Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Sanbon Wars Part Ke Sembilan.


__ADS_3

Tampak Komandan Afar Vampire beserta para prajurit-prajurit aliansi naga saat ini sedang berperang dengan sengit melawan para prajurit-prajurit aliansi sanbon utara di sekitar Menara Miring milik Ratu Sanbon.


"Tring........ "


"Tring........ "


"Tring........ " Suara saat golok-golok vampire mulai saling beradu.


Dengan lincah nya Komandan Afar Vampire pun berhasil menebas beberapa prajurit-prajurit dari aliansi sanbon utara yang menyerang nya.


"Akhhhh...... "


"Akhhhh...... "


"Akhhhh...... " Teriak prajurit-prajurit yang tertebas golok vampire milik Komandan Afar Vampire tersebut.


"Brukkkkk...... "


"Brukkkkk....... "


"Brukkkkk....... " Suara saat tubuh para prajurit-prajurit yang tertebas Golok Vampire milik Komandan Afar roboh ke tanah.


Di kejauhan terlihat Jendral Naga sedang bertarung sengit dengan kesembilan Penatua Sanbon dan juga Tabib Santet.


"Jendral Naga, sial aku tidak bisa membantu Jendral Naga.... " Gumam Komandan Afar yang melihat Jendral Naga saat ini sedang di keroyok oleh sembilan Penatua Sanbon dan Tabib Santet di dekat pintu masuk menuju menara miring sanbon.


Komandan Afar pun terus melawan prajurit-prajurit sanbon yang ada di sekitar nya dengan sengit dan sekuat tenaga nya.


"Tring............. "


"Tring............. "


"Tring............. " Suara saat Pedang Angin dan Tornado Api menahan sabetan Sabit-Sabit milik ke sembilan Penatua Sanbon tersebut.


Selagi bertarung Jendral Naga juga sedang memikirkan sekaligus mengatur sebuah siasat untuk dapat mengalahkan ke sembilan penatua sanbon dan juga Tabib Santet tersebut sekalian.


"Pertama-tama aku harus memperlambat gerakan mereka dulu.... " Gumam Arung sambil menangkis sabitan-sabitan sabit hitam kesembilan penatua sanbon tersebut.


"Whusssssss......... " Suara hempasan asap hitam berelemen magnet yang di tiupkan oleh Pendekar Setengah Naga tersebut.


Seketika gaya gravitasi di tempat tersebut meningkat menjadi sepuluh kali lipat nya.


"Apa ini, kenapa tiba-tiba tubuh ku menjadi berat???" Gumam Salah Satu Penatua Sanbon tersebut.


"Kedua buat mereka merasa di atas angin.... " Gumam Arung lalu mulai berpura-pura kesulitan saat menghadapi serangan-serangan para Penatua Sanbon.


"Sepertinya dia sudah kelelahan.... "


"Mangka nya jangan sombong dengan menyerang seperti tadi, sekarang kau pasti sudah lelah... " Gumam Penatua Sanbon lain nya.


Kesembilan Penatua pun mulai lengah mereka mengira sudah hampir menang dan mulai mengelilingi Arung sambil menengadahkan ujung sabit nya ke arah Jendral Naga yang berdiri di tengah-tengah tersebut.

__ADS_1


"Bagus........ " Gumam Arung yang menanti-nanti sebuah momen untuk menyerang mereka bersamaan.


"Menyerahlah pemberontak..... "


"Setidaknya nya kami akan membunuh mu tanpa rasa sakit..... " Ujar Salah Satu Penatua Sanbon dengan sombong nya.


"Kakek...... "


"Dia telah memenggal kepala Kakak Pertama, jangan bernegosiasi lagi dengan nya.... " Ucap Tabib Santet yang membuat kesembilan Penatua Sanbon menjadi marah.


"B*jingan........ " Teriak Penatua Sanbon tersebut dengan penuh emosi.


Kesembilan Penatua Sanbon pun mulai melesatkan sambaran halilintar hitam ke arah Arung secara bersamaan dari ujung Sabit nya.


"Jdeerrrr.............. "


"Jderrrrr .............. "


"Jderrrrr................" Suara sambaran halilintar hitam yang menyebabkan sebuah asap hitam mengepul di tengah-tengah kesembilan Penatua Sanbon tersebut.


"Dia pasti sudah mati menjadi debu, berani sekali membunuh cucu pertama ku..... " Ujar Penatua Sanbon lain nya.


Ternyata dugaan para Penatua Sanbon salah, sesaat sebelum halilintar-halilintar hitam itu menyambar, Pendekar Setengah Naga itu telah berpindah ke atas mereka dan sedang menyiapkan sebuah serangan kejutan.


