
Beberapa saat kemudian Anggota-anggota Pengawalan Delayla pun tiba di lokasi pertarungan tersebut dan sempat menyaksikan Arung dan juga Ketua nya yang terkena sambaran petir hitam yang begitu dahsyat tersebut.
"Jder........ "
"Jder....... "
"Jder........ " Suara sambaran petir-petir hitam di berbagai penjuru.
"Ketuaaa......... " Teriak kompak mereka bersepuluh saat menyaksikan Ketua nya dan Suaminya tersambar Petir Hitam tersebut.
"Kalian melawan dengan begitu gigih, aku akan memberikan kalian berdua kematian yang tidak sakit." Ucap Assasin tersebut kemudian mulai mengayunkan Pedang Assasin nya beberapa kali ke arah jatuh nya Arung dan juga Delayla Jangbaek.
Sepuluh buah bilah pedang berelemen petir hitam pun mulai melesat ke arah Arung dan juga Delayla Jangbaek.
"Whussss........... " Suara hempasan angin saat serangan-serangan tersebut melesat.
"Gawat, Kakak dan Suaminya bisa mati jika terkena serangan sedahsyat itu." Ucap Delphi Chen.
Mereka pun mulai melesat ke hadapan Arung dan juga Delayla Jangbaek lalu mulai menyatukan kekuatan nya dan mulai menciptakan sebuah perisai kultivasi bersama untuk menahan serangan dahsyat dari Assasin tersebut.
"Duarghhh....... "
"Duarghhh....... "
"Duarghhh....... " Suara ledakan saat Pedang-Pedang Petir Hitam tersebut menghantam perisai kultivasi secara beruntun.
Tampak dari mulut mereka ber sepuluh mengeluarkan cairan darah hitam yang kental karena menahan serangan yang seharus nya tidak mereka tahan tersebut.
"Bertahan lah teman-teman..... " Teriak Delphi Chen sambil memegang dada nya.
"Oh..... "
"Oh...... "
"Semut-semut mulai berdatangan, dari mana orang-orang tak tau diri ini muncul,"
"Aku sengaja tidak ingin membuat keributan di dalam Kota, kalian malah mencari kematian kalian sendiri di sini." Gumam Penjahat Bertopeng tersebut lalu kembali meledakkan tenaga dalam nya sekali lagi.
"HYATTTT.......... " Teriak nya.
Puluhan Petir Hitam pun kembali melesat ke segala arah, tampak perisai kultivasi bersama tersebut mulai menghilang.
"Gawat..... " Ucap Delphi Chen saat melihat salah satu sambaran tersebut sedang mengarah kepadanya.
Sambaran-sambaran petir hitam tersebut pun berhasil mengenai mereka dalam waktu yang hampir bersamaan tersebut.
"Akhhhh........ "
"Akhhhh......... "
"Akhhhh.......... " Jerit kesakitan Delphi Chen dan yang lain nya tersebut saat Petir Hitam menyambar nya.
Akibat serangan tersebut tujuh Anggota Pengawalan Delayla tersebut pun tewas di tempat, sementara itu Arung dan Delayla Jangbaek masih tidak sadarkan diri sampai saat ini.
"Baik lah seperti nya aku sudah terlalu berlebihan di sini, aku sebaiknya kembali dan menyerahkan Nona Cantik ini kepada Guild,"
"Lalu mengambil imbalan ku." Gumam Penjahat Bertopeng tersebut lalu berbalik dan berniat melanjutkan perjalanan nya.
"HYATTTT........... " Teriak Arung dari tempat terjatuh nya sambil melesat terbang ke arah Assasin tersebut.
"Whussss............ " Suara hempasan angin saat Arung melesat terbang dengan niat membunuh yang begitu besar.
"Bocah keras kepala... " Gumam nya lalu kembali berbalik.
"Tring.......... "
"Tring.......... "
__ADS_1
"Tring..........." Suara saat Golok Kematian dan Pedang Assasin tersebut kembali saling beradu.
Beberapa menit kemudian Delayla Jangbaek pun tersadar lalu mulai bangkit dan menoleh ke sekitar nya.
"Tidaakkkkkkkkk........... " Teriak nya saat mengetahui beberapa Anggota nya telah tewas dengan luka bakar di sekujur tubuh nya tersebut.
"Bagus, dia sudah sadar.... " Gumam Arung sambil terus menekan Assasin tersebut dengan Golok Kematian nya.
"Tring......... "
"Tring........ "
"Tring......... " Suara saat Golok Kematian menekan Pedang Assasin tersebut.
Aura berwarna-warni pun mulai terlihat di kejauhan, tak lama berselang seekor Naga Magnet Kuno pun muncul dan mulai mengaum dengan sedih dan begitu keras nya.
"Aurrggghhhhhh................ " Suara raungan nya yang membuat Beast-Beast Burung di sekitar nya tersebut pun mulai berhamburan meninggalkan tempat tersebut.
"Kwak....... "
"Kwak....... "
"Kwak...... " Suara-suara Beast-Beast Gagak yang berterbangan tersebut.
"Tring........ "
"Tring........ "
"Tring........." Suara saat Golok Kematian saling beradu dengan Pedang Assasin tersebut.
"Naga Magnet Kuno, aku sungguh beruntung,"
"Ternyata dia adalah seekor Manusia Beast, wajar saja jika perangai nya begitu sombong seperti itu." Ucap Assasin tersebut lalu berhasil melesatkan telapak tangan nya ke dada Arung sehingga membuat Pendekar Setengah Naga tersebut terluka dengan sangat parah.
