
Sesampainya di luar, Raja Siluman Tikus pun mulai mengendus-endus dan mencari keberadaan Raja Kera Pulau Penjara Kuno tersebut.
"Naga itu pasti akan mengejarku, sebaik nya aku segera ke tempat Raja Kera...." Ucap Raja Siluman Tikus lalu mulai menggali masuk kedalam tanah.
Raja Siluman Tikus pun terus menggali di dalam tanah menuju arah bau Mongkikay.
Sementara itu di dalam Bola Ruang, Putri Akasia pun melihat ke arah Biawak Emas yang sedang terkapar dengan mulut berbusa.
"Tikus itu bahkan melukai Doyok....."
"Awas dia kalau nanti jumpa...." Ujar Putri Akasia lalu mulai mendekatkan telinga nya ke dada Biawak Emas.
Suara detak jantung yang pelan pun terdengar dari dada Van Dewr Doyok, Putri Akasia pun dengan cepat menggendong Biawak Emas dan berniat mengobati nya.
"Syukurlah, ternyata dia masih hidup....."
"Aku akan mengobati nya di dalam...." Ucap Putri Akasia.
"Udin....."
"Sepertinya kau kuat, ayo kita kejar Tikus itu...." Ujar Arung ketika melihat beberapa Tikus yang mati dan mengira jika itu adalah perbuatan Jedrudin yang mengalahkan nya.
"Tidak......"
"Tidak......"
"Bos Majikan, aku di sini saja...." Ucap Jedrudin yang sebenarnya tidak ingin terlibat dengan pertempuran yang mempertaruhkan nyawa itu.
Arung pun salah paham dan mengira jika Ayam Cemani khawatir dengan keadaan sang Putri dan berniat tinggal untuk menjaga nya.
"Baiklah, aku titip Putri..."
"Aku akan mengejar Tikus itu, dan membalaskan dendam Biawak Emas...." Ujar Arung kemudian mulai memasang Jurus teleportasi.
"Blitzzzzz..........." Suara Jurus Teleportasi Arung.
"Membalaskan dendam apa, wong Doyok terluka karena ngisep rokok iblis...." Gumam Ayam Cemani lalu mulai melihat ke arah mayat-mayat Tikus Teng tersebut.
Sebuah image daging panggang pun mulai terbayang di dalam benak Ayam Cemani.
"Wah........"
"Tikus-tikus ini kalau di panggang seperti nya enak...." Ujar Jedrudin lalu mulai mengambil Golok Tikus dan berniat mencincang-cincang Tikus tersebut.
Arung pun tiba di depan Gerbang Mansion, ia pun mulai menarik nafas panjang kemudian berniat mengucapkan satu kata pasword untuk dapat keluar dari tempat itu.
"Akasia....." Ucap Pendekar Setengah Naga tersebut.
Arung pun tiba di luar bola ruang, ia pun mulai mengamati kesekeliling nya.
Arung pun menggunakan mode mata lima elemen nya yaitu mode mata api.
Ia pun melihat ke arah permukaan tanah dan dapat melihat dengan jelas jejak galian yang di tinggalkan oleh Raja Siluman Tikus Teng itu.
__ADS_1
Arung pun terbang mengikuti jejak galian tersebut, beberapa menit kemudian Pendekar Setengah Naga itu pun berhasil mengejar Raja Siluman Tikus.
Arung pun masuk kedalam tanah menggunakan Jurus dewa bumi dan menghadang Raja Siluman Tikus.
"Kau???"
"Bagaimana kau bisa menemukan ku...." Ucap Raja Tikus.
"Ajal mu sudah tiba....."
"Kau telah melukai Biawak Emas, aku akan membalas dendam nya...." Ujar Arung kemudian mulai berteleport ke balik punggung Raja Siluman Tikus.
"Jurus Tapak Black Hole....." Ucap Arung sambil melesatkan seberkas sinar berelemen Black hole ke punggung Siluman Tikus tersebut.
"Akhhhhhh......." Teriak Makhluk itu lalu berbalik dan mengarahkan cakar-cakar nya yang tajam ke arah Arung.
"Belum tumbang juga....." Ucap Arung sambil menghindari serangan-serangan Raja Tikus.
Pendekar Setengah Naga pun kembali berteleport kebalik punggung Raja Siluman Tikus.
