Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Pembantaian.


__ADS_3

Storm dan Sonia pun akhirnya tiba di pinggiran hutan di pinggir pantai, alangkah terkejut nya mereka saat melihat 1.000 pasukan Hantu Bola Api telah mengepung tenda Delayla.


"Busetttt....... "


"Ada apa ini???" Ucap Sonia kaget.


"Makanan.... " Ucap Storm dengan wajah yang ngiler.


Beast tipe jiwa merupakan makanan alami bagi jiwa-jiwa naga, Storm pun menjelma menjadi Red Storm Dragon.


"Aurghhhhhh............ " Raungan Red Storm Dragon di atas hutan.


Sonia kembali kaget melihat Suami nya menjelma menjadi Naga.


"Sejak kapan Naga Play Boy itu bisa menjelma ke wujud beast nya???"


"Ada yang aneh dengan nya... " Gumam Sonia.


Raungan itu pun menarik perhatian Pangeran Josh dan pasukan nya, mereka pun mulai bersiap berperang dan tinggal menunggu perintah.


"Pangeran Josh ternyata Naga nya ada dua... " Ucap Salah Seorang Komandan.


"Itu pasti suaminya, dia marah jika proses persalinan istri nya di ganggu,"


"Kalian berubah ke wujud beast kalian dan serang dia beramai ramai.... " Perintah Pangeran Josh.


Sonia pun mulai mengambil busur Arjuna nya dan bersiap bertarung sebagai tenaga pendukung.


"Aurghhhhhh h............ " Ruangan Red Storm Dragon sambil meniupkan kabut merah ke seluruh hutan dan pinggir pantai.


Dari kabut yang menutupi pinggir pantai dan sebagian hutan tersebut, Beast bola-bola api pun muncul.


Bola-bola api berdiameter bervariasi dengan dua buah tangan dan tubuh terbakar terlihat menghiasi langit di malam yang gelap tersebut.


"Serangggg....... " Teriak Pangeran Josh.


Para Beast pun mulai menyemburkan api bersama-sama ke arah Red Storm Dragon.


"Aurghhhhhhh........... " Raungan Red Storm Dragon yang ke tiga.


Sebuah perisai kultivasi halilintar merah pun menyelimuti tubuh Naga Dewa tersebut. Walaupun api-api jiwa itu membakar tubuh nya Naga Dewa itu malahan menerjang ke arah bola-bola api tersebut dengan mulut menganga.


Red Storm Dragon pun memangsa beberapa hantu bola-bola api yang ada di depan nya, sementara Beast lain nya terus menyemburkan api jiwa nya.


"Perisai itu sungguh kuat????" Gumam Pangeran Josh.


Ledakan-ledakan akibat semburan api terlihat di sekujur tubuh Red Storm Dragon yang di selimuti perisai kultivasi halilintar merah.


"Kraaaakkkkkkk...... "


"Kraaaakkkkkkk....... "


"Kraaaakkkkkkk....... " Suara tulang-belulang dari Hantu-Hantu Bola Api yang di kunyah hidup-hidup tersebut.

__ADS_1


"Nyamyyy.... "


"Lezat sekali.......... " Gumam Red Storm Dragon.


"Serang terus..... " Perintah Pangeran Josh.


Hantu-Hantu Bola Api pun mulai mengeluarkan serangan tornado-tornado api ke arah Red Storm Dragon yang tengah menerjang.


"Aurghhhhhh.......... " Raungan keras Red Storm Dragon lalu mengeluarkan ratusan halilintar merah dari sekujur tubuh nya.


Halilintar-Halilintar Merah itu pun menghempaskan tornado-tornado api dan menyetrum hingga menjadi debu Hantu-Hantu Bola Api tersebut.


"Naga itu sangat kuat, gawat sudah setengah pasukan ku yang tewas... " Gumam Pangeran Josh.


Naga Dewa itu pun kembali memangsa Hantu-Hantu bola api yang tersisa.


Beberapa menit kemudian jumlah pasukan Hantu-Hantu bola api yang tersisa hanya berkisar 200 pasukan, Red Storm Dragon pun menjelma kembali ke wujud manusia Beast nya.


Sementara itu Sonia tak percaya dengan apa yang di lihat nya, mulut nya tampak menganga sangking kaget nya.


"Dia ternyata sangat kuat.... "


"Dan kejam, dia mengunyah hidup-hidup Beast itu... " Gumam Sonia sambil memegang busur arjuna nya.


