
-[Kamar Rike Vampir]-
Empat jam kemudian,
Arung pun kembali ke dalam kamar tersebut dengan jurus teleportasi yang di miliki nya.
"Dup......... " Suara saat tapak kaki Arung mendarat dengan mulus nya di atas lantai tersebut.
Keempat Gadis Cantik itu pun menyadari kedatangan Arung, Ratu Adrienne langsung bangun dari kursi giok tersebut begitu juga dengan yang lain nya.
"Ini Buah Emas nya Adrienne,"
"Eh.... Maksudku Ratu." Ucap Arung sambil mengeluarkan buah tersebut dari dalam cincin ruang milik nya.
"Mencurigakan kenapa dia memanggil Ratu dengan sebutan seperti itu?"
"Aku pernah melihat nya diam-diam keluar dari dalam Goa Ratu saat di tempat latihan tersebut tempo lalu, mungkinkah mereka berdua memiliki sebuah hubungan gelap?" Gumam Ratu Racun yang mulai curiga dengan gerak-gerik sang Suami.
"Arung, aku memiliki sebuah Tungku Iblis, namun aku tidak memiliki elemen api sembilan warna untuk membakar nya." Ucap Ratu Adrienne kemudian mulai mengeluarkan Tungku Iblis dari dalam cincin ruang milik nya tersebut.
"Kasian Rike.... " Ucap Dhieng yang pesimis.
"Bantu aku mentelekinesis Tungku ini, biar aku yang membakarnya dengan elemen api sembilan warna milik ku." Ucap Arung.
"Apa....... "
"Mungkinkah dia benar-benar memiliki elemen dewa tersebut?" Gumam Ratu Adrienne kemudian mulai mentelekinesis Tungku tersebut dan mulai memasukkan buah Emas ke dalam nya.
"Dup......... " Saat tutup Tungku Iblis tersebut mulai tertutup.
Ketiga Gadis Cantik itu pun mulai menjauh dari tempat tersebut, sementara itu Pendekar Setengah Naga pun mulai duduk bersimpuh sambil menengadahkan telapak tangan nya ke arah Tungku Iblis yang melayang tersebut.
Aura berwarna-warni pun mulai berkumpul di sekujur tubuh nya, sebuah api berwarna pelangi mulai keluar dari telapak tangan Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Buset....... "
"Itu benar-benar Api Sembilan Warna, rahasia apa lagi yang di miliki oleh Suamiku ini." Gumam Rayla Poison Snake dengan raut wajah terkejut sekaligus takjub.
Sementara itu Dhieng Vampir malahan menangis haru sambil memeluk Putri semata wayang nya.
"Hiks...... "
"Hiks...... "
"Hiks...... " Tangis haru Dhieng Vampir.
"Syukurlah Rike bisa selamat." Ucap nya.
"Wah....... "
"Papa Arung benar-benar hebat, dia tidak pernah menunjukkan elemen dewa tersebut kepada ku saat latihan di Tepi Telaga tempo lalu." Gumam Shayla Tiger.
Rayla pun mulai memasang perisai kultivasi api beracun di sekitar Arung dan Ratu Adrienne yang saat ini sedang membakar Pil, hal ini di lakukan oleh Ratu Racun agar suhu panas dari api sembilan warna tidak melukai Rike Vampir.
"Arung, Pil ini akan selesai dalam waktu satu jam, kau terus lah membakar nya dengan Api Sembilan Warna milik mu tersebut." Perintah Ratu Adrienne.
"Baik Adrienne... "
"Eh... Maksud ku Ratu Adrienne... " Jawab Arung.
__ADS_1
"Gundik ini sungguh beruntung, bisa-bisa nya Naga Buaya ini memiliki elemen Api Sembilan Warna,"
"Apa Api ini berhubungan dengan Jiwa Ular Api Sembilan Warna Bertanduk Sembilan milik nya tersebut?"
"Pasti begitu.... " Gumam Ratu Adrienne sambil terus mentelekinesis Tungku Iblis tersebut.
Tampak Tungku Iblis tersebut melayang berkat Jurus Telekinesis milik Ratu Vampir, sementara itu Arung terus membakar nya dengan Api Sembilan Warna milik nya tersebut.
"Bertahanlah Rike... " Gumam Pendekar Setengah Naga yang begitu setia kawan tersebut.
"Ternyata si Bodoh ini seorang Alkemis." Gumam Rayla Poison Snake sambil terus mengerahkan tenaga dalam ke arah Perisai Kultivasi Api Beracun nya tersebut.
-[Satu Jam Kemudian]-
"Arung, Pil nya sudah selesai di bakar,"
"Kau sudah bisa menyudahi nya." Ucap Ratu Adrienne.
Arung pun menyudahi membakar Tungku Iblis tersebut sesuai ucapan Ratu Adrienne.
"Dup.......... " Suara saat Tungku Iblis tersebut mendarat dengan mulus ke atas lantai.
