
Beberapa anak buah Raja Siluman Tikus pun menatap tajam ke arah rokok iblis berukuran jumbo tersebut yang terlentang di samping tubuh Biawak Emas.
"Weleh........"
"Weleh........"
"Rokok nya besar sekali, tapi aku merasa ada yang sesuatu yang janggal???" Gumam Raja Siluman Tikus Teng.
"He......."
"He......"
"Ayo isap tu rokok iblis, kau pasti akan tewas dan menyusul Biawak Emas...." Gumam Jedrudin yang mengira jika Biawak Emas sudah tewas.
Salah satu Tikus Teng pun mengambil rokok iblis berukuran jumbo itu, karena penasaran makhluk itu lalu mulai membakar dan menghisap nya.
"Kayak mana ya, rasanya ngisap rokok besar ini???" Ujar Tikus Teng itu.
Dengan wajah yang polos makhluk itu pun mulai menghisap nya.
"Whusssss..........." Suara hembusan asap rokok iblis.
Asap rokok pun mulai membentuk lambang tengkorak lalu mulai perlahan memudar.
"Dasar tikus-tikus serakah, asap nya aja membentuk tengkorak,"
"Tapi masih saja tetap menghisap nya...."
"Dasar begok......" Gumam Jedrudin.
"Enak banget, Bos.. ..." Ujar Tikus Teng yang tengah menghisap rokok iblis tersebut.
Jedrudin pun tersenyum melihat salah satu Tikus Teng yang sedang asyik menghisap rokok iblis tersebut.
"Firasatku tidak enak???" Gumam Raja Siluman Tikus saat melihat lambang tengkorak dari asap rokok tersebut.
"Bagi......."
"Aku juga mau isap....." Ujar Tikus Teng yang lain nya.
"Party ni, malah bagi-bagi ngisap racun nya...."
"Loe....."
"Loe....."
"Gak tau apa bakalan mati...." Gumam Jedrudin.
Para anak buah Siluman Tikus Teng pun mulai saling bertukaran menghisap rokok super jumbo itu dengan wajah nge-fly.
"Lagi tinggi ni nampak nya....."
"Isap terus sampai ajal kalian tiba....." Gumam Jedrudin.
Beberapa menit kemudian tampak para Tikus-Tikus Teng mulai sempoyongan.
"Ada apa ini....."
"Kok pada mabuk.....???"
"Apa yang kau lakukan terhadap anak buah ku???" Tanya Raja Siluman Tikus dengan kesal.
Beberapa saat kemudian kelima Tikus Teng pun mulai ambruk dengan mulut berbusa.
"Bruk.............."
"Bruk............."
"Bruk............." Suara saat tubuh-tubuh Tikus Teng itu ambruk.
"Ha........"
__ADS_1
"Ha........"
"Ha........" Tawa Jedrudin.
"Itulah, maen asal isep aja...."
"Kan mati......" Ujar Jedrudin.
"Ternyata ini adalah perbuatan mu......" Ucap Raja Siluman Tikus.
Manusia Tikus pun marah lalu mulai mengarahkan telapak tangan nya yang di penuhi oleh elemen petir ke arah Jedrudin.
"B*ngsat. ........" Teriak Raja Siluman Tikus sambil menembakkan petir dari telapak tangan nya ke arah Jedrudin.
Kita kembali ke beberapa saat yang lalu, Arung dan Putri Akasia Naga sedang duduk di sofa.
Setelah cium*n tadi dan setelah minum arak bersama mereka belum ada berbicara sepatah kata pun, suasana pada saat ini pun begitu canggung.
Wajah kedua Manusia Naga itu memerah, keringat pun menyucur dari dahi Arung.
"Kenapa malah membatu setelah menci*m ku???"
"Apa cium*n tadi kurang berasa....." Gumam Arung sambil mengingat kisah nya saat bercium*n panas dengan Putri Salju.
"Aku harus berkata apa???"
"Suasana ini begitu canggung...." Gumam Putri Akasia.
"Arung, jika punya anak nanti,"
"Kau ingin menamai nya, apa???" Tanya Putri Akasia Naga yang keceplosan bertanya yang tidak-tidak.
Arung pun tersentak saat mendengarkan pertanyaan tersebut, kali ini gantian Pendekar Don Juan itu yang salah paham.
"Apa........??"
"Dia bertanya tentang nama anak padaku???"
"Apakah itu adalah kode untuk mengajakku bercocok tanam???" Gumam Arung yang membatu.
"Bagaimana, ini???" Gumam Putri Akasia Naga.
"Kalau masalah nama anak, aku serahkan pada Calon papa mertua aja, Putri...." Jawab Arung.
