
-[Satu Jam Kemudian]-
"Sekarang saat nya." Gumam Arung.
Mereka berempat pun mulai mengucapkan sepatah kata pasword untuk keluar dari tempat tersebut.
"CLARA...... " Ucap mereka berempat dengan kompak.
-[Terowongan Air]-
Mereka berempat pun muncul secara mendadak di dalam terowongan air tersebut.
"Kalian pergilah duluan, aku akan menyusul." Perintah Arung.
"Baik Jendral." Ucap Komandan Yuri.
Komandan Yuri beserta Vladmira dan juga Lionel Kecil pun bergegas menyelam dan meninggalkan Arung seorang diri di tempat tersebut.
"Aku harus bergerak cepat." Gumam nya kemudian mulai menggali dasar terowongan tempat penyimpanan bola ruang milik nya sebelum nya kemudian mulai menyimpan nya.
Arung pun mulai mengeluarkan Pedang Ular Merah Jambu Bertanduk Sembilan milik nya tersebut, lalu mulai menyalurkan 3/4 dari tenaga dalam nya tersebut ke dalam inti senjata suci tersebut.
"HYAAATTTT........... " Teriak nya sambil menghunuskan ujung pedang nya tersebut.
"Whussss................" Suara hembusan Kabut Ilusi Cinta yang keluar dari ujung Pedang nya tersebut.
Kabut berwarna merah jambu pun mulai memenuhi terowongan air sepanjang 2 km tersebut.
"Sekarang tinggal memberikan sedikit sentuhan terakhir dan aku akan meninggalkan oleh-oleh untuk Kakek Tua tersebut." Gumam Arung kemudian mulai melesatkan tenaga dalam elemen perak yang membentuk sebuah dinding tebal yang menutupi terowongan air tersebut.
Di balik dinding tersebut terpahat sebuah tulisan "SAMPAI KETEMU LAGI KAKEK TUA B*NGSAT".
"Ha....... "
"Ha........ "
"Ha........ " Tawa kecil Arung kemudian mulai mengeluarkan sebuah bola berelemen cahaya di telapak tangan sebelah kanan milik nya sebagai penerangan.
"Sampai ketemu lagi Kakek B*ngsat." Gumam Arung kemudian mulai menyelam meninggalkan tempat tersebut.
-[Gubuk Tempat Tinggal Kepala Desa]-
Tampak saat ini Kakek Tua tersebut tengah duduk sambil membaca sebuah Kitab Jurus yang misterius, salah seorang Prajurit pun mulai mengetuk pintu Gubuk nya tersebut.
"Tok.......... "
"Tok.......... "
"Tok.......... " Suara ketukan pintu.
"Masuk.... " Ucap Kepala Desa tersebut.
Prajurit itu pun mulai memasuki ruangan tersebut sambil membungkuk dan memberi hormat kemudian mulai melaporkan kejadian pengejaran Naga yang sedang berlangsung tersebut.
"Apa....... "
"Naga itu jadi empat?"
"Antarkan aku kesana." Perintah Kakek Tua tersebut.
"Ayo Kepala Desa... " Ucap Prajurit Belut Listrik tersebut.
Prajurit Belut Listrik itu pun mulai mengantarkan Kepala Desa ke tempat pengejaran ke empat Naga tersebut.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian,
-[Terowongan Air]-
"Mereka ke arah sana Kepala Desa." Ucap Prajurit Belut Listrik tersebut sambil menunjukkan arah.
"He.... "
"He.... " Tawa licik Kepala Desa tersebut.
"Aku akan mengejarnya sendiri kau tidak usah mengikutiku." Perintah Kakek Tua tersebut kemudian mulai menyelam dengan begitu cepatnya.
"Dusssshhh......... " Suara saat Kepala Desa tersebut menyelam dengan kecepatan ibarat panah yang melesat dari busur nya tersebut.
"Kepala Desa, benar-benar sangat cepat saat di air." Gumam nya.
-[15 menit kemudian]-
Kakek Tua itu pun sampai ke tempat pengejaran tersebut, seketika Belut-Belut Listrik lain nya pun mulai minggir dan memberikan jalan buat Pemimpin nya tersebut.
"Kepala Desa begitu cepat." Gumam beberapa Belut-Belut Listrik tersebut.
Kakek Tua itu pun kembali melesat dan tiba di hadapan ke empat Avatar tersebut, ke empat Avatar pun menghentikan penyelaman nya.
"Ini aneh ranah yang di miliki mereka berempat tidak terdeteksi?" Gumam Kakek Tua tersebut kemudian mulai mengeluarkan Pedang Petirnya.
"HYATTTT........ " Teriak ke empat Avatar tersebut kemudian mulai menerjang ke arah Kakek Tua tersebut.
Dengan lincah Kakek Tua tersebut menghindari setiap pukulan dan tendangan yang mengarah kepada nya tersebut.
Beberapa menit kemudian,
"Slasshhhh......... "
"Slasshhhh......... "
"Slasshhhh......... " Suara saat Pedang Petir berhasil memenggal Kepala ke empat Avatar tersebut.
"Ini aneh, kenapa Naga ini begitu lemah." Gumam Kakek Tua tersebut.
