Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Terdampar Ke Masa Lalu Bagian Ke Lima.


__ADS_3

-[Ruang Tamu Mansion]-


Ke empat Tetua pun saat ini telah selesai makan bersama di ruang tersebut, mereka berempat pun mulai merayu Pendekar Naga tersebut secara bergantian.


"Makanan dan minuman buatan Tetua Shiyu memang enak dan juga nikmat Pendekar Naga, tapi akan lebih enak dan nikmat lagi jika Tuan Naga mau memakan masakan dan minuman buatan ku di Mansion ku,"


"Just I and you, Mr Naga,"


"Di jamin Tuan Naga akan ketagihan dengan rasa nikmat nya masakan dan minuman buatan dari Koki yang lebih berpengalaman dalam hal memasak dan meramu minuman." Rayu Tetua Lindsay yang sangat berpengalaman mengenai hubungan percintaan tersebut.


"Iya Tetua Lindsay, jika kami masih di sini,"


"Aku dan Putri ku akan berkunjung ke Mansion Tetua Lindsay saat ada kesempatan." Ucap Arung.


"Oh My God..... "


"Ternyata Tuan Naga adalah seorang Duren beranak satu, dia tidak hanya macho tapi merupakan Suami yang penuh tanggung jawab,"


"Dia pasti bekerja keras selama ini dalam membesarkan dan merawat Putri nya seorang diri, kasian My Sweaty Naga." Gumam Tetua Dara.


"Ugh..... "


"Single parent, dia memang tipe ku." Gumam Tetua Lindsay.


"Jika Tuan Naga memiliki waktu luang dan berniat untuk bersantai Tuan Naga bisa pergi ke Mansion ku,"


"Aku baru saja berlatih Pijatan Jujitsu, Tuan Naga pasti puas dengan pijatan-pijatan relaksasi dari ku." Ucap Tetua Dara sambil memperagakan pijatan-pijatan nakal nya di hadapan Tuan Naga dan Tetua-Tetua lain nya.


"Wah...... "


"Terima Kasih Tetua Dara, kalau aku pegal-pegal aku pasti akan pergi ke tempat Tetua Dara." Ucap Arung.


"Sepertinya ada yang aneh dengan gelagat para Tetua-Tetua saat ini." Gumam Arung yang mulai mencurigai rayuan-rayuan gombal para Tetua-Tetua tersebut.


"Tuan Naga, di kediaman ku saat ini terdapat sebuah pemandian air panas,"


"Jika Tuan Naga ingin mandi di tempat tersebut, Tuan Naga dapat pergi ke kediaman ku,"


"Aku pasti akan memanjakan Tuan Naga di sana." Ucap Tetua Ayana.


"Ugh...... "


"Ini semakin aneh... " Gumam Arung.


"Baik Tetua Ayana, aku akan mengajak Putri ku beserta ku nanti nya." Ucap Arung.


"Sekarang tinggal Tetua Kikan dan Shiyu, tawaran aneh apa lagi yang akan mereka lontarkan kepada ku?" Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.


"Tuan Naga, kalau kau bosan kita bisa bercocok tanam bersama di kebun di belakang kediaman ku,"


"Kau dapat menanam benih-benih tumbuhan apa pun di dalam kebun ku itu, dan dapat mengolah nya dengan cara apa pun." Ucap Tetua Kikan sambil mengedipkan sebelah mata nya ke pada Pendekar berambut putih tersebut.


"Oh........ "


"Sepertinya mereka berlima mulai menyukai ku, ini sungguh gawat..... " Gumam Arung.

__ADS_1


"Nanti kalau sempat aku akan berkunjung ke kediaman Tetua Kikan yach." Ucap Arung.


"Ugh....... "


"Keempat Tetua ini begitu pandai menggombal Pendekar Naga, aku gak kuat lagi,"


"Aku gak boleh kalah." Gumam Tetua Shiyu kemudian mulai bangun dan beranjak dari kursi nya tersebut.


Ke empat mata Tetua Cantik lain nya pun mulai menatap ke arah Tetua Shiyu yang sedang berjalan dengan anggun nya ke arah Pendekar Naga tersebut.


"Pasti dia mau memberikan sebuah artifak atau senjata suci yang berkualitas tinggi untuk menarik perhatian Tuan Naga." Gumam Tetua Lindsay.


"Firasat ku gak enak nih?" Gumam Arung.


"Ugh...... "


"Apa yang hendak dia lakukan." Gumam ke tiga Tetua lain nya tersebut.


Tetua Shiyu pun mulai menc*um Pendekar Naga di hadapan ke empat Tetua lain nya, setelah beberapa saat ia pun menyudahi ci*uman nya tersebut dan berlari keluar dari ruang tamu tersebut.


"Kraakk.......... " Suara saat pintu Mansion tersebut terbuka.


