Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Gold Bagian Ke Dua.


__ADS_3

Arung pun mulai mengeluarkan seberkas tenaga dalam yang membentuk sebuah bola cahaya berwarna putih terang dari telapak tangan nya dan mulai memasuki Goa yang gelap gulita tersebut.


Beberapa saat kemudian,


Mereka berdua pun semakin dalam menelusuri lorong Goa tersebut.


"Wah....... "


"Selain tampan Pemuda ini juga sangat kuat, dan juga telah membangkitkan banyak elemen-elemen yang begitu kuat." Gumam Gold yang mengikuti Arung di balik punggung nya tersebut.


"Rasa nya aneh bila berjalan membelakangi musuh seperti ini." Gumam Arung yang merasa risih dengan keberadaan Ratu Laba-Laba Emas di belakang nya tersebut.


Beberapa menit kemudian mereka berdua pun tiba di ujung Goa tersebut, di ujung tempat tersebut terdapat sebuah ruangan bulat berdiameter 50 meter dengan sebuah Kolam Susu berdiameter 30 meter di tengah-tengah nya.


Di tepian Kolam Susu tersebut terdapat beraneka ragam tumbuhan eksotis serta di langit-langit gua tersebut terdapat sebuah Batu Roh berelemen cahaya yang bersinar terang yang juga berfungsi sebagai penerangan alami di tempat tersebut.


"Wow........... "


"Pemandangan nya benar-benar indah, Arung,"


"Membuat ku ingin berendam saja sekarang." Ucap Gold kemudian mulai berlari ke tepian Kolam Susu tersebut dan memeriksa suhu air di Kolam tersebut.


"Kolam Susu, Lagi-lagi aku menjumpai tempat yang andhin dan ajaib?" Gumam Arung saat melihat permukaan kolam berwarna putih tersebut.


Sonia pun telah selesai mengecek suhu di dalam Kolam Susu tersebut.


"Arung, air di dalam Kolam ini ternyata sangat hangat,"


"Aku sudah berhari-hari belum mandi, kalau begitu aku berendam dulu yach.... " Ucap Gold lalu mulai membelakangi Arung dan melepas seluruh pakaian nya tanpa rasa malu sedikit pun.


"Ugh....... "


"Ternyata Ratu Laba-Laba Emas ini seorang wanita yang mesum, punggung nya begitu mulus." Gumam Arung saat memeloti punggung mulus milik Ratu Laba-Laba Emas tersebut.


"Ini sedikit servis dari ku tampan, karena sudah menolongku tadi." Gumam Ratu Laba-Laba Emas lalu mulai masuk ke dalam Kolam Susu.


Ratu Laba-laba Emas pun mulai berenang-berenang kecil di Kolam Susu tersebut, sementara itu Pendekar Setengah Naga Setengah Ular tersebut malah memilih untuk bermeditasi di sekitaran tepian Kolam Susu tersebut.


"Pemuda ini kenapa tidak mau mandi bareng dengan ku yach?"


"Apa tubuh ku ini kurang aduhai, atau dia adalah seorang Pendekar Biksu?" Gumam Gold yang ternyata telah jatuh hati kepada Pemuda Naga tersebut saat pertama kali melihat nya.


"Dasar Ratu Laba-Laba Emas, dia membuat celana ku jadi sempit saja,"


"Pikiran ku pun telah berimajinasi yang tidak-tidak, lekaslah selesai mandi Ratu." Gumam Arung yang sudah mulai kentang tersebut.


Beberapa saat kemudian, sang Ratu pun mulai berenang nakal ke hadapan Arung yang sedang bermeditasi dengan gaya renang yang begitu hot nya.


"Arung kamu sudah menutup mati pintu masuk Goa tersebut,"


"Bagaimana cara nya kita keluar dari sini, yach?" Tanya Gold yang sebenarnya bermaksud menggoda Arung dengan kata kunci keluar tersebut.


"Aku akan melubangi dinding tersebut nanti nya, Gold,"


"Kita akan keluar bersama dari dalam lubang tersebut." Ucap Arung.


"Bersamaan aku dan kamu emang sebesar mana lubang yang ingin kamu buat, Arung?" Tanya Gold dengan nakal dan kembali mencoba memancing Arung.


