
-[Kantor Detektif]-
"Kita sudah lama tidak mendapatkan misi, akhirnya Ibu Ratu sendiri lah yang memberikan kita sebuah misi... " Ujar Sonia.
"Ashiang, tolong simpan peti ini di ruang harta... " Seru Detektif Delayla.
"Baik, Bos... " Sahut Ashiang lalu mengambil dan mengangkat peti berisi uang koin emas tersebut dan keluar dari dalam ruangan Detektif tersebut.
"Benar Sonia, apa kita berangkat saja sekarang???" Tanya Detektif Delayla.
"Sebaik nya kita berangkat sekarang Delayla, otot-otot ku sudah lama tidak di gerakkan,"
"Semoga saja para pemberontak itu masih ada di puing-puing reruntuhan Ibu Kota Jangbaek... " Seru Sonia yang saat ini sudah mencapai ranah kultivasi alam naga puncak tersebut.
"Baiklah.... "
"Kita tidak boleh menunda-nunda suatu pekerjaan, Ashiong, Delphi,"
"Segera siapkan Kerang Langit, kita akan berangkat menempuh jalur udara menuju Ibu Kota Kerajaan Jangbaek... " Perintah Detektif Delayla.
"Tapi Bos, lebih aman jika kita pergi menggunakan jalan darat... " Ucap Delphi Chen.
"Delphi, jangan membantah perintah Bos,"
"Segera siap kan para Kerang Langit.... " Seru Detektif Sonia.
"Hah....... "
"Apa mereka sudah lupa jika saat ini Benua Es Api sedang di serang badai kosmik???"
"Mereka pasti lupa membaca koran... " Gumam Delphi Chen lalu pergi bersama Ashiong dan menyiapkan kendaraan berupa Kerang Langit.
-[Di Langit di atas Hutan Hantu Bola Api]-
"Byurrrrr............ " Suara hujan deras.
Langit sangat gelap di tempat tersebut, rentetan suara sambaran halilintar hitam pun menyambar ke arah hutan dan permukaan laut di tempat tersebut.
"Jderrrr....... "
"Jderrrr........ "
"Jderrrr........ " Suara sambaran petir.
Suhu udara pun sangat rendah di tempat tersebut, beberapa goa pun bermunculan di tengah badai kosmik tersebut. Goa-goa tersebut berada di atas bongkahan-bongkahan batu yang melayang dengan berbagai bentuk dan banyak sekali.
Saat ini Badai Kosmik sedang melanda wilayah langit di atas Hutan Hantu Bola Api.
"Hatsyi mmmm.......... " Suara bersin salah satu Tetua Kunti yang sedang berlindung di goa di dalam Hutan Hantu Bola Api.
"Kita sudah mencari Naga itu selama lima puluh tahun ini, tapi kita belum menemukan nya... " Ujar Tetua Kunti tersebut sambil menghangatkan tubuh nya di perapian.
"Aku sudah bosan berkeliaran di Benua ini, kapan kita bisa kembali ke Pemakaman Kunti???" Keluh Tetua Kunti lain nya.
"Ini semua gara-gara Kamila, coba waktu itu dia gak boker kelamaan,"
__ADS_1
"Jamila dan Kamila pasti bisa menangkap Naga itu... " Ujar Tetua Kunti lain nya.
Saat ini ketujuh Tetua Kunti dalam wujud manusia beast nya dan sedang mengenakan jubah hitam dengan topeng.
"Hemmmm..... "
"Aku mencium bau Naga... " Ujar Tetua Kunti lain nya sambil mengendus-endus hidung nya.
"Aku juga... " Ujar Tetua Kunti lain nya lagi.
"Apa mungkin Naga itu telah kembali kemari???"
"Asal baunya dari atas, kita harus segera ke atas... " Ujar Tetua Kunti tersebut.
"Ayo..... " Seru beberapa Tetua Kunti lain nya.
Ke tujuh Tetua Kunti pun keluar dari dalam Goa tersebut dan terbang ke atas menuju arah bau dari Naga tersebut.
-[Langit Di Atas Hutan Hantu Bola Api]-
Hujan mengguyur sangat deras di tempat tersebut, ratusan petir pun menyambar ke segala penjuru mata angin, Ketujuh Gadis berjubah itu pun terbang ke salah satu bongkahan batu dengan sebuah goa yang melayang di tengah-tengah badai kosmik tersebut.
"Byurrrrr............ " Suara hujan deras.
"Jderrrr........ "
"Jderrrr........ "
"Jderrrr........ " Suara sambaran-sambaran petir di langit.
