
Para pasukan pun mulai bersiaga karena kemunculan Arung secara tiba-tiba tersebut, karena kaget Babarot dan juga Juday pun bangun.
"Siapa Kau,.....???"
"Dari kelompok mana kau....???" Tanya Juday sambil menunjuk Arung dengan cerutu kuba nya yang masih menyala tersebut.
Mata Arung pun tertuju ke arah kotak kecil yang berisi beberapa cerutu di sebelah batu besar tersebut.
"Cerutu,..... "
"Itu pasti enak, tapi siapa mereka ya???"
"Apakah mereka salah satu dari kelompok di bawah Aliansi Sanbon..... " Gumam Arung sambil mengamati ke sekeliling nya.
Saat ini Arung belum mendapatkan informasi apapun, bahwa sanya seluruh Ketua Kelompok dan Kelompok-Kelompok di bawah Aliansi Sanbon telah di taklukan oleh Jendral Dracule dan Perdana Menteri Max.
"Sombong kali kau..... " Teriak Babarot yang kesal karena Arung tidak menjawab pertanyaan Juday Vampir.
"Maaf.......... "
"Maaf......... "
"Aku hanyalah seorang Pengembara yang sedang lewat.... "
"Bolehkah aku minta dikit cerutu nya, bro...... " Ujar Arung mencoba meminta sebatang cerutu kepada kedua nya.
"Dia cari mati, apa dia gak tau lagi ngomong dengan orang nomer tiga terkuat di bawah Ratu Sanbon???" Ucap Salah Seorang Prajurit tersebut.
"Ratu Sanbon, apakah mereka ada hubungan nya dengan Aliansi Sanbon????" Gumam Arung yang sangat sensitif saat mendengar sebutan Aliansi Sanbon tersebut.
"Kau tau siapa aku???" Tanya Juday Vampir dengan angkuh nya.
"Maaf........ "
"Maaf......... "
"Saya tawanan baru di sini, jadi masih belum begitu mengenal tempat ini apa lagi tawanan-tawanan lain nya, saya gak kenal dengan anda..... " Ucap Arung dengan wajah polos nya.
Wajah Juday Vampir pun mulai memerah, tubuh nya mulai bergejolak, ia merasa tersinggung dengan ucapan Pendekar Setengah Naga itu.
"Kurang ajar....... "
"Babarot, ajarkan dia sopan santun...... "
"Biar pria Naga ini kenal dengan kita..... " Ucap Juday dengan penuh amarah dan juga sikap yang sombong.
"Siap Juday, badan ku pun sudah mulai kaku karena tidak di gerakkan selama beberapa bulan ini.... " Ucap Babarot sambil melakukan beberapa pose pemanasan di sebelah Juday.
Para Prajurit-prajurit pun hanya melihat saja kejadian tersebut serta menunggu komando dari sang Ksatria Sanbon.
"Huft................ " Suara helaan nafas panjang Arung, ia pun mulai mengeluarkan kipas dewi taifun kecil dari dalam mulut nya.
Kipas kecil itu pun tiba-tiba mulai membesar perlahan dan tak lama berselang ukuran nya pun menjadi normal, para pasukan dan Juday Vampir pun begitu kaget melihat senjata suci yang sangat langka tersebut.
"Senjata itu...... "
"Ratu pasti senang jika kami membawa nya pulang ke Aliansi, nanti setelah Babarot selesai membully Naga itu,"
"Aku akan merampas kipas itu dari tangan nya...... " Gumam Juday Vampir yang sepertinya mengetahui rahasia kecil yang ada pada Kipas Dewi Taifun tersebut.
Babarot pun mulai memasang kuda-kuda jurus dua telunjuk iblis milik nya.
"Tuan......... "
"Tuan......... "
"Aku gak ingin bertarung dengan kalian..... " Ucap Arung dengan sopan sambil menenteng kipas raksasa di bahu nya.
Seberkas sinar hitam dengan cincin spiral api pun melesat ke arah dahi Arung dengan sangat cepat nya.
"Dzzzzttttttt......... " Suara jurus telunjuk dua jari iblis.
Dengan jurus langkah petir sempurna nya, Pendekar Setengah Naga itu pun berhasil menghindari nya.