Mendengarkan jawaban menohok dari Arung, Putri Akasia Naga pun gantian salah paham dan mengira itu adalah kode untuk segera membuat anak.
"Nama anak nanti dari papa mertua...."
"Ugh........"
"So sweat........."
"Aku harus kuat....." Gumam Putri Akasia Naga lalu mulai bangun dari sofa dan mulai menggenggam pergelangan tangan Arung.
Tatapan kedua sejoli itu pun saling beradu, tentu saja dengan pipi yang memerah.
Seolah-olah saat ini mereka berdua sedang berkomunikasi dengan bahasa mata.
"Ayo....."
"Kita buat anak....." Gumam Putri Akasia Naga sambil menatap Arung.
Arung pun berdiri seraya bergumam dan memberikan jawaban atas ajakan Putri.
"Jangan kasar-kasar kali ya waktu buat anak nya...." Gumam Arung.
Tanpa berkata apa-apa mereka pun berjalan menuju kamar.
"Tap........."
"Tap........."
__ADS_1
"Tap........." Suara langkah kaki Arung dan juga Putri Akasia Naga.
"Bagaimana ini???"
"Jantungku kok berdetak tidak menentu???" Gumam Putri Akasia ketika hendak membuka pintu.
Beberapa saat kemudian sebuah ledakan pun terdengar dari luar.
"Gelegarrrrr............" Suara ledakan.
"Apa itu???" Ucap Putri Akasia Naga kaget.
"Sepertinya ada pertempuran di luar, apa mungkin musuh sudah masuk kemari???"
"Aku akan mengecek nya dulu Putri???" Ucap Arung kemudian mulai memasang Jurus teleportasi milik nya.
Dalam satu kali kedipan mata, Pendekar Setengah Naga itu pun menghilang dari tempat tersebut meninggalkan Putri Akasia dalam keadaan Kentang.
"Musuh masuk kemari, aku dan arung gak jadi masuk....."
"Kok aku merasa Kentang ya....." Ucap Putri Akasia lalu mulai berjalan menuju pintu keluar.
"Awas ya, kalau ini ulah Jedrudin...." Gumam Putri Akasia saat menuruni tangga mansion.
Diluar mansion kelihatan Ayam Cemani berhasil menghindari serangan petir tersebut.
Raja Tikus Teng pun mengeluarkan Golok Tikus milik nya lalu melesat ke arah Jedrudin dengan Jurus langkah petir nya.
Ayunan Golok Tikus pun di arahkan ke kepala Manusia Ayam itu.
"Mampus kau....." Ucap Raja Tikus.
Saat detik-detik ayunan Golok Tikus itu hendak membelah kepala Manusia Ayam, Arung pun muncul lalu menangkap golok tersebut dengan merapatkan kedua belah telapak tangan nya.
"Tuan Majikan......" Ujar Ayam Cemani dengan perasaan lega karena tertolong oleh Arung di detik-detik terakhir.
"Menjaulah, Jedrudin....."
"Dia bukan lawan mu......" Ujar Arung kemudian mulai menendang Raja Siluman Tikus hingga terpelanting sejauh beberapa meter.
"Baik Bos....." Ucap Jedrudin lalu berlari menjauh dari tempat tersebut.
Tak lama berselang Putri Cantik itu pun tiba di luar mansion.
"Siapa Tikus itu???" Gumam Putri Akasia Naga.
"Seekor tikus???" Ucap Arung.
"Memang benar ternyata...."
"Ada dua Naga, dan Naga ini sangat kuat...."
"Dia sekuat Raja Kera....." Gumam Raja Tikus kemudian mulai berubah ke wujud beast nya.
Seekor tikus raksasa pun mulai kabur dan menggali masuk ke dalam tanah.
"Tikus itu seperti nya mau kabur......" Ucap Arung lalu mulai memasang segel dengan kedua belah tangan nya lalu menghentakkan nya ke tanah.
"Jurus Avatar Pohon......" Ucap Pendekar Setengah Naga tersebut lalu sebuah pohon beringin setinggi Mansion muncul.
Akar pohon itu pun mulai mengejar Tikus Teng dari dalam tanah.
"Sepertinya pemuda itu bukan sembarang Pendekar.. ..." Gumam Tikus Teng sambil terus menggali menuju gerbang.
Setelah bersusah payah menggali akhir nya Tikus Teng pun tiba di gerbang Mansion.
"Akasia......." Ucap Raja Siluman Tikus Teng.
Makhluk itu pun menghilang dan akar yang mengejarnya itu pun kembali masuk kedalam tanah.
Putri Akasia dan juga Ayam Cemani pun beranjak kedekat Arung.
__ADS_1
"Sepertinya......."
"Tikus itu berhasil kabur......" Ucap Arung.