Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Elemen Maks.


__ADS_3

-[Ruang Santai]-


Beberapa jam kemudian.


Saat ini Arung tengah bermeditasi di dalam kamar setelah selesai mengkultivasikan Pil Naga, sementara itu Vladmira dan juga Komandan Yuri tengah duduk bersantai di ruangan santai tersebut


"Yuri, kemana perginya bocah itu?" Tanya Vladmira Vampir.


"Setelah aku menjelaskan nya perihal Bola Ruang ini Bocah tersebut begitu antusias nya dan langsung berkeliling di tempat ini, Vladmira." Jawab Komandan Yuri.


"Dasar Bocah....... "


"Yuri, coba jelaskan kepadaku apa itu Elemen Maks. yang kau maksudkan sebelum nya itu?" Tanya Vladmira Vampir yang penasaran dengan perkataan Yuri sebelum nya.


"Aku tidak begitu tahu detail nya Vladmira, yang pasti Elemen Maks. itu adalah suatu kemampuan menggunakan 100 persen dari kemampuan sebuah elemen yang kemudian dapat menghasilkan suatu daya serang maupun daya tahan yang begitu dahsyat nya,"


"Konon Elemen Maks. hanya dapat di lawan dengan Elemen Maks juga,"


"Atau kita menunggu pengguna dari Elemen Maks tersebut lengah dan mencuri kesempatan di saat tersebut untuk mengalahkan nya,"


"Kakek Tua di Desa itu pastilah pengguna Elemen Maks. Senior." Ucap Komandan Yuri sambil menjelaskan perihal Elemen Maks. tersebut.


"Ugh........ "


"Aku tidak pernah mendengar tentang Elemen Maks ini, bahkan guruku belum pernah menceritakan nya kepada ku." Gumam Vladmira Vampir.


"Walaupun kita menggabungkan kekuatan kita bertiga untuk melawan Kakek Tua tersebut, kita pasti tetap akan kalah, Vladmira,"


"Sejauh yang aku amati saat pertarungan tersebut Kakek Tua itu sepertinya telah berhasil membangkitkan elemen perak dan elemen petir maks." Ucap Komandan Yuri.


"Hah...... " Suara nafas panjang Vladmira.


"Kita akan memikirkan masalah ini nanti saja Yuri, Tuan merupakan seorang Pendekar yang cerdik,"


"Dia pasti memiliki solusi nya." Ucap Vladmira.


-[Di Dalam Kamar]-


Tampak Aura berwarna-warni mulai keluar dari sekujur tubuh Arung, luka yang di deritanya saat ini lumayan berat ia bahkan harus mengkonsumsi tiga butir Pil Naga sekaligus untuk memulihkan kondisinya tersebut.


"Aku terlalu sombong tadi, ternyata di atas langit masih ada langit,"


"Elemen perak dan elemen petir yang begitu powerfull, sengatan petir yang begitu berbeda dengan sengatan-sengatan petir yang ku terima sebelum nya,"


"Patut Kakek Botak itu begitu angkuh dan sombong nya." Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut yang telah menyadari betapa lemah dirinya di hadapan Kakek Tua tersebut.


-[Kembali Ke Terowongan Air]-


Tampak Prajurit-Prajurit Belut Listrik tersebut kembali menjelma ke wujud Beast nya.


Belut-Belut Listrik sepanjang dua meteran itu pun sejak tadi terus-menerus mencari keberadaan Arung dan yang lain nya.

__ADS_1


"Naga dan Vampir-Vampir itu seperti di telan bumi, mereka menghilang tanpa jejak,"


"Kita sudah tiga jam mencari Makhluk-Makhluk tersebut, jangan kan melihat batang hidung nya petunjuk-petunjuk mengenai keberadaan nya saja kita tidak bisa memperoleh nya." Ucap Salah Seekor Belut Listrik tersebut.


"Husss........ "


"Jangan mengeluh, atau kau mau di jadikan Belut Goreng?"


"Kepala Desa itu adalah Manusia Beast yang sangat kejam,"


"Kita bertugas mencari nya, masalah ketemu atau gak nya kan bukan urusan kita." Ucap Belut Listrik lain nya.


"Ayo kita cari lagi." Ucap Belut Listrik tersebut.


Tampak di Terowongan Air di sekitar jalan masuk menuju Desa tersebut telah di penuhi oleh Belut-Belut Listrik sepanjang dua meteran yang sedang mencari Naga dan beberapa Vampir-Vampir yang kabur tersebut.


-[Desa Belut Listrik]-


Tampak para penduduk desa telah kembali dan sedang membersihkan puing-puing sisa-sisa dari Gubuk-gubuk mereka. Sementara itu Kakek Botak Berjanggut Putih tersebut masih sibuk berkeliling ke setiap inchi Desa tersebut mencari Naga dan Vampir-Vampir tersebut sejak tadi.


