
-[Malam Hari nya, Markas Jendral Besar Arung]-
Tampak pagar dari balok kayu dengan ujung yang di runcing kan telah selesai di bangun dan tersusun dengan rapi dan juga kokoh, meja-meja perak dengan berbagai macam hidangan pun tersaji di atas nya.
"Bersulanggg........ " Ucap Jendral Dracule sambil mengangkat sebotol sampagne.
"Bersulanggg...... " Sahut Komandan Zafira dan yang lain nya.
Acara jamuan makan malam pun di mulai, tampak Arung di kelilingi ke lima Selir dan juga Kira.
Tak lama berselang Komandan Heinz dan Afar pun tiba, lalu langsung melaporkan informasi yang mereka dapat kepada Jendral Dracule dengan cara membisikkan nya.
"Bagus, kelompok Rudolf adalah yang terlemah,"
"Aku akan membicarakan nya nanti dengan Jendral Besar Arung, ya sudah kalian berdua pasti capek kan,"
"Makan lah dulu... " Ucap Jendral Dracule.
"Siap Jendral.... " Sahut kedua Komandan lalu bergabung dengan yang lain nya guna menikmati jamuan makan malam.
"Kau pasti sudah menungguku lama kan, Zafira.. " Ucap Komandan Afar yang mencoba menggoda Zafira.
"Afar, sudahlah jangan mengganggu mood ku malam ini,"
"Ambillah makanan mu... " Ucap Komandan Zafira.
"Masih saja cuek kalau sudah masalah percintaan." Gumam Komandan Afar.
"Zafira, sehabis makan malam,"
"Ada yang ingin kubicarakan dengan mu, empat mata,"
"Kau ada waktu???" Tanya Komandan Heinz.
"Heinz pasti ingin menembakku lagi, mereka kok pada gak nyerah-nyerah sih... " Gumam Komandan Zafira kesal.
"Heinz, aku lelah banget seharian masak,"
"Nanti kapan-kapan aja yach... " Ucap Komandan Zafira.
"Huft......... " Suara helaan nafas Komandan Heinz.
Di meja lain nya tempat Jendral Besar Arung dan yang lain nya sedang menikmati jamuan makan malam, tampak kelima selir selalu melirik ke arah Jendral Naga begitu pula dengan Kira.
"Mereka berenam selalu saja melirik ke arah ku, aku jadi gak enak makan nih... "
"Susah juga jika Sonia tidak ada di sini, mereka jadi bebas mendekati ku... " Gumam Arung sambil menikmati daging rendang rajawali malam tersebut.
"Wah...... "
__ADS_1
"Kelima Selir ini terus memelototi Jendral Naga sejak tadi, apa mereka mengira jika Jendral Naga adalah hidangan nya malam ini,"
"Tapi Jendral Naga benar-benar tamfan.. " Gumam Kira White Hole Dragon sambil meminum Sup Daging Burung tersebut.
Jendral Naga dan yang lain nya pun kembali menikmati hidangan Jamuan Makan Malam tersebut.
-[Pasar Budak, Menara Miring Aliansi Amazon]-
Tampak Vladmira sedang di pajang dengan kaki di rantai bersama budak-budak lain nya, Wanita yang mirip beruang tersebut baru saja menjualnya kepada salah satu Pedagang Budak di pasar tersebut.
Tampak ada lima wanita yang di rantai di tempat tersebut, Pedagang budak pun duduk di sebelahnya sambil menunggu pembeli datang.
"Memang payah dagangin budak cewek di aliansi ini, payah laku nya,"
"Aku sudah kehabisan barang, jika tidak aku pasti akan kembali ke aliansi Sanbon dan menjual budak-budak cantik jelita ini di sana.. " Gumam Penjual Budak yang mengenakan jubah panjang berwarna hitam tersebut.
Beberapa saat kemudian semua orang di pasar budak semua nya memberi hormat serta menunduk saat sesosok Wanita Cantik setinggi dua meteran lewat, rambut nya adalah ular-ular.
Wanita cantik itu adalah Ratu Medusa sang ketua aliansi Amazon dan merupakan orang terkuat di seluruh Penjara Black Skull.
"Terakhir kali aku memiliki pelayan aku tidak sengaja merubah nya menjadi berlian, kali ini aku harus membeli pelayan baru,"
"Itu semua gara-gara pelayan laki-laki itu membuat ku cemburu, dia melirik anak buah ku saat rapat intern,"
"Sebaik nya aku mencari budak wanita saja untuk menggantikan budak sebelum nya." Gumam Ratu Amazon tersebut.
"Selamat malam Ratu, ada yang bisa saya bantu... " Sapa Pedagang Budak tersebut.
