Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Benua Naga Part Ke Empat.


__ADS_3

-[Di Dalam Kabin Dek Putri Widuri]-


"Aku terlambat menyatakan cinta ku kepada Arung, bagaimana jika dia tidak kembali,"


"Lawan nya adalah seekor Naga Buas yang sangat kuat, apa yang harus kulakukan???" Gumam Putri Widuri yang teramat sangat cemas dengan keadaan Arung.


-[Koridor Penjara Di Dalam Kapal milik Bajak Laut Janggut Merah]-


Tampak Shanaz dan Sena memapah tubuh Arung yang sedang tidak sadarkan diri di dalam koridor panjang yang di kiri dan kanan nya di penuhi tawanan. Mata para tawanan tersebut tampak menatap tajam ke arah kedua Gadis Naga tersebut, beberapa tawanan terdengar berteriak dan memaki mereka.


Kedua Gadis Berambut Merah dengan tanduk emas itu pun hanya tersenyum mengejek ke arah tawanan-tawanan tersebut.


"Shanaz, tawanan-tawanan ini selalu saja berkata jorok,"


"Padahal mereka adalah keturunan bangsawan, apa mereka tidak di ajarkan etika di Kerajaan Benua Naga Utara???" Tanya Sena.


"Jangan gubris mereka Sena, kita antar kan saja Raja Sage ini ke dalam kamar nya bersama Putri Naga.... " Ucap Shanaz.


"Wah...... "


"Wah...... "


"Wah...... "


"Betul-betul Pemuda yang beruntung, Putri Naga Benua Utara sangat cantik,"


"Kau sungguh beruntung Naga Jantan... " Ucap Sena sambil menatap tajam kearah Arung lalu tersenyum tipis.


Kedua gadis cantik itu pun berjalan ke arah sel yang menawan Putri Benua Naga Bagian Utara tersebut.


"Kraaakkkk............ " Suara saat pintu sel terbuka.


Tampak seorang Putri Cantik sedang duduk di pojokan sel sambil memeluk kedua kakinya, sebuah rantai hitam penghilang kultivasi pun mengekang pergelangan kaki nya yang imut.


Raut wajah Gadis Berambut Putih itu pun berubah cemberut saat kedatangan kedua Bajak Laut Wanita tersebut.


"Brengsek...... "


"Lepaskan aku, apa kau tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa???" Ucap Putri Benua Naga Utara dengan penuh emosi.


Sena pun meletakkan tubuh Arung yang tidak sadarkan diri tersebut di atas lantai sel.


"Tuan Putri, bersabarlah.... "


"Kami akan segera menukar mu dengan kepingan batu roh, bersenang-senang lah dengan Naga Jantan ini... " Ucap Shanaz.


Putri pun semakin berang, Gadis bertanduk emas itu pun bangun lalu menampar Shanaz.


"Plok......... " Suara tamparan keras Shanaz.


"Dasar Putri Naga tidak tau diri.... " Ucap Shanaz dengan Nada suara yang besar lalu mulai memukuli Putri Benua Naga Utara tersebut.


Sena pun menarik Shanaz agar tidak memukuli Putri Benua Naga Utara tersebut.


"Sudah Shanaz, ingat pesan ayah,"


"Wanita ini adalah produk penting... " Seru Sena.


"Hah....... "


"Hah...... "

__ADS_1


"Hah...... " Helaan suara nafas panjang Shanaz.


"Ugh...... "


"Wanita itu benar-benar berniat membunuh ku tadi." Gumam Putri Benua Naga Utara tersebut sambil memegang perut nya yang baru saja di tendang beberapa kali tersebut.


"Cuih......... " Suara saat Shanaz meludah.


"Kau selamat kali ini Gadis Salju, lain kali jika kau berani menamparku,"


"Ganjaran nya adalah The end.... " Ujar Shanaz lalu berbalik dan meninggalkan sel tersebut.


"Putri, bersabarlah kami sudah bernegosiasi dengan pihak kerajaan, segera setelah kami mendapatkan upeti kami,"


"Kau akan kami lepaskan... " Ucap Sena.


"Bagaimana dengan para prajurit dan komandan Naga ku???" Tanya Putri Salju.


"Mereka akan kami jual ke pedagang budak, tentu saja setelah ayah menghilangkan kultivasi mereka... " Ucap Sena lalu keluar dari dalam sel dan kembali mengunci pintu sel tersebut.


"Dasar kejam....... " Ucap Putri Benua Naga Utara.


"Ha....... "


"Ha....... "


"Ha....... " Tawa Sena.


"Ini lautan Putri, yang kuat memangsa yang lemah,"


"Itu hukum Laut.... " Ucap Sena lalu pergi meninggalkan ruangan yang mengurung sang Putri Salju tersebut.


Tiba-tiba saja tubuh Arung melayang sekitar satu meter dari atas lantai sel tersebut.