Tampak kedua mountain kembar milik Ratu Sonia sesekali saat air kolam tersebut beriak-riak kecil.


"Ugh...... "


"Dasar Ratu...... "


"Mendengar kata keluar bersama mengingatkan ku pada Rayla yang selalu memitingku dengan jepitan kepiting nya saat wrestling mencapai klimaks nya..... " Gumam Arung yang celana nya makin sempit tersebut.


"Hah........ " Suara nafas panjang Arung.


"Nanti kita lihat Gold... " Ucap Arung dengan pipi yang merona merah.

__ADS_1


Gold pun menoleh ke bawah pinggang Arung dan melihat sedikit tonjolan kecil kemudian langsung tersenyum dan tertawa kecil.


"Hi...... "


"Hi...... "


"Hi...... " Tawa kecil Gold.


"Dasar Pendekar gak jujur, apa dia gak paham maksudku?" Gumam Gold.


Gold yang saat ini telah terbius dengan kemampuan Dragon Love milik nya Arung ia pun mulai tergila-gila dengan Pendekar Setengah Naga itu.


Gadis cantik itu pun berenang ke sisi lain nya Kolam Susu tersebut dan mulai naik ke tepian dengan kembali membelakangi Pendekar Setengah Naga tersebut lalu mulai berpakaian.


"Ugh....... "


"Dasar mesum.... " Gumam Arung saat kembali menoleh ke arah punggung putih dan mulus milik Gold tersebut.


Dengan anggun nya Gold pun mulai beranjak ke dekat Arung dan mulai tidur di bebatuan di dekat nya bermeditasi tersebut.


"Kasian juga Ratu Laba-Laba Emas yang sedang amnesia ini, sebaik nya aku membawanya bersama ku saja." Gumam Arung kemudian mulai memejamkan mata nya dengan celana yang menyempit tersebut.


-[Keesokan Paginya]-


"Kukuruyuk............. " Suara Kokokan Beast Ayam Jago.


Arung pun terlebih dahulu bangun dan telah mengeluarkan beberapa buah potong roti dan air mineral kemudian meletakkan nya di sebelah Gold.


"Hoam.......... " Suara menguap Gold.


"Wah...... "


"Berapa kali pun ku lihat, Arung benar-benar tampan." Gumam Gold lalu mulai bangun dan duduk di sebelah Penyelamat Hidup nya tersebut.


"Gold, kau sudah bangun?"


"Wah...... "


"Makanan enak nih, aku sudah bosan makan buah-buahan terus selama ini,"


"Kau memang pangeran ku..... "


"Eh... Eh...... "


"Bukan, maksud ku,"


"Kau adalah penyelamat hidup ku, Arung." Ucap Gold lalu mulai memakan roti tersebut dengan tersipu-sipu.


"Pangeran, apa dia pikir kita saat ini sedang berada di dalam Negeri Dongeng,"


"Jangan-jangan Ratu ini bukan hilang ingatan tapi dia gila karena seluruh Klan nya telah habis kubantai?"


"Wajar saja ia tidak tahu malu melepaskan pakaian nya di hadapan ku tadi malam,"


"Ugh....... "


"Aku pun gila semalam bisa bernafsu saat melihat nya mempertontonkan punggung mulus nya itu, pantas saja dia tidak mandi berhari-hari?"


"Sebaiknya aku memastikan nya nanti apa dia gila atau hilang ingatan?" Gumam Arung sambil menatap ke arah Gold dengan tatapan penuh tanda tanya tersebut.


Gold pun menyadari tatapan tajam Arung tersebut, dia pun salah mengira dan mengira Pendekar Setengah Naga tersebut jatuh cinta kepada nya.


"Mungkinkah dia sudah menyadari kecantikan ku saat ini, dan mulai memiliki perasaan terhadap ku?" Gumam Gold lalu mendekatkan dirinya ke Arung.


"Ugh...... "


"Mau apa Gold?" Gumam Arung.


Gadis cantik itu pun tersenyum kecil kepada Arung dan kembali menyantap roti tersebut.

__ADS_1


"Senyuman ini, senyuman orang gila?"


"Atau senyuman orang hilang ingatan yach?"