Untuk yang kedua kali nya Arung pun menembakkan Jurus Tapak Black hole ke punggung Raja Tikus yang membuat nya tersungkur jatuh.
"B*ngsat......" Ucap Siluman Tikus kemudian mulai berbalik dan melesatkan sebuah sinar merah ke atas.
Sinar itu pun menembus tanah dan melesat hingga ke langit.
"Kau memang kuat....."
"Aku kalah, tapi kau bukan lah lawan Mongkikay...." Ucap Raja Tikus yang terlentang di tanah dengan dua buah lubang di dadanya.
"Tap........."
"Tap........."
"Aku memang ingin menuntaskan pertarungan ku sebelum nya dengan Monyet berengs*k itu...." Ucap Arung kemudian untuk yang ketiga kali nya melesatkan Jurus Tapak Black Hole.
Sinar hitam itu pun menembus dahi Raja Tikus dan membuat nya tewas.
"Cepatlah datang Monyet.. .." Ucap Arung lalu mulai melesat keluar dari dalam tanah tersebut.
Di belahan hutan lain nya, Mongkikay yang melihat sinar merah itu pun langsung terbang.
"Bertahanlah Tikus....." Gumam Mongkikay saat melesat terbang.
"Whusssss............" Suara hempasan angin saat Mongkikay terbang.
Kembali ke Mansion di dalam Bola Ruang milik Putri Akasia Naga, setelah mengobati beast peliharaan nya Gadis dengan rambut pirang berkilauan itu pun dudukdi atas sofa.
"Hah.........."
"Aku sebaik nya keluar dari dalam bola ruang ini dan membantu Arung menghadapi Mongkikay..."
"Tapi aku lelah banget....." Gumam Putri Akasia Naga lalu mulai tertidur di sofa tersebut.
__ADS_1
Diluar mansion di dekat jemuran, terlihat Ayam Cemani sudah mencincang-cincang tubuh beast Tikus dan sedang memanggang nya.
"Bau nya harum banget....."
"Aku tidak pernah makan daging Tikus, pasti rasa nya enak...." Ucap Ayam Kanibal tersebut.
Jedrudin pun meneruskan aktifitas nya memanggang paha Tikus dengan begitu bersemangat di dekat jemuran tersebut.
Mongkikay pun tiba, kedua pendekar itu pun saling beradu tatapan.
"Kau lagi, kau belum kapok ....."
"Sebaik nya kau menyerahkan Gadis Naga itu..." Seru Mongkikay.
"Kau sudah datang, aku sudah menunggu mu sejak tadi...."
"Aku tidak akan menyerahkan Putri...." Ucap Arung.
Mongkikay pun melesatkan beberapa bola api berelemen maks dari dalam mulutnya. Api merah yang super panas pun melesat dengan lintasan yang acak ke arah Arung.
Arung pun segera menghindari nya menggunakan Jurus teleportasi.
"Duarghhhh......."
"Duarghhhh......."
"Duarghhhh........" Suara ledakan.
Pendekar Setengah Naga itu pun mulai memasang kuda-kuda untuk mengeluarkan Jurus avatar kayu milik nya.
Tak lama berselang empat buah avatar pun muncul di sekeliling nya.
"Kau bermaksud mengeroyok ku...."
"Coba saja....." Seru Mongkikay kemudian berubah ke mode Manusia Api.
Arung pun mulai bersemedi dan mengumpulkan tenaga, tampak elemen petir memenuhi tubuh nya.
Seorang Avatar pun berjaga di dekat nya, sedangkan ketiga avatar lain nya melesat ke arah Mongkikay.
Dua orang avatar arung pun menembakkan beberapa balok kayu ke arah Mongkikay.
Balok kayu raksasa pun melesat ke arah monyet api itu, dengan tenang Mongkikay pun menepis balok-balok tersebut.
"Rasakan ini......" Ucap Mongkikay sambil meniupkan semburan api dari dalam mulut nya.
Api itu pun mulai berubah wujud menjadi seekor Naga api dengan kekuatan elemen maks.
Ketiga Avatar Arung pun langsung melesat ketanah dan menghentakkan telapak tangan nya.
Beberapa pohon raksasa pun keluar dari dalam tanah lalu membentuk tembok yang menahan serangan Naga api.
"Duarghhhhhh........"
__ADS_1
"Duarghhhhhh........" Suara ledakan yang dahsyat.
Sementara itu Arung terus mengumpulkan elemen petir di dalam dantian nya.