Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Dewi Seribu Kayu Part Ketiga


__ADS_3

Darah hitam yang kental pun cukup banyak keluar dari dalam mulut Dewi Seribu Kayu tersebut, sementara itu Cleopatra pun mulai terbang turun ke arah Golok Pembunuh Iblis dengan tenang nya.


"Dup............." Suara saat tapak kaki Cleopatra mendarat di atas pasir.


Gadis Psikopat dengan luka di sekujur tubuh nya itu pun mulai mencabut Golok Besar yang tertancap di atas permukaan pasir tersebut dan mengamati nya dengan sekilas.


"Golok yang bagus, sayang nya golok ini akan mencabut nyawa mu, wakil inspektur...." Ucap Cleopatra sambil berjalan ke arah Dewi Seribu Kayu dengan menenteng Golok Besar tersebut.


"Tap.........."


"Tap........."


"Tap........." Suara tapak kaki Cleopatra.


Golok Pembunuh Iblis pun kemudian mulai di sarangkan ke leher Dewi Seribu Kayu tersebut.


Niat membunuh yang begitu besar pun terpancar dari tubuh Gadis Psikopat yang Cantik tersebut.


"Dasar Iblis, kau pasti memakai cara curang untuk mengalahkan ku...." Ucap Dewi Seribu Kayu lalu mulai terbatuk lagi dan mulai memuntahkan darah hitam.


"Ha........."


"Ha........."


"Ha........" Tawa Cleopatra dengan lepas.


"Karena kau akan mati, aku akan memberitahu mu sesuatu...." Ucap Cleopatra yang membuat Dewi Seribu Kayu penasaran.


Sementara itu di kejauhan Arung mulai sedikit galau dengan keadaan pada saat ini, ia sedang mengalami dilema.


"Aku gak tega melihat seorang gadis cantik yang akan di penggal kepala nya, tapi aku gak mengenal nya sama sekali????"


"Apa aku harus membantunya atau kabur dari sini Yach????" Gumam Arung yang masih galau di antara dua pilihan.


Dewi Seribu Kayu pun menatap tajam ke arah Cleopatra, saat ini hampir seluruh tenaga dalam nya sudah menghilang.


Gadis Cantik Berambut putih itu saat ini sedang terkena racun dan kehilangan seluruh tenaga dalamnya, Dewi Seribu Kayu pun sudah pasrah dengan keadaan nya pada saat ini.


"Kau tahu Dewi Seribu Kayu, seluruh pasir di gurun ini sudah aku bubuhi racun..."


"Racun nya akan aktif saat hujan mulai mengguyur...."


"Racun ini akan menghilangkan tenaga dalam para dewa secara permanen dan membuat nya terkena racun...."


"Racun Pasir Dewa ini gak berpengaruh pada kaum iblis, Dewi...." Ujar Cleopatra kemudian kembali tertawa.


"Ha..........."


"Ha.........."

__ADS_1


"Ha.........." Suara tawa Cleopatra.


"Dasar Iblis......"


"Kau benar-benar curang...." Ujar Dewi Seribu Kayu kemudian kembali terbatuk.


"Uhuk.........."


"Uhuk.........."


"Uhuk.........." Suara batuk Dewi Seribu Kayu lalu kembali mengeluarkan darah hitam yang kental.


"Pantas saja ada banyak sekali mayat di gurun pasir ini saat aku menelusuri nya???"


"Dasar Bangs*t...." Gumam Dewi Seribu Kayu saat menyadari dirinya di racuni oleh Cleopatra.


"Saat nya untuk mati, Dewi...." Ujar Cleopatra lalu mulai mengayunkan Golok Pembunuh Iblis nya.


Arung pun mulai melesat ke arah Dewi Seribu Kayu dengan jurus langkah petir sempurna milik nya, tak lama berselang Arung pun muncul di dekat Dewi Seribu Kayu dan berhasil menepis Golok Pembunuh Iblis tersebut dengan Pedang Naga Khayangan nya.


"Tringgggg........" Suara saat kedua senjata suci itu saling beradu.


Dewi Seribu Kayu dan juga Cleopatra pun terkejut dengan kehadiran Pendekar Setengah Naga yang tiba-tiba muncul tersebut.


"Naga tampan, berani sekali kau ikut campur...." Ujar Cleopatra dengan sedikit kesal.


