Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Goa Yin Yang Vampir Emas Bagian Akhir.


__ADS_3

-[1000 tahun kemudian]-


Terlihat seorang Pemuda berambut putih panjang serta terikat dengan mengenakan sebuah jubah perang berwarna putih sedang duduk bermeditasi di Tepian Telaga yang sangat jernih tersebut.


Aura berwarna-warni mulai terlihat berkumpul di sekitar nya, ketiga Gadis Cantik itu pun mengamati meditasi Pemuda Tampan tersebut dari kejauhan.


"Semoga hari ini Papa Arung berhasil menembus ranah alam Naga tingkat awal nya." Ucap Shayla Tiger.


"Tenanglah Shayla, aku yakin Papa mu pasti berhasil kali ini." Ucap Dhieng Vampir.


"Ini sudah kali ke 100 dia mencoba nya, aku tidak yakin dia akan berhasil kali ini juga." Ucap Raya Poison Snake.


"Kita lihat saja Rayla, aku sangat berharap dia bisa segera menembus nya,"


"Aku sudah lama sangat ingin membalaskan dendam ku kepada Pengkhianat Cinta tersebut." Ucap Ratu Adrienne.


"Pengkhianat Cinta, apa itu?" Gumam Shayla Tiger.


Tak lama berselang aura berwarna-warni pun mulai melesat ke luar dari tubuh Pendekar Setengah Naga tersebut yang menandakan ranah nya telah berhasil menembus ke Ranah Alam Naga tingkat awal.


"Akhirnya aku berhasil juga... " Gumam nya lalu mulai bangun dan berdiri di Tepian Telaga yang jernih tersebut.


"PAPA ARUNG,....... "


"SELAMAT KAU BERHASIL...... " Teriak Shayla Tiger kemudian mulai memeluk tubuh Papa nya tersebut.


"Aku jadi malu menerima ucapan dari Shayla, bahkan dia saat ini sudah mencapai ranah kultivasi alam dewa tingkat awal, begitu juga dengan yang lain nya." Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.


"Akhirnya si bodoh itu berhasil juga." Gumam Rayla Poison Snake sambil tersenyum kecil.


Beberapa saat kemudian sebuah Gerbang Emas kembali muncul di atas Telaga tersebut.


"Arung..... "


"Ayo kita segera keluar dari Goa ini.... " Ucap Ratu Adrienne lalu mulai melesat terbang menuju Gerbang Emas tersebut.


"Whusss........... " Suara hempasan angin saat Ratu Adrienne melesat terbang.


"Selama ini Ratu begitu baik terhadap Arung, sesekali aku pernah melihat nya keluar dari dalam Goa milik Ratu di pagi-pagi buta,"


"Mungkinkah Ratu selingkuh dengan Suamiku." Gumam Dhieng Vampir lalu mulai melesat terbang menuju Gerbang Emas tersebut.


Saat ini kultivasi ketiga wanita cantik tersebut telah berada di ranah alam dewa tingkat ke satu.


"Ayo Rayla, Shayla.... " Ucap Arung.


Mereka pun terbang beriringan menuju Gerbang Emas tersebut.


"Ugh..... "


"Akhirnya aku bisa melihat dunia luar juga,.... " Gumam Shayla Tiger yang belum pernah sekalipun melihat Dunia luar tersebut.


-[Hutan Kayu Cendana Emas]-


Mereka berempat pun keluar dari dalam Gerbang Emas yang berada di atas Hutan Kayu Cendana tersebut, beberapa saat kemudian Gerbang Emas tersebut pun mulai perlahan menghilang.


Ada perbedaan waktu yang sangat besar di antara Dunia di dalam Goa Yin Yang tersebut dengan waktu di Dunia Vampir saat ini, jika mereka telah menghabiskan waktu 1000 tahun lamanya di dalam Goa tersebut di Dunia Vampir waktu barulah berlalu selama tiga tahun saja semenjak mereka pertama kali mulai memasuki Goa Yin Yang tersebut.

__ADS_1


Ratu Adrienne dan Dhieng telah menyadari hal tersebut, namun Arung, Rayla, dan juga Shayla tidak menyadari hal tersebut.


"Ini aneh, kenapa Hutan ini tidak terlihat berubah sedikit pun,"


"Setelah 1000 tahun seharusnya Pohon-Pohon ini tumbuh semakin besar." Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut sambil mengamati ekosistem di Hutan tersebut.


Rayla Poison Snake pun berpikiran hal yang sama dengan yang di pikirkan oleh Suami nya tersebut, mereka pun mulai terbang dan meninggalkan Hutan Kayu Cendana Emas tersebut setelah nya.


"Whusss..... "


"Whusss......"


"Whusss..... "


"Whusss..... " Suara hempasan angin saat mereka mulai melaju terbang dengan kecepatan tinggi meninggalkan tempat tersebut.


-[Paviliun Vampir]-


Malam hari.


