
-[Dasar Samudra Hitam]-
Beberapa saat kemudian kapal selam langit pun mengalami beberapa goncangan kecil seperti menabrak sesuatu.
"Groaghhh.......... "
"Groaghhh.......... " Suara goncangan Kapal Selam Langit tersebut.
"Ada apa ini Komandan Gilbert?" Tanya Arung.
Komandan Gilbert pun mulai beranjak ke balik jendela di Bilik Kemudi tersebut, tampak di hadapan nya ada seekor Ular Kegelapan Bertanduk Sembilan sedang menatap tajam ke arah nya.
"Apa......... "
"Ular kenapa di perairan ini bisa ada Ular?" Gumam nya.
Sesaat setelah menatap mata Ular Kegelapan Bertanduk Sembilan tersebut Komandan Gilbert pun jatuh tak sadarkan diri.
"Brukkkk.......... " Suara saat tubuh Komandan Gilbert jatuh tersungkur ke lantai di Bilik Kemudi tersebut.
"Gilbert..... " Teriak Komandan Yuri kemudian mulai berlari ke arah tubuh Komandan Gilbert yang sudah tidak sadarkan diri tersebut.
Gadis Vampir tersebut pun mulai melihat ke balik jendela di Bilik Kemudi tersebut dan melihat mata dari Ular Kegelapan Bertanduk Sembilan tersebut.
"Ular....... " Gumam nya.
Ia pun jatuh pingsan sama seperti Komandan Gilbert sebelum nya, Arung pun mulai beranjak ke balik jendela di bilik kemudi tersebut.
"Ular Bertanduk Sembilan." Ucap nya kemudian ikut pingsan juga bersama dengan yang lain nya setelah menatap mata Ular Kegelapan tersebut.
Ular Kegelapan Bertanduk Sembilan pun mulai melilit Kapal Selam Langit tersebut, Kapal tersebut pun kembali bergoncang untuk sementara waktu kemudian keadaan pun mulai hening kembali.
-[Di Dalam Bilik Kamar]-
"Wah..... "
"Sepertinya kapal selam ini mengalami sedikit turbulensi, sesuai dengan perintah Naga itu,"
"Tugasku adalah mempelajari teknik jujitsu ini." Gumam Vladmira kemudian kembali mempelajari metode pijat jujitsu tersebut.
Gadis Vampir tersebut tidak menyadari jika Kapal Selam Langit saat ini telah di lilit oleh seekor Ular Kegelapan Bertanduk Sembilan di Ranah Alam Dewa Puncak.
-[Dunia Di Dalam Dantian Ular Kegelapan Bertanduk Sembilan]-
"Brukkkk.......... "
"Brukkkk..........."
"Brukkkk........... " Suara saat tubuh mereka jatuh ke lorong raksasa tersebut.
Tampak mereka bertiga saat ini sedang berada di dalam terowongan berdiameter tiga puluh meter tersebut yang terbuat dari giok hitam. Arung dan yang lain nya pun mulai menggunakan mode mata kegelapan nya.
"Dimana kita saat ini berada?" Tanya Komandan Yuri.
__ADS_1
"Sepertinya kita masuk ke dalam sebuah dunia milik ular tersebut." Ucap Komandan Gilbert.
"Berarti ini dunia jiwa aku akan mencoba memanggil Zephyr." Gumam Arung.
"ZEPHYR NINE COLOUR SNAKE..... " Teriak Arung.
Suara teriakan itu pun mulai menggema di dalam terowongan tersebut.
"Kenapa dengan Jendral, apa kepala nya sudah kurang waras,"
"Kenapa dia berteriak keras seperti itu?" Gumam Komandan Gilbert.
Beberapa saat kemudian,
"Ada yang aneh kenapa Zephyr tidak muncul juga?" Gumam Arung.
"Jendral, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Komandan Yuri.
"Sebaiknya kita segera menelusuri Goa Giok ini dan mencari tahu tempat apa ini sebenarnya?" Ucap Arung.
"Siap Jendral.... " Sahut kompak kedua Komandan tersebut.
Mereka pun mulai menelusuri goa tersebut sambil membasmi beberapa ekor beast Ular yang muncul dari celah-celah goa tersebut.
"Kenapa banyak sekali ular-ular kecil di dalam goa ini Gilbert?" Tanya Komandan Yuri sambil menyambarkan petir kecil ke arah beberapa beast Ular yang menyerang nya tersebut.
Beast Ular-Ular Kecil pun semakin banyak bermunculan.
"Jderr........"
"Jderr........" Suara sambaran-sambaran petir kecil dari Komandan Gilbert yang menghanguskan beberapa Ular-Ular kecil tersebut.
