Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Terowongan Air Bagian Ke Lima.


__ADS_3

-[Malam Hari Nya, Di Dalam Tenda]-


Tampak Arung saat ini sudah tidur terlelap di dalam tenda tersebut.


"Zzzttt........... " Suara tidur Arung.


Sementara itu Vladmira masih terjaga Gadis Vampir tersebut tidak bisa tidur karena ia saat ini sedang terbaring di sebelah Majikan nya tersebut dan hanya di pisahkan oleh sebuah bantal guling.


"Kenapa dengan Naga ini, kenapa dia menyuruh ku untuk tidur di sebelah nya,"


"Ugh....... "


"Apa di pikirnya ini normal jika seorang Wanita terhormat tidur dalam satu tenda dengan laki-laki yang bukan kerabat atau suami nya,"


"Isaka..... "


"Help me.... " Gumam Vladmira kemudian mulai memejamkan mata nya dan kembali mencoba untuk tidur.


-[Di Dalam Tenda Milik Komandan Yuri]-


Tampak Komandan jomblo dan cantik tersebut saat ini belum juga tidur dan sedang bermain dengan HP nya tampak bibir Komandan Cantik itu senyam senyum sendiri setelah melihat layar handphonenya tersebut.


"Ah...... "


"Sebaik nya aku memposting foto Vladmira yang sedang memijit Jendral Arung saja, hal ini pasti akan menjadi viral di instagram ku." Gumam nya kemudian mulai mengetik-ngetik layar hp mewah nya tersebut.


Beberapa saat kemudian,


Ia pun mulai memposting beberapa foto Vladmira yang sedang memijit Jendral Arung tersebut di dalam instagram nya.


"Semoga saja semangat Prajurit-Prajurit di Kerajaan Darah Merah bisa bangkit lagi, sebaik nya aku segera tidur,"


"Jalan menuju Pulau Black Skull masih sangat jauh, aku harus beristirahat secukup nya malam ini." Gumam Komandan Yuri kemudian mulai memejamkan matanya.


-[Di Dalam Kerang Raksasa]-


Tampak aura tenaga dalam yang keluar dari dalam tubuh Ratu Buaya Hitam itu semakin pekat nya.


"Ugh....... "


"Aku mulai merasakan kekuatan ku meluap-luap, akhirnya setelah 1000 tahun bermeditasi aku akhirnya akan berhasil menembus ranah tersebut." Gumam nya kemudian kembali melanjutkan meditasi nya tersebut.


-[Ke Esokan Pagi nya]-


"Hoammm......... " Suara menguap Vladmira.


"Lho.... "


"Mana Jendral penuh skandal itu?" Gumam Vladmira sambil menoleh ke sebelah nya.


Ia pun mulai bangun dan keluar dari dalam tenda tersebut, ternyata Arung dan juga Komandan Yuri saat ini tengah sarapan berdua di sebuah meja kayu.


"Oh..... "


"Vladmira, kau sudah bangun,"

__ADS_1


"Ayo gabung dan sarapan bersama." Sapa Komandan Yuri.


"Ternyata mereka di sini, aku sudah berharap jika mereka meninggalkan ku di Hutan ini saja." Gumam Vladmira kemudian mulai beranjak ke meja makan tersebut.


"Tidur mu nyenyak sekali semalam ya Vladmira?" Tanya Arung sambil menyantap nasi goreng buatan Komandan Yuri tersebut.


"Kenapa dia berkata seperti itu?" Gumam Vladmira sambil menaruh nasi goreng ke dalam piring nya.


"Iya Tuan..... " Ucap Vladmira.


Vladmira tidak menyadari jika sejak semalam dia terus saja memeluk majikan nya tersebut hingga pagi, ketika bangun pagi tadi Arung pun terkejut dengan peristiwa tersebut namun ia tidak membangunkan Vladmira dan memilih keluar dari dalam tenda tersebut.


"Komandan Yuri, selesai sarapan pagi ini,"


"Kita terus bergerak ya, kali ini kita tidak akan beristirahat lagi dan langsung menyelam menuju Pulau Black Skull tersebut." Ucap Arung sambil menyantap nasi goreng tersebut.


"Siap Jendral.... " Ucap Komandan Yuri.


"Vladmira, bagaimana penjagaan di sekitar penjara tersebut?" Tanya Arung.


"Dari informasi yang kuterima ada sekitar 5 ribu Prajurit yang berjaga di sekitar Penjara Tengkorak Kera Hitam tersebut, Tuan,"


"Yang di pimpin oleh seorang,"


"Kepala Sipir, dan seorang Wakil Kepala Sipir, Tuan." Ucap Vladmira.


"5 ribu pasukan, kita akan habis jika menyerangnya terang-terangan Jendral." Ucap Komandan Yuri.


"Tenang saja prioritas kita hanya menyelamatkan Tetua Geitetsu dan bukan untuk berperang habis-habisan,"


Beberapa saat kemudian terjadi gempa bumi di dalam Hutan Black Skull tersebut, meja, pepohonan, dan juga air di sekitar mereka mulai berguncang.