"Sebaik nya aku tetap waspada, aku belum pernah memacari orang gila seumur hidup ku,"


"Dan aku tidak berniat memacari orang yang kurang waras." Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.


Beberapa menit kemudian, mereka berdua pun telah selesai sarapan pagi.


"Ayo kita bergerak Gold." Ucap Arung.


"Ia Ayo.... " Ucap nya dengan suara yang lemah gemulai tersebut.


Mereka pun mulai meninggalkan tempat tersebut dan mulai berjalan menuju pintu masuk Goa sebelum nya. Seperti di saat malam sebelum nya, Arung pun kembali mengeluarkan sebuah bola berelemen cahaya dari telapak tangan nya tersebut sebagai sebuah penerangan saat mereka berdua mulai menelusuri Goa tersebut.


"Gagah nya..... " Gumam Gold yang menatap punggung besar Pemuda berambut putih tersebut.


"Dari tadi Gold terus menatap ku seperti itu, apa ingatan nya sudah pulih yach.....?"


"Apa dia ingin membunuhku saat ini.....?"


"Tapi aku tidak merasakan niat membunuh sedikit pun dari dalam dirinya." Gumam Arung yang ternyata menoleh ke arah Gold sesekali tanpa di sadari oleh Gold.


Beberapa menit kemudian mereka berdua pun tiba di tempat dinding perak yang tebal tersebut berada, Arung pun mulai menempelkan kedua telapak tangan nya ke dinding perak tersebut.


Aura api sembilan warna pun mulai muncul di sekujur tubuh nya dan mulai melelehkan dinding perak tersebut.


"Gaya nya melubangi dinding perak itu membuatku ikut merasakan panas dan getaran di lubuk hati ku, kau benar-benar tampan..... "


"Arung..... " Gumam Gold.


Sebuah lubang berdiameter 80 cm pun tercipta di dinding perak tersebut.


Ia pun kemudian menghembuskan elemen es dari dalam mulut nya agar suhu panas di dinding perak tersebut menurun dan dapat di lalui dengan aman.


"Elemen Es, aku sangat jarang sekali melihat elemen es." Gumam Sonia yang takjub dengan banyak nya elemen yang di bangkitkan oleh Arung tersebut.


Beberapa saat kemudian,


"Ladies first..... " Ucap Arung sambil mempersilahkan Gold untuk keluar terlebih dahulu.


NOTES : Ladies First artinya Wanita Terlebih Dahulu.


"Baik Arung..... " Ucapnya lalu mulai keluar dari tempat tersebut.


"Sebenarnya aku dapat ber teleportasi melewati dinding ini bersama dengan Gold, tapi dengan ranah yang rendah seperti ini aku harus menghemat tenaga dalam milik ku." Gumam Arung kemudian mulai keluar dari dalam lubang kecil tersebut juga.


Sesampainya di mulut Goa tersebut terlihat raut wajah Gold yang kelihatan gelisah saat menatap ke arah depan nya.


"Apa penyakit gila nya kumat?" Gumam Arung saat menatap wajah Gold.


Ternyata telah ada lima orang Vampir yang menghadang di hadapan mereka berdua, tampak kelima Vampir tersebut telah berada di ranah alam kesatria level dua dengan menggenggam sebuah Golok Vampir masing-masing di tangan nya.


"B*ngsat, ternyata ada sepasang kekasih yang berbulan madu di dalam markas kita ini." Ucap Salah Satu Vampir tersebut yang ternyata adalah pemilik Goa tersebut.


"Nona, sepertinya kau akan menjadi janda,"


"Dan terpaksa tinggal bersama kami untuk menjadi budak s*k kami." Ucap Vampir lain nya tersebut.


"Hah....... " Suara nafas panjang Arung.


"Aku sudah berusaha bergerak sesenyap mungkin tapi tetap saja bertemu dengan masalah-masalah dan penyakit-penyakit masyarakat seperti mereka-mereka ini,"


"Dengan ranah ku saat ini, aku tidak bisa leluasa mengeluarkan Jurus-Jurus andalan ku." Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut lalu mulai mengeluarkan Pedang Tornado Api nya dan bersiap bertarung dengan kelima Vampir tersebut.


___________________________________


"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.

__ADS_1


__ADS_2