Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Jurus Ilusi Santet Setengah Langkah Bagian Akhir.


__ADS_3

Dengan menggunakan jurus meringankan tubuh milik nya, Jendral Dracule dan para komandan begitu pula dengan Perdana Menteri Max mulai berlari diatas permukaan laut.


"Dash......... "


"Dash......... "


"Dash......... " Suara saat Jendral Dracule dan juga yang lain nya ketika sedang melesat di atas permukaan lautan.


"Kalian kira dengan kalian bergabung bersama seperti ini kalian dapat mengalah kan ku..... " Ujar Jingga Vampire kemudian mulai memasang segel jurus tembakan air berpetir milik nya.


"Segel itu, itu jurus tembakan air yang sama seperti sebelumnya..... " Gumam Perdana Menteri Max lalu mulai mengayunkan Sabit Bulan Hitam milik nya.


"Swingggg....... " Suara ayunan Sabit Bulan Hitam tersebut yang menghasilkan sebuah sabitan bulan berelemen kegelapan murni dengan panjang tiga meter yang melesat ke arah Jingga Vampire.


"Whusssss....... " Suara hembusan angin saat Sabit Berelemen Kegelapan Murni tersebut melesat dengan lintasan yang acak.


Komandan Afar dan juga Komandan Heinz pun mulai berhenti berlari di atas lautan lalu mulai mengayunkan Golok Vampire nya dengan gaya dan kekuatan yang berat.


"Slashhhh......... "


"Slashhhh......... " Suara ayunan Golok Vampire tersebut yang menghasilkan dua bilah Golok Raksasa Berelemen Kegelapan Murni yang juga melesat ke arah Jingga Vampire.


Pada waktu yang bersamaan itu juga, Komandan Garo dan juga Komandan Cantik Indah mulai menembakkan bola-bola berelemen kegelapan murni dari dalam mulut nya yang juga mengarah kepad Jingga Vampire.


"Whussss........... "


"Whussss........... " Suara hembusan angin saat kedua bola berelemen kegelapan murni dengan diameter tiga meteran mulai melesat ke arah Jingga Vampire.


Jendral Dracule pun mulai memutar Sabit Bulan Hitam nya 360 derajat kemudian sebuah tornado elemen kegelapan murni pun mulai keluar dari dalam putaran Sabit Bulan Hitam tersebut.


"Heyaaaatttttt........... " Teriak Jingga Vampire lalu puluhan tembakan air berpetir kembali melesat dari atas permukaan lautan dan membuyarkan serangan-serangan milik Jendral Dracule dan yang lain nya.


"Jdus........... "


"Jdus........... "


"Jdus........... " Suara saat tembakan air berpetir membuyarkan serangan-serangan milik Jendral Dracule dan yang lain nya tersebut.


"Gawat........ "


"Level kekuatan Wanita ini jauh di atas kita.... " Gumam Perdana Menteri Max lalu mulai memasang perisai kultivasi elemen kegelapan murni di sekitar nya.


Serangan-serangan tembakan air berpetir lain nya itu pun berhasil mengenai serta menyetrum Jendral Dracule dan juga ke empat komandan lain nya.


"Akhhhh.......... "


"Akhhhh.......... "


"Akhhhh.......... "


"Akhhhh........... " Teriak Kesakitan Jendral Dracule dan juga yang lain nya saat tersetrum oleh listrik bertegangan tinggi tersebut.


Perisal Kultivasi Berelemen Kegelapan Murni pun dapat di tembus oleh tembakan air berpetir tersebut dan berhasil menyetrum Perdana Menteri Max.


"Drrrrtttttttttt.......... " Suara saat tubuh Perdana Menteri Max tersetrum oleh serangan air berpetir tersebut.


Mereka semua nya pun jatuh ke atas permukaan lautan tersebut, di saat yang sama Jendral Naga pun mulai membuka kedua kelopak mata nya.


"Blurpppp......... "


"Blurpppp.......... "


"Blurpppp......... " Suara saat tubuh Jendral Dracule dan yang lain nya jatuh ke atas permukaan lautan.


Ternyata itu hanya siasat nya Jendral Naga saja untuk berpura-pura pingsan dan terapung-apung di atas permukaan lautan dan menunggu momen Jingga Vampire lengah.

__ADS_1


Pada akhirnya saat yang di tunggu-tunggu oleh Jendral Naga pun tiba.


"Sekarang saat nya.... " Gumam Jendral Naga lalu mulai mengeluarkan Belati Naga Air Iblis milik nya kemudian mulai memasang kuda-kuda jurus teleportasi milik nya.


"Blitzzzz.............. " Suara jurus teleportasi tersebut.


Dalam sekejap mata dan tanpa di sadari oleh Jingga Vampire, Jendral Naga pun berhasil berteleport ke balik punggung Jingga.


"Kau lengah..... " Ucap Jendral Naga dengan tubuh penuh paku berkarat lalu mulai mengayunkan Belati Naga Air Iblis milik nya.


"Slashhhh......... " Suara saat sebilah Belati Berelemen Es berhasil mem*nggal leher Jingga.


Kepala dan tubuh wanita itu pun mulai terpisah, di saat yang bersamaan kesadaran Jendral Naga dan yang lain nya pun kembali ke Hutan di dalam Penjara Black Skulll.


"Brukkkkk......... "


"Brukkkkk......... "


"Brukkkkk......... " Suara tubuh-tubuh prajurit-prajurit yang jatuh ke atas tanah dan tewas (prajurit-prajurit yang tewas di dalam dunia ilusi santet tersebut pun tewas di dunia nyata).


