
Beberapa saat kemudian Arung pun tiba di kolam pemandian air panas itu juga, ia pun terkejut saat mengetahui kedua Gadis Cantik Jelita tersebut sedang berendam bersama.
"Lho......... "
"Tumben Sonia bisa akur dengan gadis lain nya?" Gumam Arung terkejut.
Sonia dan Delayla Jangbaek pun mulai melambaikan tangan nya berniat mengajak Pendekar Setengah Naga tersebut untuk ikut berendam bersama dengan mereka berdua.
"Hah.......... "
"Untung saja aku mengenakan celana boxer, jika tidak aku kan bisa malu berendam bareng Delayla." Gumam Arung kemudian mulai melepas handuk nya dan ikut berendam di dalam Kolam Air Panas tersebut.
Delayla Jangbaek pun mulai berenang-renang kecil ke arah Arung.
"Kebetulan sekali Naga Tampan itu tiba, aku akan coba mengajak nya langsung bergabung dengan Pasukan ku." Gumam Delayla Jangbaek yang gigih untuk mengajak Pendekar Setengah Naga itu bergabung ke tim nya tersebut.
"Huh.... "
"Dasar Naga jelmaan Buaya Liar, ia pasti ingin menggoda calon Imam ku." Gumam Sonia lalu mulai berenang kecil ke arah Arung.
"Ugh....... "
"Mau ngapain kedua wanita ini kemari?"
"Buset....... "
"Boxer ku jadi sedikit sempit." Gumam Arung yang mulai tidak berkonsentrasi dalam berendam air panas di Kolam tersebut.
Beberapa saat kemudian kedua Wanita Cantik itu pun telah berada di sebelah Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Huh....... " Ucap Sonia.
"Tuan Naga, sebelumnya aku sudah menanyakan hal ini kepada Nona Laba-laba Emas,"
"Namun aku ingin memastikan nya kembali dengan bertanya langsung dengan mu." Ucap Delayla Jangbaek.
"Boleh, apa yang ingin kau tanyakan Delayla?" Tanya Arung.
"Nona Naga, kan sudah aku bilang jika kami sangat sibuk." Ucap Laba-Laba Emas sambil mendekatkan dada nya ke bahu Arung.
"Ugh....... "
"Sonia, apa yang kau lakukan.... " Gumam Arung yang merasa terganggu dengan sentuhan dada besar milik Sonia tersebut.
"Nona Sonia, aku hanya ingin bertanya kepada Tuan Naga, bersedia kah dia untuk ikut bergabung dengan Pasukan Pengawalan Delayla ku?" Tanya Delayla Jangbaek.
"Sonia tenang lah, lagian kita tidak tahu kapan White Hole itu akan muncul lagi." Ucap Arung berusaha menengahi pertikaian antara Sonia dan Delayla tersebut.
"Huh........ "
"Baiklah semua terserah pada mu, aku kan hanya butiran debu.... " Ucap Sonia yang ngambek sambil membelakangi Arung.
"Butiran Debu, mountain kembar sebesar semangka itu kau sebut Butiran Debu?" Gumam Arung yang mata nya tertuju ke mountain kembar nya Sonia tersebut.
"Fiuh........ "
"Syukurlah sepertinya aku tertolong......."
"Naga ini memang buas semalam baru membangunkan si ucok nya, sore ini dia kembali menatap mountain kembar milik Kekasih nya tersebut" Gumam Delayla Jangbaek yang menyadari Arung yang sedang memelototi Mountain Kembar nya Sonia.
"Baiklah Nona Naga kami akan bergabung dengan mu hanya dalam misi kali ini saja, setelah itu kami akan kembali." Ucap Arung yang kali ini mencuri pandang ke arah mountain kembar milik Delayla Jangbaek.
"Hemm........... "
"Baiklah aku kasih servis nih karena udah mau gabung dengan Pasukan Pengawalan Delayla ku." Gumam Delayla Jangbaek yang menyadari tatapan c*bul Arung tersebut.