"Apa..... "


"Seperti nya jiwa Naga milik pemuda ini bangkit... " Ucap Putri Benua Naga Utara tersebut saat melihat tubuh sang Pendekar Setengah Naga yang tiba-tiba melayang tersebut.


Angin pun mulai membungkus tubuh Arung, tampak sebuah tornado kecil.


"Ugh......... "


"Jiwa Naga Angin???" Gumam Putri Naga tersebut.


Putri Naga pun duduk dan berjongkok di sebelah Arung, ia pun menatap tajam ke arah Pendekar Setengah Naga itu.


-[Di Dalam Dunia Naga Angin]-


Sebuah padang rumput yang hijau pun terbentang sangat panjang di tempat tersebut sejauh mata memandang di dalam dunia jiwa Naga Angin.


Angin berhembus sepoi-sepoi di padang hijau tersebut, tampak tubuh Jiwa Arung terbaring di padang hijau tersebut.


Pendekar Setengah Naga itu pun terbangun, ia pun mulai berdiri lalu menatap kesekeliling nya dengan tajam.


Dari arah langit sesosok Beast seukuran Black Hole Dragon pun keluar dari balik awan, sisik nya yang berwarna keemasan pun tampak berkilauan.


"Naga Emas, sepertinya aku saat ini sedang berada di dalam dunia jiwa lagi... " Ucap Arung sambil menatap ke arah Naga Emas tersebut.


Beast itu pun mulai bertransformasi ke bentuk manusia Beast nya, lalu mendarat tepat di sebelah Arung.


"Dup............ " Suara saat tapak kaki Naga Emas mendarat dengan mulus di sebelah Arung.

__ADS_1


"Naga Muda, seperti nya kau membangkitkan Jiwa Naga Angin... " Ucap Naga Emas.


"Jiwa Naga Angin, mana???" Tanya Arung.


"Dunia Jiwa ini baru terbentuk, sebentar lagi Naga Angin akan bangkit, Naga Muda... " Ucap Naga Emas.


"Baru terbentuk????" Gumam Arung.


Angin pun mulai berhembus kencang di tempat tersebut, beberapa tornado kecil pun mulai terbentuk.


Tornado angin itu pun mulai membesar dan mulai saling melilit dan menjulang ke atas langit.


Beberapa saat kemudian tornado-tornado angin tersebut pun mulai menjelma menjadi seekor Naga Angin yang mulai mengaum dengan sangat keras.


"Aurghhhhhh................. " Raungan Naga Angin.


"Ugh...... "


"Bangsa Naga ini selalu saja berteriak.... " Gumam Arung sambil menutup kedua belah telinga nya.


Naga Emas pun mulai mengayunkan lengan kanan nya, sebuah kerangkeng emas pun mulai mengurung Naga Angin tersebut.


"Aurghhhh.......... "


"Aurghhhh.......... "


"Aurghhhh.......... " Suara raungan Naga Angin sambil membenturkan tubuh nya ke arah kerangkeng Emas tersebut.


Makhluk Buas itu pun menembakkan beberapa bola berelemen angin yang dahsyat ke arah kerangkeng Emas tersebut.


"Dia mengamuk Naga Emas???" Tanya Arung.


"Itu ekpresi yang wajar Naga Muda, Naga Angin itu memiliki watak seperti angin yang kehidupannya bebas,"


"Saat ini dia terkekang di dalam kerangkeng Emas, tentu saja dia panik.... "


"Apa kau ingin menundukkan nya saat ini???" Tanya Naga Emas.


"Nanti saja Naga Emas, aku masih ada urusan lain nya.... " Ucap Arung.


"Baiklah, kalau begitu aku akan mengembalikan mu." Ucap Naga Emas.


"Tidak apa-apa Naga Emas, aku akan kembali sendiri... " Ucap Arung lalu mulai melesat terbang meninggalkan Naga Emas.


"Dasar Naga Muda, dia pasti memiliki urusan dengan wanita,"


"Dasar Don Juan nya Kaum Naga... " Gumam Naga Emas sambil menggeleng kan kepala nya.


-[Di Dalam Sel]-


Tampak Putri Salju sedang menatap wajah tampan Arung dengan sangat dekat, jarak antara wajah nya dan wajah Arung sekitar 20 cm.


"Dia tampan sekali, aroma tubuh nya pun bukan aroma kaum Naga rendahan." Gumam Putri Naga Benua Utara tersebut lalu mulai mengendus-endus aroma tubuh Arung.


"Ini Aroma kaum bangsawan Naga Bagian Selatan, kenapa aku tidak pernah melihat nya???"


"Padahal aku selalu mengikuti acara pesta yang di adakan oleh Paman Raja Naga Benua Selatan???" Gumam Putri Naga.


To Be Continued.......


Mohon Like dan Vote nya

__ADS_1


__ADS_2