"Erghhhh......... "


"Kenapa tidak ketemu-ketemu, apa mereka bisa bersembunyi di dalam tanah,"


"Tidak mungkin Jurus Dewa Bumi sudah puluhan ribu tahun menghilang,"


"Mereka pasti memiliki sebuah pusaka yang membantu mereka bersembunyi." Gumam Kakek Tua.


-[Tepian Danau, Pulau Putri Naga Kecil]-


Tampak Lionel Kecil tengah berenang di Danau yang jernih tersebut, ia pun berenang dengan riang nya.


"Wah.......... "


"Tempat milik Kakak Naga benar-benar keren, air nya sangat segar dan jernih,"


"Andai saja Papa dan Mama ada di sini." Gumam Lionel Kecil yang kembali teringat pada mendiang kedua orang tua nya tersebut.


Raut wajah Lionel Kecil pun seketika berubah dari yang tadinya ceria menjadi bersedih, ia pun mulai menyelam untuk menghilangkan rasa sedih nya tersebut.


"Mama...... "


"Papa, setelah aku besar aku akan kembali ke Desa itu dan membumi hanguskan nya,"


"Maafkan aku Mama, Papa..... "


"Aku belum bisa membuat para penduduk desa kanibal tersebut membayar nya." Gumam Lionel Kecil sambil menyelam.


-[Ruang Santai, Sore Hari]-


Tampak Vladmira baru saja selesai mandi dan sedang mengenakan daster begitu pula dengan Komandan Yuri.

__ADS_1


"Yuri, gimana,"


"Apa Tuan sudah keluar?" Tanya Vladmira sambil mengelap rambut nya yang basah dengan handuk.


"Sepertinya lukanya cukup parah Vladmira, sejak tadi dia belum keluar juga." Ucap Komandan Yuri yang sedang duduk di kursi giok tersebut.


"Oh..... " Ucap Vladmira lalu duduk di Kursi Giok di sebelah Komandan Yuri.


"Ini aneh, sejak tadi aku menelpon Gilbert,"


"Namun tidak di angkat-angkat olehnya, apa dia mendapatkan masalah?" Ucap Komandan Yuri.


"Jangan berfikir buruk dulu Yuri, mungkin saja Vampir itu sedang asyik mengutak-atik mesin di ruang mesin sehingga ia melupakan yang lain nya." Ucap Vladmira.


"Semoga saja seperti itu, Vladmira." Ucap Komandan Yuri yang mulai mengkhawatirkan keadaan teman nya tersebut.


"Kurasa akan lebih aman jika kita menelusuri Terowongan Air ini dengan Kapal Selam Langit, ada banyak marabahaya muncul secara mendadak jika kita menyelam seperti ini,"


"Dari mulai Buaya Hitam hingga ke Belut Listrik, di depan entah makhluk apa lagi yang menunggu kita, Yuri." Ucap Vladmira.


"Entahlah..... " Ucap Komandan Yuri.


-[Di Dalam Ruang Tahanan Di Dalam Kapal Selam Langit Milik Jendral Voldemort]-


Tampak ada enam buah sel berukuran 2 x 2 meter yang berisi satu orang tahanan, keenam orang tahanan yang di tahan tersebut tampak tak sadarkan diri dan terbaring di lantai.


Salah satu tahanan tersebut adalah Komandan Gilbert, ia pun baru saja terjaga dan mulai membuka kedua belah mata nya tampak ia tidak bisa menggerakkan tubuh nya karena saat ini seluruh darah di dalam tubuhnya sudah hampir kering.


"Ugh......... "


"Tubuhku, kenapa tidak bisa di gerakkan?"


"Di mana ini?"


"Apakah Vampir itu yang menahan ku?" Gumam Komandan Gilbert tersebut.


Komandan Gilbert pun mulai mengamati ke sekeliling nya, kondisi tahanan-tahanan lain nya hampir sama seperti kondisi nya saat ini hanya saja mereka masih belum sadarkan diri.


"Ternyata tidak hanya aku yang di tahan di sini, masih ada beberapa Vampir lain nya,"


"Siapa Vampir itu?" Gumam Komandan Gilbert.


Tampak tangan dan kaki nya telah di rantai oleh rantai hitam penghilang kultivasi, beberapa saat kemudian seorang Prajurit tiba di bilik tahanan tersebut dengan membawa sebuah tas kecil yang berisi enam buah jarum suntik.


"Hah........ "


"Kenapa Jendral tidak membunuh mereka saja, kan ada banyak tahanan lain nya di dalam tengkorak tersebut." Gumam Prajurit tersebut sambil membuka sel tahanan yang pertama kali di jumpai nya.


Prajurit tersebut pun mulai menyuntik tahanan di dalam nya dengan Jarum Suntik yang berisi serum penambah darah tersebut, sementara itu Komandan Gilbert kembali berpura-pura pingsan.


___________________________________

__ADS_1


"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.


__ADS_2