"Gempa..... " Ucap Vladmira.


Seberkas cahaya hitam pun mulai terlihat dari kejauhan dan mulai menembus langit-langit Goa tersebut.


"Apa itu Jendral?" Tanya Komandan Yuri.


"Apa pun itu pasti pertanda tidak baik, sebaik nya kita pergi sekarang juga." Ucap Arung kemudian mulai meninggalkan sarapan nya.


"Firasat ku tidak enak." Gumam Arung.


"Ayo.... " Ucap Pendekar Setengah Naga tersebut.


Mereka bertiga pun pergi dengan tergesa-gesa dari dalam wilayah Pohon Dewa Air tersebut dan kembali menyelam menuju Pulau Black Skull.


Akibat gempa besar tersebut Buaya-Buaya Hitam pun mulai terjaga, beberapa dari makhluk-makhluk buas tersebut pun melihat Arung dan juga yang lain nya yang sedang menyelam dari kejauhan.


30 ekor Buaya Hitam pun mulai mengejar mereka dari arah belakang sambil menembak kan beberapa tembakkan bola berelemen kegelapan.


"Gawat mereka mengejar kita, Vladmira pimpin jalan di depan." Perintah Arung saat mulai kembali memasuki terowongan tersebut.


Saat ini Arung tidak dapat melihat apa pun karena ia tidak dapat mengaktifkan mode mata kegelapan nya karena kebangkitan Jiwa Naga Air sebelumnya.


Pendekar Setengah Naga itu pun menyelam sambil mengikuti hawa keberadaan Vladmira dan Komandan Yuri tampak tubuh nya terkadang tergores oleh bebatuan runcing di dinding-dinding terowongan air tersebut.

__ADS_1


"Mata ku..... "


"Kenapa Jiwa Naga Air harus bangkit di saat-saat seperti ini?" Gumam Pendekar Setengah Naga Setengah Ular tersebut.


Ia pun memasang beberapa lapis dinding elemen perak nya di dalam terowongan air tersebut bermaksud menahan makhluk-makhluk yang mengejarnya tersebut.


"Duargh........ "


"Duargh........ "


"Duargh........ " Suara ledakan akibat serangan bola-bola hitam yang mengenai dinding perak tersebut.


"Cepatlah Vladmira, dinding itu hanya dapat menahan mereka untuk beberapa menit saja." Teriak Arung.


"Baik Tuan.... " Ucap Vladmira.


Buaya-Buaya Hitam itu pun berhasil menjebol dinding-dinding perak tersebut dan kembali mengejar Arung, kali ini ia meniupkan asap hitam bet elemen magnet nya.


"Whussss................... " Suara hembusan asap hitam.


Asap Hitam pun mulai memenuhi terowongan air di sekitar ke tiga puluh Buaya-Buaya Hitam tersebut, namun mereka pun berhasil keluar dari asap tersebut dan kembali mengejar Arung.


"Ugh....... "


"Walaupun aku memiliki berbagai macam Jurus Seni Bela Diri tapi untuk melawan 30 Buaya Hitam di ranah alam Naga puncak,"


"Bukanlah suatu pertaruhan yang baik." Gumam nya sambil terus menyelam di belakang Vladmira dan juga Komandan Yuri.


"Ugh...... "


"Aku tidak bisa membantu Jendral sama sekali." Gumam Komandan Yuri yang merasa tak berdaya.


Arung pun mulai teringat dengan senjata suci yang baru saja di temukan nya sebelum nya saat terdampar ke masa lalu yaitu Pedang Ular Merah Jambu Bertanduk Sembilan yang dapat mengubah tenaga dalam nya menjadi sebuah Kabut Ilusi Cinta.


"Aha......... "


"Pedang itu mungkin dapat menahan Buaya-Buaya ini untuk beberapa hari." Gumam Arung kemudian kembali memasang dinding-dinding perak di dalam terowongan tersebut.


"Vladmira, Komandan Yuri kalian pergilah duluan biar aku yang menahan makhluk-makhluk ini." Perintah Jendral Arung.


"Baik Jendral..... " Ucap Komandan Yuri.


"Jendral, maafkan bawahan mu yang tidak bisa berbuat apa-apa ini." Gumam Komandan Yuri.


"Baik Tuan.... " Ucap Vladmira.


Arung pun mulai berhenti dan mulai memasang perisai angkasa di sekelilingnya dan mulai mengeluarkan sebuah Pedang Ular Merah Jambu Bertanduk Sembilan tersebut.


"Fiuh....... "


"Jika kabut ilusi ini tidak berhasil aku di pastikan akan menjadi makanan dari Buaya-Buaya Hitam tersebut." Gumam Arung kemudian mulai menyalurkan setengah dari tenaga dalam nya ke dalam inti senjata suci tersebut.


___________________________________


"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.

__ADS_1


__ADS_2