Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Mendadak Nikah Bagian Awal.


__ADS_3

-[Jam Tiga Subuh, Di Dalam Kamar Sepasang Kekasih-Kekasih tersebut]-


Tampak kamar tersebut telah berantakan, meja pun telah terbalik dan kursi-kursi di dalam kamar tersebut banyak yang patah atau hancur. Delayla Jangbaek dan Sonia pun langsung berpakaian setelah itu, terlihat wajah mereka berdua merona merah saat saling bertatapan setelah Perang Besar di Ranjang Kayu tersebut.


"Ugh........ "


"Malunya, aku tadi seperti hewan kelaparan saja." Gumam Delayla Jangbaek sambil memegang pipi nya yang memerah.


Sementara itu Calon Pengantin Pria itu telah terbujur kaku terbaring di atas ranjang dengan luka cakaran dan gigitan hampir terlihat di seluruh tubuh nya tersebut.


"Aku jadi teringat saat malam pertama ku bersama Putri Naga Kecil, Kaum Naga memang ganas,"


"Aku tidak dapat bergerak lagi, tenaga ku pun telah habis terkuras,"


"Jika bangsa Vampir Hobinya nyupang, kedua Beast Buas ini hobinya mencakar dan menggigit." Gumam Arung yang mulai menutup mata nya dan terbaring di bawah selimut tebal tersebut sambil mengingat malam pertamanya bersama Istri nya Ratu Adrienne.


"Kasian dia, sebaik nya aku tidak mengganggu nya,"


"Maafkan aku Arung, aku khilaf tadi." Gumam Sonia lalu mulai membersihkan kamar tersebut.


Sonia pun mulai mengeluarkan sapu dari dalam cincin ruang nya dan mulai menyapu tempat tersebut.


"Sini biar aku bantu.... " Ucap Delayla Jangbaek lalu mulai merapikan meja tersebut dan mulai mengumpulkan kursi-kursi yang patah tersebut di satu tempat.


Beberapa menit kemudian,


"Zzzzttttt......... " Suara tidur Arung.


Sonia pun mulai mengeluarkan dua buah tilam tambahan dan meletakkan nya saling berdekatan.


"Sepertinya mulai saat ini aku harus menjalin hubungan yang baik dengan Naga jelmaan Biaya Betina ini." Gumam Sonia.


"Tidurlah di sini Delayla." Ucap Sonia lalu tidur di tilam nya.


"Dia pasti canggung dengan kebaikan ku ini." Gumam Sonia.


"Baik Sonia...?" Ucap Delayla Jangbaek lalu tidur di tilam yang satu nya lagi.


"Ada angin apa sampai-sampai Gadis Overprotective itu baik banget pada ku saat ini?"


"Apa dia sudah mulai ridho dan gak marah lagi setelah pergulatan tadi?"


"Ah......."


"Sudah lah aku mengantuk sekali, aku tidur dulu." Gumam Delayla Jangbaek.


Kedua Gadis Cantik itu pun tidur namun dengan saling membelakangi, Delayla Jangbaek pun mulai memejamkan kedua belah mata nya beberapa menit kemudian.


"Zzzzttttt............ " Suara tidur Delayla Jangbaek.


Sementara itu Sonia saat ini masih terjaga dan begitu menyesal dengan tindakan sembrono nya yang di lakukan nya di malam tersebut.


"Aku terlalu gegabah dan nafsuan tadi, rencanaku jadi berantakan karena nya,"


"Mulai kini aku akan di madu dengan enam orang Wanita, Naga ini pasti akan membawa pulang istri barunya tersebut ke Penjara Tengkorak Kera Hitam nanti nya,"


"Malangnya nasib ku.... " Gumam Sonia yang menyesali tindakan sembrono nya tersebut dan serasa sudah di madu tersebut.


Ratu Laba-Laba Emas tidak mengetahui jika Arung telah memiliki banyak istri sebelum nya.


-[Di Depan Pintu Kamar Sepasang Kekasih-Kekasih tersebut]-


Tampak kedelapan laki-laki itu masih saja menguping dengan cara mendekatkan telinga mereka ke daun pintu kamar tersebut, mereka pun mulai terlihat kecewa setelah tidak ada suara lagi yang terdengar di dalam kamar tersebut dan suasana pun menjadi hening setelah nya.


