Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Kota Drake Part Awal.


__ADS_3

Beberapa menit kemudian Arung pun memberikan sebuah sapu tangan kepada Putri Laura, isak tangis gadis cantik itu pun terhenti.


Dengan kantung bola mata yang sembab, sang Putri Salju pun menyeka air mata yang membasahi pipi nya tersebut.


"Laura, kuatkan lah hati mu.... "


"Usah kau tangisi lagi, bersabar lah.... " Ujar Arung.


Putri Laura pun bangun kemudian menyimpan tubuh Jendral Gumoong di dalam kantung ruang milik nya.


Sesudah itu Gadis Naga itu pun refleks dan memeluk Arung.


"Arung, pinjamkan bahumu sebentar...... "


"Dewa Pencuri itu sangat bar-bar..... "


"Aku harus memberitahukan hal ini pada Papa dan Kakak Ipar..... " Ujar Putri Laura sambil memeluk Arung.


"Hah......... "


"Iya, Laura..... "


"Begitu lebih baik...... " Ucap Arung sambil memeluk Putri Laura.


Beberapa saat kemudian sebuah tonjolan kecil pun terasa dari arah bawah, pipi Putri Laura pun merona merah.


Gadis cantik itu pun malu, lalu melepaskan pelukan nya lalu berdiri membelakangi Arung.


"Arung, kita harus bergegas kembali ke Ibu Kota,"


"Arung..... "


"Tapi sebelum nya kita harus beristirahat di kota dulu.... " Ujar Putri Laura.


"Baiklah, kalau begitu ayo kita cari makanan yang enak di sana.... " Ujar Arung lalu memegang pergelangan tangan Putri Salju tersebut.


Dalam sekejap mata tubuh mereka pun melesat ke atas, tampak di sekeliling mereka banyak pohon-pohon yang patah maupun hangus terbakar, kawan-kawan kecil maupun besar pun terlihat di mana-mana.


"Tunggu dulu, Laura.... " Ucap Arung sambil mencegah Putri Laura yang hendak berjalan menuju Kota.


Ia pun menggunakan mata lima elemen nya, yaitu mata api.


Dengan kemampuan melihat tembus pandang ia pun memantau keadaan di sekitar hutan.


"Fiuh...... "


"Sepertinya, Dewa Pencuri sudah pergi dari sini,"


"Hutan ini sangat sunyi, bahkan tidak ada satu pun Beast Liat di sini,"


"Hanya ada kepiting-kepiting yang jatuh dari langit... " Gumam Arung.


"Bola mata nya berwarna merah, itu pasti jurus aneh lagi.... " Gumam Putri Laura.


"Gimana Arung???" Tanya Putri Laura.


Arung pun menatap ke arah Putri Laura, tanpa di sengaja oleh nya.

__ADS_1


Pemuda Tampan itu pun melihat tubuh polos Putri Laura dengan Mata Api nya, untuk sesaat Pendekar Setengah Naga itu pun terpaku.


"Gunung..... "


"Yang indah..... " Ucap Arung keceplosan.


Sementara itu Putri Laura tidak menyadari jika tubuh polos nya sedang di lihat oleh Arung menggunakan Mata Api nya.


"Gunung...... "


"Maksudmu Gunung Dewa Kratos itu..... "


"Kita tidak ke arah Gunung itu Arung tapi ke arah sana.... " Ucap Putri Laura.


Bola mata Arung pun kembali ke warna asal nya, ia pun terlihat sedikit malu.


"Sudah aman Laura, ayo kita ke arah itu..... " Ucap Arung lalu berjalan melewati Putri Laura.


"Ups....... "


"Mata Api ini sangat berbahaya di gunakan di dekat wanita.... " Gumam Arung sambil mengingat Gunung kembar milik Putri Laura.


"Kenapa ia kelihatan malu-malu yach.... " Gumam Putri Laura.


"Byurrrrr............ " Suara hujan deras.


Arung dan juga Putri Laura pun berjalan di tengah-tengah Hutan yang telah porak poranda dan di penuhi kepiting-kepiting kecil.


Beberapa menit kemudian terlihat di hadapan nya sebuah Golok Naga Kristal, dan sebuah kantong ruang.


"Ini pasti benda pusaka milik para Naga itu... " Ucap Arung lalu mencabut Golok tersebut dan menyimpan kantong ruang tersebut.


"Itu milik Kakak Ipar, ya sudah lah.... "


"Siapa yang menemukan nya dia lah yang menjadi pemilik nya." Gumam Putri Salju.


Arung pun menggantungkan Golok Naga Kristal tersebut di punggung nya dan kembali berjalan ke dalam hutan.


