
-[Mansion Putri Naga Kecil]-
Tampak Arung, Komandan Yuri, Lionel dan juga Vladmira sedang duduk di sofa di dalam kamar putri Naga kecil.
"Syukur lah kau selamat, Komandan Yuri,"
"Bagaimana misi mu???" Tanya Arung.
"Aku tidak menemukan keberadaan Raja Geitetsu, Jendral Arung,"
"Oh...... "
"Ya sudah tidak apa-apa, aku mendapat informasi jika Raja Geitetsu di sekap di aliansi sanbon... " Seru Arung.
"Aliansi Sanbon... " Ujar Vladmira.
"Kakek..... " Gumam Lionel Vampir.
"Benar Vladmira, saat ini aku sedang mengumpulkan pasukan untuk menyerang aliansi sanbon dan menyelamatkan Raja Geitetsu Vampir." Ujar Arung.
"Baiklah Jendral, kalau begitu kita harus cepat membebaskan Raja Kerajaan Darah Biru, dan segera kembali ke Benua Darah Merah,"
"Dan melapor ke Ratu Gilmore.... " Ujar Komandan Yuri.
"Yuri, apakah Komandan Gilbert telah kembali???" Tanya Arung.
"Oh iya..... "
"Gilbert, aku sampai melupakan nya... " Gumam Komandan Yuri.
"Tidak ada tanda-tanda dari nya Jendral.... " Ujar Komandan Yuri.
"Tegang sekali pembicaraan nya... " Gumam Lionel yang tidak berani memotong pembicaraan mereka.
"Kalau begitu, kita akan kembali ke markas,"
"Di sana kita akan mengumpulkan pasukan untuk menyerang aliansi sanbon.... " Seru Jendral Arung lalu bangun dari sofa tersebut.
Ia pun berjalan keluar dari dalam kamar tersebut di ikuti oleh yang lain nya.
"Kakak Arung, lama gak kelihatan makin gagah dan berwibawa aja,"
"Aku jadi segan... " Gumam Lionel.
Arung dan yang lain nya pun keluar dari dalam pulau putri Naga kecil dan berniat kembali ke markas besar menggunakan portal black Hole.
"Lionel, jangan membuat masalah nanti di sana ya... " Ucap Arung.
"Siap Kakak Jendral..... " Sahut Lionel.
Setelah menyimpan bola ruang kembali ke dalam cincin ruang nya, Arung mulai memasang kuda-kuda jurus portal black hole.
Aura tenaga dalam hitam berelemen black hole pun keluar dari dalam tubuh nya.
"Jurus Portal Black Hole..... " Ucap Arung lalu melesatkan jurus tersebut.
Sebuah portal black hole pun kembali muncul di hadapan mereka berempat.
"Jurus baru lagi???" Gumam Komandan Yuri Vampir.
"Ayo..... " Seru Arung lalu mulai memasuki portal black hole tersebut di ikuti oleh yang lain nya.
"Warp.......... "
"Warp.......... "
__ADS_1
"Warp.......... "
"Warp.......... " Suara saat mereka mulai memasuki portal black hole tersebut.
-[Markas Jendral Naga]-
Tampak Bonanza dan Jendral Dracule masih bertarung, tampak tubuh Jendral Vampir itu penuh lubang karena terkena tembakan Revolver Bonanza Vampir.
"Hah............ "
"Hah............ "
"Hah............ " Suara helaan nafas terengah-engah Jendral Dracule sambil bertopang dengan Sabit Bulan Hitam Kembar nya.
"Panggil Jendral Naga kemari, Jendral Vampir... "
"Kau sudah kalah.... " Ujar Bonanza Vampir lalu menembak dada Jendral Dracule.
"Dor........... " Suara letusan Revolver milik Bonanza yang berhasil menembus dada Jendral Dracule yang membuat nya hilang kesadaran dan jatuh pingsan.
"Brukkkkk........... " Suara saat tubuh Jendral Dracule jatuh tersungkur ke atas tanah.
"Tringggg........... " Suara saat Sabit Bulan Hitam Kembar ikut jatuh ke tanah.
Komandan Zafira, Afar, Garo dan Heinz pun langsung keluar dari markas dan mengelilingi Jendral Dracule yang sedang tertelungkup di atas tanah tersebut.
"Ohhhh....... "
"Vampir-vampir kecil sudah muncul... " Ucap Bonanza Vampir.
"Jendral bertahanlah.... " Seru Komandan Zafira.
Beberapa saat kemudian sebuah portal black Hole pun muncul di hadapan Bonanza Vampir, tampak para koboi itu terkejut saat melihat kemunculan portal hitam tersebut.