"Yah........ "


"Kayak nya udah selesai Perang Besar nya Delphi, padahal aku berharap Perang nya bisa terjadi tiga hari tiga malam." Ucap Salah Satu Anggota Pasukan Pengawal tersebut dengan rasa kecewa.


"Si ucok nya lemah banget belum lagi ayam berkokok udah ngorok duluan, aku akan memberikan Pendekar itu sebuah essensi besi dan gingseng seribu tahun buat nya,"

__ADS_1


"Agar ucok kecil nya bisa membahagiakan Kakak tertua kita." Ucap Delphi Chen dengan suara pelan.


"Lho........ "


"Kalau kamu memberikan essensi itu bagaimana dengan mu Delphi Chen?" Tanya Anggota Pasukan Pengawal lain nya tersebut.


"Apa maksud mu?" Tanya Delphi Chen.


"Benar, hobi mu kan keluar masuk Rumah Bordil, dan nasib baik buat mu yang sampai saat ini belum terkena Penyakit Kelamin karena sering gonta-ganti pasangan tersebut." Ucap Anggota Pasukan Pengawal lain nya tersebut.


"Benar itu Delphi Chen, awas kena penyakit AIDS.. " Ucap Anggota Pasukan Pengawal lain nya lagi.


"Kok.... "


"Lari ke aku?" Gumam Delphi Chen.


"Kalian kan sama aja... "


"Masak tentara menceramahi tentara.. " Ucap Delphi Chen menyindir ketujuh Anggota Pasukan Pengawalan lain nya tersebut yang memiliki hobi sama.


Beberapa dari mereka pun mulai bersiul saat mendengar perkataan sindiran Delphi Chen tersebut.


Beberapa saat kemudian Ashiang dan Ashiong pun kembali ke koridor tersebut, tampak wajah mereka pada murung semuanya.


"Lho....... "


"Wajah Laki-laki hidung belang ini kok pada murung, kayak pas pergi ke tempat pelacuran tapi pelacur nya udah pada pergi semua?" Gumam Ashiang.


"Ada yang aneh, kayak baru pulang dari pemakaman aja mereka?" Gumam Ashiong.


"Del.... "


"Juru Nikah nya akan tiba subuh nanti." Ucap Ashiong.


"Ya udah kalau begitu kita tungguin di lobi aja, Teman-teman ayo." Ucap Delphi Chen.


"Hah......... "


"Tontonan menariknya sepertinya udah habis... " Gumam Ashiang dan Ashiong kecewa.


"Baik........ " Sahut kompak yang lain nya.


Anggota-Anggota Pengawalan Delayla tersebut pun mulai turun ke lantai satu berniat menunggu Juru Nikah dan Pelukis Pernikahan datang di lobi penginapan tersebut.


-[Lobi Penginapan]-


Tampak kesepuluh anggota pengawalan tersebut telah memenuhi sofa-sofa di Lobi Penginapan tersebut.


"Ashiong, beli in kopi donk,"


"Mana enak begadang kayak gini tanpa kopi." Ucap Salah Seorang Anggota Pengawalan tersebut yang sudah mulai mengantuk karena tidak kenak kopi.


"Kok aku lagi sih?" Tanya Ashiong.


"Itu karena kau adalah yang termuda Ashiong, sudah sana cepat pergi." Ucap Delphi Chen dengan nada memerintah tersebut.


"Huh....... "


"Dasar laki-laki hidung belang... " Ucap Ashiong yang padahal juga seorang Laki-laki hidung belang tersebut.


"Sudah Ashiong, pergilah,"


"Mana tau jam segini kamu menjumpai Kupu-kupu malam saat beli kop nanti,"


"Ini kan udah jam dinas nya mereka." Ucap Ashiang.


"Benar juga yang di katakan Ashiang, gara-gara dengar suara berisik tadi,"


"Aku pun jadi nya kentang." Gumam Ashiong.