Delayla Jangbaek pun memeluk Arung dengan sangat erat karena begitu senang dengan bergabung nya mereka ke dalam tim dan sekalian menservis nya.
"Ugh...... "
"Delayla apa yang kau lakukan, ucok bersabarlah.....?" Gumam Arung sambil mengatur pernafasan nya.
Tanpa mereka bertiga sadari Delphi Chen dan kedelapan Pasukan lain nya sedang berdiri di tepian kolam dan melihat adegan pelukan nakal tersebut.
"Oh..... No.... " Ucap Delayla Jangbaek saat menyadari anak buah nya sedang melihat nya memeluk Arung dengan sangat mesra di depan Kekasih nya tersebut.
"Maaf Bu Bos...... "
"Kami akan berendam di kolam air panas setelah Bu Bos, dan kedua Pendekar menyelesaikan urusan nya." Ucap Delphi Chen lalu membungkuk dan pergi dari tempat tersebut begitu pula dengan kesembilan Anggota Pasukan lain nya.
"Wow.......... "
"Komandan Api on fire...... " Gumam Ashiang.
"Ugh............ "
"Komandan benar-benar memimpin, ia tidak peduli dengan Kekasih Pendekar itu dan berani memeluknya dengan mesra,"
"Komandan Api benar-benar anak angkat dari Jendral Api yang terkenal memiliki tekad api tersebut." Gumam Ashiong.
"Malu nya.... " Gumam Arung dan Sonia kompak.
Delayla Jangbaek pun mulai melepaskan pelukan nya dari leher Arung, tampak wajah Gadis Cantik itu mulai memerah dan membelakangi Arung setelah nya.
"Apa yang kulakukan tadi, aku benar-benar menservisnya dan sangat senang, sampai-sampai aku memeluk nya hingga enggan melepaskan nya lagi." Gumam Delayla Jangbaek.
"Ughhhh........... "
__ADS_1
"Dasar Pelakor......... "
"Aku saja belum pernah memeluk nya sambil telanjang seperti itu, dasar Naga Liarrrrr." Gumam Sonia.
"Hah......... "
"Komandan Api memang panas sesuai dengan sebutan nya, bahkan ia berani memeluk Pendekar tersebut di depan Kekasih nya,"
"Buk Bos memang Pendekar Fuckgirl." Gumam Delphi Chen kemudian mulai berhenti di depan pintu masuk Kolam Air Panas tersebut ia berpikiran hampir sama dengan Ashiong.
"Delphi Chen, kenapa berhenti di sini,"
"Sebaiknya kita menunggu di kamar ganti pria saja." Ucap Salah Satu Pasukan tersebut.
"Kita harus menjaga agar tidak ada seorang pun yang masuk ke dalam pemandian ini saat Buk Bos sedang memanaskan seluruh Kolam tersebut,"
"Kita tidak hanya bawahan Buk Bos, tapi kita juga adalah adik-adik nya,"
"Apa kalian mau jika ada orang masuk dan melihat Kakak kalian sedang beradegan panas?" Tanya Delphi Chen dengan nada mengancam.
"Kau benar Delphi." Ucap Beberapa Pengawal tersebut.
"Bos harus menaikkan gaji kami setelah ini." Gumam Ashiang.
Delphi Chen dan yang lain nya pun mulai berjaga di depan pintu masuk Kolam Air Panas tersebut sambil membuat tembok manusia. Beberapa saat kemudian beberapa Pria hendak masuk ke dalam Pemandian tersebut.
"Mau kemana?" Tanya Delphi Chen berusaha mencegah nya.
"Kami mau berendam air panas di dalam sana, Bro." Ucap Pria tersebut.
"Maaf, pipa air panas nya sedang tersumbat dan sedang di perbaiki,"
"Bahkan bukan ada satu pipa yang tersumbat tapi ada dua buah pipa yang harus di normalisasikan,"
"Kalian bisa kembali lagi esok hari." Ucap Delphi Chen.
Beberapa saat kemudian terdengar suara yang membuat gagal paham pendengar nya.