"Portal apa itu..... " Seru beberapa koboi dari atas kuda-kuda mereka.
Dari dalam portal tersebut Jendral Naga pun muncul bersama anggota nya.
"Dup......... "
"Dup......... " Suara tapak kaki mereka saat mendarat dengan mulus di atas tanah.
"Ada apa ini???"
"Kenapa dengan Jendral Dracule, Zafira???" Tanya Arung yang bingung dengan kondisi di depan markas nya pada saat itu.
"Ini semua perbuatan Kelompok Bonanza, Jendral Naga.... " Seru Komandan Zafira sambil menunjuk ke arah koboi berjubah merah tersebut.
Arung pun mulai mengamati keadaan, ia pun mulai paham dengan apa yang sedang terjadi saat itu.
"Komandan Zafira, perintahkan para pasukan untuk keluar dari dalam markas dan berperang dengan ku.... " Perintah Jendral Naga.
"Plok........ "
"Plok......... "
"Plok........ " Suara tepuk tangan Bonanza Vampir.
"Kau memang Jendral yang hebat, kau ingin berperang secara frontal melawan ku.... " Seru Bonanza Vampir lalu kembali meletuskan revolver nya ke langit.
Para pasukan pun mulai keluar dari dalam markas bersenjata lengkap, tampak kelima Komandan yang memimpin di depan.
Komandan Yuri dan Vladmira pun ikut bergabung bersama kelima komandan, sementara itu Lionel masuk ke dalam markas.
Suasana tampak tegang di depan markas tersebut, sorot mata Jendral Naga dan Bonanza Vampir pun saling beradu.
__ADS_1
"Jendral yang tidak takut apa pun, ternyata rumor itu benar... " Gumam Bonanza Vampir.
"Seranggggg........ " Teriak Arung dengan jurus auman petir nya.
"Hyatttttt.......... " Teriak para pasukan lalu melesat ke arah para koboi berkuda.
"Yihaaaa.......... " Teriak Bonanza lalu menembakkan revolver nya ke atas beberapa kali.
Para koboi pun turun dari kuda dan mulai menembakkan revolver nya ke arah para pasukan vampir, peperangan pun mulai pecah di tempat tersebut.
Arung pun mengeluarkan tongkat penyangga laut milik nya dari dalam telinga nya.
"Hadapi aku Bonanza..... " Teriak Arung lalu menyerang Bonanza dengan tongkat biru tersebut.
Bonanza pun menembaki Arung yang tengah menerjang ke arah nya.
"Tring........ "
"Tring........ "
"Tring........ " Suara saat tongkat biru menepis timah-timah peluru yang di tembakkan oleh Bonanza Vampir.
Pertarungan jarak dekat pun terjadi antara Arung dan juga Bonanza Vampir. Tampak pergulatan mereka berdua begitu sengit, seperti biasa Bonanza pun terus menembaki Arung.
"Dor.......... "
"Dor........... "
"Dor........... " Suara tembakan revolver Bonanza.
Arung pun beberapa kali Menghindari tembakan tersebut dengan berteleport ke balik punggung Bonanza dan berusaha memukul nya dari belakang, namun koboi itu sangat lincah dan berhasil menghindari nya.
Suara letusan-letusan revolver tampak terdengar hampir di seluruh penjuru di depan markas, desingan peluru berbolak-balik di tempat tersebut.
Tampak para pasukan Arung agak sedikit kesusahan menepis timah-timah peluru tersebut menggunakan Golok Vampir nya.
"Revolver-revolver itu ternyata menyusahkan sekali... " Gumam Max Vampir yang membentengi markas dengan perisai kegelapan murni milik nya.
Para Selir pun tampak membantu perjuangan para pasukan dengan menembakkan elemen perak secara acak dari balik pagar kayu.
"Whussss......... "
"Whussss......... "
"Whussss.......... " Suara hempasan angin saat jarum-jarum perak melesat.
"Dor......... "
"Dor......... "
"Dor.......... " Suara tembakan revolver saat menepis serangan jarum-jarum perak tersebut.
"Dap.......... "
"Dup........... "
"Dap........... " Suara saat tangan maupun kaki Arung dan Bonanza saling beradu.
"Dia kuat juga.... " Gumam Arung sambil mengayunkan tongkat penyangga laut nya.
"Swingggg............ " Suara ayunan tongkat yang menghasilkan seberkas energi petir berbentuk pedang.
Bonanza pun menghempaskan pedang petir tersebut dengan menembakkan timah-timah peluru berelemen besi mesiu nya.
"Duarghhhhh........... " Suara saat kedua serangan saling beradu.
__ADS_1
To Be Continued.......
Mohon Like dan Vote nya