"Lihat..... "
"Ke empat Naga itu berubah menjadi kayu." Ucap Salah Satu Belut Listrik tersebut.
"Apa...... " Gumam Kakek Tua tersebut saat menoleh ke arah kayu-kayu tersebut.
"Br*ngsek, ini adalah jebakan,"
"Dia pasti lari ke arah sana, kalian susul aku nanti." Perintah Kakek Tua tersebut dengan emosi yang tinggi.
"Dussshhhhh......... " Suara saat Kakek Tua tersebut kembali melesat di dalam Terowongan Air tersebut.
"Ugh....... "
"Ayo kita susul Kepala Desa, sepertinya dia sedang kesal." Ucap Salah Satu Belut Listrik tersebut.
Gerombolan Belut-Belut Listrik itu pun mulai menyusul pimpinan nya tersebut.
-[30 Menit Kemudian]-
Kakek Tua itu pun tiba di dalam terowongan air yang di penuhi Kabut Ilusi Cinta tersebut, laki-laki tua berjanggut putih itu pun bingung dengan fenomena alam tersebut.
"Ini aneh, sejak kapan terowongan ini di penuhi kabut?" Gumam Kakek Tua tersebut sambil menyelam perlahan di dalam terowongan berkabut tersebut.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Kakek Tua itu pun tiba di hadapan tembok perak tersebut, dan membaca tulisan yang terpahat di dinding tersebut.
Seketika amarah Kakek Tua tersebut kembali tersulut, seperti sebuah kobaran api yang di sirami bensin.
Kobaran api tersebut pun menjadi begitu besar begitu pula dengan amarah Kakek Tua tersebut terhadap Arung akibat beberapa patah kata yang terpahat tersebut.
"Ugh........ "
"B*jingan itu, awas kau kalau ketemu." Ucap Kakek Tua tersebut kemudian mulai memasang kuda-kuda untuk melesatkan serangan nya.
Tanpa di sadari oleh Kakek Tua tersebut, ia sudah menghirup begitu banyak Kabut Ilusi Cinta sejak tadi dan mulai mengalami efek nya saat ini.
"Ugh........ "
"Apa ini, kenapa kepalaku bisa pusing sekali?" Ucap Kakek Tua tersebut kemudian mulai tak sadarkan diri.
-[Satu Jam Kemudian]-
Gerombolan Belut-Belut Listrik pun tiba di terowongan air yang di penuhi oleh Kabut Ilusi Cinta tersebut, sama seperti kejadian yang sedang menimpa Kepala Desa nya tersebut.
Makhluk-makhluk ini pun mengira jika Kabut itu merupakan fenomena alam biasa saja dan tidak menyadari jika itu merupakan sebuah jebakan, Belut-Belut Listrik itu pun mulai masuk lebih dalam lagi dan mulai bertumbangan seekor demi seekor.
"Ugh....... "
"Kok aku mengantuk ya?" Ucap Salah Satu Belut Listrik kemudian mulai jatuh pingsan.
Begitu pula dengan Belut-Belut Listrik Kecil, makhluk-makhluk itu pun berjatuhan ke dasar lantai terowongan tersebut. Beberapa Belut-Belut Listrik berukuran dua meter bahkan ada yang tewas karena jatuh tertancap duri-duri bebatuan yang tajam tersebut dan beberapa lain nya jatuh ke dasar terowongan air tersebut.
-[Mimpi Kakek Tua setelah terbius Kabut Ilusi Cinta tersebut]-
Kabut ini memiliki efek membuat Kultivator yang menghirupnya pingsan dan bermimpi tentang kisah cinta yang berakhir baik maupun kisah cinta yang berakhir pahit.
Tampak saat ini Kakek Tua tersebut sedang duduk di sebuah ranjang di dalam sebuah kamar mewah di lantai di di dalam rumah berlantai dua tersebut.
"Kemana semua kultivasiku?" Gumam Kakek Tua tersebut.
Di dunia mimpi tersebut kultivasi pengguna nya tergantung mimpi yang di jalaninya tersebut.
"Krakkkk........... " Suara saat pintu kamar tersebut terbuka.
Seorang wanita bertubuh kekar dengan wajah menyerupai pria pun muncul mengenakan sebuah daster.
"Suamiku........ "
"Maaf, menunggu mu lama,"
"Walaupun usia mu sudah renta, aku tetap akan memanjakan mu malam ini." Ucap Wanita berwajah pria tersebut sambil berlari ke arah Kakek Tua tersebut.
"Ugh...... "
"Monster........ " Teriak Kakek Tua tersebut dan memilih melompat dari jendela dan tewas.
"Kraang........ " Suara saat kaca jendela tersebut pecah saat di terjang oleh Kakek Tua renta tersebut.
"Brukkkk........ " Suara saat tubuh Kakek Tua tersebut jatuh ke tanah.
Setelah tewas di dalam Dunia mimpi tersebut kesadaran Kakek Tua itu pun di transfer kan ke mimpi percintaan lainnya.
Hal itu akan terus berlanjut selama tiga hari tiga malam, mimpi indah atau pun mimpi buruk tergantung nasib baik Kultivator itu sendiri.
___________________________________
"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.
__ADS_1