Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Terdampar Ke Masa Lalu Bagian Ke Empat.


__ADS_3

-[Lapangan Tempat Pelatihan Murid-Murid Keluarga Tiger]-


Tampak para murid-murid saat ini sedang berlatih dengan serius di halaman tersebut, pelatihan ini langsung di komandoi oleh Tetua Ayana, Tetua Lindsay, dan juga Tetua Kikan.


"Latihan hari ini adalah latihan pernafasan sambil mengumpulkan tenaga dalam di dalam dantian kalian masing-masing,"


"Kalian paham." Teriak Tetua Ayana.


"Paham Guru... " Sahut kompak murid-murid tersebut.


Beberapa saat kemudian Tetua Dara pun tiba ke tempat latihan tersebut dan mulai memanggil ketiga Tetua lain nya. Mereka berempat pun mulai berdiskusi sambil membentuk sebuah lingkaran di hadapan para murid-murid tersebut.


"Ayana, Lindsay, Kikan, ada berita baru,"


"Saat ini ada seorang Pendekar yang sangat tampan sedang beristirahat di Mansion Tamu di pinggiran Hutan Kematian,"


"Sepertinya dia seorang Kultivator Artis, dia begitu macho.... " Ucap Tetua Dara dengan berapi-api.


"Benarkah Dara, aku sudah lama tidak terlibat percintaan dengan laki-laki,"


"Tipe Pria Idaman ku adalah seorang Pendekar Macho seperti itu." Ucap Ayana.


"Kalau begitu tunggu apa lagi, ayok kita samperin aja Pendekar Macho itu." Ucap Tetua Lindsay lalu mulai beranjak pergi menuju Mansion Tamu tersebut dengan tergesa-gesa.


"Mereka main pergi aja, sebaik nya aku mengintruksikan para murid-murid untuk terus berlatih dan menyudahi nya ketika sore hari tiba." Gumam Tetua Kikan.


Selagi ketiga Tetua tersebut beranjak pergi menuju Mansion Tamu, Tetua Kikan berniat memberi kan istruksi Pelatihan Seni Bela Diri terlebih dahulu kepada Para Murid-murid barulah ia ikut menyusul ke tiga Tetua lain nya.


"Dengarkan baik-baik, kalian teruskan latihan pernafasan ini sampai dengan sore hari,"


"Kami para Tetua harus pergi dulu sebentar karena harus menghadiri rapat di aula tamu, kalian bisa menyudahi latihan ini saat sore hari menjelang,"


"Kalian mengerti..... " Teriak Tetua Kikan.


"Mengerti Guru.... " Sahut kompak murid-murid tersebut.


"Bagus, ini saat nya aku melihat Pendekar Macho itu, mana tau dia jatuh cinta kepada ku,"


"Jadi akhirnya aku bisa juga mengakhiri masa lajang ku." Gumam Tetua Kikan kemudian mulai melesat pergi menggunakan ilmu meringankan tubuh milik nya ke arah Tetua Dara dan yang lain nya tersebut.


-[Ruang Tamu Mansion]-


Tampak saat ini Pendekar Naga dan juga Tetua Shiyu sedang makan bersama, tampak lirikan mata malu-malu kucing milik Tetua Shiyu saat menatap ketampanan Pendekar Naga tersebut.


Beberapa saat kemudian, mereka berdua pun telah selesai menyantap hidangan lezat tersebut.


"Ugh...... "


"Masakan Tetua Shiyu benar-benar lezat, suami mu kelak pasti akan sangat bahagia Tetua Shiyu." Ucap Pendekar Naga.


"Terima Kasih Tuan Pendekar Naga, aku tidak masalah jika suamiku adalah seorang Duren." Ucap Tetua Shiyu.


"Apa maksud Tetua Shiyu dengan Duren, mungkinkah dia pengen makan duren?" Gumam Pendekar Naga yang kurang begitu paham dengan apa yang di sampaikan oleh Tetua Cantik tersebut.

__ADS_1


"Kraaakkk............ " Suara saat pintu tersebut mulai terbuka,


Tampak empat orang wanita-wanita cantik sedang berdiri di pintu masuk tersebut, ke empat Tetua tersebut kembali terbius dengan kemampuan Dragon Love milik nya Arung.


"Oh my god..... "


"Akhirnya aku bisa melihat Kultivator artis yang begitu tampan nya." Gumam Tetua Ayana.


"Ugh....... "


"Dia begitu macho dan kuat." Gumam Tetua Lindsay.


"Dilihat berapa kali pun dia begitu tampan." Gumam Tetua Dara.


"Wow...... "


"Ini adalah salah satu keajaiban dunia yang berada di Benua Es Api ini dengan bisa bertemu Pemuda seganteng ini." Gumam Tetua Kikan.


Di dalam pandangan mata Arung yang saat ini memiliki pupil mata semerah api tersebut, ke empat orang wanita cantik tersebut berdiri hanya mengenakan dalaman saja sehingga membuat pipi Pendekar Setengah Naga tersebut mulai merona merah.


