
Beberapa Kera Sihir menghadang, Leluhur Naga Es Kuno pun mengayunkan Pedang Naga Es nya.
Beberapa pedang es menusuk Kera-Kera Sihir yang menghadang tersebut.
"Benar, itu energi alam... " Gumam Kera Dewa lalu menembakkan bola api hitam raksasa dari dalam mulut nya.
"Dia begitu waspada... "
"Sepertinya dia sudah menyadari energi yin alam ku... " Gumam Leluhur Naga Es Kuno kemudian menahan bola api hitam raksasa tersebut dengan bersusah payah hingga akhirnya ia mampu menghempaskan bola tersebut ke langit.
Tiba-tiba saja sang Kera Raksasa muncul di hadapan Leluhur Naga sambil melesatkan tinju api hitam.
Leluhur Naga pun menahan serangan tersebut dengan Jurus Tao. Dengan sekuat tenaga Leluhur Naga pun mengayunkan Pedang Naga Es nya, seberkas tenaga dalam es berbentuk Naga pun menghantam Kera Es hingga ia terpental.
Tampak darah hitam mengalir dari mulut nya, sepanjang pertarungan baru kali ini dia terluka.
"Sial...... "
"seperti nya aku harus mengeluarkan jurus pamungkas ku." Ucap Kera Besi kemudian kembali ke wujud Kera nya dan menegadahkan kedua tangan nya ke atas.
"Jurus Black Hole.... " Teriak Black Hole Mongkeys tersebut.
Sebuah bola black Hole raksasa seukuran seperempat kota pun muncul di atas kedua tangan nya, bola black Hole bercincin itu benar-benar di penuhi kekuatan yang meluap-luap.
"Gawat....... "
"Dia menyembunyikan jurus se dahsyat ini.... " Gumam Leluhur Naga.
Seluruh prajurit-prajurit dan Naga-Naga yang tersisa pun tampak tercengang menyaksikan Jurus Black Hole tersebut.
"Rasakan ini...... " Ucap Black Hole Mongkey sambil mendorong Black Hole raksasa tersebut.
Leluhur Naga dan beberapa komandan dari pihak prajurit raja kota pun terbang dan mencoba menahan serangan tersebut.
Sementara itu Kera-Kera Sihir pun menghilang di sebabkan konsumsi tenaga dalam sihir yang begitu besar untuk mengeluarkan jurus black Hole tersebut.
Para Naga-Naga Es Kuno yang tersisa pun ikut menahan bola black Hole tersebut agar tidak menghantam kota.
"Ugh........ "
"Kera Gila....... "
"Dia tidak mau kalah sedikit pun.... " Ucap Leluhur Naga.
"Semuanya tahan bola ini, lindungi kota.... " Teriak Salah Satu Komandan.
Leluhur Naga dan yang lain nya pun bahu membahu menahan serangan dahsyat milik Kera Dewa tersebut.
__ADS_1
"Hyattttttt........ " Teriak Kera Dewa tersebut.
Dorongan bola black Hole pun makin terasa, sementara itu Assasin berambut hijau itu pun muncul di belakang Leluhur Naga dan yang lain nya, Gadis Kejam itu hendak membantai Leluhur Naga dan yang lain nya.
"Kalian akan ku bunuh satu persatu... " Ucap Assasin tersebut lalu membacok beberapa Komandan hingga tewas.
Tiba-tiba saja sebuah panah cahaya pun berhasil melubangi dada assasin berambut hijau tersebut, ternyata serangan itu berasal dari Sonia.
"Akhhhh........... " Teriak Assasin tersebut kemudian mengayunkan Pedang Durian Peledak nya ke arah Sonia.
"Ugh....... "
"Walaupun sudah terluka dia masih memiliki kekuatan seperti ini.... " Gumam Sonia lalu berusaha menahan serangan durian-durian peledak yang mengarah kepada nya dengan panah-panah cahaya.
Panah-panah cahaya pun terhempas dengan mudah oleh durian-durian peledak tersebut, tiba-tiba saja Arung muncul dengan jurus teleportasi nya lalu membelah durian-durian peledak tersebut dengan Pedang Naga Khayangan nya.
"Siapa dia???" Gumam Nyonya Galapagos Lang.
Sementara itu Black Hole Mongkey terus mendorong Bola Black Hole Raksasa tersebut, tampak Leluhur Naga dan yang lain nya kembali terdorong.
"Blitz Zzzzz............ " Suara Jurus Teleportasi milik Arung.