"Aduh...... "
"Hati-hati Arung, kan sakit...... " Ucap Delayla Jangbaek yang kaki nya terinjak oleh Arung dari dalam pemandian.
Arung pun tanpa sengaja menyikut dada Sonia setelah nya.
"Aduh....... "
"Pelan-pelan Sayang dada ku kan sakit." Ucap Sonia dari dalam pemandian.
"Tapi itu..... Itu.... "
"Kan..... " Ucap Pria tersebut.
"Itu kan Pemandian air panas alami?" Gumam Pria tersebut.
"Dasar pengganggu, apa kalian tidak tahu jika Kakak kami sedang memanaskan tungku obat di dalam sana,"
"Kakak semoga sukses..... " Gumam Delphi Chen dengan mata berkaca-kaca.
"Sepertinya Pendekar itu begitu buas, dari suara sakit yang di ucapkan Ketua dan kekasih nya itu,"
"Pastilah si ucok itu bukan lah ucok sembarangan, bisa membuat Naga sebesar itu kesakitan." Gumam Ashiang.
-[Kolam Air Panas]-
Beberapa menit kemudian,
"Pendekar Naga, maafkan aku,"
"Tanpa sadar aku memeluk mu tadi." Ucap Delayla Jangbaek yang sebenarnya sengaja menservis Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Dasar..... "
"Itu kan alasan mu saja, sebenarnya kau sengaja kan?" Tanya Sonia.
"Sonia, sudah..... "
"Sudah......... " Ucap Arung.
Sonia pun memeluk Arung berniat membuat Delayla Jangbaek cemburu.
"Sonia..... " Ucap Arung lalu mulai melepaskan pelukan Sonia.
"Wah........ "
"Nona Laba-Laba ini sepertinya cemburu dengan ku, sebenarnya bagaimana hubungan mereka berdua." Gumam Delayla Jangbaek yang penasaran.
"Ia Delayla, tidak apa-apa, jadi apa misi pengawalan kita saat ini?" Tanya Arung.
"Saat ini kita mengawal Putri dari Raja Aliansi Dagang ke Kota Es Utara." Ucap Delayla Jangbaek dengan tegas.
"Kota Es Utara kan kampung halaman nya Mitha, sebenarnya aku terdampar ke masa siapa ya kali ini." Gumam Arung yang masih belum tahu ke zaman apa dia terdampar.
"Pendekar Naga, apakah Laba-Laba Emas itu istri mu?" Tanya Delayla Jangbaek sambil berbisik di telinga Arung dengan lembut.
"Ugh....... "
"Heloo..... "
__ADS_1
"Kita bertiga buat apa bisik-bisik, apa yang di tanyakan nya Arung?" Tanya Sonia sambil mendekatkan wajah dan dada nya ke dekat Arung.
"Sonia....... "
"Makin sempit aja nih.... " Gumam Arung yang merasa kentang tersebut.
"Bukan apa-apa Sonia." Ucap Arung kemudian mulai berenang di Pemandian tersebut.
"Huh..... "
"Pelakor..... " Ucap Sonia ketus ke arah Delayla Jangbaek.
"Sepertinya mereka hanya sepasang kekasih, selama janur kuning belum melengkung aku masih memiliki harapan,"
"Kyaaa......... "
"Apa yang kupikirkan?" Gumam Delayla Jangbaek yang sudah terbius oleh kemampuan Dragon Love milik nya Arung.
"Arung...... "
"Tunggu aku." Ucap Sonia kemudian mulai berenang-renang kecil ke arah Penyelamat Hidup nya tersebut.
"Mereka tidak memikirkan perasaan ku dan si ucok kecil ku, apa kedua Beast itu gak tahu apa yang di maksud dengan Kentang,"
"Lihat nih tuas ku, kacau jika terus begini,"
"Ucok...... "
"Bersabar lah terhadap dua godaan Gadis Cantik tersebut,"
"Sebaiknya aku berenang-renang sampai tuas ini turun dengan sendiri nya." Gumam Arung kemudian mulai berenang-renang di Kolam Air Panas tersebut.
