Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Penyihir Part Kesatu


__ADS_3

Saat sang Pendekar Don Juan sedang terpana serta terpesona dengan kecantikan sang Dewi Seribu Kayu yang begitu cantik, beberapa akar hitam pun tengah merayap diatas permukaan pasir dan sedang mendekati mereka berdua.


" Kenapa aku selalu terjebak dengan cewek-cewek cantik yach, apakah ini adalah kutukan ??? " Gumam Arung dengan pipi yang memerah.


Sang Dewi yang cantik itu pun mulai mengeluarkan sebuah kendi mungil berwarna pink dari dalam cincin ruang milik nya, sebelum meminum air dari dalam kendi itu Gadis Dewa itu pun melirik ke arah Pendekar Setengah Naga tersebut.


" Kau haus??? " Tanya sang Dewi sambil memegang kendi.


" Tidak Dewi..... " Jawab Arung dengan spontan.


Sang Dewi pun langsung meminum air yang ada di dalam kendi berwarna pink tersebut dengan pose yang menawan.


" Glek......... "


" Glek......... "


" Glek........ " Suara air saat Sang Dewi mulai meneguk minuman dari kendi tersebut.


" Dia tampak seperti Dewi....?"


" Eh........ "


" Tapi dia memang adalah seorang Dewi.... " Gumam Arung di dalam hati nya yang diam-diam mengagumi Dewi Seribu Kayu tersebut.


Akar-akar hitam itu pun makin mendekati pergelangan kaki mereka berdua, hingga akhirnya akar-akar hitam itu pun mulai melilit kaki mereka berdua dan sontak saja kesadaran mereka berdua menghilang.


Lilitan akar hitam itu memiliki kemampuan yang sama seperti jaring-jaring laba-laba emas, namun kemampuan lilitan akar hitam ini juga mampu membuat makhluk hidup yang terlilit oleh nya juga akan kehilangan kesadaran nya.


Akar misterius itu pun mulai menyeret tubuh mereka berdua yang sudah kehilangan kesadaran nya ke dalam pasir. Angin sepoi-sepoi pun bertiup di oasis tersebut seolah-olah tidak terjadi peristiwa apa pun, di bawah pasir ternyata terdapat sebuah dunia berupa padang rumput yang luas dengan sebatang pohon hitam raksasa yang berada di tengah-tengah nya.


Tampak Arung dan juga Dewi Seribu Kayu pada saat ini tengah tergantung pada salah satu dahan pohon misterius tersebut dengan sekujur tubuh nya terbungkus oleh akar-akar hitam yang saling terajut.


Hanya dua belah mata dan hidung saja yang tidak terbungkus oleh akar-akar hitam tersebut. Bungkusan itu tampak seperti sebuah kepompong berbentuk bulat telur dan juga ada banyak sekali kepompong-kepompong hitam lain nya yang juga tergantung di sekitar kepompong mereka berdua dan juga pada cabang-cabang lain nya pada pohon misterius tersebut.


"Whusssss.............. " Suara saat seorang Penyihir Pria sedang terbang menggunakan sapu terbang milik nya.


Pria berpakaian hitam ala penyihir dengan topi runcing berwarna hitam di kepalanya itu pun mulai terbang mendekati kepompong hitam yang membungkus tubuh Sang Dewi Seribu Kayu tersebut.


"Hemmmm........... "


"Harum sekali, akhir nya........ "


"Aku berhasil menangkap Klan Bangsawan, akhir nya seni bela diri ku ini dapat ku sempurnakan..... " Ujar Sang Penyihir dengan raut wajah yang gembira.


"Huahha....... "


"Ha....... "

__ADS_1


"Ha....... " Tawa sangat Penyihir lalu mulai mengeluarkan sebuah tongkat sihir dari dalam baju hitam nya.


Sang Penyihir pun mulai mengayun-ayunkan tongkat hitam kecil tersebut dalam beberapa kali ayunan dan dalam sekejap mata kepompong yang membungkus Dewi Seribu Kayu pun mulai terlepas dan terbang melayang ke arah Sang Penyihir Hitam tersebut.


"Whussss.......... " Suara saat kepompong hitam yang membungkus tubuh Sang Dewi terbang melayang mendekati Penyihir.


Di saat yang bersamaan itu juga kesadaran Sang Dewi pun mulai kembali, kedua kelopak mata dengan bulu mata yang indah pun mulai terbuka.


"Dimana ini....??? "


"Kenapa aku tidak dapat bergerak sama sekali... ??? " Ujar Sang Dewi dengan sedikit linglung.