"Dash........... "
"Dash........... "
"Dash........... " Suara jurus langkah petir milik Arung.
"Cepat sekali....... " Gumam Babarot kemudian kembali menembakkan jurus dua telunjuk iblis nya sekali lagi.
"Jdussss........... "
"Jdussss............"
__ADS_1
"Jdussss............. " Suara ledakan terkonsentrasi di beberapa titik di tempat tersebut.
Dengan lincah Arung kembali berhasil menghindari serangan-serangan milik Babarot dengan jurus langkah petir milik nya.
"Dash............... "
"Dash............... "
"Dash............... " Suara Jurus Langkah Petir Milik Arung.
Juday Vampir pun kesal melihat Arung yang melompat kesana-sini dengan lincah nya, ia pun menembakkan beberapa bola ber elemen kegelapan murni ke arah Arung.
"Rasakan ini....... " Teriak Ksatria Sanbon.
Arung pun menyadari serangan tiba-tiba milik Ksatria Sanbon, ia pun mulai mengayunkan Kipas di tangan nya tersebut.
"Whusssss........ "
"Whusssss........ "
"Whusssss........ " Suara Ayunan Kipas yang kemudian menghasilkan tornado-tornado kegelapan yang berhasil menghempaskan serangan bola-bola berelemen kegelapan milik Juday Vampire.
"Duarghhhhh....... "
"Duarghhhhh........ "
"Duarghhhhh......... " Suara ledakan bola-bola ber elemen kegelapan yang menghantam beberapa tempat.
Juday Vampir pun bergegas mendekati Babarot dengan jurus meringankan tubuh milik nya.
"Siapa dia Babarot, kultivasi nya di bawah kita satu level..... "
"Kenapa dia bisa selincah itu???" Bisik Juday Vampir ke telinga Babarot.
"Mungkin dia Raja Sage yang kita cari.... "
"Hanya seorang Raja Sage lah yang memiliki kemampuan aneh seperti itu.... " Ujar Babarot.
"Raja Sage..... " Ucap beberapa prajurit.
Mendengar kata "Raja Sage" Ksatria Sanbon pun langsung melirik ke arah para prajurit-prajurit nya dan siap memberikan perintah.
"Prajurit........ "
Ke lima puluh Prajurit itu pun bergegas mengepung Pendekar Setengah Naga tersebut dari segala penjuru.
"Kita tidak memiliki masalah, kenapa kalian mengepungku seperti ini.... " Ucap Arung sambil menunjuk ke arah Juday Vampir dengan kipas dewi taifun milik nya.
"Kau Raja Sage kan.... "
"Mengaku saja.... " Ucap Juday Vampir.
Arung hanya diam, dia tidak mengerti maksud perkataan Juday, Pendekar Setengah Naga itu masih belum begitu paham tingkatan di dalam Ranah Sage.
"Raja Sage???"
"Apa Raja S*nge???" Gumam Arung bingung.
"Sudah lah Juday, kita hanya perlu membuat nya tak berdaya dan kita bawa dia ke Ratu setelah nya.... "
"Biar Ratu sendiri yang memutuskan nya, apakah dia Raja Sage atau Raja S*nge.... " Ucap Babarot lalu menerjang ke arah Arung dengan ganas nya.
"Dap........... "
"Dup........... "
"Dap........... "
"Dup............ " Suara saat Babarot melakukan pertarungan jarak dekat dengan Jendral Naga.
"Prajurit serang....... " Perintah Ksatria Sanbon.
Prajurit-prajurit itu pun menerjang ke arah Arung secara bersamaan seperti kumpulan semut yang melihat makanan.
"Hyaatttttttt........... " Teriak prajut-prajurit tersebut sambil mengayunkan Golok Vampir di genggaman tangan nya masing-masing.
Pertarungan pun di mulai, serangan-serangan jurus dua telunjuk iblis dari Babarot pun kembali melesat ke arah Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Jdussss........... "
"Jdussss............"
"Jdussss............. " Suara ledakan terkonsentrasi di beberapa titik.
"Jurus itu lagi...... " Gumam Arung sambil berteleport menghindari serangan Kultivator Dukun tersebut.