__ADS_1


"Baiklah, karena aku menjunjung tinggi rasa persaudaraan aku rela menjadi Babu kalian malam ini,"


"Semuanya aku pergi dulu... " Ucap Ashiong lalu pergi meninggalkan tempat tersebut dengan wajah tersenyum.


"Dasar, padahal mau nyari Kupu-kupu malam,"


"Dari wajah mu saja sudah bisa di tebak dengan jelas." Gumam Salah Satu Anggota Pengawalan lain nya tersebut.


Beberapa menit kemudian Kultivator Security pun tiba bersama Juru Nikah dan juga Pelukis Pernikahan ke lobi tersebut.


Mereka pun mulai menyewa sebuah kamar di lantai bawah untuk mendirikan panggung pengantin dan menunggu pagi hari untuk menikahkan Sepasang Kekasih-Kekasih tersebut.


-[Di Kedai Kopi Open 24 Hours]-


Tampak Ashiong telah tiba di Kedai Kopi yang juga merupakan sebuah cafe remang-remang yang berada di pinggiran Ibu Kota Kerajaan tersebut.


Di dalam Cafe Remang-Remang tersebut terdapat banyak Gadis-Gadis yang nyambi jadi Kultivator PSK. Beberapa Gadis-Gadis tersebut tampak sedang melayani beberapa laki-laki hidung belang dan beberapa meja lain nya terlihat kosong.


"Terima kasih Ashiang..... "


"Kalian tunggulah sampek si ucok kalian berjanggot, aku akan cuci baot dulu disini,"


"Dapur-Dapur bak biola spanyol,"


"I'm coming....... " Gumam Laki-laki Hidung Belang itu lalu meluncur ke salah satu meja kosong yang dipenuhi tiga Kultivator PSK tersebut.


Notes : KULTIVATOR PSK kepanjangan nya adalah Kultivator Pekerjaan S*x Komersial.


-[Jam Lima Subuh, Di Dalam Kamar Arung]-


Arung pun mulai terjaga dari tidurnya karena gerah dan dahaga, tubuh nya pun sudah mulai bisa di gerak kan kembali.


Namun bekas luka-luka akibat terkaman dua dewi tersebut masih berbekas dan belum pulih benar.


"Untung ke dua dewi ini sudah tidur, aku kebablasan malam ini,"


"Sepertinya istriku nambah lagi, aku udah kayak sebuah Kapal Bajak Laut saja yang terus berlayar dan menguasai tiap pelabuhan-pelabuhan yang aku singgahi,"


"Kalau ibarat air susu aku selalu mengisi setiap botol yang aku temui di perjalanan ku." Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut yang selalu terlibat dalam konflik percintaan tidak terduga tersebut.


Ia pun mulai meneguk air mineral di botol kemasan yang baru saja di keluarkan nya tersebut dari dalam cincin nya.


"Glek........ "


"Glek........ "


"Glek......... " Suara saat Arung meneguk habis air di dalam botol kemasan tersebut.


Beberapa saat kemudian Pendekar Setengah Naga tersebut masih tampak kegerahan dan dahaga.


"Buset...... "


"Tidak hanya air di dalam dengkul ku saja yang kering malam ini, cairan di dalam tubuh ku pun seperti nya ikut kering,"


"Naga dan Laba-laba ini benar-benar menghabisiku malam ini." Gumam Arung lalu kembali mengeluarkan air mineral lain nya di dalam cincin nya sambil menoleh ke arah Sonia dan juga Delayla Jangbaek yang sedang tidur seperti malaikat tersebut.


"Zzzzttttt....... " Suara tidur Sonia.


"Zzzzttttt......... " Suara tidur Delayla Jangbaek.


"Kalau dilihat seperti ini mereka berdua terlihat seperti seorang bidadari yang sedang tidur dengan anggun,"


"Tapi kalau sudah kemasukan setan Maria Ozawa seperti tadi malam mereka berdua lebih mirip Iblis yang berjumpa dengan budak nya tersebut." Gumam Arung lalu kembali meneguk air mineral di dalam botol kemasan tersebut.


_________________________


To be Continued..............,


Bro di Vote, Like, and Comment ya untuk support nya, Terima Kasih... TTD NOVELIS JALANAN 2021.

__ADS_1


__ADS_2