"Rasakan ini Kakek-Kakek Tua.... " Ucap Arung lalu mulai menembakkan sepuluh jaring-jaring Laba-Laba Emas ke arah kesembilan Penatua Sanbon dan Tabib Santet.


"Apa....... " Ucap beberapa Penatua Sanbon sambil melihat ke atas.


Jaring-jaring Laba-Laba Emas pun mulai membalut tubuh kesembilan Penatua Sanbon dan juga Tabib Santet, seketika kultivasi mereka pun tersegel.


"Brukkkkk......... "


"Brukkkkk......... " Suara saat tubuh kesembilan Penatua Sanbon Utara dan juga Tabib Santet roboh ke atas tanah.


Peperangan pun berhenti untuk sejenak, para prajurit-prajurit dari kedua aliansi yang bentrok itu pun takjub melihat jurus yang di lesatkan oleh Jendral Naga tersebut.


"Elemen apa itu???"


"Aku baru pertama kali melihat nya.... " Ujar Salah Satu Prajurit Sanbon Utara.


"B*jingan, kau curang....... " Teriak Tabib Santet dengan begitu kesal.


"Afar..... "


"Urus Kakek-Kakek Tua dan gadis bawel ini, aku akan mengambil kepala Ratu Sanbon... " Perintah Jendral Naga dengan tegas.


"Siap Jendral..... " Ucap Komandan Afar kemudian mulai menjaga para Penatua Sanbon dan juga Tabib Santet yang sudah terjebak oleh Jaring-jaring Laba-Laba Emas tersebut.


"Gila...... "


"Dia berani berkata seperti itu di depan markas Ratu.... " Gumam Salah Satu Prajurit Aliansi Sanbon tersebut.

__ADS_1


"Sial kita di jebak nya..... "


"Naga itu benar-benar cerdik.... " Ujar Salah Satu Kakek Tua dengan topeng tersebut.


"Kembali kep*rat, urusan kita belum selesai..... "


"Lepaskan aku..... " Teriak Tabib Santet dengan sangat kesal.


"Dasar gadis bawel.... " Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut lalu tidak menggubris panggilan Asih Vampire tersebut.


Dengan tenang Arung pun melihat ke atas Menara Miring, tampak Menara tersebut sedikit miring.


"Seperti apa wajah Ratu Sanbon itu???" Gumam Arung lalu mulai memasuki menara tersebut dengan perasaan sedikit gugup.


Di dalam menara sudah tidak ada satu orang pun yang berjaga, Arung pun mulai melesat menaiki anak tangga tersebut satu persatu.


"Tap.......... "


"Tap.......... "


"Tap.......... " Suara saat tapak kaki Arung melesat menaiki tangga batu tersebut.


Di sekitar menara miring pun tampak beberapa prajurit-prajurit sedang berperang dengan sengit nya.


Ceceran darah terlihat di mana-mana, teriakan-teriakan kesakitan terdengar hampir di mana-mana pada siang hari yang terik tersebut.


"Untung kesepuluh monster ini sudah di tangani oleh Jendral Naga, jika tidak akan susah buat menundukkan nya.... " Gumam Komandan Afar sambil melawan beberapa Prajurit-prajurit Aliansi Sanbon Utara yang menggempur nya.


-[Di Lantai 99, Menara Miring Sanbon]-


"B*jingan itu sudah mengalahkan kesembilan Penatua ku, berani sekali dia kemari seorang diri.... "


"Aku akan menyiksa nya terlebih dahulu, lalu baru aku membunuh nya.... " Ujar Ratu Sanbon lalu bangun dari tempat meditasi nya dan keluar dari dalam kediaman nya.


-[Lobi pada lantai teratas]-


Sang Ratu pun mengeluarkan sebuah Paku Hitam Raksasa dari dalam cincin ruang nya, ia pun berdiri dengan gagah di dalam lobi tersebut dan menunggu kedatangan Pimpinan Pemberontak tersebut.


"Tap........ "


"Tap......... "


"Tap......... " Suara tapak kaki Arung saat memasuki lobi lantai 99 tersebut.


Pandangan mata nya pun tertuju kepada seorang Wanita Cantik dengan sebuah Paku Raksasa di tangan nya.


Wanita berambut hitam dan berwajah pucat itu pun mendelik kan mata nya.


"Jadi dia adalah Ratu Sanbon..... " Gumam Arung lalu mulai mengeluarkan Pedang Naga Khayangan nya.


"Kukira seekor vampire ternyata seekor Naga.... " Gumam Ratu Sanbon Utara.

__ADS_1


To be Continued.......


Mohon Like dan Vote nya


__ADS_2