Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Terdampar Ke Masa Lalu Bagian Ke Dua Belas.


__ADS_3

-[Lapangan Pelatihan di Belakang Mansion Utama]-


Malam ini Keluarga Tiger sedang mengadakan acara nonton bareng pertandingan hidup dan mati antara Jendral Hitam yang merupakan penantang yang berasal dari Kekaisaran Hitam dengan Jendral Api Kecil yang merupakan murid dari Panglima Harimau Api atau murid dari Yuki Tiger.


"Wah....... "


"Ternyata Matriak Yuki memiliki seorang murid cantik berambut ungu." Gumam Arung.


Mereka pun mulai menonton pertandingan hidup dan mati tersebut melalui sebuah layar tancap raksasa dan beberapa sound sengaja di pasang di sebelah layar tancap tersebut.


"Hem...... "


"Papa Arung, dia bahkan tidak mau duduk di sebelah ku lagi dan malah duduk di sebelah Tetua-Tetua Genit itu." Gumam Shayla yang merindukan belaian kasih sayang seorang ayah itu.


Sementara itu Arung saat ini sedang di kerubungi oleh kelima Tetua-Tetua yang begitu cantik nya dan juga wangi nya di malam tersebut, mereka berlima pun berdandan semaksimal mungkin di malam tersebut untuk menarik perhatian dan hati dari Tuan Naga yang tampan nya kebangetan tersebut.


-[Stadium Awan Hitam]-


"Byurrrr............. " Suara hujan deras.


Tampak Jendral Api Kecil telah berdiri di sudut kiri arena pertandingan tersebut sambil menggenggam sebuah Pedang Api Putih di tangan kanan nya.


"Aku tidak boleh kalah malam ini, jika aku kalah aku akan mempermalukan seluruh Kekaisaran Dewi Es ini." Gumam Jendral Api Kecil tersebut.


Sementara itu di sudut kanan arena telah berdiri Jendral Penantang yang berasal dari Kekaisaran Hitam, Pemuda Paruh Baya dengan jubah perang berwarna hitam tersebut berdiri dengan gagah perkasa sambil menggenggam sebuah Golok Kematian di tangan kanan nya.


"Menyerah lah Jendral Api Kecil, atau aku terpaksa membunuh mu malam ini di sini." Ucap Jendral Hitam sambil mengacungkan Golok Kematian nya ke arah Jendral Api Kecil tersebut.


-[Tribun Khusus Perwira Tinggi]-


Tampak Jendral Es sedang duduk di sebuah kursi di tribun tersebut sebagai perwakilan dari Kekaisaran Dewi Es tersebut.


Di sebelah nya Duduk Menteri Perang dari Kekaisaran Hitam yang juga ikut menyaksikan pertandingan hidup dan mati tersebut.


"Bagaimana jika kita bertaruh Jendral Es, aku akan mempertaruhkan Golok Kematian milik Jendral Hitam dan kau pertaruhkan selendang emas milik mu." Ucap Menteri Perang tersebut sambil tersenyum penuh kelicikan ke arah Jendral Cantik tersebut.


"Jika aku menolak, aku akan mempermalukan Kekaisaran Dewi Es ini." Gumam Jendral Es.


"Baiklah Menteri Perang, aku setuju dengan usul mu itu..... " Ucap Jendral Es.


"Semoga kau menang Irene Galgadoth." Gumam Jendral Es.


"Jendral Hitam merupakan orang terkuat peringkat ke 100 di Benua Hitam, dia pasti menang." Gumam Menteri Perang dari Kekaisaran Hitam tersebut.


-[Arena]-


"Jangan banyak omong.... " Teriak Jendral Api Kecil kemudian mulai menerjang ke arah Jendral Hitam dengan semangat berapi-api.


"Tring.......... "


"Tring.......... "


"Tring.........." Suara saat Pedang Api Putih beradu dengan Golok Kematian.


"Dia pikir dia seimbang dengan ku." Gumam Jendral Hitam kemudian mulai menembakkan beberapa bola api hitam ke arah Irene Galgadoth.


Dengan lincah Jendral Api Kecil pun menghindari serangan-serangan tersebut kemudian mulai melesatkan beberapa Tapak Pembunuh ke arah Jendral Hitam.


"Whusss........ "


"Whusss........ "


"Whusss........." Suara hempasan angin saat tiga buah pedang berelemen api mulai melesat ke arah Jendral Hitam.

__ADS_1


"Serangan anak kecil sesuai dengan panggilan mu api kecil." Ucap Jendral hitam dengan angkuh nya kemudian mulai menepis pedang-pedang api tersebut menggunakan Golok Kematian nya dengan mudah.


Jendral Api Kecil pun mulai melesat teebang dan menerjang ke arah Jendral Hitam tersebut menggunakan Jurus Langkah Petir milik nya.


"Tring........ "


"Tring........ "


"Tring........ " Suara saat Pedang Api Putih kembali beradu dengan Golok Kematian.


"Sepertinya kau sedikit bersemangat ya Api Kecil." Ucap Jendral Hitam sambil menahan serangan-serangan cepat dari Irene.


"Tring......... "


"Tring.........."


"Tring.........." Suara saat Golok Kematian mulai menekan Pedang Api Putih.


