Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Terdampar Ke Masa Lalu Bagian Ke Sebelas.


__ADS_3

-[Di Dalam Kamar Arung]-


Saat ini Tetua Dara Tiger sedang berdiri di atas punggung Tuan Naga dan sedang memijat nya dengan kedua kaki nya yang ramping dengan metode pijatan jujitsu nya.


"Akh........ "


"Akh........ " Ucap Arung yang merasa ke enakan saat di pijit oleh kaki-kaki mungil milik Tetua Dara Tiger tersebut.


"Kretek...... "


"Kretek...... " Suara tulang Arung.


"Gimana Tuan Naga, enak kan.... ?" Tanya Tetua Dara sambil terus menginjak pinggul dan punggung Tuan Naga.


"Ugh......... "


"Pijatan nya memang benar-benar terasa begitu nikmat, tapi aku jadi khawatir aku bisa saja khilaf nanti nya." Gumam Arung yang sebenarnya sangat menikmati pijatan jujitsu tersebut.


"Akan lebih enak lagi jika kau melepaskan lilitan-lilitan rantai hitam ini Tetua Dara... " Ucap Arung.


Tetua Dara pun kembali menginjak-injak punggung Tuan Naga dari betis nya hingga ke pundak nya.


"Akh......... "


"Pelan-pelan Tetua, pinggangku bisa patah nanti nya." Ucap Arung.


"Ah..... "


"Tuan Naga bercanda.... " Ucap Tetua Dara Tiger tersebut.


Tanpa di sadari oleh mereka berdua saat ini Shayla sudah terbangun akibat suara-suara ribut yang terdengar dari dalam kamar Papa nya tersebut.


"Ugh...... "


"Papa, terkahir kali aku mendengar Papa ricuh seperti ini adalah saat pagi-pagi buta dia menyelinap ke dalam Goa Mama Rayla,"


"Sebaiknya aku bermeditasi di luar saja, suara-suara ribut ini membuatku tidak bisa tidur." Gumam Shayla kemudian mulai beranjak turun dari lantai dua tersebut.


Setelah memijit nya sambil berdiri selama beberapa menit, Tetua Dara pun mulai duduk di punggung Arung dan mulai memijit kepala nya tersebut.


"Jari jemari Tetua Dara dalam memijit memang benar-benar enak." Gumam Arung sambil menikmati pijatan-pijatan jujitsu milik Tetua Dara tersebut.


"Sepertinya dia sudah mulai menikmati nya, apa aku akan melakukan nya sekarang yach?" Gumam Tetua Dara Tiger yang memiliki sebuah agenda tersembunyi.


-[Tiga Jam Kemudian]-


Tetua Dara Tiger pun telah selesai memijit Tuan Naga, ia pun mulai melepaskan lilitan-lilitan rantai hitam penghilang kultivasi yang ada di kaki dan tangan Tuan Naga tersebut.


"Gimana Tuan Naga?"


"Pijatan Jujitsu ku, enak kan?" Tanya Tetua Dara.


"Tubuhku benar-benar segar setelah kau pijit Tetua, Terima kasih.... " Ucap Arung.


Tetua Dara pun mulai merangkul leher Arung dan menc*um bibir nya dengan mesra nya sambil memegang tangan Tuan Naga tersebut.


"Maukah kau menjadi Suamiku Tuan Naga?" Tanya Tetua Dara.

__ADS_1


"Maaf Tetua Dara, sepertinya aku lupa mengangkat jemuran di atas Mansion ini." Ucap Arung kemudian mulai berteleport dari tempat tersebut.


"Blitzzz............. " Suara jurus teleportasi milik Arung.


"Hah....... "


"Dia menghilang di saat-saat yang kritis." Ucap Tetua Dara kemudian mulai meninggalkan tempat tersebut dengan perasaan kecewa.


Shayla Tiger pun mulai bangun dari meditasi nya tersebut dan berniat kembali ke dalam kamar nya.


"Huft...... " Suara nafas panjang Shayla Tiger.


"Sepertinya mereka sudah selesai." Gumam Shayla sambil berjalan masuk ke dalam Mansion Tamu tersebut.


-[Di Atap Salah Satu Mansion Di Kediaman Tiger tersebut]-


"Ugh....... "


"Dingin banget, Kira-kira dia sudah pergi apa belum yach?" Gumam Arung.


"Hatsyim.......... " Suara bersin Arung.


Arung pun lebih memilih berada di atas atap Mansion tersebut untuk sementara waktu hingga situasi di dalam kamar nya benar-benar aman.


-[Beberapa Hari Kemudian]-


Sore Hari.