"Tetua Shiyu..... " Gumam Arung yang sangat terkejut dengan tindakan nakal Tetua Shiyu sebelum nya tersebut.


"Wah...... "


"Shiyu sudah gelap mata... " Gumam Tetua Lindsay.


Ke empat Tetua lain nya pun mulai pamit dan mulai meninggalkan ruang tamu tersebut bersamaan.


"Aku tidak menyangka Tetua Shiyu se agresif ini, Bisa-bisa nya dia menc*umku di hadapan khalayak ramai seperti itu." Gumam Arung dengan pipi yang merona merah tersebut.


-[Di Tengah Hutan Kematian]-


Tampak Shayla kembali menerjang ke arah Bola-Bola Api Hitam Beracun yang sedang melesat ke arah nya tersebut kemudian mulai memotong-motong serangan-serangan tersebut.


"Slasshh......... "


"Slashhh......... "


"Slasshh.........." Suara saat Trisula Poseidon mulai memotong-motong serangan-serangan tersebut.


"Duargh........... "


"Duargh............"


"Duargh............ " Suara ledakan akibat Bola-Bola Api yang terbelah dan menghantam sekitaran Hutan tersebut.


Ular Jantan itu pun kembali mencoba menerkam Shayla beberapa kali, dengan lincah Gadis Vampir itu menggunakan kesempatan itu untuk menebas tubuh makhluk berbisa tersebut dengan Jurus Langkah Petir milik nya.


"Slasshh........... "


"Slasshh........... "


"Slashhh............" Suara saat tubuh Ular tersebut tertebas oleh Trisula Poseidon beberapa kali.

__ADS_1


"Arghhhhh......... " Erangan kesakitan makhluk buas tersebut sambil meniupkan asap hitam beracun ke arah Shayla Tiger.


"Ini dia yang kutunggu-tunggu aku akan mencoba Jurus Tsunami milik Trisula Poseidon ini." Gumam Shayla kemudian mulai menengadahkan Trisula Poseidon nya ke atas.


Sebuah ombak setinggi lima puluh meter muncul secara tiba-tiba dan mulai menerjang ke arah asap hitam dan Ular Jantan tersebut, Shayla pun mulai menyalurkan tenaga dalam elemen petir nya ke arah ombak raksasa tersebut.


"Dzzziiittt......... "


"Dzzziiittt......... "


"Dzzziiittt.......... " Suara percikan petir dari ombak raksasa tersebut.


Ombak beraliran petir pun mulai menggulung Ular Raksasa dan Pepohonan Besar di sekitar nya tersebut, makhluk buas itu pun tersetrum hingga tewas karena serangan dahsyat milik Shayla Tiger tersebut.


"Hahay...... "


"Jurus yang sangat hebat." Gumam Shayla kemudian mulai menyimpan tubuh beast tersebut.


"Kata Mama Rayla, Sup dari Ular Bertanduk Sembilan ini bagus sebagai anti bodi terhadap racun,"


"Aku akan membagikan nya kepada Papa dan anggota Keluarga Tiger lain nya." Ucap Shayla kemudian mulai terbang meninggalkan Hutan Kematian tersebut.


"Whusss.......... " Suara hempasan angin saat Shayla mulai terbang meninggalkan tempat tersebut.


-[Di Ruang Rahasia Pemakaman Keluarga tiger]-


Ruangan ini terdapat di bawah tanah, tampak ada beberapa nisan milik Matriak atau pun Patriak Keluarga Tiger yang telah berpulang sebelumnya.


Tempat ini hanya di ketahui oleh para Patriak dan istrinya saja dan merupakan tempat peristirahatan terakhir Setiap Pemimpin dari Keluarga Tiger tersebut.


"Hiks....... "


"Hiks....... "


"Hiks........ " Tangis Vinic Muda pada nisan suami nya yang baru saja di kuburkan nya tersebut.


"Jedi, kau beristirahat lah dengan tenang di sana,"


"Aku berjanji akan membesarkan buah hati kita ini dengan sebaik-baiknya." Ucap Vinic Muda pada nisan berwarna merah tersebut.


"Hiks........"


"Hiks....... "


"Hiks....... " Tangis Vinic Muda.


"Setelah kepergian Kak Yuki dan dirimu aku tidak yakin jika Keluarga Tiger ini akan terus berdiri, Jedi,"


"Tapi aku berjanji akan terus melindungi serta mempertahan kan kelangsungan Keluarga Tiger ini." Gumam nya.


Tampak kantung mata Vinic Muda sembab akibat menangis terlalu lama, hatinya pun begitu terluka akan kematian Suaminya tersebut.


Ia pun masih bisa berdiri karena janin yang ada di dalam kandungan nya tersebut, janin itu juga yang membuatnya masih memiliki sedikit asa untuk terus bertahan.


___________________________________

__ADS_1


"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.


__ADS_2