"Ugh......... "


"Aku sudah menyerang nya sekuat tenaga, tapi dia masih bisa sesantai ini." Gumam Jendral Api Kecil.


Sebuah tapak pun berhasil melayang tepat ke dada Irene Galgadoth yang membuat nya terpental sejauh beberapa meter.


"Akh............ " Teriak Jendral Api Kecil.


"Dup.......... " Suara saat tapak kaki Jendral Hitam mulai mendarat di arena.


-[Tribun Khusus Perwira Tinggi]-


"Hag........ "


"Hag........ "


"Sepertinya Jendral Api Kecil kurang fokus dalam pertandingan ini Jendral Es." Ucap Menteri Perang.


"Tenanglah Menteri Perang, pertarungan baru saja di mulai." Ucap Jendral Es.


-[Arena]-


"Bangunlah Api Kecil, jangan mempermalukan Kekaisaran mu." Ucap Jendral Hitam dengan sombong nya.


"Uhuk...... "


"Uhuk...... "


"Uhuk...... " Suara batuk darah Irene.


Irene pun mulai bangun lalu mulai menyeka darah yang ada di bibir nya tersebut.


"Hyatttt........... " Teriak Irene sambil kembali menerjang kembali ke arah Jendral Hitam dengan penuh semangat.


Enam buah tangan api mulai melesat keluar dari tubuh nya ke arah Jendral Hitam tersebut.


"Duargh......... "


"Duargh.......... "


"Duargh............" Suara saat bola-bola berelemen kegelapan mulai membuyarkan serangan tangan-tangan api tersebut.


Irene pun kembali menyerang Jendral Hitam sambil menggunakan Jurus Langkah Petir milik nya tersebut.


"Tring............ "

__ADS_1


"Tring............ "


"Tring............. " Suara saat kedua senjata suci tersebut kembali saling beradu.


"Kau begitu keras kepala Cantik." Ucap Jendral Hitam kemudian mulai menebaskan Golok Kematian nya dengan penuh tenaga dan begitu keras.


"Treeeeennnngggg......... " Suara saat Golok Kematian tersebut menghempaskan Pedang Api Putih milik Jendral Api Kecil tersebut.


Pedang itu pun terpental dan menancap di pinggiran arena, tampak tangan Irene bergetar setelah menahan ayunan kuat tersebut, ia pun mundur sedikit jauh ke belakang dan mulai mengumpulkan seluruh tenaga dalam nya.


"Oh......... "


"Baiklah keluarkan seluruh kemampuan mu Nona, aku ingin melihat kemampuan Pendekar-Pendekar Wanita di Kekaisaran Dewi Es ini,"


"Apakah sehebat rumor yang beredar." Ucap Jendral Hitam dengan angkuh nya.


"Dasar Pemuda Sombong..... " Gumam nya.


Aura api pun mulai berkumpul di sekujur tubuh Jendral Api Kecil, ia pun mulai mengumpulkan segenap kekuatan nya pada serangan terakhir tersebut. Aura api itu pun mulai terlihat seperti harimau yang sedang marah.


-[Tribun Khusus Perwira Tinggi]-


"Oh...... "


"Jadi ini adalah Jurus Harimau Api, salah satu jurus pamungkas milik Panglima Harimau Api,"


"Aku ingin melihat sehebat apa Jurus tersebut." Ucap Menteri Perang Kekaisaran Hitam tersebut dengan sombong nya.


"Ugh..... "


"Dia sombong banget, aku pun tidak yakin jika Irene bisa memenangkan pertarungan ini." Gumam Jendral Es.


-[Arena]-


Jendral Api Kecil pun mulai melesatkan Jurus Harimau Api tersebut, tenaga dalam berelemen api berbentuk seekor Harimau yang sedang berlari pun melesat dan hendak menerkam Jendral Hitam tersebut.


"Jurus Tornado Kegelapan." Teriak Jendral Hitam tersebut kemudian mulai melesat terbang dan menjelma menjadi sebuah tornado kegelapan yang mulai mengoyak-ngoyak tubuh Harimau api tersebut.


"Apa............ " Gumam Jendral Api Kecil tersebut terkejut.


"Jleebbb......." Suara saat Golok Kematian berhasil menembus perut Jendral Api Kecil.


"Uhuk........ "


"Uhuk........"


"Uhuk........ " Suara batuk Irene sambil memuntahkan darah hitam yang pekat dari mulut nya tersebut.


Irene pun tak sadarkan diri setelah nya, Jendral Hitam pun menendang tubuh Jendral Api Kecil tersebut hingga terpental ke pinggiran arena.


Ia pun mulai mengangkat dan mengayun-ayunkan Golok Kematian nya keatas sebagai sebuah simbol dan pose akan kemenangan nya yang mutlak, suara tepuk tangan pun terdengar dari penonton-penonton yang berasal dari Benua Hitam yang duduk di Tribun sebelah kanan tersebut.


"Plok......... "


"Plok........."


"Plok......... " Suara tepuk tangan penonton-penonton tersebut.


Sementara itu kondisi menjadi hening di Tribun Penonton pada sisi kiri yang di penuhi oleh pendukung-pendukung Jendral Api Kecil tersebut, mereka pun bersedih melihat kekalahan telak dari jagoan yang mereka jagokan tersebut.


___________________________________


"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.

__ADS_1


__ADS_2