Ia pun muncul di hadapan Nyonya Galapagos Lang lalu berhasil memenggal kepala nya.
"Slassshhhhh....... " Suara saat Pedang Naga Khayangan memisahkan kepala dan badan Assasin berambut hijau tersebut.
"B*jingan...... " Gumam Assasin tersebut lalu tewas.
"Sial........ "
"Aku gak mungkin membiarkan bola tenaga dalam sebesar ini menghantam kota.... " Ucap Arung lalu mulai memusatkan seluruh tenaga dalam di telapak tangan nya.
Aura Black Hole Dragon pun memenuhi tubuh nya, Leluhur Naga dan Naga-Naga yang tersisa pun merasa tertekan dengan aura dari Ras Naga Dewa tersebut.
"Black Hole Dragon..... "
"Sepertinya dia sudah menundukkan jiwa black Hole dragon di dalam dantian nya..... " Gumam Leluhur Naga.
"Semuanya minggirrr....... " Teriak Arung dengan jurus auman petirnya.
"Jurus Black Hole Gun..... " Seru Arung lalu sebuah tenaga dalam black Hole pun melesat dan memecah bola black Hole itu menjadi beberapa puluh bagian.
Leluhur Naga dan yang lain nya pun menghempaskan pecahan-pecahan bola black Hole tersebut.
Beberapa bola black Hole pun menghancurkan sebagian kota, berkat jurus tersebut kerusakan dapat di minimalisir.
"Hah........ "
__ADS_1
"Hah........ "
"Hah........ " Suara nafas terengah-engah Arung.
"Akhir nya berakhir juga... " Ucap Arung.
"Arung, Terima kasih.... " Ucap Sonia.
Sebuah White Hole pun muncul di atas kepala Arung, rantai-rantai putih pun menarik Arung masuk kedalam White Hole tersebut.
Sonia pun hendak masuk kedalam lubang cacing tersebut namun White Hole tersebut keburu tertutup.
"Arung........... "
"Kenapa kau meninggalkan aku di tempat antah berantah seperti ini... " Ucap Sonia.
Kobaran api tampak di segala penjuru mata angin di Kota Es Utara tersebut, tiga perempat kota tampak hancur.
Mulai pada hari itu para wanita memegang kendali di Benua Es Api di karenakan mutiara yin dan yang benua telah di serap dan perlu beberapa ribu tahun agar mutiara tersebut kembali memiliki energi alam seperti semula dan menyeimbangkan keadaan .
"Mana Naga Bodoh itu... " Ucap Midel Dragon Ice sambil mengamati ke sekeliling nya.
Sonia pun masih terpaku berdiri di tempat tersebut, ia pun lantas teringat Delayla dan mencari nya di reruntuhan Kota Es Utara.
Tampak tubuh Delayla penuh dengan luka, Sonia pun memanggul tubuh Delayla dan membawanya kembali ke Pinggiran Hutan.
Keesokan hari nya para warga dan prajurit kota pun mulai membangun kembali Kota Es Utara, para Naga pun mulai memotong tanduk mereka dan tinggal secara terang-terangan di Kota tersebut.
Untuk menghormati Pahlawan yang menyelamatkan Kota Es Utara tiga buah patung raksasa pun di buat di tengah kota, ketiga patung itu adalah Patung nya Leluhur Naga, Patung nya Jendral Napoleon dan Patung nya Arung.
Patung nya Arung di buat berdasarkan deskripsi dari Leluhur Naga.
-[Satu Bulan Kemudian, Kota Es Utara]-
Malam Hari.
Tampak ketiga Patung tersebut berada di tengah-tengah lapangan raksasa di alun-alun kota, Midel Dragon Ice pun tampak memandangi patung Arung.
"Kemana kau pergi Naga Bodoh, padahal aku kan ingin meminta maaf padamu, karena sudah menipu mu dan menyiksa mu... "
"Jika kita berjodoh kita akan bertemu lagi... " Gumam Midel Dragon Ice lalu berpaling dan pergi dari tempat tersebut.
Para warga yang berjualan maupun yang berlalu lalang pun begitu menghormati Leluhur Naga tersebut.
"Pahlawan Naga... " Ucap beberapa warga sambil memberi hormat dan tersenyum ke arah Leluhur Naga.
"Aku gak biasa kayak gini.... " Gumam Midel sambil membalas senyuman warga tersebut.
__ADS_1
To Be Continued.......
Mohon Like dan Vote nya