"Ah...... "


"Kenyang sekali, saat nya membantai sisa-sisa makanan ini lalu menyimpan nya di cincin es ini." Ucap Storm.


"Sepertinya aku harus menggunakan senjata pusaka milik Raja Kera, tongkat penyangga laut Timur.


Semua pasukan pun mulai menjauh saat melihat sang Pangeran mengeluarkan pusaka nya.


" Oh...... "


"Senjata tingkat alam Mahayana.... "


"Pantas saja dia tidak gentar.... " Ucap Storm lalu mengeluarkan seruling halilintar merah nya.


Pangeran Josh pun menjelma ke wujud manusia Beast nya sambil memegang tongkat penyangga laut Timur tersebut.


Tongkat dari permata biru itu pun di hunuskan ke arah Storm.


"Rasakan ini...... " Ucap Pangeran Josh.


Seketika tongkat itu di aliri air berpetir dan membesar serta memanjang ke arah Storm.


"Tring........ " Suara saat Storm menepis tongkat raksasa tersebut.


Pangeran Josh pun terus menyerang Storm dengan tongkat tersebut, namun Naga Dewa itu dengan mudah menepis tiap pukulan berat tersebut.


"Tring........ "


"Tring........ "

__ADS_1


"Tring......... " Suara saat seruling halilintar merah tersebut menepis tongkat raksasa.


Pangeran Josh pun melesatkan petir biru dari ujung tongkat ke arah Storm.


"Jdeeeeerrrrr........ " Suara saat petir tersebut menyambar seruling halilintar merah.


Serangan petir itu pun seketika tidak bereaksi setelah menyambar seruling merah tersebut.


"Apa....... "


"Kok bisa, petir sedahsyat itu tidak berpengaruh apa-apa dengan nya???" Gumam Pangeran Josh.


Kali ini Pangeran Josh pun menerjang ke arah Storm sambil mengayunkan tongkat nya tersebut dengan jarak yang lebih dekat.


"Kuat, dan lincah sekali???" Gumam Pangeran Josh.


"Kau salah memilih lawan, hantu bodoh... " Ucap Storm mencoba memanasi.


Mendengar ejekan Storm, Pangeran Josh pun mengerahkan seluruh tenaga dalam nya ke dalam inti senjata suci tersebut kemudian memutar nya.


Ratusan sambaran halilintar biru pun melesat ke arah Storm, dengan santai Naga Dewa itu pun mengerahkan sebagian tenaga dalam nya ke dalam inti senjata suci tersebut kemudian meniup nya.


Seketika langit memerah, dari awan-awan merah itu pun melesat ratusan halilintar merah.


Kedua petir dengan tipe yang berbeda pun saling menyambar hingga akhirnya petir biru kalah dan halilintar merah berhasil menggosongkan tubuh Pangeran Josh.


"Akhhhhhhh............ " Teriak nya saat puluhan halilintar merah menyambar nya.


Tubuh hangus dan juga tongkat penyangga laut Timur jatuh ke pinggiran pantai, tampak pasukan-pasukan yang tersisa marah dan melesat bersama ke arah Storm.


Dengan santai nya Storm membantai satu-persatu Hantu-Hantu Bola Api tersebut dengan seruling merah nya.


"Dia kuat sekali, sejak kapan dia jadi sekuat itu???" Gumam Sonia yang sedang duduk menonton sambil memakan popcorn di salah satu dahan pohon di pinggiran hutan.


Dengan anggun nya sang Naga Dewa meremukkan tubuh beast-beast tersebut.


"Akhhhhh......... "


"Akhhhhh......... " Teriakan Hantu-Hantu bola api saat kepala remuk oleh seruling halilintar merah.


"Semut-semut tak tau diri, dasar bukan nya kabur.... "


"Malah berani-berani nya menyerang ku... " Ucap Storm sambil memukul remuk Hantu-Hantu tersebut.


Tubuh Beast itu pun tampak berserakan di pinggir pantai di malam yang gelap tersebut. Sementara itu Delayla dan yang lain nya terus berkonsentrasi melakukan proses pembakaran pil di dalam tenda.


"Kuat sekali.... "


"Sebaik nya aku kabur dan memberitahukan raja mengenai hal ini... " Gumam Salah Satu Komandan lalu melarikan diri dari peperangan tersebut.


"Whussss........ " Suara hempasan angin saat Hantu Bola Api itu melesat kabur.


To Be Continued.......

__ADS_1


Mohon Like dan Vote nya


__ADS_2