"Duakkkk............. " Suara saat telapak tangan berelemen petir hitam tersebut berhasil mengenai dada Arung dengan telak.
Assasin tersebut pun mulai mengayunkan lengan nya, beberapa menit kemudian Bola hitam yang mengurung Putri Raja Aliansi Pedagang pun terbang menjauhi medan pertempuran tersebut.
"Kita akan bersenang-senang berdua Naga... " Teriak Assasin tersebut kemudian mulai melesat ke arah Naga Magnet Kuno tersebut.
"Whussss........ " Suara hempasan angin saat Pria Bertopeng itu melesat terbang ke arah Naga Magnet Kuno tersebut.
"Aurrggghhhhhh........ " Raungan kesedihan Naga Magnet Kuno tersebut kemudian mulai melesatkan tembakkan Bola-Bola Magnet nya ke arah Assasin yang sedang terbang melesat tersebut.
"Bagus mengamuk lah... " Teriak nya lalu mulai membelah Bola-Bola Magnet tersebut.
"Duarghhh.......... "
"Duarghhh.......... "
"Duarghhh.......... " Suara ledakan saat bagian Bola-Bola Magnet yang terbelah tersebut menghantam sekitar nya.
Naga Magnet pun mulai berusaha menerkam dan menyerang Assasin tersebut dengan mulut atau pun ekor nya, dengan lihai Penjahat Bertopeng tersebut menghindari nya.
"Aurghhhh............. " Ruangan nya kembali dengan begitu keras nya dan sangat menyedihkan tersebut.
-[Kembali Ke Sonia yang masih berada di Ibu Kota]-
"Duarghhh....... "
"Duarghhh....... "
"Duarghhh....... " Suara ledakan terdengar di kejauhan.
Tampak Pendekar-Pendekar yang sedang berjalan di sekitar tempat tersebut pun berhenti setelah mendengar kan suara ledakan tersebut.
Beberapa saat kemudian,
__ADS_1
"Hah...... "
"Palingan itu suara Beast yang saling bertarung di Hutan Jangbaek." Ucap Salah Satu Pendekar yang berada di dekat Sonia saat ini.
"Benar, Beast-Beast itu selalu saja berkelahi kenapa makhluk-makhluk tersebut tidak pernah bisa akur?" Ucap Pendekar lain nya.
"Itu pasti Arung... " Ucap Sonia lalu mulai melesat menuju sumber suara tersebut.
Tampak aktifitas pun kembali berjalan seperti biasanya di Ibu Kota Kerajaan tersebut, para Pendekar-Pendekar yang berada di Kota tersebut tidak menggubris penyebab terjadinya suara ledakan-ledakan tersebut.
"Dash....... "
"Dash....... "
"Dash....... " Suara saat Sonia melesat di tengah keramaian menuju ke Hutan Jangbaek.
-[Kembali Ke Pertarungan]-
Tampak sang Putri Raja Aliansi Dagang telah sadar dan mulai membuka mata nya, ia pun bangun dan berusaha keluar dari dalam Bola energi tersebut.
"Di mana aku?"
"Tolong.......... "
"Tolong........... "
"Tolong............. " Teriak Putri Raja Aliansi Dagang tersebut dari dalam bola tersebut.
Sang Putri hanya bisa menonton dan berharap seseorang bisa melepaskan nya.
Assasin tersebut pun mulai menebaskan Pedang Assasin nya, kembali puluhan Pedang-Pedang Berelemen Petir Hitam Raksasa melesat ke arah Naga Magnet Kuno tersebut.
"Whussss........... " Suara hempasan angin saat Pedang-Pedang berelemen Petir Hitam tersebut melesat.
"Duarghhh............ "
"Duarghhh............. "
"Duarghhh.............." Suara saat Pedang-Pedang tersebut berhasil menghantam perisai kultivasi elemen magnet milik Naga Magnet Kuno tersebut.
Beberapa saat sebelum terkena serangan tersebut Delayla Jangbaek pun memasang perisai kultivasi di sekitar nya.
"Aurghhhhhh........ " Suara raungan Naga Magnet Kuno tersebut lalu mulai menyemprotkan asap hitam berelemen magnet ke sekitar nya.
Akibat asap hitam tersebut Gaya Gravitasi di tempat tersebut pun mulai meningkat sebanyak 10 kali lipat nya.
"Oh...... "
"Tubuh ku sedikit agak berat, tapi ini belum ada apa-apa nya." Gumam Assasin tersebut kemudian mulai kembali melesat terbang ke arah Naga Magnet Kuno tersebut dengan beringas nya.
"Slasshhhh.............. "
"Slasshhhh.............. "
"Slasshhhh.............. " Suara saat Pedang Assasin menebas tubuh Naga Magnet Kuno tersebut berkali-kali di iringi oleh Jurus Langkah Petir milik nya tersebut.
"Kau ingin berdansa, aku sudah memberikan dansa terbaik ku Nona Naga." Gumam Pria Jahat Bertopeng tersebut sambil menebas tubuh Naga Magnet Kuno tersebut.
"Aurghhhhhh............. " Suara Raungan Kesakitan Naga Magnet Kuno tersebut lalu mulai jatuh dan tidak sadarkan diri ke Hutan Jangbaek tersebut.
"Duakkk........... " Suara Saat Tubuh Raksasa tersebut jatuh menghantam pepohonan di bawah nya.
_________________________
To be Continued..............,
Bro di Vote, Like, and Comment ya untuk support nya, Terima Kasih... TTD NOVELIS JALANAN 2021.
__ADS_1