Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Kota Drake Part Akhir.


__ADS_3

Arung dan juga Laura pun berjalan di antara manusia beast-manusia beast lain nya di jalanan di Kota Drake.


Walaupun saat ini Benua Naga Utara sedang di landa iklim hujan kepiting namun aktifitas para manusia beast/warga di kota tersebut tampak seperti biasa nya.


"Dulu saat pertama kali aku pergi ke Benua Naga, aku masih saja terpukau melihat ada banyak Manusia Beast dengan beragam jenis yang berlalu lalang,"


"Namun semenjak aku terdampar di Benua Vampire, aku sudah terbiasa..... "


"Melihat pemandangan seperti ini..... " Gumam Arung saat melihat manusia-manusia beast tersebut.


"Arung, di mana kita mau makan???" Tanya Putri Laura.


"Tempat yang paling enak donk, Laura.... " Jawab Arung.


Wajah Putri Laura tampak merona merah, Arung pun jadi bingung saat melihat sikap gadis tersebut.


"Kenapa dengan Laura???" Gumam Arung.


"Ehm........ "


"Ada tuh Rumah makan paling enak di Kota Drake, tapi......... " Ucap Laura.


"Tapi apa, Laura???" Tanya Arung dengan penasaran.


"Rumah makan itu hanya di peruntukan bagi sepasang suami istri, itu dia rumah makan nya.... " Ucap Putri Laura sambil menunjuk ke arah Rumah Makan Cinta Naga di sebelah nya.


"Gampang, Laura..... "


"Kita akan berpura-pura sudah menikah saja,.... " Jawab Arung lalu menggandeng mesra tangan Putri Laura.


"Tapi Arung...... " Ucap Putri Laura lagi.


"Sudah gak ada tapi-tapian, lets go..... " Ucap Arung yang sangat bersemangat untuk makan enak tersebut.


Kedua penjaga rumah makan pun menghentikan langkah mereka, Arung dan Putri Laura pun berhenti.


"Tuan, sebelum masuk ke dalam rumah makan ini,"


"Tuan dan Nyonya harus melakukan registrasi di ruangan sebelah." Ucap Pengawal tersebut.


"Registrasi???" Ucap Arung.


"Arung, gak baik makan di sini,"


"Kita makan di tempat lain nya.... " Ucap Putri Laura.


"Gak apa Laura, cuman registrasi aja.... " Ucap Arung lalu menggandeng Putri Laura memasuki ruangan registrasi tersebut.


Seorang peramal tua dari suku Gipsi Naga pun hanya tersenyum melihat sepasang kekasih bohongan tersebut.


"He........ "


"He........ "


"He........ "

__ADS_1


"Pangeran Naga yang hidup nya selalu di kelilingi wanita cantik, silahkan duduk.... "


"Putri, silahkan anda duduk juga..... " Ucap Peramal wanita tua dari suku Naga tersebut.


"Pangeran Naga???" Gumam Putri Laura lalu duduk bersimpuh di depan bola kaca begitu pula Arung.


"Dasar bodoh...... "


"Arung gak tau kalau kita bakal di nikahkan oleh peramal tua ini, ya sudah lah aku pura-pura bodoh aja,"


"Lagian kan aku memang harus menikah dengan nya, karena pil elemen maks Naga sudah di kultivasi kan nya.... " Gumam Putri Laura lalu tersenyum tipis ke arah peramal tua.


"Putri, letakkan tangan mu di atas bola kaca ini.... "


"Pangeran, kau juga lakukan hal yang sama... " Ucap Peramal Tua.


"Lho........ "


"Registrasi, bukan nya mengisi suatu formulir,"


"Kok malah di suruh pegang bola kaca???"


"Ini aneh..... " Gumam Arung lalu meletakkan tangan nya diatas bola kaca tersebut.


Keadaan pun menjadi hening untuk sesaat, Peramal Tua pun mulai melakukan ritual untuk menikahkan kedua kekasih tersebut.


Aura tenaga dalam berwarna putih pun mulai membungkus tubuh mereka bertiga, beberapa saat kemudian ritual itu pun selesai.


"Pangeran, Putri, kalian sudah bisa menikmati makanan di Rumah Makan Cinta,"


"Dan setelah nya Pangeran bisa memakan Putri dengan gaya apa pun, karena kalian berdua sudah sah...... " Ucap Peramal Tua sambil tersenyum tipis.


"Apa yang di katakan oleh Nyonya Tua itu, dia pasti ngelantur..... " Gumam Arung.


Arung saat ini belum menyadari jika dirinya dan Putri Laura telah dapat saling membaca isi pikiran, saat ini Putri Laura dapat mendengarkan dengan jelas isi pikiran Suaminya tersebut.


