
Kekalahan Pendekar Setengah Naga itu di dalam pertarungan melawan Macan Kayu pun membuat jiwa Arung memasuki Dunia Jiwa Naga Petir.
"Gelegarrrrr........... " Suara sambaran Petir super dahsyat di dalam Dunia Jiwa yang gelap dan sangat dingin tersebut.
Tampak seekor Naga dengan tubuh yang terdiri dari Elemen Petir terkurung di dalam sebuah Kerangkeng Emas Raksasa, sementara itu tubuh Arung tampak melayang-layang di antara langit yang mendung.
Gambaran Dunia Jiwa tersebut adalah langit dengan banyak awan hitam dan sambaran-sambaran Petir di dalam nya, angin pun bertiup amat kencang di tempat tersebut.
"Dzzzitttt.......... "
"Dzzziiitt........... "
"Dzzittttt........... " Suara percikan Petir di sekitar tubuh Naga Petir.
Ada banyak sekali sambaran Petir di sekeliling nya namun Pendekar Setengah Naga itu tidak terbangun juga.
Suara desir angin pun cukup besar namun belum bisa membangunkan Jiwa Arung.
"Gelegarrrr........ " Suara sambaran Petir yang dahsyat.
Naga Petir pun mengarahkan pandangan nya ke arah Arung.
"JADI INI ADALAH PEMILIK DARI TUBUH INI..... "
"SEPERTINYA DIA BARU SAJA KALAH....... " Ucap Naga Petir sambil menganalisa kekuatan tempur yang dimiliki oleh Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Byurrrrr............. " Suara hujan yang mengguyur dengan deras nya.
Hujan pun mulai mengguyur di dalam dunia jiwa tersebut, namun tetap saja Arung belum bangun-bangun juga.
Kelihatan dengan jelas jika jubah dewa yang dikenakan Pendekar Don Juan sudah basah.
"DENGAN KEMAMPUAN SEGITU.... "
"TAPI DIA SUDAH MENJADI RAJA SAGE.... "
"MASA DEPAN NYA CUKUP CERAH SEBAGAI PENDEKAR.... "
"SUDAH SAAT NYA AKU MEMBANGUN KAN NYA.... " Gumam Naga Petir kemudian mulai berubah ke sosok Manusia Beast nya.
Sesosok pemuda dengan wajah yang sama persis dengan Arung pun muncul, Pemuda itu pun mulai menembakkan Petir dari jari telunjuk nya.
"Gelegarrrr........ " Suara sambaran Petir.
"Akhhhhhh........ " Teriak Arung lalu mulai terbangun.
Arung pun memalingkan wajah nya ke sebelah kanan dan sebelah kiri, ia pun mulai bangun.
"Kenapa aku melayang....??? "
"Naga Petir....??? " Ucap Arung saat melihat Naga berwarna biru Petir yang sedang meliuk-liuk di dalam kerangkeng emas.
"KAU SUDAH BANGUN..... "
"SEPERTINYA MUSUH DI LUAR SANA SANGAT KUAT.... "
"APAKAH KAU MAU KU BANTU.....??? " Tanya Naga Petir dengan sopan.
Arung tidak lantas menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Naga Petir tersebut, Pendekar Don Juan itupun berfikir dan menganalisa sejenak.
Karena bagi nya tidak akan semudah itu bisa mendapatkan bantuan cuma-cuma dari seekor Naga.
__ADS_1
"Para Naga ini tidak dapat diprediksi, biasanya aku harus menundukkan makhluk ini dengan bertarung dan mengalahkan nya... "
"Jika aku yang kalah, Jiwa itu pasti akan menguasai ku... "
"Apa ada udang di balik batu....??? " Gumam Arung.
"SEPERTINYA KAU SUDAH KERAP KALI DI KERJAI OLEH NAGA LAIN NYA, SEHINGGA KAU TIDAK SEMUDAH ITU PERCAYA PADA KU??? " Tanya Naga Petir.
"Beri aku satu alasan, agar aku bisa memegang kata-kata mu itu.... " Seru Arung.
"BAIK LAH,"
"NAMA KU ADALAH THUNDER DRAGON.... " Ucap Thunder lalu mulai membungkuk kan tubuh nya.
"Kenapa dia membungkuk....???" Gumam Arung yang bingung dengan sikap Thunder.
"DENGAN INI AKU MENYATAKAN KALAH DAN AKAN TUNDUK PADA MU, TUAN..... " Ujar Thunder.
"Mengaku Kalah...??? "
"Whatsss...... " Gumam Arung.
Tak lama berselang kerangkeng emas pun mulai perlahan-lahan menghilang.
