Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Pertaruhan Istri Part Akhir.


__ADS_3

Hujan kepiting pun tidak membuat para penonton tidak bersemangat menyaksikan pertandingan akbar tersebut.


Penatua Dari Paviliun Dewa Angin hanya bisa geleng-geleng kepala saja saat mengetahui anak nya Lila menjadi bahan taruhan oleh Suami nya tersebut.


"Dasar menantu b*jingan, berani sekali dia menjadikan Lila barang taruhan.... "


"Dia tidak menganggap ku sebagai salah satu dari sembilan Penatua Paviliun Dewa Angin.... "


"Untung saja orang tua nya adalah Patriak Sekte, jika tidak aku sudah memenggal kepala nya saat ini.... " Gumam Penatua.


Ternyata orang tua Tuan Muda Kailong adalah Patriak Sekte Paviliun Dewa Angin.


-[Kembali Ke Pertarungan]-


"Ternyata kau dapat mengikuti langkah ku, bagaimana jika aku menaiki kipas Dewa ini???"


"Apa kau bisa mengikuti ku juga???" Tanya Tuan Muda Kailong lalu melemparkan Kipas Dewa Angin nya ke atas arena.


"Coba saja Tuan Muda.... " Ucap Arung lalu mulai menghembuskan elemen magnet di sekitar arena.


Di saat yang bersamaan Tuan Muda Kailong pun melompat ke atas kipas yang melayang tersebut.


"Elemen magnet, ternyata kau seorang Ksatria Sage.... " Ujar Tuan Muda Kailong lalu mengeluarkan Sebilah Golok Dewa Angin dari dalam kantong ruang nya.


Gravitasi di sekitar arena pun meningkat sebanyak 10 kali lipat nya, namun hal itu tidak berefek pada Arung.


Para penonton pun terkejut melihat elemen magnet tersebut, elemen itu merupakan elemen legenda yang langka.


"Wah........ "


"Kukira gak bakalan melihat elemen magnet itu lagi, ternyata Pemuda itu adalah Ksatria sage... " Ucap Salah Satu Penonton.


Tepuk tangan pun kembali bergema di sekitar lapangan tersebut.


"Plok........ "


"Plok........ "


"Plok......... " Suara tepuk tangan penonton.


"Aku gak tau akan secepat apa dia nanti nya, ada baik nya aku berjaga-jaga.... "


"Aku harus memikirkan suatu siasat untuk mengakali kecepatan nya.... " Gumam Arung sambil menyeka darah di mulut nya.


Dalam sekejap mata Tuan Muda Kailong pun melesat ke belakang Arung, dengan niat membunuh yang besar ia pun mengayunkan Golok Dewa Angin nya ke arah leher Arung.


"Blitzzzzz............ " Suara jurus teleportasi Arung.


Dalam satu kedipan mata Arung pun berteleport ke sisi lain nya, kemudian menembakkan beberapa bola api sembilan warna ke arah Tuan Muda Kai.


"Whusssss.......... "


"Whusssss........... "


"Whusssss.......... " Suara hempasan angin saat bola api sembilan warna tersebut melesat.


"Api Dewa.... "


"Sekuat apa pun serangan mu, kalah cepat dengan ku.... " Ucap Tuan Muda Kai lalu kembali melesat ke arah Arung.


Dengan mata lima elemen Arung pun dapat sedikit mengikuti gerakan Tuan Muda Kai yang begitu cepat tersebut, ia pun langsung mengerahkan jurus Dewa bumi.


"Duarghhhhh........... "


"Duarghhhhh............ " Suara ledakan saat bola api sembilan warna menghantam perisai blue storm dragon.

__ADS_1


"Swingggg............... " Suara saat Golok Dewa Angin kembali menebas udara kosong.


"Kemana dia.... " Gumam Tuan Muda Kai lalu mengamati ke sekeliling nya.


Tiba-tiba saja sebuah tinju bet elemen api hitam melesat dari bawah dan mengenai dagu Tuan Muda Kailong.


"Duakkkkk......... " Suara saat tinju api tersebut bersarang di dagu Tuan Muda Kailong.


Tuan Muda Kailong pun terlempar dari atas Kipas Dewa Angin.


Darah hitam pun mengalir dari mulut Tuan Muda Kailong.


"Berani sekali kau memukul ku, b*jingan.... " Teriak Tuan Muda Kailong lalu melesat ke arah Arung dengan jurus langkah Dewa angin nya.


Kali ini Arung dapat mengimbangi kecepatan Tuan Muda Kailong dengan jurus langkah petir nya, Arung menyadari niat Tuan Muda Kailong yang ingin menaiki kipas Dewa angin tersebut kembali.


"Gak akan kubiarin kau menaiki kipas itu lagi..... " Gumam Arung.


Kedua golok itu pun saling beradu, situasi pun menjadi tegang di sekitar arena tersebut.


