
-[50 Tahun Kemudian]-
Pagi hari nya, tampak Pendekar Setengah Naga tersebut baru saja bangun dari tidur nya.
"Hoam........... " Suara menguap Arung.
Pemuda berambut biru dengan rambut yang telah memanjang sepinggang tersebut pun mulai bangun dan beranjak pergi ke bilik kamar mandi kecil yang berada di pojokan itu.
Dengan santai nya sang Pendekar Setengah Naga itu menyibak tirai penutup tersebut.
"Aduh..... "
"Lagi-lagi aku melihat Ratu Adrienne yang tak berbusana." Gumam Arung kemudian kembali menutup tirai tersebut.
Ternyata sang Ratu Vampir sedang berendam di dalam bak kayu tanpa mengenakan sehelai penutup apa pun.
-[Di Dalam Bilik Kamar Mandi]-
"Hah......... " Suara nafas panjang Ratu Adrienne yang sedang berendam di dalam bak air panas tersebut.
"Dasar...... "
"Setiap pagi selama lima puluh tahun ini dia selalu saja pura-pura lupa jika aku sedang berada di dalam kamar mandi,"
"Jika dia memang begitu cinta kepada ku, kapan dia akan berani mengutarakan nya,"
"Aku sudah mulai lelah menunggunya." Gumam Ratu Adrienne.
Ternyata Ratu Adrienne telah terbius dengan kemampuan Dragon Love milik nya Arung, dan ia saat ini sedang menantikan ungkapan pernyataan cinta dari Pendekar Setengah Naga tersebut.
Beberapa menit kemudian, Ratu Vampir itu pun mulai keluar dari dalam bilik kamar mandi tersebut.
"Masuklah Arung, aku sudah selesai mandi, aku ingin melanjutkan meditasi ku,"
"Air di dalam bak air panas itu masih bagus, pakailah." Pancing Ratu Vampir tersebut.
"Baik Ratu.... " Ucap Arung.
"Apa maksudnya Ratu, apakah dia sudah memiliki sebuah rasa dengan ku?"
"Ugh....... "
"Jika saja Ratu Adrienne bukan lah istri dari Raja Vampir aku sudah pasti menyatakan perasaan ku ini kepada nya,"
"Namun aku sudah tidak tahan lagi, apapun yang terjadi hari ini aku harus menyatakan nya." Gumam Arung kemudian mulai berendam di bak air panas bekas mandi Ratu sebelum nya.
-[Di Tepian Telaga]-
Shayla kecil saat ini sudah tumbuh menjadi sesosok Vampir Perempuan yang cantik dan juga gagah, seperti pagi-pagi sebelumnya Gadis Cantik tersebut sedang berlatih bersama Mama Rayla dan juga Mama Dhieng nya.
"Dap.......... "
"Dup.......... "
"Dap.......... "
"Dup.......... " Suara saat tangan dan kedua kaki mereka bertiga saling beradu.
"Tidak kuduga Gadis Vampir Kecil ini begitu kuat saat ini." Gumam Rayla Poison Snake sambil menahan serangan-serangan berat milik Shayla Tiger.
"Dap........... "
__ADS_1
"Dup........... "
"Dap........... "
"Dup............" Suara saat kedua tangan dan kaki mereka bertiga kembali saling beradu.
"Shayla benar-benar berbakat di usia segini dia sudah bisa mengimbangi serangan tangan kosong milik kami berdua." Gumam Dhieng Vampir sambil terus melesatkan tinju-tinju berat ke arah Shayla.
"Dap........... "
"Dup........... "
"Dap........... "
"Dup............" Suara saat kedua tangan dan kaki mereka bertiga kembali saling beradu.
Mereka pun terus saling menyerang menggunakan tangan kosong, tidak terasa beberapa menit pun sudah berlalu mereka pun mulai menyudahi latihan tersebut setelah nya.
"Wah....... "
"Kau makin hebat ya Shayla." Puji Rayla.
"Ia..... "
"Terima Kasih, Mama Rayla." Ucap Shayla Tiger.
"Andai aja Papa Arung sudah bangun dia pasti akan memuji ku, sama seperti pujian Mama Rayla." Gumam Shayla Tiger yang sangat merindukan sosok Papa Arung tersebut
"Ya.... "
"Sudah.... "
"Kalau begitu saat nya kita latihan berpedang, Shayla keluarkan Pedang mu." Perintah Dhieng Vampir.
Mereka bertiga pun kembali berlatih menggunakan Pedang di Tepian Telaga tersebut.
"Tring........... "
"Tring........... "
"Tring............ " Suara saat ketiga Pedang tersebut saling beradu.
-[Kembali ke Ruang Bawah Tanah]-
Arung pun telah selesai mandi dan sedang berjalan mondar-mandir di hadapan Ratu Adrienne dengan raut wajah yang gelisah, Ratu Vampir yang memperhatikan gelagat Pendekar Setengah Naga itu pun mulai penasaran kemudian bertanya kepada nya.
