
Akibat sambaran petir tersebut Arung pun terbangun dari tidur panjang nya.
"Hahhhhhhh........... " Suara nya saat menarik nafas panjang.
Mongkikay pun merasakan keberadaan Naga lain nya, ia pun terbang bersama Putri Akasia ke arah tersebut.
"Whusssss........" Suara hempasan angin saat Mongkikay terbang.
"Ada Naga lain nya...."
"Bagus sekali jika dia juga Betina...." Gumam Mongkikay sambil terbang.
"Mau kemana Monyet bodoh ini...???" Gumam Putri Akasia yang ikut terbang di sebelah nya.
Arung pun mulai bangkit dari tidur nya tampak energi petir murni meluap-luap keluar dari tubuh nya.
"Di mana ini...???" Gumam Arung kebingungan.
Sosok Kera Api dan Putri Akasia Naga pun mendarat di hadapan nya.
"Siapa monyet itu....."
"Lho......."
"Bukan kah itu Gadis Naga yang menci*m ku di Benua Naga tempo lalu, kenapa dia bisa ada di sini???" Gumam Arung.
"Seekor Naga Jantan...."
"Guru pasti tidak akan menyukai nya, sebaik nya aku kembali segera...." Ucap Mongkikay.
"Tuan Pendekar, kumohon tolonglah aku...."
"Aku akan memberikan imbalan sebagai gantu nya nanti.." Ucap Putri Akasia Naga.
"Bagaimanapun dia adalah kerabat nya Laura, aku sebaik nya membantu nya...." Gumam Arung.
"Sebaik nya kau tidak ikut campur urusan ku khisanat....." Ujar Mongkikay.
"Lepaskan dia, akan ku anggap masalah ini selesai...." Ujar Arung sambil mengeluarkan Palu Emas Hitam Surgawi milik nya.
Saat Palu Emas itu di keluarkan sang Naga Tua yang berada di belahan pulau lain nya pun sadar dengan senjata suci milik Leluluhur Naga Khayangan tersebut.
"Bukan kah ini bau Leluhur Naga Khayangan, kenapa dia bisa ada di sini???" Ucap Kakek Naga.
Naga Tua tidak tahu jika bau itu bukan berasal dari Leluhur Naga melain kan berasal dari senjata suci milik nya.
Mongkikay pun menembakkan sinar laser dari kedua mata nya, Arung pun menghindari nya dengan Jurus teleportasi.
"Blitzzzz............." Suara Jurus teleportasi Arung.
Pendekar Setengah Naga pun berteleportasi ke salah satu dahan pohon di dekat nya.
"Dia cepat......" Ucap Putri Akasia Naga.
"Monyet, sebaik nya lepaskan dia..." Ucap Arung.
"Cepat juga, kau...." Ucap Monyet kemudian mulai memanjangkan lengan nya.
Lengan Mongkikay pun memanjang dengan telapak tangan dipenuhi oleh elemen api.
Arung pun memukul lengan tersebut hingga menurunkan satu ranah kultivasi milik Mongkikay.
"Wow......"
"Senjata yang berbahaya, makanya kau begitu sombong...." Ujar Monyet Api.
Arung pun menerjang ke arah Mongkikay sambil berusaha memartil nya dengan Palu.
__ADS_1
"Dap......."
"Duppp....."
"Dap......."
"Duppp......" Suara saat Mongkikay menahan serangan Arung dengan tangan kosong.
"Ranah nya sudah turun setingkat, tapi kenapa dia masih begitu kuat....." Gumam Arung kemudian mulai menembakkan elemen api hitam dari dalam mulut nya.
Api hitam pun menyembur ke arah Mongkikay, si Kera Api pun membalas menyemburkan api merah.
Api merah milik Mongkikay pun melahap api milik Arung.
"Kenapa api ku kalah...." Gumam Arung kemudian mulai menghindari serangan tersebut.
Pendekar Setengah Naga itu pun menyimpan kembali Palu milik nya, ia berniat hendak mengadu kekuatan dengan Monyet tersebut.
"Elemen maks setengah langkah, hancur sudah..."
"Dia pasti kalah...." Gumam Putri Akasia Naga.
Arung pun terbang ke atas langit, kali ini elemen Black hole pun mulai memenuhi tubuh nya.
"Jurus Tapak Black Hole......" Teriak Arung seraya menembakkan seberkas sinar hitam berelemen Black hole.
Elemen Black hole yang begitu dahsyat pun melesat ke arah Mongkikay.