"Dup........ "
"Dup........ "
"Dup........ " Suara saat tapak kaki ketujuh Kunti itu mendarat di depan Goa dengan bau Naga tersebut.
Mereka pun langsung menghilangkan wujud nya dan mulai memasuki Goa tersebut.
-[Di Dalam Goa]-
Saat memasuki Goa tersebut mereka pun tiba di dimensi lain, tampak mereka keluar dari sebuah portal petir.
"Dimana ini???" Seru salah seorang Tetua Kunti sambil mengamati kesekeliling nya.
Sebuah padang pasir tandus berwarna putih berada di hadapan mereka, tampak di kejauhan ada sebuah danau oasis.
"Sepertinya Goa tadi merupakan sebuah portal menuju dimensi lain... " Sahut Gadis Berjubah lain nya.
Ketujuh Kunti pun terbang ke arah Danau Oasis di tengah-tengah Gurun Putih tersebut dengan wujud yang tak kasat mata.
Kekuatan yang sangat besar pun memancar dari seorang Gadis Naga yang sedang berendam di dalam Danau tersebut, kekuatan nya membuat ketujuh Kunti sesak napas.
"Ugh....... "
"Ranah kultivasi nya setara dengan Ratu... "
__ADS_1
"Siapa Naga ini???" Ucap Tetua Kunti menggunakan jurus telepati nya.
"Sepertinya aku merasakan hawa keberadaan beast???" Ujar Ghost Dragon sambil mengamati kesekeliling nya.
"Kita gak akan menang jika berhadapan langsung dengan Naga ini, kita harus menggunakan Jurus Rasuk... " Ujar Tetua Kunti lain nya menggunakan Jurus Telepati nya.
"Mungkin cuman perasaan ku... " Gumam Reia lalu mulai memejamkan mata nya dan menikmati berendam air panas di dalam Danau Oasis tersebut.
Ketujuh Tetua Kunti pun sepakat menggunakan Jurus Rasuk, mereka pun mulai memasang kuda-kuda jurus rasuk. Tubuh mereka pun berubah menjadi asap hitam dan mulai memasuki mulut Ghost Dragon.
"Apa ini...... " Ujar Reia.
Asap hitam itu pun merasuki tubuh Reia dan membuat nya kehilangan kesadaran dan tenggelam ke dalam Danau.
Pada saat itulah Ketujuh Kunti menguasai tubuh dari Ghost Dragon tersebut.
"Tubuh ini begitu kuat, kita mendapatkan barang bagus.... " Ujar Ghost Dragon yang baru saja berenang dan terbang keluar dari dalam Danau tersebut.
Ketujuh Kunti pun mulai mencoba kekuatan Ghost Dragon di Gurun Putih tersebut, tampak bola-bola berelemen hantu di lesatkan oleh Reia dan membuat beberapa kawah besar di Gurun Putih tersebut.
"Hag......... "
"Hag......... "
"Hag.......... " Tawa Ghost Dragon dengan tujuh buah suara yang berhimpitan.
"Wanita ini sangat kuat, dia pasti jawara nya bangsa Naga... " Ujar Ghost Dragon yang telah di rasuki oleh tujuh Tetua Kunti tersebut.
-[Di Halaman Tengah Mansion Detektif]-
Tampak Delayla beserta yang lain nya berdiri di atas sebuah Kerang Langit dengan diameter dua meteran.
Warna dan corak Kerang-Kerang Langit itu pun terlihat berbeda-beda satu dengan yang lain nya.
"Barang-barang gak ada yang ketinggalan kan???" Tanya Detektif Delayla.
Ashiang dan yang lain nya pun mulai memeriksa cincin ruang milik nya.
"Beres Bos, gak ada yang ketinggalan... " Sahut Ashiong.
"Kalau begitu ayo kita berangkat.... " Ujar Sonia.
Empat sayap pun mulai muncul dari dalam Kerang-Kerang Langit tersebut, tampak beast-beast tipe kendaraan tersebut mulai melayang.
Beberapa saat kemudian Kerang-Kerang Langit itu pun mulai meluncur ke langit bersamaan, perjalanan menuju puing-puing Ibu Kota Kerajaan Jangbaek pun di mulai.
"Yihaaaa....... " Teriak Sonia sambil bermanuver dengan Kerang Langit nya.
"Sonia bersemangat sekali.... " Gumam Delayla.
Ashiang dan yang lain nya ikut bermanuver di langit di atas Kota Es Utara tersebut.
To Be Continued.......
Mohon Like dan Vote nya
__ADS_1