"Para Tetua ini membuat ku sulit untuk berkonsentrasi saja." Gumam Arung.


"Oh..... "


"Silahkan duduk.... " Ucap Arung.


"Dasar Rubah-Rubah Tua, mereka tidak bisa melihat yang bening-bening." Gumam Tetua Shiyu yang merasa kesal dan jengkel atas kehadiran Tetua Dara dan yang lain nya tersebut.


"Terima Kasih Tuan Naga.... " Sahut kompak ke empat Tetua tersebut lalu mulai duduk di kursi-kursi di dekat Pendekar Naga tersebut.


"Dia tidak hanya kuat, jurus ini kan hanya bisa di kuasai dan di pelajari oleh para Alkemis,"


"Jika menikah dengan nya masa depan ku pasti akan terjamin." Gumam Tetua Ayana.


Ke empat Tetua pun mulai menyantap hidangan lezat tersebut sambil berbincang ringan di dalam ruangan tamu tersebut.


-[Di Langit Di Atas Hutan Kematian]-


Tampak Shayla mulai mendarat di dalam hutan yang di penuhi oleh Beast-Beast tersebut.


"Dup................ " Suara saat tapak kaki Shayla Tiger mendarat di atas tanah.


Beberapa Beast yang ada di dekat nya pun mulai pergi karena tertekan dengan ranah kultivasi yang di miliki oleh Shayla Tiger tersebut.


"Di sini adalah tempat yang cocok untuk berlatih Trisula Poseidon ini." Gumam Shayla Tiger.


Saat ini Shayla sedang berada di tengah Hutan Kematian yang merupakan wilayah kekuasaan ular bertanduk sembilan tersebut.


"Jder........... "


"Jder........... "


"Jder........... " Suara beberapa sambaran Halilintar Hitam saat mengenai pepohonan di dalam hutan tersebut.

__ADS_1


"Brukkk....... "


"Brukkk........"


"Brukkk........ " Suara saat pepohonan tersebut mulai bertumbangan di sekitar Shayla Tiger.


Beberapa menit kemudian, tampak daerah di sekitar Shayla telah porak-poranda akibat serangan-serangan yang di keluarkan oleh Trisula Poseidon tersebut.


Kobaran-kobaran api dan juga kawah-kawah terlihat di sekitar nya, akibat keributan yang di buat oleh Shayla Tiger tersebut seekor Ular Jantan Bertanduk Sembilan di ranah alam Naga pun mulai muncul mendadak dari balik pepohonan tersebut.


Ular setinggi 50 meter itu tampak begitu marah melihat kelakuan Gadis Vampir tersebut yang sudah memporak-porandakan hutan yang menjadi daerah kekuasaan nya tersebut.


"Setthhhh...... "


"Sethhhh........"


"Setthhhh....... " Suara desis Ular Jangan Bertanduk Sembilan tersebut.


Shayla Tiger pun tidak gentar sedikit pun melihat kemunculan Ular Raksasa tersebut, raut wajah nya tetap tenang malah justru kelihatan bahagia.


"Bagus..... "


"Aku bisa mencoba kehebatan dari Trisula Poseidon ini pada Ular Raksasa tersebut." Gumam nya lalu mulai terbang ke atas.


"Aurghhhh............. " Ruangan Ular Jantan Bertanduk Sembilan tersebut.


Tampak Beast-Beast Burung yang ada di sekitar hutan tersebut mulai terbang menjauh, begitu juga dengan Beast-Beast Darat lain nya.


Ular itu pun mulai mencoba menerkam Shayla dengan mulut nya beberapa kali, dengan lincah Shayla pun menghindari setiap terkaman Ular Raksasa tersebut sambil melesatkan beberapa Halilintar Hitam dari Trisula Poseidon ke arah Monster Buas tersebut.


"Duargh....... "


"Duargh....... "


"Duargh....... " Suara ledakan saat sambaran-sambaran Halilintar Hitam itu mulai menyambar tubuh Ular Raksasa tersebut.


Makhluk buas itu pun mulai mengibaskan ekor nya ke arah Shayla dan berhasil mengenai nya dengan telak, Gadis Vampir tersebut pun terpental hingga menghantam tanah dan pepohonan di sekitar nya tersebut.


"Duak..... "


"Duak...... "


"Duak...... " Suara saat tubuh Shayla terpental dan mulai merobohkan beberapa Pohon di dalam Hutan Kematian tersebut.


Ular Jantan Bertanduk Sembilan pun mulai menembakkan beberapa bola api hitam beracun ke arah tempat jatuh nya Shayla Tiger tersebut.


"Whusss....... "


"Whusss........ "


"Whusss......... " Suara hempasan angin saat tiga buah bola api hitam beracun melesat ke arah Shayla Tiger.


___________________________________

__ADS_1


"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.


__ADS_2