Arung dan juga Putri Laura pun meninggalkan ruang registrasi, dan masuk kedalam rumah makan.


Mereka berdua pun duduk di meja yang berdekatan dengan jendela, seorang pelayan pun menghampiri mereka dan menanyakan pesanan mereka.


"Tuan, Nyonya, mau pesan apa???" Tanya Pelayan tersebut dengan sopan.


"Pelayan, berikan makanan terenak dan juga minuman arak terenak dari Rumah Makan ini... " Pesan Putri Laura.


"Baik Nyonya.... " Jawab pelayan tersebut lalu pergi dari meja tersebut berniat menyiapkan pesanan mereka.


"Semoga saja makanan terenak di sini bukan kepiting???" Gumam Arung yang sudah sangat bosan makan kepiting tersebut.


"Ohhhh......... " Gumam Putri Laura setelah mendengar isi pikiran suaminya tersebut.


"Tadi aku seperti mendengar suara Laura, tapi mulutnya tidak bergerak sama sekali,"


"Pasti aku sedang berhalusinasi.... "


"Mungkin ini efek kebanyakan makan kepiting.... " Gumam Arung.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Pelayan itu pun tiba dan mulai menghidangkan Gulai Kambing, dan banyak jenis makanan lain nya.


Pelayan lain nya pun membawakan sekendi arak dan mulai menuangkan nya kedalam cawan, setelah siap menghidangkan makanan dan minuman kedua pelayan itu pun pergi.


"Silahkan menikmati pesanan nya, Tuan, Nyonya.... " Ucap Pelayan tersebut sambil tersenyum.


"Terima kasih..... " Jawab Putri Laura.


Putri Laura pun membuka syal yang menutupi mulut nya, mereka berdua pun mulai menikmati makanan dan minuman tersebut.


Putri Laura sengaja tidak berpikir apa-apa dulu (jika Putri Laura berpikir, maka isi pikiran nya akan dapat di dengar oleh Arung) , ia khawatir Arung akan terkejut saat mengetahui jika dirinya (Putri Laura) dan Arung susah di nikahkan secara adat Gipsi oleh nenek peramal tua tersebut.


"Syukurlah, gak ada menu kepiting di sini..... " Gumam Arung sambil mengambil gulai kambing.


"Arung, sepertinya aku lelah banget,"


"Bagaimana jika setelah makan ini kita istirahat dulu disini, katanya penginapan di sini nyaman banget.... " Ucap Putri Laura.


"Boleh juga Laura, aku pun sudah capek tidur di atas dahan pohon terus selama ini, aku juga ingin tidur beralaskan tilam yang empuk,.... " Ucap Arung.


"Malam ini kau pasti tidur dengan nyaman, Arung,"


"Aku jamin, tilam nya sangat empuk..... " Jawab Putri Laura.


Beberapa saat kemudian seorang Pemuda dan Wanita berjubah hijau pun memasuki rumah makan tersebut, gaya mereka berdua tampak amat sombong.


Salah seorang pelayan tanpa sengaja menumpahkan sekendi arak ke pakaian pemuda tersebut.


"Maaf Tuan.... "


"Maaf Tuan.... "


"Aku gak sengaja.... " Ucap Pelayan tersebut sambil membungkuk beberapa kali.


Pemuda itu pun menampar Pelayan tersebut dengan keras hingga Pelayan tersebut jatuh pingsan.


Semua mata pun tertuju pada Pemuda tersebut, manajer rumah makan cinta Naga pun bergegas menjumpai Pemuda tersebut.


"Tuan Kailong, maafkan anak buah ku,"


"Ayo tuan, biar saya yang antar tuan ke meja VIP di lantai atas,"


"Hari ini, aku memberikan pelayanan gratis kepada tuan, sebagai bentuk permohonan maaf ku atas perbuatan anak buah ku.... " Ujar Manajer.


Pelayan lain nya pun menggiring tubuh pelayan yang pingsan tersebut, dan membawanya keluar dari dalam Rumah makan tersebut.


Tuan Muda itu adalah Kailong dari Paviliun Dewa Angin, Paviliun Dewa Angin merupakan salah satu Perguruan Silat Elit di Benua Naga Utara dan bermarkas di Kota Drake.


Tidak ada seorang Manusia Beast pun di Kota Drake yang tidak mengenali Paviliun Dewa Angin.


"Berikan kami meja dan makanan terbaik, aku gak mau istri ku kecewa dengan makanan terbaik di tempat ini.... " Ucap Kailong dengan tegas.


Sementara itu Arung dan Putri Laura hanya melihat sikap sombong Kailong dari kejauhan.


"Siapa Pria itu, kenapa dia sombong banget???" Gumam Arung.

__ADS_1


To Be Continued.......


Mohon Like dan Vote nya


__ADS_2