
-[Kembali Ke Arung Dan Putri Laura yang juga berada dekat dengan Pertarungan tersebut]-
Putri Laura tampak telah mneghidangkan semangkok besar Gulai Kepiting di hadapan Arung.
"Ugh....... "
"Baru melihat Gulai ini saja perut ku sudah nek.... "
"Jika aku gak memakan nya , nanti aku jadi gak enak.... " Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.
Di mata Putri Laura, tampak Arung begitu antusias dengan masakan nya tersebut.
"Makan yang banyak, Arung... "
"Jangan sungkan-sungkan.... "
"Kalau habis ntar Gulai nya, Laura masakin lagi.... " Ucap Putri Laura sambil mengambilkan nasi dan meletakkan nya di atas piring Arung.
"I.... Iya.... "
"Laura..... " Sahut Arung dengan sedikit terbata-bata.
Arung pun mulai mengambil Gulai Kepiting tersebut, dan meletakkan nya di atas piring nya.
Dengan berat hati dan perasaan terpaksa ia pun mulai memakan nasi dengan lauk Gulai Kepiting itu.
Suhu udara di tempat tersebut sangat dingin di karenakan iklim hujan kepiting yang sedang melanda tempat tersebut.
"Ugh........ "
"Entah sampai kapan aku sanggup menahan masakan ini.... " Gumam Arung sambil tersenyum tipis ke arah Putri Laura.
Beberapa menit kemudian dari arah timur pun terdengar suara ledakan yang begitu dahsyat.
"Duarghhhhh............ "
"Duarghhhhhh.......... "
"Duarghhhhhh............ " Suara ledakan yang dahsyat terdengar dari Hutan Pohon Raksasa di sebelah timur.
Akibat ledakan dahsyat tersebut, lauk pauk yang ada di atas meja di atas dahan pun berjatuhan.
"Apa itu........ " Ucap Laura terkejut.
"Huftttt.......... " Helaan nafas panjang Arung.
"Baru kali ini aku senang mendengar adanya suara pertempuran, akhirnya aku bisa menghindari Gulai Kepiting ini......" Gumam Arung.
Ia pun meletakkan piring nasinya, lalu bangun dari tempat nya.
"Laura, sepertinya ada pertempuran di sana.... "
"Ayo kita lihat....... " Ucap Arung.
"Arung, lebih baik kita tidak ikut campur, dari gemuruh suara ledakan tersebut,"
"Sepertinya Pendekar yang sedang bertarung tersebut bukan kaleng-kaleng.... " Ucap Putri Laura yang juga bangun dari tempat nya tersebut.
__ADS_1
"Kita hanya mengintip Laura, mana tahu ada barang pusaka yang sedang di perebutkan di sana.... " Ucap Arung lalu mulai melesat terbang dari dahan pohon raksasa tersebut.
"Whussss............ " Suara saat Arung melesat terbang di antara Pohon-Pohon Raksasa.
"Dasar Manusia Beast Gila Tarung...... " Ucap Putri Laura lalu terbang menyusul Arung.
-[Kembali Ke Pertarungan Dewa Pencuri melawan Ke Empat Jendral]-
Dengan tenang Dewa Pencuri pun terbang ke atas langit, keempat Jendral Naga pun mengelilingi nya.
Sementara itu Jendral Mata Elang dan juga Ghost Dragon tengah saling bertatap-tatapan di kejauhan.
"Menyerahlah, Dewa Maling.... "
"Kami sudah mengepung mu... " Ujar Jendral Buton sambil mengarahkan Pedang Naga Hantu nya ke arah Dewa Pencuri.
"Benar, empat lawan satu... "
"Kau gak mungkin bisa menang.... " Ujar Jendral Kalijaga yang tampak sedikit terluka saat menahan serangan dahsyat sebelum nya.
"Gumoong..... "
"Perjanjian kita yang tadi masih berlaku.... " Ujar Jendral Jagal sambil mengayun-ayunkan Pedang Naga Nafsu nya.
"Ngawur.... "
"Musuh di depan mata, tapi masih saja memikirkan syahwat.... " Ucap Jendral Gumoong sambil menenteng Golok Naga Kristal nya.
Sementara itu Dewa Pencuri hanya tersenyum penuh percaya diri.
"Dia meremehkan kita.... " Teriak Jendral Jagal yang merasa diejek oleh senyuman Dewa Maling tersebut.
"Swing........ "
"Swing........ " Suara saat Pedang Naga Nafsu membelah angin.
Dengan mudah dan tenang nya Dewa Pencuri menghindari serangan-serangan dahsyat milik Jendral Jagal.