Sementara itu Jendral Dracule dan yang lain nya pun kembali tersadar dan jatuh ke atas tanah dengan mengalami luka yang sama yang di dapat nya saat di dunia ilusi santet.


"Kita kembali..... "


"Apa yang sebenarnya terjadi..... " Ujar Jendral Dracule dengan tubuh penuh luka tersebut.


Arung pun kembali dengan tubuh penuh paku berkarat di dalam kereta kencana di sebelah Selir Fika dan juga Keisha.


"Kita Kembali??"


"Semoga Zephyr, baik-baik saja.... " Gumam Jendral Naga sambil melihat ke sekeliling nya.


Kelima selir yang berada di dalam kereta kencana pun mulai menangis haru saat elihat Jendral Naga masih hidup namun dalam keadaan penuh luka.


"Hiks......... "


"Hiks......... "


"Syukur lah kau masih hidup Suamiku, jika tidak aku pasti menjanda lagi.... " Ujar Selir Nora.


Selir Helena dan juga Selir Hana pun mulai keluar dari dalam kereta kencana tersebut.


"Fika, Nora, Keisha,.... "


"Kami akan melihat keadaan di luar dulu, kalian rawatlah Jendral Naga..... " Pesan Selir Hana lalu mulai keluar dari dalam Kereta Kencana tersebut bersama Selir Helena.


"Krakkkk.......... " Suara saat pintu kereta kencana tersebut terbuka.


Selir Fika pun berpindah tempat duduk ke sebelah Selir Nora, mereka pun mulai mencabuti paku-paku yang menusuk tubuh Jendral Naga tersebut.


"Aw..... " Teriak spontan Jendral Naga saat paku-paku di tubuhnya di cabuti oleh para Selir.


"Maaf Jendral... "


"Aku akan pelan-pelan mencabut nya.... " Ucap Selir Fika.


"Gak apa-apa Fik...... " Ucap Jendral Naga.


Beberapa saat kemudian Jendral Naga pun mulai kehilangan kesadaran nya dan mulai jatuh pingsan karena kelelahan di bahu Selir Keisha.


Kedua Selir lain nya tampak sedikit cemburu karena Jendral Naga pingsan di bahu milik Selir Keisha.


"Dia pingsan.... "


"Bagaimana ini, Nora.... " Tanya Selir Fika.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, Fika... "


"Dia pasti kelelahan, aku sudah memeriksa detak nadi nya.... "


"Dia baik-baik saja, racun paku berkarat ini pun di level ranah bumi tidak berbahaya bagi kita.... " Ujar Selir Nora.


"Benar, Fika..... "


"Tenang aja..... "


"Jendral Naga ini kuat.... " Sahut Selir Keisha.


"Kuat, karena saat ini dia tidur di bahumu.... " Gumam Selir Fika yang cemburuan buta.


Di luar tampak para prajurit mulai kebingungan dengan situasi yang terjadi saat itu, dengan tubuh penuh luka Jendral Dracule pun mulai kembali naik ke atas atap kereta kencana nya.


"Dup........... " Suara saat Jendral Vampire itu berdiri mendarat di atas kereta kencana dengan sebuah Sabit Bulan Hitam di tangan nya.


"SEMUANYA TENANG...... "


"HARI INI KITA BERISTIRAHAT DI SINI, KUBURKAN TEMAN-TEMAN KITA YANG TELAH GUGUR DI MEDAN PERANG,"


"DAN RAWAT TEMAN-TEMAN KITA YANG TERLUKA..... " Perintah Jendral Dracule dengan jurus Auman Petir nya.


Beberapa saat kemudian darah hitam kental pun mulai keluar dari dalam mulut Jendral Vampire tersebut.


"Uhuk......... "


"Uhuk......... "


"Uhuk......... " Suara batuk darah Jendral Dracule.


"Luka ku tampak nya parah juga, sebaik nya aku mulai bermeditasi..... " Gumam Jendral Dracule lalu mulai bermeditasi di atas atap kereta kencana nya tersebut.


Para prajurit-prajurit yang tersisa pun mulai menjalankan perintah sang Jendral, mereka pun mulai bersiap membuat kuburan massal di dekat hutan tersebut.


Di sisi hutan lain nya tempat di mana Jingga Vampir mengeluarkan Jurus Ilusi Santet nya, para prajurit-prajurit yang mengawal nya tampak terkejut.


Tiba-tiba saja kepala dan tubuh pimpinan nya terpisah dan jatuh ke atas tanah, segel bintang segi enam pun mulai buyar perlahan lalu menghilang.


"Brukkkkkk.......... " Suara saat tubuh dan kepala Jingga Vampir jatuh ke atas tanah.


"Komandan Jingga..... " Ucap Salah Satu Pengawal yang melihat peristiwa tersebut dengan panik.


"Bagai mana ini ???"


"Komandan Sudah Mati, apa yang harus kita lakukan.... " Tanya Prajurit lain nya.


Para prajurit pun saling menatap antara satu dengan yang lain nya, situasi saat itu sangat tegang.


"Kita harus segera melaporkan nya kepada Komandan lain nya di Menara Sanbon.... " Ucap Prajurit tersebut.


"Aku setuju...... " Sahut beberapa prajurit kompak.


Para pengawal-pengawal itu pun mulai mengangkut tubuh Komandan Jingga dan kepala nya lalu mulai beranjak pergi dari tempat tersebut dan berniat kembali ke Menara Sanbon.


"Dash........... "


"Dash............ "


"Dash........... " Suara saat tapak kaki para prajurit-prajurit tersebut melesat di antara pepohonan di dalam Hutan Black Skull bagian utara tersebut.


To be Continued.......


Mohon Like dan Vote nya

__ADS_1


__ADS_2