"Tring.......... "


"Tring.......... "


"Tring........... " Suara saat kedua Golok tersebut saling beradu.


Tuan Muda Kailong pun menembakkan beberapa bola angin panas ke arah Arung.


Arung pun berteleport ke belakang punggung Tuan Muda Kailong kemudian mulai mengayunkan golok nya.


"Tring............. "


"Tring............ "


"Tring............. " Suara saat Golok Naga Kristal kembali beradu dengan Golok Dewa Angin.


Sembilan buah telapak tangan gabungan elemen angin dan guntur melesat ke arah Arung.


Arung pun memasang jurus Tapak Sembilan Api, beberapa saat kemudian sebuah telapak api berwarna ungu raksasa pun melesat dan menahan Tapak api guntur milik Tuan Muda Kailong.


"Duarghhhh............"


"Duarghhhh............ "


"Duarghhhh............ " Suara ledakan dahsyat yang membuat perisai kultivasi Dewa ikut bergetar.


Suasana pun menjadi hening seketika di lapangan tersebut, asap hasil ledakan pun menutupi seluruh arena.


"Ugh........ "


"Jurus apa itu tadi???" Gumam Tuan Muda Kailong.


Tiba-tiba saja Arung muncul di belakang punggung Tuan Muda Kailong, Pendekar Setengah Naga itu pun menembakkan elemen jaring Laba-laba emas dari dalam mulut nya.


Tuan muda kai yang lengah pun terlilit jaring Laba-laba emas tersebut dan tersungkur jatuh di tengah-tengah asap tersebut.


"Mana kesombongan mu tadi Kailong..... " Ucap Pendekar Setengah Naga tersebut sambil menginjak tubuh Kailong dan menyilangkan tangan di dadanya.


"Elemen apa ini, kenapa seluruh tenaga ku menghilang???"


"Dasar b*jingan...... " Teriak Tuan Muda Kailong.


Asap pun perlahan menghilang, para penonton pun menyaksikan pemandangan yang mengejutkan tersebut.


Tampak sangat jelas Tuan Muda Kailong tidak berdaya di bawah kaki Arung.

__ADS_1


Sorak-sorai dan tepuk tangan penonton pun kembali bergema di sekitar lapangan tersebut.


"Plok......... "


"Plok.......... "


"Plok......... " Tepuk tangan para penonton.


Arung pun menendang Tuan Muda Kailong yang tak berdaya hingga jatuh ke bawah arena.


Sorak-sorai pun makin besar terdengar saat itu, beberapa Pendekar Elit pun terkejut menyaksikan hal tersebut.


-[Tenda Athena]-


"Trik apa yang dia gunakan, seperti nya dia bukan lah Ksatria Sage,"


"Sepertinya dia adalah Raja Sage.... " Gumam Athena Blue Storm Dragon lalu mengayunkan lengan nya.


Seketika itu juga perisai kultivasi dewa menghilang, Penatua Paviliun Dewa Angin pun melesat ke arah jatuh nya Tuan Muda Kailong.


Kiyoshi pun melesat ke arah arena, sesuai perintah Ketua Perusahaan Rumah Makan Cinta tersebut.


-[Tenda Lila]-


"Aduh.......... "


"Gimana nih???"


"Aku bakalan ganti Suami???" Gumam Lila.


Lila pun mulai panik dan bangun dari kursi nya, Gadis Cantik itu pun mulai berjalan mondar-mandir di dalam tendanya tersebut.


-[Tenda Athena]-


"Plok............ "


"Plok............ "


"Plok............. " Suara tepuk tangan Pak Manajer.


"Bagaimana dia bisa menang, dia bukan seorang Kesatria Sage, dia lebih dari itu... "


"Itu adalah elemen dewa yang langka, jaringan Laba-laba emas... " Gumam Athena Blue Storm Dragon.


-[Di Bawah Arena]-


"Dup.............. " Suara tapak kaki Penatua La saat mendarat di sebelah Tuan Muda Kailong.


"Ayah mertua...... " Ucap Tuan Muda Kailong.


"Berhenti memanggil ku, ayah mertua,"


"Berkat taruhan mu dengan Pemuda itu, aku bukan lagi ayah mertua mu.... "


"Kau ikut dengan ku sekarang dan menjelaskan semuanya pada Patriak.... " Ucap Penatua La.


"Tapi kita bisa meminta ayah untuk membunuh nya, dan Lila akan tetap menjadi istri ku Ayah mertua.... " Ucap Tuan Muda Kailong.


"Dasar kerasa kepala.... "


"Jelaskan semuanya pada Patriak.... " Ucap Penatua La lalu membawa Tuan muda Kailong terbang meninggalkan arena tersebut.


"Tunggu pembalasan ku, b*ngsaaattt...... " Teriak Tuan Muda Kailong dengan jurus auman petir nya.


To Be Continued.......

__ADS_1


Mohon Like dan Vote nya


__ADS_2