Ratu Adrienne pun mulai membuka tutup tungku tersebut dengan jurus Telekinesis nya, sebuah cahaya Emas melesat keluar dari dalam tungku tersebut ke atas langit yang menyebabkan atap Rumah Bordil tersebut bolong.
"Pil yang begitu dahsyat." Gumam Rayla.
Sebuah Pil Emas pun mulai melayang keluar dari dalam Tungku tersebut, Rayla pun dengan cepat mengambil nya kemudian mulai mengunyah nya dan meminum sebotol air mineral yang di ambilnya dari dalam cincin ruang milik nya.
Ratu Racun pun mulai meminum kan cairan obat yang telah di encerkan nya tersebut kepada Rike Vampir dengan metode dari mulut nya ke mulut Sahabat nya tersebut.
"Seharusnya aku yang melakukan metode mesum itu." Gumam nya sambil beranjak mendekati tubuh Rike yang terbaring lemas di atas ranjang.
"Hah...... "
"Aku lelah sekali." Gumam Arung lalu duduk di kursi giok di tengah ruangan tersebut.
Shayla dan juga Dhieng Vampir pun ikut duduk di kursi giok yang ada di sebelah Arung.
"Kau pasti lelah suami ku, minumlah arak vampir ini." Ucap Dhieng sambil mengeluarkan sekendi penuh arak vampir dari dalam cincin ruang penyimpanan milik nya tersebut.
"Kau sungguh Wanita yang pengertian Dhieng, sangat berbeda dengan kedua Ratu tersebut." Gumam Arung sambil tersenyum kecil ke arah istri cantik nya tersebut.
Ia pun mulai meneguk Arak Vampir tersebut.
"Glek.......... "
"Glek..........."
"Glek..........." Suara saat Arung mulai meneguk Arak Vampir tersebut.
"Ah...... "
"Arak Vampir ini benar-benar nikmat." Gumam nya lalu mulai meletakkan kendi arak tersebut di atas meja.
"Aku juga mau Pa... " Ucap Shayla kemudian mulai meneguk sisa Arak Vampir tersebut.
"Dasar anak nakal." Gumam Dhieng Vampir.
Ratu Adrienne pun mulai bergabung bersama mereka, tampak ia juga sudah sedikit lelah setelah mengeluarkan Jurus Telekinesis tersebut.
__ADS_1
"Syukurlah, wanita itu sudah melewati masa-masa kritis nya,"
"Kita menolongnya tepat pada waktu nya." Ucap Ratu Adrienne.
"Syukurlah kalau begitu Ratu." Ucap Dhieng.
"Vampir Betina ini benar-benar tidak waras, dia malah senang jika gundik itu selamat,"
"Entahlah, aku juga telah khilaf sampai mau menikah dengan Naga Buaya Darat tersebut." Gumam Ratu Adrienne sambil mengurut-urut kepala nya.
"Sini Ratu biar ku pijitin." Ucap Shayla kemudian mulai memijit pundak dan kepala sang Ratu.
"Terima Kasih Shayla." Ucap Ratu Adrienne.
-[Beberapa Jam Kemudian]-
Pagi hari.
Tampak Arung dan yang lain nya terus terjaga semalaman menunggu kepulihan sahabat nya Rike.
"Hoam....... " Suara menguap Shayla.
"Ugh...... Ngantuk nya,"
"Kenapa mereka belum ada yang tidur ya?" Gumam Shayla.
Beberapa saat kemudian kondisi Rike pun mulai normal, ia sudah mulai dapat berbicara lagi.
"Uhuk...... "
"Uhuk...... "
"Uhuk......." Suara batuk Rike.
"Terima Kasih Rayla." Ucap Rike.
Rayla pun mulai menyudahi menyalurkan tenaga dalam nya tersebut.
"Hah......... "
"Kau sudah pulih, untung saja kami datang tepat waktu nya." Ucap Rayla.
Arung dan yang lain nya pun mulai menghampiri Rike terkecuali Ratu Adrienne yang tetap duduk di kursi giok tersebut.
"Rike...... " Ucap Dhieng kemudian mulai memeluk Gadis yang pernah hendak di bunuh nya di masa lalu tersebut.
"Sejak kapan wanita angkuh ini bisa sebaik ini?" Gumam Rike.
"Kalian sebaik nya beristirahat di kamar kosong di sebelah ku, untuk saat ini aku sudah baikan." Ucap Rike dengan nada suara yang pelan.
"Benar yang di katakan Gadis Vampir itu, kita harus membiarkan nya beristirahat saat ini." Ucap Ratu Adrienne.
Mereka pun mulai meninggalkan kamar Rike dan beristirahat di kedua kamar di sebelah nya tersebut.
Arung, Rayla dan juga Dhieng Vampir berada di dalam kamar sebelah kanan kamar Rike, sementara itu Ratu Adrienne dan juga Shayla berada di kamar sebelah kiri kamar Rike.
___________________________________
"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.
__ADS_1