Beberapa jam kemudian mereka pun berhasil keluar dari tempat tersebut menggunakan Jurus Dewa Bumi, sang Ratu Vampir pun mulai mengenakan topeng untuk menutupi identitas diri nya tersebut.


"Sebaik nya malam ini kita menginap di Rumah Bordir Gadis Vampir saja dulu, besok kita baru melanjutkan perjalanan." Ucap Arung.


"Apa.... "


"Naga Buaya ini belum cukup-cukup juga memiliki tiga orang istri, apa yang ada di kepala nya hanya anu nya itu saja?" Gumam Ratu Adrienne.


Ratu Adrienne sudah salah paham dengan maksud perkataan Arung tersebut, dia tidak hanya ingin bermalam di tempat tersebut tapi juga ingin bertemu dengan sobat lama nya RIKE VAMPIR.


"Aku setuju.... " Sahut kompak Dhieng dan Rayla.


Beberapa saat kemudian Rombongan Prajurit-Prajurit Vampir yang berpatroli mulai terlihat bergerak ke arah mereka.


"Ayo kita segera pergi." Ucap Ratu Adrienne lalu terbang meninggalkan halaman Paviliun Vampir tersebut.


"Kenapa dia begitu terburu-buru." Gumam Rayla Poison Snake.


Mereka pun terbang meninggalkan tempat tersebut beriringan di atas langit malam yang di penuhi bintang-bintang tersebut.


"Apa yang di pikirkan kedua Gadis Bodoh ini, kenapa mereka membiarkan Suami nya menginap di Rumah Bordil,"


"Sepertinya ada yang salah dengan otak mereka, apa mungkin selama ini mereka melayani Naga Buaya itu berduaan?" Gumam Ratu Adrienne sambil menoleh ke arah Rayla dan juga Dhieng.


Sementara itu seperti biasanya Putri Tiri Naga Buaya itu terus menempel di dekat Papa tercintanya tersebut.


"Papa, apa itu Rumah Bordil Gadis Vampir?" Tanya Shayla dengan polos nya.


"Ugh.... "


"Apa yang harus kujawab..... " Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut sambil menoleh ke arah Rayla dan juga Dhieng.


"Itu hanya tempat penginapan biasa Shayla." Ucap Arung berbohong sambil tersenyum kecil dengan gigi yang rapat.


"Dasar Pembohong.... " Gumam kompak ketiga istri nya tersebut.


"Oh....... "

__ADS_1


"Kalau begitu ayo kita menginap di Rumah Bordil Gadis Vampir." Teriak Shayla Tiger dengan penuh semangat.


"Mau jadi apa kelak Shayla jika di didik oleh Naga Buaya Darat ini, padahal masa depan nya begitu cerah,"


"Kasian Shayla... " Gumam Ratu Adrienne sambil terbang.


-[Kembali ke Prajurit-Prajurit yang berpatroli di tempat tersebut]-


Prajurit-prajurit tersebut pun sampai di tempat Arung dan yang lain nya berada tersebut.


"Lho.... "


"Mana penyusup nya?" Tanya Komandan yang memimpin Prajurit-Prajurit tersebut.


"Tadi kami mendengar ada beberapa orang yang berbincang-bincang di sini Komandan." Ucap Salah Satu Prajurit tersebut.


"Benar Komandan kami pun melihat sosok mereka dari kejauhan, namun kehadiran nya begitu menekan,"


"Kami jadi tidak berani menghampiri nya." Ucap Prajurit lain nya.


"Ugh....... "


"Kenapa bulu kuduk ku merinding, apa ini ada hubungan nya dengan kasus kematian murid-murid Tetua-Tetua Vampir sebelum nya,"


"Apakah itu tadi hantu.. "


"Ih.... "


"Serem... "


"Sebaiknya aku segera berpatroli ke tempat lain nya." Gumam Komandan tersebut.


"Ayo kita pergi ke tempat lain nya." Perintah Komandan tersebut.


"Siap Komandan... " Teriak Prajurit-Prajurit tersebut kompak.


"Ih.... "


"Serem, apa mungkin yang kami lihat sebelum nya itu hantu?" Gumam salah satu Prajurit tersebut.


Rombongan Prajurit-Prajurit itu pun mulai meninggalkan halaman depan Paviliun Racun tersebut, tak lama berselang suara tawa yang menyeramkan pun terdengar dari dalam tanah di tempat tersebut.


"Hi....... "


"Hi....... "


"Hi....... " Suara tawa Hantu Goa yang selamat dari pembantaian sebelumnya.


"Komandan..... "


"Hantu............. " Teriak Salah satu Prajurit tersebut sambil melarikan diri dari tempat tersebut.


"Ugh..... "


"Sial kenapa pula Hantu nya harus muncul di saat shift aku berjaga malam ini." Gumam Komandan tersebut yang ikutan melarikan diri dari tempat tersebut.


___________________________________

__ADS_1


"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.


__ADS_2