Tampak saat ini Arung sedang duduk bermeditasi di bawah salah satu Pohon Besar yang ada di pinggiran Hutan Kematian tersebut, sementara itu Shayla Tiger dan juga Tetua Lindsay Tiger saat ini sedang pergi berbelanja ke Desa Tiger.


"Tuan Naga, silahkan di minum arak nya,"


"Tetua Ayana menyuruh kami memberikan arak ini kepada Tuan Naga." Ucap Salah Satu Murid Wanita Berambut Merah tersebut.


"Wah ......... "


"Kebetulan banget aku lagi haus nih." Ucap nya kemudian mulai meneguk habis arak di dalam kendi tersebut.


"Glek........ "


"Glek........ "


"Glek........ " Suara saat Arung mulai meneguk habis sekendi penuh arak tersebut.


Beberapa saat kemudian.


"Ugh...... "


"Kenapa mata ku berkunang-kunang ya, apakah aku salah ber kultivasi." Gumam Arung lalu mulai merasa kan hoyong.


Tak lama kemudian Pendekar Naga tersebut pun mulai pingsan, ternyata Arak tersebut telah di bubuhi obat tidur oleh Tetua Ayana sebelum nya.


"Obat tidur milik Guru benar-benar manjur, Pendekar selevel ini pun langsung tertidur setelah mengkonsumsi nya." Ucap Salah Satu Murid Wanita Berambut Merah tersebut.


"Ayo kita bawa Tuan Naga ke hadapan Guru." Ucap Murid Wanita Berambut Merah lain nya.


Mereka berdua pun mulai memapah Arung secara perlahan ke Mansion Kediaman Tetua Ayana.

__ADS_1


-[Sore Harinya, Di Pemandian Air Panas Milik Tetua Ayana Tiger]-


Tampak saat ini Arung sedang berendam air panas dengan kedua tangan nya terikat oleh rantai hitam penghilang kultivasi, ia pun mulai terjaga dari tidur nya tersebut dan mulai membuka kedua belah mata nya tersebut.


"Ugh........ "


"Kepala ku, hoyong banget,"


"Tetua Ayana.... " Ucap Arung saat melihat sesosok Gadis Cantik berambut merah tanpa mengenakan sehelai pakaian pun berendam di hadapan nya tersebut.


"Wah...... "


"Tuan Naga seperti nya sudah bangun." Ucap Tetua Ayana sambil mendekatkan wajah nya ke wajah Tuan Naga.


"Ugh........ "


"Ini pasti gara-gara arak yang ku minum sebelum nya, aku lengah lagi." Gumam Arung.


"Kenapa Tuan Naga, apa pemandian air panas ini kurang begitu nyaman?" Tanya Tetua Ayana sambil mendekatkan wajah nya lebih dekat lagi dengan wajah Tuan Naga tersebut.


"Ugh......... "


"Aku gak tahan lagi..... " Gumam Arung kemudian mulai menc*um bibir merah milik Tetua Ayana.


Tetua Ayana pun mulai melepaskan lilitan rantai hitam penghilang kultivasi di kedua belah tangan Arung tersebut. Beberapa saat kemudian kesadaran milik Pemuda Berambut Putih itu pun mulai kembali.


"Ugh......... "


"Apa yang kulakukan, sebaiknya aku segera pergi dari sini." Gumam Arung kemudian langsung berteleport kembali ke dalam kamar nya di Mansion Tamu tersebut.


"Blitzzz............. " Suara jurus teleportasi milik Arung.


Dalam satu kedipan mata Arung pun berpindah dari tempat tersebut.


"Wah....... "


"Dia memang cepat." Gumam Tetua Ayana saat menyadari Tuan Naga telah menghilang dari tempat tersebut.


Tetua Ayana pun mulai bangun dan memakai handuk model pakaian yang ada di dekat pemandian tersebut.


"Jika tahu tadi dia bakal kabur begini, aku pasti tidak akan melepaskan lilitan rantai hitam penghilang kultivasi tersebut." Gumam Tetua Cantik tersebut lalu mulai masuk kembali ke dalam Mansion nya.


-[Di Dalam Kamar Arung, Di Lantai Dua]-


"Dup...... " Saat tapak kaki Arung mulai mendarat dengan mulus di tempat tersebut.


Ia pun bergegas berpakaian setelah nya.


"Ugh........ "


"Hampir saja aku kelepasan tadi, akan gawat jika aku menambah wanita lagi di sekeliling ku,"


"Walaupun kentang aku harus tetap bersabar." Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.


___________________________________


"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.

__ADS_1


__ADS_2