__ADS_1
"Blitzzzzz.......... "
"Blitzzzzzz........ "
"Blitzzzzzz........ " Suara Jurus Teleportasi Arung.
Ayunan-ayunan golok vampir pun silih berganti menargetkan leher Pendekar Don Juan tersebut.
"Swing.......... "
"Swing.......... "
"Swing.......... " Suara ayunan golok-golok vampir yang menebas angin kosong.
"Kemana dia..... " Gumam salah seorang Prajurit yang heran saat Arung tiba-tiba menghilang dari hadapan nya.
Arung pun menembakkan beberapa bola api sembilan warna ke arah prajurit-prajurit tersebut.
"Duarghhhhhh.......... "
"Duarghhhhhh........... "
"Duarghhhhhh........... " Suara ledakan saat bola api sembilan warna menghanguskan beberapa prajurit-prajurit Aliansi Sanbon.
"Akhhhh......... "
"Akhhhhh......... "
"Akhhhhhh........ " Teriak Prajurit-prajurit tersebut sebelum tewas.
Sebuah telapak tangan berelemen hantu pun melesat ke atas tempurung kepala Arung.
Arung pun melesatkan jurus telapak black Hole, kedua telapak tangan pun saling beradu.
"Duakkkkkk............. " Suara saat kedua telapak tangan saling beradu.
Jurus yang di lesatkan oleh Ksatria Sanbon pun gagal, pemuda bawahan Ratu Santet itu pun terhempas hingga menghantam sebuah pohon di sekitar tempat tersebut.
Serangan Babarot dan Prajurit-Prajurit itu pun berhenti sejenak.
"Bagus, bunuh saja Ksatria b*ngsat itu.... " Gumam Babarot.
Babarot pun berpura-pura kesal lalu menerjang ke arah Arung, Kipas Dewi Taifun pun mulai di ayunkan.
Sebuah tornado kegelapan pun menghempaskan Babarot ke salah satu pohon di dekat Juday.
"Kenapa mereka lemah sekali???" Gumam Arung.
Semenjak meng kultivasi elemen maks Naga, efek samping dari kultivasi ganda maupun berbagi essensial tidak berpengaruh lagi pada Pendekar Setengah Naga tersebut.
Jika sebelum nya, kultivasi Arung akan turun beberapa ranah setelah berbagi essensi atau melakukan kultivasi ganda selama sebulan, namun sekarang walaupun dia berbagi essensi maupun melakukan kultivasi ganda ranah nya akan tetap stabil.
Hal itu di beritahukan oleh Putri Laura sebelum mereka melangsungkan malam pertama di Rumah Makan Cinta Naga saat terdampar di Benua Naga beberapa hari sebelum nya.
"Pil elemen maks itu pun memang pil yang mujarab..... "
"Jika tidak pasti ranah kultivasi ku bakal kacau lagi setelah di kerjain oleh kedua Selir itu.... " Gumam Arung.
"Uhuk........... "
"Uhuk............ "
"Uhuk............ " Suara batuk darah Babarot.
"Dia kuat...... " Ucap Babarot.
"Kalian kenapa diam saja, serang dia...... " Teriak Juday Vampir lalu mulai bangun.
Para Prajurit-prajurit pun kembali menerjang ke arah Arung sambil mengarahkan golok-golok vampir itu ke arah leher maupun perut Arung.
Setelah menghindari beberapa serangan dari Prajurit-prajurit tersebut, Arung pun kembali mengayunkan Kipas Dewi Taifun nya.
"Whussssss............ " Suara beberapa tornado berelemen kegelapan murni yang melesat ke arah Prajurit-prajurit yang tadi nya menyerang Arung dan menghempaskan nya.
Sementara itu pandangan Juday Vampire begitu tajam ke arah Babarot sehingga membuat Babarot salah paham.
"Kenapa dia melihatku kayak gitu???"
"Apa mungkin dia lagi *****???"
"Ku dengar dari kabar burung yang beredar di dalam penjara Aliansi, katanya Ksatria Sanbon memiliki perilaku yang sedikit menyimpang....... " Gumam Babarot yang mengira jika Juday adalah seorang Gay.
To Be Continued.......
Mohon Like dan Vote nya
__ADS_1