Beberapa menit kemudian mereka pun tiba di dekat tubuh dua ekor Naga yang telah tewas di tangan Dewa pencuri sebelum nya.


Tampak Pedang Naga Nafsu dan Pedang Naga Hantu tertancap berdekatan.


"Wah........ "


"Pusaka lagi nih, jakpot.... " Ujar Arung lalu kembali memungut kedua pusaka tersebut dan menggantungkan nya di kedua sisi pinggang nya.


Sementara itu Putri Laura memungut Rantai Nebula Emas milik Jendral Kali jaga dan melilitkan nya di pinggang mungil nya.


Arung pun tidak lupa memungut tiga buah kantong ruang dan memasukkan nya kedalam cincin ruang milik nya.


"Rantai emas ini sangat indah.... " Gumam Putri Laura yang menyukai emas.


"Sepertinya Laura pun mendapatkan pusaka, baguslah..... " Gumam Arung saat melirik ke arah Putri Laura.


Tiga buah essensia Naga tingkat dewa pun melayang di atas kepala para Naga tersebut, Putri Laura pun langsung memasukkan ketiga essensi Naga tersebut kedalam kantung ruang nya.


"Essensi tingkat dewa, dengan ini aku bisa membangkitkan elemen dewa.... " Gumam Putri Laura lalu mulai mengenakan penutup mulut untuk menyembunyikan identitas nya.

__ADS_1


Sampai saat ini Arung belum menyadari nya, jika Gadis Cantik yang menemani perjalanan nya itu adalah seorang Putri dari sebuah Kerajaan Besar di Daratan Naga tersebut.


"Sepertinya Laura kedinginan, jadi dia memakai syal hitam itu..... "


"Cuaca dingin gini enak nya kalau ada Mitha.... " Gumam Arung yang teringat dengan sosok pacarnya di Benua Es Api.


"Arung, ayo....... " Ucap Putri Laura.


Mereka berdua pun kembali berjalan menelusuri hutan tersebut, dan beberapa menit kemudian mereka tiba di depan gerbang kota.


Tampak ada banyak prajurit-prajurit Naga yang berjaga di depan gerbang tersebut.


"Kalian mau kemana..... " Ucap salah seorang penjaga.


Di atas tembok kota terdapat banyak sekali prajurit-prajurit yang sedang bersiaga dengan senjata lengkap di tubuh nya.


Di pinggiran tembok terlihat banyak sekali bangkai makhluk yang mirip dengan gajah namun berkulit hitam dan memiliki gading hitam yang besar dan panjang.


Di tembok kota pun terlihat bekas-bekas goresan pertempuran sengit yang seperti nya baru terjadi.


Putri Laura pun memperlihatkan token bangsawan nya kepada Penjaga tersebut.


"Token kerajaan tingkat SS, mereka pasti orang penting.... " Gumam Penjaga tersebut lalu mempersilahkan Putri Laura dan Arung masuk.


"Tuan, apa yang sebenarnya sedang terjadi???" Tanya Arung yang jadi penasaran setelah melihat bangkai-bangkai milik makhluk menyerupai gajah tersebut.


"Tuan Muda, beberapa saat yang lalu,"


"Terjadi serangan sekelompok BlackMamoth ke mari, tapi tenang saja,"


"Serangan tersebut berhasil kami patahkan.... " Ucap Penjaga itu dengan bangga.


"Blackmamoth...... " Ucap Arung.


"Serangan BlackMamoth....... "


"Ini pasti akibat iklim hujan kepiting, para Beast Liar jadi mengamuk..... " Gumam Putri Laura.


"Tuan Muda tenang saja dan nikmati waktu berdua dengan kekasih Tuan, masalah keamanan Kota biar menjadi tanggung jawab kami..... " Ujar Penjaga tersebut.


Saat ini Arung dan juga Putri Laura sedang menyembunyikan ranah kultivasi nya sehingga Penjaga tersebut tidak dapat mengetahui tingkatan kultivasi mereka sebenarnya saat ini.


"Kekasih, penjaga itu gak tau kalau sebentar lagi Arung akan menjadi Pangeran Kerajaan Benua Naga Utara ini.... " Gumam Putri Laura lalu mengeluarkan beberapa batu roh.


"Ini ambillah, Tuan.... "


"Buat ngopi..... " Ucap Putri Laura yang senang saat Pengawal tersebut mengatakan jika mereka berdua adalah sepasang kekasih.


"Terima Kasih, Nona..... " Ucap Pengawal tersebut.


Mereka berdua pun masuk kedalam kota setelah nya, beberapa penjaga pun kembali menutup gerbang kota tersebut.


"Dup.............. " Suara saat Gerbang Kota Drake tertutup.


To Be Continued.......


Mohon Like dan Vote nya

__ADS_1


__ADS_2