Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Terdampar Ke Masa Lalu Bagian Ke Tiga.


__ADS_3

-[Mansion Kediaman Keluarga Tiger]-


Beberapa jam kemudian mereka bertiga pun akhirnya tiba di depan pintu masuk Mansion Kediaman Keluarga Tiger yang berada di Puncak Gunung Obat tersebut.


"Dup......... " Suara saat tapak kaki mereka bertiga mendarat serentak di tempat tersebut.


"Terima kasih Tuan, dan Nona Pendekar." Ucap Vinic Muda sambil membungkuk dan memberi hormat.


"Wah....... "


"Ternyata di Puncak Gunung yang di selimuti awan ini terdapat sebuah komunitas yach, dunia tempat Papa tinggal sangat jauh berbeda dengan dunia yang ada di Planet Kegelapan." Gumam Shayla Tiger.


Beberapa saat kemudian Tetua Shiyu dan Tetua Dara yang secara kebetulan saat itu sedang berada di dekat tempat tersebut mulai menghampiri Vinic Muda dan kedua penyelamat jiwa nya tersebut.


"Ya tidak apa-apa Nyonya, sudah kewajiban kita membantu orang-orang yang sedang berada di dalam kesusahan." Ucap Pendekar Naga.


"Vinic...... "


"Dimana Jedi, kenapa kalian kembali,"


"Bukan kah kalian ingin menyaksikan Pertandingan Jendral Hitam dengan Jendral Api Kecil?" Tanya Tetua Dara.


Sementara itu Tetua Shiyu mulai terbius dengan kemampuan Dragon Love nya Arung, ia pun mulai mengagumi ketampanan serta kegagahan Pendekar berambut putih tersebut.


"Wah....... "


"Macho nya, ini dia tipe ku." Gumam Tetua Shiyu.


"Ugh....... "


"Tidak kusangka tubuh kedua Tetua ini begitu indah nya." Gumam Arung yang saat ini bisa melihat apa yang ada di balik baju ke dua Tetua tersebut.


Pipi Arung pun mulai merona merah, Vinic Muda pun mulai memperkenalkan Pendekar Naga dan Pendekar Racun kepada Tetua Shiyu dan juga Tetua Dara kemudian mulai meminta mereka salah satu dari mereka untuk mengantarkan kedua Pendekar tersebut beristirahat di dalam kamar tamu di Kediaman Keluarga Tiger tersebut.


"Siapa wanita cantik yang bersama Pendekar Naga ini yach, apakah wanita tersebut adalah kekasih nya atau mungkinkah itu adalah istri nya,"


"Walau pun wanita cantik ini adalah kekasih nya atau pun istri sah nya aku tetap rela untuk di madu asalkan bisa bersama Pendekar setampan ini." Gumam Tetua Shiyu yang saat ini sedang mengantarkan ke dua Pendekar tersebut ke tempat peristirahatan nya.


Beberapa saat kemudian mereka pun tiba di sebuah Mansion di dekat pinggiran Hutan Kematian tersebut.


"Tuan Pendekar, Nona Pendekar silahkan beristirahat lah." Ucap Tetua Shiyu sambil menatap mata Pendekar Naga tersebut dengan pipi yang merona merah dan kelakuan yang sedikit gugup.


"Terima kasih Tetua Shiyu." Ucap Arung kemudian mulai masuk ke dalam Mansion Tamu tersebut bersama dengan Shayla.


"Wah...... "


"Macho banget.... " Gumam Tetua Shiyu sambil beranjak pergi dari tempat tersebut dan berniat kembali lagi sambil membawa beberapa masakan lezat nanti nya.


Arung dan juga Shayla pun mulai beristirahat di ruang tamu Mansion tersebut.


"Papa, jadi kita pergi ke Kota Awan Hitam?" Tanya Shayla.


"Ini adalah tempat Papa berlatih seni bela diri untuk pertama kali nya Shayla, Papa ingin sedikit bernostalgia dulu di sini,"


"Sepertinya White Hole itu pun belum muncul-muncul juga." Ucap Arung kemudian mulai mengeluarkan tembakau ular milik nya.


"Oh........ "


"Jadi kenapa mereka tidak ada yang mengenali Papa?" Tanya Shayla.


Arung pun mulai menceritakan tentang dirinya yang baru akan muncul di Kediaman tersebut setelah 14 tahun kemudian. Ia pun menceritakan saat diri nya mulai di angkat menjadi anak oleh salah seorang Tetua di Keluarga tersebut kepada Shayla Tiger.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian.


"Whusss.......... " Suara hembusan asap rokok tembakau ular milik Arung tersebut.


"Wah...... "


"Jadi begitu ya, sebenar nya kenapa White Hole itu bisa muncul secara tiba-tiba?" Gumam Shayla kemudian mulai mengeluarkan beberapa kaleng beer dari dalam cincin ruang penyimpanan nya tersebut.


"Glek....... "


"Glek....... "


"Glek........" Suara saat Shayla mulai meneguk habis beer di dalam kaleng tersebut.


"Ya sudah kalau begitu Pa, aku ingin mencoba Trisula baru ku dulu." Ucap Shayla kemudian mulai mengeluarkan Trisula Poseidon milik Duyung Api sebelum nya dari dalam cincin ruang penyimpanan milik nya tersebut.