"Dunia jiwa yang sangat aneh, kenapa bisa ada banyak sekali jiwa-jiwa ular kecil di sini?" Gumam Arung sambil berjalan di belakang kedua Komandan nya tersebut.
Beberapa jam kemudian,
Celah-celah kecil di dalam goa giok itu ternyata di huni oleh ribuan ular-ular kecil yang tersebar, tampak kedua Komandan telah kelelahan.
Ratusan ular pun kembali muncul di hadapan mereka, Arung pun mulai mengambil alih penyerangan.
"Minggirlah Komandan Yuri, Komandan Gilbert." Perintah Arung.
Komandan Yuri dan Komandan Gilbert yang sedang kelelahan pun mulai mundur ke belakang Jendral tersebut.
Aura api merah mulai berkumpul di sekujur tubuh nya Arung pun mulai meniupkan semburan api yang besar sekali sehingga menghanguskan ribuan Ular-Ular Kecil tersebut sekaligus.
"Whusss........ " Tiupan api yang membentuk seekor Naga Api yang menghanguskan sekaligus membersihkan Goa Giok Hitam tersebut dari Ular-Ular Kecil tersebut.
"Elemen api yang begitu dahsyat, Ratu Gilmore sungguh sangat bijaksana dengan mengangkat nya menjadi salah seorang Jendral." Gumam Komandan Gilbert yang takjub melihat tiupan api yang begitu dahsyat tersebut.
Temperatur udara pun mulai meningkat di dalam goa tersebut setelah serangan tersebut, Arung pun kembali meniupkan hembusan es yang membuat dinding-dinding goa menjadi membeku dan dapat di lalui dengan aman.
"Elemen Es yang dahsyat." Gumam Komandan Yuri.
__ADS_1
"Ayo, lorong goa ini sudah steril.... " Ucap Arung.
Mereka pun kembali menelusuri lorong goa tersebut.
"Huft....... "
"Aku menghabiskan seperempat tenaga dalam ku untuk menghabisi Ular-Ular kecil tersebut,"
"Itu lebih efektif dan menghemat energi dari pada menghabisi nya satu persatu." Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.
-[Spesial Scene, kembali ke saat Arung dan Shayla kembali ke Planet Kegelapan]-
Seminggu kemudian,
Semenjak kepergian Tuan Naga yang misterius raut wajah kelima Tetua di Kediaman Tiger tampak lesu dan tidak bersemangat.
-[Gazebo Di Kediaman Tetua Shiyu]-
Terlihat Tetua Shiyu saat ini sedang duduk termenung dengan pandangan dan tatapan yang begitu kosong.
"Tuan Naga, kenapa kau menghilang begitu saja,"
"Apa jalinan kasih sayang di antara kita selama ini hanya lah permainan dan senda gurau belaka buat mu,"
"Kenapa kau tega sekali meninggalkan aku seperti ini." Gumam Tetua Shiyu sambil meneteskan air mata.
Isak tangis Tetua Shiyu pun pecah di Gazebo tersebut, tampak beberapa murid wanita ternyata sedang mengintip dari kejauhan.
"Sejak kepergian Pendekar Naga seminggu yang lalu, Tetua Dara, Tetua Ayana, Tetua Kikan, dan juga Tetua Lindsay menangis terisak-isak seperti Tetua Shiyu saat ini." Ucap salah seorang murid wanita tersebut.
"Benar mereka sudah menangis terus sepanjang minggu ini, bahkan Tetua Ayana sampai jatuh pingsan karena kehabisan cairan akibat menangis,"
"Kasian ya para Tetua, cintanya menggantung seperti itu." Ucap murid wanita lain nya.
"Kudengar dari gosip yang beredar, Tetua Lindsay hampir kecelakaan saat menyebrang di jalanan di Desa Tiger karena pikiran nya sedang kosong,"
"Untung supir truk tersebut cepat berbelok dan menghantam pertokoan di sekitar nya." Ucap salah satu murid laki-laki.
"Wah...... "
"Gawat nih, para Tetua jadi begini karena cinta." Ucap murid wanita lain nya.
"APA AKU INI HANYA BUTIRAN DEBU.... "
"PENDEKAR NAGA... " Teriak Tetua Shiyu.
Ternyata semenjak kepergian Arung ke lima Tetua tersebut begitu frustasi dan galau berat, bahkan mereka terus menangis selama seminggu penuh tersebut.
Beberapa latihan seni bela diri pun harus di hentikan karena tenaga-tenaga pengajar nya yang sedang berduka tersebut.
___________________________________
"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.
__ADS_1