Ketiga Jendral lain nya pun saling bertatapan, seolah-olah saling membaca pikiran satu dengan lain nya.
Mereka bertiga pun melesat ke arah Dewa Pencuri, Pemuda Bertanduk Emas itu pun kini di keroyok oleh keempat Jendral Naga.
"Tring..... "
"Tring..... "
"Tring..... " Suara Pedang Magma yang beradu dengan Pedang Naga Nafsu dan Golok Naga Kristal.
Rantai Nebula milik Jendral Kalijaga pun menerjang ke arah Dewa Pencuri beberapa kali.
Dengan lincah nya Dewa Pencuri menghindari serangan milik Jendral Kalijaga.
Sementara itu Jendral Buton pun terbang bermanuver ke arah punggung Dewa Pencuri dengan niat membunuh yang teramat besar.
"Slassshhhh...... " Suara saat pedang Naga Hantu menebas angin kosong.
"Blitzzzz........ " Suara Jurus Teleport milik Dewa Pencuri.
__ADS_1
Keempat Jendral pun kaget kemudian menghentikan serangan nya, mereka pun menoleh ke kiri dan kanan.
"Kemana Maling itu, dia menghilang lagi..... " Ujar Jendral Jagal.
"Jurus itu lagi..... " Ucap Jendral Gumoong.
Tiba-tiba saja ada bayangan raksasa menutupi mereka, Jendral Gumoong dan ketiga Jendral lain nya pun menengadahkan kepalanya ke atas.
"Kaki Besi Raksasa..... "
"Elemen Besi Dewa...... " Ucap Jendral Buton.
Telapak kaki besi itu pun berhasil menghempaskan ke empat Jendral Naga jatuh ke bawah, di saat bersamaan Arung dan juga Putri Laura pun tiba di lokasi pertempuran tersebut.
"Apa itu...... " Ucap Arung yang baru pertama kali melihat elemen besi dewa.
"Dup......... " Suara tapak kaki Putri Laura saat mendarat di atas dahan Pohon Raksasa di sebelah Arung.
"Elemen Besi Dewa.... "
"Dia pasti Dewa Pencuri.... " Ucap Putri Laura yang dapat mengidentifikasi Dewa Pencuri dari elemen Dewa nya.
"Dewa Pencuri???" Gumam Arung.
Di sisi lain nya tampak Ghost Dragon alias Kunti sedang berhadapan dengan Jendral Mata Elang.
"Jendral...... " Ucap Jendral dari Klan Mata Elang saat melihat keempat Jendral Naga terhempas sambil menahan serangan tangan kosong dari Kunti.
"Elemen yang mengerikan.... " Gumam Kunti saat melihat Tapak Kaki Raksasa berwarna keperakan itu menghempaskan ke empat Jendral Naga.
Sementara itu Dewa Pencuri tampak begitu tenang sambil melipat kedua belah tangan nya di dada dan mengarahkan pandangan nya ke bawah.
Niat membunuh yang teramat besar pun muncul dari tempat keempat Jendral Naga terjatuh saat ini. Seberkas Cahaya Ungu pun melesat dari arah jatuh nya Jendral Gumoong, pada waktu bersamaan dari arah jatuh nya Jendral Kalijaga pun muncul seberkas cahaya kehijauan yang melesat kelangit.
"Byurrrrr.............. " Suara hujan deras.
Dua cahaya lain nya yang berwarna biru dan juga merah pun muncul dari arah jatuh nya Jendral Jagal dan juga Jendral Buton.
Keempat cahaya berwarna-warni itu pun melesat kelangit untuk beberapa saat.
"Arung, ini bukan lah pertarungan biasa... "
"Ini adalah pertarungan antara Kultivator di ranah alam Dewa.... "
"Sebaiknya kita menonton pertarungan ini dari kejauhan..... " Ucap Putri Laura.
"Tenang saja, Laura.... "
"Mereka tidak akan menyadari kehadiran kita..... "
"Konsentrasi mereka sekarang sedang tertuju pada lawan nya masing-masing." Ucap Arung dengan tenang.
"Apa dia tidak tahu jika Dewa Pencuri itu selain memiliki hobi mencuri juga memiliki hobi membantai para manusia beast,"
"Sepertinya dia tidak tahu, jika Pendekar yang melayang di tengah hujan kepiting tersebut adalah Pendekar Psikopat..... " Gumam Putri Laura sambil menatap mata Arung yang saat ini sedang tertuju ke arah Dewa Pencuri.
To Be Continued.......
__ADS_1
Mohon Like dan Vote nya