"Kira-kira ada yang terkena penyakit menular yang berbahaya???" Tanya Ratu Amazon.
"Tentu saja mereka adalah budak kualitas super Ratu, mereka semua nya bebas penyakit,"
"Saya jamin Ratu.... " Ucap Pedagang Budak tersebut.
"Jika kau berbohong aku akan mengubah mu menjadi patung berlian... " Ancam Ratu Amazon.
"Tentu saja aku jujur Ratu, tidak ada yang berani berbohong dengan Penguasa kelima aliansi yang cantik jelita seperti Ratu... " Rayu Pedagang Budak.
"Ohhhh....... "
"Benarkah aku cantik, Pedagang Budak???" Tanya Ratu Amazon yang senang sekali dengan pujian tersebut.
"Tentu saja, anda adalah wanita terkuat sekaligus tercantik di Penjara Black Skull ini, Ratu... " Ucap Pedagang Budak.
"Baiklah aku pilih budak wanita yang itu.... " Ucap Ratu Amazon sambil menunjuk ke arah Vladmira.
"Fiuh........ "
"Aku langsung terjual, apa tampangku sebudak itu???" Gumam Mantan Jendral Besar Kekaisaran Vampir tersebut.
__ADS_1
"Baik Ratu..... " Ucap Pedagang Budak sambil melepaskan rantai yang terikat di tiang besi dan memberikan rantai tersebut kepada Ratu Amazon.
"Ini ambillah.... " Ucap Ratu Amazon sambil menyerahkan dua buah golok berlian yang di buat nya menggunakan elemen berlian nya.
"Terima kasih Ratu..... " Ucap Pedagang Budak.
Ratu Amazon pun kembali ke menara Miring sambil membawa Vladmira yang tangan dan kaki nya di rantai oleh rantai hitam penghilang kultivasi.
"Akhirnya aku bisa pulang ke aliansi Sanbon.... " Gumam Pedagang Budak lalu menutup dagangan nya dan bergegas menyewa pengawalan kembali ke aliansi Sanbon.
"Nasib...... "
"Nasib...... " Gumam Vladmira.
-[Kembali Ke Jamuan Makan Malam]-
Tampak hidangan di atas meja jamuan hampir sepenuh nya habis, Jendral Dracule pun berdiri dari bangkunya dan pergi ke meja Jendral Besar Arung.
Selir Fika yang melihat Jendral Dracule pun mempersilahkan Jendral tersebut untuk duduk di kursi nya.
"Pasti Jendral Dracule ingin membicarakan sesuatu hal yang penting, ini pasti masalah negara." Gumam Selir Fika.
"Jendral Dracule... " Gumam Arung.
"Mohon maaf sebelumnya Jendral Besar Arung, aku mengganggu makan malam mu bersama selir-selir mu.. " Ucap Jendral Dracule.
"Tidak apa-apa Jendral Dracule, seperti nya ada sesuatu hal yang penting yang ingin engkau bicarakan dengan ku." Ucap Jendral Besar Arung.
"Begini Jendral Naga, aku beserta para pasukan berencana menyerang Kelompok Rudolf Vampir, mereka adalah kelompok terlemah di aliansi sanbon ini... " Ucap Jendral Dracule.
"Bagus, kalau begitu kapan kita akan bergerak menggempur kelompok Rudolf ini... " Ucap Jendral Besar Arung.
"Sebenarnya aku ingin menyerang kelompok ini sendirian tanpa Jendral Naga, karena selama ini Jendral Naga sudah banyak berjuang mengalahkan para kelompok aliansi,"
"Jadi kami berpikir untuk membiarkan Jendral Besar beristirahat, dan biarkan kami yang menggempur kelompok itu di bawah komando ku Jendral Naga... " Ucap Jendral Dracule.
"Bagaimana ya, apa kalian yakin akan memenangkan pertempuran ini???" Tanya Jendral Naga khawatir.
"Tentu saja, mereka adalah yang terlemah, aku dan perdana menteri dapat mengatasi nya,"
"Lagian Jendral Naga juga butuh berbulan madu dengan kelima selir-selir vampir ini... " Ucap Jendral Dracule yang membuat pipi kelima selir merona merah.
"Baiklah Jendral Dracule, tapi jangan lakukan penyerangan malam ini, biarkan para pasukan beristirahat dulu malam ini." Perintah Jendral Naga.
"Siap Jendral.... " Ucap Jendral Dracule lalu kembali ke mejanya.
Arung dan kelima selir pun kembali melanjutkan makan malam setelah nya.
To Be Continued.......
__ADS_1
Mohon Like dan Vote nya