"Tenaga dalam yang menakjubkan...."
"Tapi itu hanya elemen maks setengah langkah..." Ujar Mongkikay.
Mongkikay pun menembakkan api dari telapak tangan nya, api itu pun berubah wujud menjadi Naga Api.
Naga api milik Mongkikay pun berhasil melahap sinar Black hole itu kemudian berhasil menjatuhkan Arung.
"Apa.....???" Ucap Arung yang terkejut melihat peristiwa itu.
Tubuh Arung yang terluka pun jatuh ke dalam hutan.
"Kesempatan, aku belum pernah sekalipun mencicipi daging Naga...." Ujar Mongkikay lalu terbang ke arah jatuh nya Arung.
"Whusssss........" Suara hempasan angin ketika mongkikay melesat terbang.
Setelah Mongkikay pergi sesosok manusia ayam pun keluar dari balik hutan makhluk itu adalah Udin si Ayam Cemani yang sudah berubah ke mode Manusia ayam.
"Bos Put...."
"Kita harus segera pergi dari sini...." Ucap Udin.
"Udin, tapi kita harus menyelamatkan pemuda itu ..." Ucap Putri Akasia.
"Putri masuklah kedalam bola ini terlebih dahulu, biar aku yang akan menyelamatkan nya...." Ujar Udin.
Putri Akasia pun menyebutkan pasword untuk masuk ke dalam bola ruang tersebut.
Gadis itu pun terhisap masuk kedalam bola ruang tersebut.
Dengan Jurus langkah petir Ayam cemani pun melesat ke arah jatuh nya Arung.
"Dash........"
"Dash........"
"Dash........." Suara lesatan tapak kaki Ayam Cemani.
Ayam Cemani pun tiba lebih dulu di tempat jatuh nya Arung dan segera menggotong tubuh Arung yang terluka kemudian melarikan diri dari tempat tersebut.
__ADS_1
"Aku harus segera pergi......" Gumam Ayam Cemani.
"Dash......."
"Dash......."
"Dash........" Suara lesatan saat Ayam Cemani melarikan diri dari tempat tersebut.
Beberapa menit kemudian Monyet Api pun tiba di tempat tersebut.
"Mana Naga itu....???"
"Aku yakin, naga itu jatuh di sini...." Ucap Monyet Api.
Mongkikay pun mulai mencari nya untuk beberapa saat namun tidak juga menemukan nya.
"Pasti ada makhluk lain yang sudah mencuri nya..."
"Sebaik nya aku segera kembali....." Ucap Mongkikay lalu terbang kembali.
Sementara itu Ayam Cemani pun melesat dengan sekuat tenaga nya.
Ia pun berhenti lalu mulai menggali tanah dan meletakkan bola ruang di dalam nya.
Setelah itu ia mengubur kembali bola ruang tersebut lalu mengucapkan pasword untuk memasuki benda pusaka tersebut.
"Akasia......" Ucap nya lalu mereka berdua pun terhisap masuk kedalam nya.
Sementara itu Mongkikay semakin kebingungan, setelah ia kembali ia mendapati jika Naga Betina nya juga telah hilang.
"Mana....."
"Mana Naga Betina itu???" Ucap Mongkikay.
Setelah mencari untuk beberapa waktu Mongkikay pun akhirnya menyerah dan duduk di atas sebongkah batu.
"Hufttt......"
"Dia pasti tidak jauh dari sini, aku sebaik nya mencari nya....." Ucap Mongkikay.
Kembali ke Alam Mimpi Shilla Tiger, saat ini karena hasrat mereka berdua tidak tercapai kedua Gadis Cantik itu pun sedang melakukan latihan tanding.
"Dap........."
"Dupppp........."
"Dap........."
"Dupppp........." Suara saat kedua tangan mereka saling beradu.
"Panas......"
"Kenapa kau ngilang begitu aja...."
"Dasar kentang........" Teriak Gisel sambil terus berlatih tanding dengan Shilla.
"Hufttt......"
"Dasar......."
"Memang tanggung kali...." Gumam Shilla yang wajah nya memerah.
Efek dari memakan obat kuat tersebut tampak wajah kedua Gadis Cantik itu memerah.
Mereka pun terus bertanding untuk menetralisir efek dari obat kuat tersebut.
"Dappp......."
__ADS_1
"Dupppp....."
"Dappp......" Suara saat tangan dan kaki Shilla dan Gisel saling beradu.