"Shayla, jangan sampai kau membuat kekacauan di tempat ini yach." Ucap Arung.


"Tenang Pa.... " Ucap Gadis Nakal itu kemudian mulai keluar dari dalam Mansion tersebut.


Sementara itu Tetua Shiyu pun kembali lagi ke Mansion tersebut bersama beberapa murid-murid wanita nya sambil membawa banyak hidangan masakan lezat bersama nya.


"Maaf Pendekar Racun, ini ada sedikit masakan buat Pendekar Naga,"


"Apakah Tuan Pendekar Naga ada di dalam?" Tanya Tetua Shiyu.


"Oh Papa ya... "


"Papa, ada di dalam Tetua Shiyu,"


"Masuk saja." Ucap Shayla yang saat ini sedang berlatih menggunakan Trisula Poseidon tersebut.


"Papa?"


"Ah..... "


"Itu tidak ada hubungan nya dengan ku, aku akan tetap mengejar Pendekar Macho itu." Gumam Tetua Shiyu kemudian mulai membungkuk kepada Shayla dan masuk ke dalam Mansion tersebut.


"Kraak.......... " Suara saat pintu Mansion tersebut mulai terbuka.


"Mohon maaf mengganggu Pendekar Naga, ini ada sedikit masakan dan minuman buat mu dan Pendekar Racun." Ucap Tetua Shiyu lalu mulai memerintahkan murid-murid nya untuk meletakkan hidangan-hidangan tersebut di atas meja di dekat Pendekar Naga tersebut duduk.


"Tetua Shiyu ternyata sangat ramah terhadap tamu, tubuh nya pun begitu indah nya." Gumam Arung yang saat ini masih dalam mode mata api nya.


Tampak beberapa murid-murid Tetua Shiyu pun mulai terbius dengan kemampuan Dragon Love milik nya Arung.


"Wah...... "


"Pendekar berambut putih itu begitu tampan nya." Gumam Salah Satu Murid Wanita Tetua Shiyu.


"Ugh....... "


"Saranghae.... "


"Pendekar Naga..... " Gumam Murid Wanita lain nya.


"Kenapa jantungku berdegup kencang ya saat melihat Pendekar Macho itu, apa aku sedang jatuh cinta,"


"Atau ini gejala penyakit jantung?" Gumam Murid Wanita lain nya.


Tampak pipi murid-murid wanita tersebut mulai merona merah saat melihat ketampanan dan kegagahan dari sang Pendekar Naga tersebut.

__ADS_1


"Hem..... "


"Dasar murid-murid gak tahu diri, jatah guru nya pun mau mereka embat juga." Gumam Tetua Shiyu kemudian mulai memerintahkan murid-murid wanita tersebut untuk pergi dari Mansion Tamu tersebut.


"Silahkan Duduk Tetua Shiyu... " Ucap Pendekar Naga.


"Terima Kasih Pendekar.... " Ucap Tetua Shiyu lalu mulai duduk di salah satu kursi di dekat Pendekar Naga tersebut.


"Ugh....... "


"Memang tampan banget... " Gumam Tetua Shiyu.


"Makan lah bersama dengan ku Tetua Shiyu." Ucap Arung kemudian mulai mentelekinesis kan meja yang terdapat hidangan di atas nya ke arah Tetua Shiyu berada.


"So sweetttt.......... " Gumam Wanita yang sedang jatuh cinta secara sepihak tersebut.


"Baik Pendekar Naga, kenapa kau tidak mengajak istri mu juga makan di luar." Ucap Tetua Shiyu sambil mengambil nasi dan lauk yang ada di atas meja tersebut.


"Oh...... "


"Shayla itu adalah Putri ku, dia bukan lah istriku." Ucap Pendekar Naga.


"Yes...... "


"Yes...... "


"Yes...... "


"Ternyata Pendekar Naga adalah seorang Duren,"


"Aku akan mengejarnya mati-matian." Gumam Tetua Shiyu sambil tersenyum kecil terhadap Pendekar Naga tersebut.


NOTES : DUREN kepanjangan nya adalah Duda Keren.


-[Di Luar Mansion Tamu]-


"Baiklah, aku akan mencoba mengeluarkan petir dari Trisula Poseidon ini." Gumam Shayla Tiger kemudian mulai menyalurkan tenaga dalam berelemen energi kegelapan murni milik nya ke dalam Trisula tersebut.


"Dzzittt....... "


"Dzzittt........ "


"Dzzittt......... " Suara percikan petir hitam di sekitar senjata suci nya tersebut.


Shayla pun mulai melesatkan beberapa sambaran Halilintar Hitam kecil ke pinggiran hutan kematian.


"Jderr........ "


"Jderr........."


"Jderr........" Suara sambaran beberapa Halilintar Hitam ke pinggiran Hutan Kematian tersebut.


"Wah.......... "


"Elemen Legendaris Halilintar Hitam, aku berhasil,"


"Baiklah aku akan mencoba nya lagi." Gumam Shayla Tiger kemudian mulai terbang meninggalkan tempat tersebut menuju langit di atas Hutan Kematian tersebut.


"Whusss......... " Suara hempasan angin saat Shayla Tiger mulai terbang melesat meninggalkan halaman Mansion tamu tersebut.


___________________________________

__ADS_1


"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.


__ADS_2