"Arung, apa yang membuat hatimu begitu gelisah saat ini?" Tanya Ratu Adrienne.
"Ugh...... "
"Apa aku harus mengungkap kan nya sekarang?"
"Aku sudah memendam perasaan ini selama berpuluh-puluh tahun lamanya." Gumam nya.
Akhirnya Pendekar Setengah Naga itu pun memutuskan untuk mengungkapkan isi di dalam hati nya kepada Orang Nomer Satu di Sepuluh Benua Vampir tersebut.
"ADRIENNE........ " Ucap Arung.
"Hem...... "
"Dasar Naga Berondong, apa dia gak tau jika perbedaan usia ku dengan usia nya terlampau jauh,"
__ADS_1
"Berani-beraninya dia memanggilku dengan nama ku saja tanpa mencantumkan gelar ku." Gumam sang Ratu yang telah mengetahui maksud dan tujuan dari Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Adrienne, Sejak pertama kali bertemu dengan mu aku terus belajar dari diri mu,"
"Kau pun tidak pernah lelah mengajari ku tentang seni bela diri dan pemahaman nya,"
"Tapi tahukah selain seni bela diri ada hal lain yang ku pelajari dari mu." Ucap Pendekar Setengah Naga tersebut sambil menggenggam kedua tangan Adrienne sehingga Ratu Vampir itu pun mulai bangun dari meditasi nya tersebut.
"Apa itu Arung?" Tanya Ratu Adrienne.
"AKU TELAH BELAJAR MENCINTAI MU, ADRIENNE.... " Ucap Arung kemudian mulai merangkul pinggang sang Ratu Vampir tersebut dan menc*um nya.
"Sudah kuduga akhirnya dia melamar ku...... " Gumam Sang Ratu kemudian mulai membalas ci*man sang Naga Muda yang haus cinta tersebut.
Berkat ayunan lengan Ratu Adrienne sebuah perisai kultivasi tumbuhan pun mulai menutupi mereka.
Arung belum menyadari tradisi di Kekaisaran Vampir tersebut jika seorang laki-laki menyatakan cintanya kepada lawan jenis nya dan pernyataan itu di terima mereka sudah di nyatakan sah menjadi sepasang suami istri.
-[100 Tahun Kemudian]-
Dunia Naga Emas, di dalam pondok di pinggir kolam emas.
Tampak Naga Emas dan Ular Emas telah terjaga dan mulai membuka kedua belah mata nya, pesan telepati yang di kirimkan oleh Zephyr sebelum nya pun telah di terima oleh mereka berdua.
Beberapa saat kemudian.
"Ular Emas, seperti nya kita harus bekerja sama mengalahkan sesosok Jiwa Vampir, Naga Muda dan juga Zephyr telah terjebak selama 100 tahun di dalam Dunia Vampir Kegelapan Murni tersebut." Ucap Naga Emas.
"Baguslah kalau begitu, aku sudah lama tidak menggerakkan tubuh ku,"
"Kalau begitu ayo kita segera pergi ke Dunia tersebut." Ucap Ular Emas kemudian mulai mengeluarkan Golok Ular Penghisap Jiwa milik nya.
"Ayo....... " Ucap Naga Emas kemudian mulai mengeluarkan Golok Naga Penghisap Jiwa milik nya juga.
Mereka berdua pun mulai berubah menjadi seberkas cahaya yang melesat ke atas langit.
-[Goa Arung dan Dhieng]-
Dari dahi Arung yang memiliki tato teratai tersebut, dua buah berkas cahaya spiritual mulai melesat keluar menuju Goa tempat Ratu Adrienne bermeditasi.
-[Ruang Bawah Tanah]-
Tampak Arung dan Ratu Adrienne sedang duduk dan bercanda berduaan, mereka sudah lupa jika 100 tahun telah berlalu.
Mereka berdua saat ini sedang di mabuk kepayang oleh api asmara, tampak senyuman indah di bibir Ratu Adrienne saat menatap wajah tampan Pendekar Setengah Naga itu.
"Arung....... "
"Setelah kita keluar dari Goa Yin Yang Vampir ini, aku akan mengumumkan tentang pernikahan kita ini." Ucap Ratu Adrienne.
Mendengar pernyataan tersebut Arung pun sontak kaget, ia mengira dirinya akan di Polyandri oleh sang Ratu Vampir.
"Tapi...... "
"Ratu...... "
"Bukankah kau sudah memiliki seorang suami, apa kah kau bermaksud memPolyandri diriku?" Tanya Arung.
Ratu Adrienne yang saat ini berbaring di pundak Arung pun hanya tersenyum kecil dan tidak berkata apa pun.
___________________________________
__ADS_1
"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.