugh...... "


"Ayunan Pedang nya lumayan kuat, tapi kekuatan tanpa kecepatan adalah omong kosong." Gumam Arung kemudian mulai menyerang Ular tersebut sambil menggunakan Jurus Langkah Petir Sempurna milik nya.


"Tring....... "


"Tring....... "


"Ugh...... "


"Naga ini begitu cepat." Gumam Ular Merah Jambu tersebut sambil bersusah payah menahan tebasan-tebasan Pedang Ular Hitam yang begitu cepat nya.


"Slashhhhh........... " Suara saat Pedang Ular Merah Jambu menebas angin kosong.


Tiba-tiba saja Arung menghilang dari pandangan Ular Merah Jambu tersebut, tampak Ular Merah Jambu tersebut kebingungan dan mulai mengamati ke sekeliling nya.


Tiba-tiba saja Pendekar Naga tersebut melesat dari dalam tanah sambil membelah tubuh Manusia Beast Ular tersebut menjadi dua bahagian.


"Akkkkkhhhhhhhh.......... " Teriak kesakitan Ular Merah Jambu tersebut saat di potong menjadi dua bagian.


"Dup............... " Suara saat Arung mendarat dengan mulus di tanah setelah berhasil mengalahkan Ular Merah Jambu tersebut.


Ular itu pun kembali ke wujud asalnya, Arung pun mulai menyimpan Pedang dan essensi Merah jambu milik Ular yang di bunuh nya tersebut.


"Ular Merah Jambu ini tidak memiliki strategi apa pun saat bertarung, makanya dia dapat di kalahkan dengan begitu mudah nya." Gumam Arung.


Ia pun mulai melesat dan membunuh Ular-Ular Bertanduk Sembilan lain nya, melihat pimpinan nya telah tewas beberapa Ular-Ular lain nya memilih untuk melarikan diri dan beberapa Ular-Ular lain nya memilih untuk bertarung sampai mati.

__ADS_1


-[Satu Jam Kemudian]-


Akhirnya seluruh Ular-Ular Bertanduk Sembilan tersebut berhasil di tumpas oleh Arung dan juga yang lain nya, tidak ada korban dalam peperangan yang terjadi di malam itu.


Mereka pun mulai menyimpan tubuh beast-beast Ular Bertanduk Sembilan tersebut, lalu mulai kembali ke tempat nya masing-masing.


"Syukurlah, bencana kali ini dapat di lalui oleh Keluarga Tiger,"


"Ini semua berkat bantuan kedua Pendekar tersebut." Gumam Vinic Muda.


Ke lima Tetua pun mulai mengerubungi Pendekar Setengah Naga itu, mereka makin terpesona dan jatuh hati lebih dalam lagi terhadap Pendekar tampan tersebut.


"Tuan Naga, kau pasti lelah ayo ikut ke kediaman ku aku akan memijit mu dengan teknik jujitsu milik ku." Ucap Tetua Dara sambil menarik lengan Pendekar Naga tersebut.


"Aku juga bisa memijit Tuan Naga, ikut lah dengan ku Tuan Naga." Ucap Tetua Lindsay kemudian mulai menarik lengan Pendekar Tampan tersebut juga.


Ketiga Tetua lain nya pun tidak mau kalah dan mulai menarik lengan dan pakaian Arung, mereka pun berniat mengajak Tuan Naga pergi ke kediaman nya masing-masing.


"Mereka semua sudah mabuk, aku sebaik nya berteleport kembali ke Mansion ku." Gumam Arung kemudian mulai berteleport ke tempat tersebut.


"Blitzzzz.......... " Suara jurus teleportasi milik Arung.


Dalam satu kedipan mata Pendekar Setengah Naga pun mulai berpindah dari tempat tersebut, ke lima Tetua pun kelihatan bingung saat melihat Pendekar Tampan nya sudah tidak ada lagi dan mulai mengamati ke sekeliling nya.


"Kemana Tuan Naga pergi?" Gumam kompak mereka ber lima.


Sementara itu Shayla tengah asyik membantu para murid menyimpan tubuh-tubuh Beast tersebut.


"Jakpot...... "


"Sepertinya menu makan di Keluarga Tiger dalam beberapa hari ke depan adalah Sup Ular,"


"Ugh....... "


"Mantul..... " Gumam Shayla Tiger.


-[Kamar Arung di Mansion Tamu]-


"Dup....... " Suara saat tapak kaki Arung mendarat mulus di dalam kamar yang berada di lantai dua tersebut.


"Fiuh....... "


"Syukurlah aku selamat dari Tetua-Tetua Haus Cinta itu." Gumam nya kemudian mulai melepas seluruh pakaian nya dan masuk ke dalam kamar mandi.


-[Di Dalam Kamar Mandi]-


"Byurrr........ " Suara shower air hangat.


"Ah......... "


"Segar nya.... " Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.

__ADS_1


___________________________________


"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.


__ADS_2