Penyihir Hitam pun mulai menyadari jika Mangsanya itu sudah terjaga.


"Tenang lah cantik..."


"Sebentar lagi, tubuh indah mu itu akan menjadi kepingan puzle terakhir ku untuk kesempurnaan seni bela diri ku.... " Ujar Sang Penyihir.


"Klan Penyihir Gelap??? "


"Betapa sial nya aku, ternyata tempat ini adalah sarang nya... "


"Sial...... "


"Mereka melatih ilmu beladiri nya dengan sangat keji.... " Gumam Sang Dewi saat menyadari identitas klan Sang Penyihir Misterius tersebut.


"Aku adalah Pejabat Tinggi dari Kepolisian Dewa, jika kau membunuh ku.... "


"Kau akan menjadi buronan paling di cari di Planet Dewa ini.... " Ucap Sang Dewi Seribu Kayu dengan statemen yang menggertak.


"Huahhaaaa.... "


"Ha........ "


"Ha........ " Tawa Sang Penyihir Hitam lalu terbang bersama kepompong yang membungkus tubuh Sang Dewi ke arah permukaan padang rumput di bawah nya.


"Jangan membual, tidak akan ada yang tahu jika aku membunuh mu di sini.... "


"Pangkat dan jabatan mu tidak berlaku di Gurun Para Bandit ini.... " Ujar sang Penyihir.


"Brengs***kkk....... "


"Kalau saja ilmu bela diriku tidak lenyap, kepala mu pasti sudah terpisah dari tubuh mu.... " Ujar Sang Dewi dengan penuh emosi.


"Huaha..... "


"Ha....... "

__ADS_1


"Ha....... " Tawa Sang Penyihir.


Sesampainya di atas permukaan padang rumput hijau tersebut, Sang Penyihir pun mulai mengayun-ayunkan tongkat sihir milik nya.


Sebuah perapian dan sebuah kuali hitam seukuran manusia pun mulai muncul di hadapan Sang Dewi.


"Akhir hidup yang mengenaskan, aku sudah membasmi dan menangkap ribuan penjahat semasa hidup ku,"


"Tidak kusangka akhir dari hidup ku harus di masak di dalam kuali oleh Klan Penyihir Gelap...." Gumam Sang Dewi di dalam kepompong yang membungkus tubuh nya tersebut.


"Tenang saja Dewi, aku akan menyiapkan ramuan sihir terlebih dahulu..... "


"Nikmati lah sisa hidup mu itu..... " Ujar sang Penyihir Hitam kemudian mulai mengeluarkan sebuah meja besar dan terdapat beberapa tumbuh-tumbuhan serta benda-benda lain nya yang berbau klenik di atas nya.


"B*jingan..." Ujar sang Dewi dengan intonasi nada yang tinggi.


Sementara itu Sang Donjuan masih saja tidak sadarkan diri di dalam kepompong hitam yang membungkus nya tersebut.


Dunia di dalam jiwa Arung, Dunia Black Hole Dragon.


Efek lilitan akar hitam itu sungguh mengerikan, Arung tidak hanya tidak sadarkan diri di Dunia Nyata, Sang Pendekar Don Juan pun tidak sadarkan diri di Dunia Blac Hole Dragon.


Tampaknya tubuh Arung sedang melayang-layang di antariksa tepat di depan Sangkar Emas yang menyegel Sang Black Hole Dragon tersebut.


"DASAR TUKANG TIDUR....... "


"SEPERTINYA DIA MENDAPAT MASALAH DI DUNIA SANA.... " Gumam Black Hole Dragon.


Sang Black Hole Dragon pun mulai mengaum berniat membangunkan Sang Pendekar Setengah Naga tersebut.


"AURGHHHHHHHHHH,............ " Suara Raungan Sang Naga.


Raungan Sang Naga pun otomatis mulai membangunkan Sang Pangeran tersebut.


"Hah....."


"Suara apa itu......??? " Ucap Arung sembari terkejut.


Ia pun mulai mengamati ke sekeliling nya dan mulai menyadari jika diri nya pada saat ini sedang berada di dalam Dunia Jiwa.


"Black Hole Dragon....... " Ucap Arung saat menatap Naga Raksasa di dalam kerangkeng emas yang berada di hadapan nya tersebut.


"TUKANG TIDUR....... "


"SEPERTINYA KAU SEDANG MEMILIKI MASALAH DI SANA.... "


"UCAPKAN SAJA NAMA KU, DAN AKU AKAN MEMBANTU MU MEMBERESKAN MASALAH MU..... " Ucap Black Hole Dragon.

__ADS_1


__ADS_2