Tampak tangan Arung bergetar saat sesudah beradu pedang dengan Cleopatra, walaupun dalam keadaan terluka perbedaan kekuatan di antara mereka berdua begitu jauh.


"Walaupun dia terluka, dengan ranah ku yang seperti ini,"


"Aku masih bukanlah lawan nya...." Gumam Arung kemudian mulai memegang pundak Dewi Seribu Kayu dan berniat untuk kabur dari tempat tersebut.


"Mau apa dia memegang pundak ku????" Gumam Dewi Seribu Kayu.


Arung pun segera melesatkan jurus dewa bumi, mereka berdua pun mulai masuk ke dalam bumi setelah nya.


"Kemana mereka....?????" Ucap Cleopatra sambil melihat ke sekeliling nya.


"Byurrrrrrr..........." Suara hujan deras yang mengguyur tempat tersebut.


Beberapa petir pun mulai menyambar di dekat reruntuhan Piramida tersebut.


"Dia pasti akan menghubungi kepolisian pusat, aku sebaiknya segera kabur dari sini..." Gumam Cleopatra lalu mulai melesat meninggalkan tempat tersebut.


"Dash.........."


"Dash.........."


"Dash.........." Suara tapak kaki Cleopatra saat melesat meninggalkan tempat tersebut.

__ADS_1


-[Di Bawah Pasir, Sebuah Goa Berukuran 5 x 5 x 5 meter]-


Sesampainya di dalam goa di bawah Gurun Pasir, Dewi Seribu Kayu pun menatap tajam ke arah Arung dengan tatapan penasaran.


"Siapa kau????"


"Uhuk......."


"Uhuk......."


"Uhuk......" Suara batuk Dewi Seribu Kayu lalu jatuh pingsan ke pangkuan Arung.


Arung pun menyambut tubuh Dewi Seribu Kayu yang pingsan dengan dada nya tersebut.


"Yaelah,...."


"Dia pingsan..." Gumam Arung.


Arung pun mulai membaringkan tubuh Dewi Seribu Kayu yang tidak sadarkan diri tersebut di atas lantai goa, ia pun mulai mengeluarkan sebuah ranjang empuk dari dalam cincin ruang milik nya.


"Dia pasti kelelahan dan juga terluka parah, sebaik nya aku biarkan dia beristirahat dulu...." Gumam Arung kemudian mulai mengangkat tubuh sang Dewi kemudian mulai meletakkan nya di atas ranjang tersebut.


Wajah Dewi Seribu Kayu begitu ayu dan wangi tubuh nya juga begitu harum, sang Don Juan pun mulai terkesima melihat wajah sang Dewi yang sedang tidak sadarkan diri tersebut.


"Deg........"


"Deg........"


"Deg........" Suara degupan jantung sang Don Juan.


"Erghhhhh.........." Erangan kesakitan sang Dewi Seribu Kayu dari atas ranjang.


Pipi Arung pun mulai memerah saat melihat kejadian tersebut, wajah sang Dewi begitu cantik dan mempesona diri nya.


"Sebaik nya aku bermeditasi saja, sekalian aku berpikir cara kembali ke hutan bambu itu," Gumam Arung kemudian mulai duduk di lantai di dekat ranjang tempat Dewi Seribu Kayu berbaring pada saat ini.


Arung mulai memejamkan kedua belah mata nya, aura tenaga dalam berelemen es pun mulai menyelimuti tubuh nya.


Detik demi detik pun berlalu, tidak terasa tiga jam pun telah berlalu, kelihatan jelas di wajah Arung pada saat ini perasaan nya sedang gundah gulana.


"Sudah beberapa jam aku bermeditasi di sini, tapi kenapa aku selalu terbayang wajah Wanita Misterius itu????"


"Ugh........"


"Aku harus gimana nich????" Gumam Don Juan tersebut sambil sesekali membuka mata nya dan melirik ke arah Dewi Seribu Kayu.


Sementara itu di luar gurun pasir masih di landa hujan deras, sesekali petir pun menyambar.


"Byurrrrrrr............." Suara hujan deras.

__ADS_1


Suhu udara yang tadi nya sangat panas di gurun pasir tersebut menurun drastis saat hujan mulai mengguyur tempat tersebut.


Tampak mayat-mayat para anggota kepolisian yang di komandoi oleh Dewi Seribu Kayu berserakan di atas pasir dengan mulut terbuka dan pupil mata nya memutih.


__ADS_2