Delayla Jangbaek pun memperhatikan tingkah Arung yang sejak tadi terus berenang-renang mengitari Kolam Air Panas tersebut dan di ikuti oleh Sonia di belakang nya tersebut.
"MKKB....... "
"Apa masa kecil mereka kurang bahagia?"
"Mereka seperti anak kecil yang baru pertama kali melihat Kolam Air Panas saja?" Gumam Delayla Jangbaek.
NOTES : MKKB kepanjangan adalah Masa Kecil Kurang Bahagia.
Sementara itu Sonia pun bingung melihat Naga itu terus berenang-renang di dalam Kolam Air Panas tersebut.
"Apa lagi yang di pikirkan Naga Mata Keranjang ini, apa ini adalah salah satu Budaya Kaum Naga dalam memikat Naga Betina,"
"Huh....... "
"Dasar Naga Mata Keranjang, Selir mu saja sudah lima mau nambah lagi, apa kau tidak memikirkan perasaan ku..... " Gumam Sonia yang cemburu buta tersebut.
Beberapa jam kemudian, mereka pun telah selesai berendam di Kolam Air Panas tersebut dan sedang berjalan keluar dari Pemandian tersebut.
Mereka pun mulai berpapasan dengan Delphi Chen dan yang lain nya di pintu masuk kolam tersebut.
"Lho...... "
"Jadi mereka sejak tadi berjaga di sini, pasti bocah-bocah ini berpikir yang tidak-tidak terhadap ku." Gumam Delayla Jangbaek.
Dari sudut pandang Delphi Chen dan yang lain nya Ketua dan yang lain nya keluar dari dalam tempat tersebut dengan wajah yang berseri-seri.
"Ugh..... "
"Threesome, Bu Bos memang Komandan Api yang legendaris.... " Gumam Delphi Chen sambil membungkuk dan memberi hormat ala pendekar.
Arung dan yang lain nya pun kembali ke dalam kamar nya masing-masing, Delphi Chen dan yang lain nya pun mulai masuk ke dalam Pemandian Air Panas tersebut setelah nya.
-[Kolam Air Panas]-
"Delphi, aku mengurungkan niat ku mandi di Kolam Air Panas ini." Ucap Ashiang yang sedang mengenakan handuk tersebut.
Para Pasukan Pengawal lain nya pun mulai mengarahkan pandangan nya ke arah Ashiang dan bingung dengan keputusan yang di ambil nya tersebut.
"Ashiang, kami tidak akan selera melihat mu mandi tenanglah, kami sudah menganggap mu salah satu dari kami." Ucap Ashiong.
"Dasar laki-laki..... "
"Mereka bodoh atau apa?" Gumam Ashiang.
"Bukan begitu Ashiong." Ucap Ashiang.
"Lantas kenapa Ashiang?" Tanya Delphi Chen penasaran.
"Aku tidak jadi mandi karena suara aduh dari ketua dan kekasih Pendekar tersebut sebelum nya,"
"Kita tidak tahu apa cairan itu telah menginfeksi seluruh kolam air panas ini atau enggak, walaupun air panas ini dapat membunuh kuman aku merasa sedikit jijik.... " Gumam Ashiang.
"Ugh....... "
"Perut ku sakit Delphi, aku kembali ke kamar dulu. " Ucap Salah Satu Pengawal tersebut.
"Aku juga Ashiang..... " Ucap Pengawal lain nya.
Akhirnya Delphi Chen dan yang lain nya tidak jadi mandi di Kolam Pemandian Air Panas tersebut mereka pun kembali ke dalam kamar nya masing-masing.
"Sia-sia deh nungguin lama di depan pintu, tapi untung saja Ashiang mengingatkan masalah cairan si Ucok itu,"
"Jika tidak aku bisa demam gara-gara mandi dengan air yang telah terkontaminasi cairan si ucok tersebut." Gumam Delphi Chen.
__ADS_1
___________________________________
"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.