"Lho....... "
"Kemana kerangkeng nya, kenapa tiba-tiba kerangkeng nya menghilang.... " Ujar Arung kebingungan.
"Sepertinya Naga-Naga lain nya tidak ada yang memberitahukan mu... " Ucap Naga Petir.
"Apa maksud mu, memberitahu apa...??? " Tanya Arung.
"Tiap Naga yang mengikrarkan tunduk pada pemilik tubuh, maka kerangkeng emas ini pun akan menghilang... " Ujar Thunder sang Naga Petir.
Naga Petir pun mulai memasang segel dengan kedua belah tangan nya lalu mulai menembakkan seberkas sinar kebiruan ke dahi Arung.
Sinar kebiruan itu pun merupakan transfer kekuatan dan kultivasi milik Naga Petir kepada Tuan nya.
Tampak sinar kebiruan itu perlahan di sedot masuk ke dalam dahi Pendekar Don Juan tersebut.
"Nah, sudah selesai.... "
"Sekarang aku akan pergi bersilaturahmi dengan Naga lain nya...... " Ujar Naga Petir kemudian mulai terbang meninggalkan Arung.
"Whussss............. " Suara hembusan angin saat Naga Petir terbang ke langit.
Siluet-siluet bayangan ilmu bela diri Naga Petir pun mulai terngiang-ngiang di dalam Kepala Arung.
Teknik-teknik itu pun mulai meresap dan ikut menjadi kultivasi milik Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Wah........... "
"Dengan teknik Naga Petir ini aku rasa, aku dapat melawan Macan Raksasa itu, tapi Naga Petir itu seperti angin saja.... "
"Dia malah menghilang begitu saja..... " Ucap Arung sambil melihat kepergian Naga Petir.
Arung padahal masih ingin berbincang-bincang dengan Naga Petir, namun sang Naga malah memilih pergi meninggalkan nya.
Thunder pun kembali ke wujud Beast nya lalu mulai terbang makin tinggi dan semakin tinggi ke langit hingga tak terlihat lagi.
"Jderrrr........... "
__ADS_1
"Jderrrr........... "
"Jderrrr........... " Suara sambaran Petir di sekeliling Arung.
Sementara itu di dalam Dunia Jiwa Black Hole Dragon, tampak Jabberwook mengetahui peristiwa tunduk nya Naga Petir terhadap Arung.
Tampak makhluk itu sangat kesal, raut wajah nya pun tampak begitu muram.
"DASAR NAGA BODOH, SIFAT KEBIJAKSANAAN...... " Ucap Black Hole Dragon lalu mulai meraung dengan keras dari balik kerangkeng emas tersebut.
"Aurghhhhhhh............ "
"Aurghhhhhhh............ "
"Aurghhhhhhh............. " Suara raungan Black Hole Dragon.
Suara raungan itu pun terdengar hingga keseluruh Dunia Jiwa yang ada di dalam Dantian Arung.
Tampak di dalam Dunia Jiwa Naga Emas, di dalam paviliun tampak dua orang sedang bermain catur.
Kedua senjata suci milik mereka pun di sandarkan di dekat dinding paviliun tersebut, kedua orang itu adalah Naga Emas dan Ular Emas.
"Aurghhhhhhh........... "
"Aurghhhhhhh............ "
"Aurghhhhhhh............. " Suara raungan milik Black Hole Dragon yang terdengar di Dunia Jiwa milik Naga Emas.
"Hufttttt........... " Suara helaan nafas panjang Naga Emas.
"Kenapa lagi dia meraung...... "
"Dia mungkin sudah suntuk kali di dalam sana dan ingin mengamuk.... "
"Dasar sifat perang...... " Ucap Naga Emas.
"Sudah, Naga Emas...... "
"Nama nya juga Naga yang lebih mencintai perang ketimbang istri,.... "
"Kita lanjut main catur aja..... " Ucap Ular Emas.
"Skakkk...... " Ucap Naga Emas yang menyekak raja milik Ular Emas.
"Waduh....... "
"Ini gara-gara raungan Naga Black itu, aku sampai salah langkah..... " Ujar Ular Emas sambil menggaruk-garuk kepala nya.
"Ha...... "
"Ha...... "
"Ha...... "
"Kita seri.... "
"Aku kalah 300 kali dan menang 300 kali.... " Ujar Naga Emas.
Tak lama kemudian dari arah langit tampak seekor Naga berelemen petir terbang ke arah paviliun tersebut, cuaca pun mulai berubah di tempat tersebut.
Cuaca yang tadinya cerah sekarang berubah menjadi mendung, Naga Emas dan juga Ular Emas pun bangun lalu berjalan ke arah pinggir paviliun.
__ADS_1
"Naga Petir........... " Ucap Naga dan Ular Emas beriringan.