Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Terdampar Ke Masa Lalu Bagian Akhir.


__ADS_3

-[Aula Istana Kekaisaran Dewi Es]-


Sesaat setelah kemunculan Arung di atas arena tampak raut wajah Kaisar Ye pun kembali ceria dan bersemangat.


"Bagus......... "


"Bagus......... "


"Akhirnya ada juga seorang Pemuda yang memiliki semangat Patriotik tinggi,"


"Menteri Perang, jika Pemuda ini berhasil menang dalam Pertandingan Hidup Mati ini beri dia gelar Pahlawan." Perintah Kaisar Ye.


Menteri Perang pun beranjak dari tempat nya kemudian mulai menghampiri Kaisar Ye kemudian mulai membungkuk dan memberikan salam penghormatan nya.


"Baik Yang Mulia Kaisar." Ucap Menteri Perang setelah itu wanita cantik tersebut pun kembali ke kursi nya.


"Walaupun kau kalah, bagi ku keberanian mu patut di acungi jempol,"


"Pemuda berambut putih." Gumam Kaisar Ye kemudian mulai menonton pertandingan hidup dan mati itu dengan tenang dan tentu nya sedikit tegang.


-[Kediaman Keluarga Alba]-


Tampak Nyonya Ya saat ini sedang duduk sambil menyuapi Ayu Kecil yang sedang makan di ruang santai keluarga nya tersebut.


"Bagus...... "


"Akhirnya ada seorang Pahlawan yang maju ke atas arena." Ucap Nyonya Ya yang ternyata sedang menyaksikan acara pertandingan di Stadium Awan Hitam tersebut.


"Ugh...... "


"Benar Kak, jika tidak reputasi Kekaisaran Dewi Es kita bisa hancur di mata dunia internasional." Ucap Nyonya Lang yang sedang hamil tersebut.


"Husss..... "


"Kalian tenanglah, kita lihat siapa yang akan memenangkan pertandingan hidup dan mati ini." Ucap Patriak Alba.


-[Arena]-


Asap pun mulai perlahan menghilang dari atas arena tersebut, tampak Arung masih berdiri dengan gagah di atas arena tersebut.


Ia pun mulai mengacungkan jari tengah nya ke arah Jendral Hitam dengan maksud memprovokasi nya.


"B*ngsat..... " Gumam Jendral Hitam yang terprovokasi kemudian mulai melesat terbang ke arah Arung.


Kedua senjata suci itu pun kembali saling beradu, tapi kali ini tampak Arung semakin tertekan.


"Tring.......... "


"Tring.......... "


"Tring.......... " Suara saat Pedang Kehidupan dan Golok Kematian saling beradu.


"Kenapa Pemuda ini mulai melemah, seperti nya benar jika laki-laki di Benua Es Api ini semuanya lemah." Gumam Jendral Hitam.


Jendral Hitam pun berhasil melayangkan telapak tangan nya ke arah dada Arung sehingga membuat nya muntah darah.


Dengan lincah nya Jendral Hitam pun mulai menebas tubuh Arung beberapa kali hingga akhirnya Golok Kematian pun bersarang di perut nya.


"Jlebbb.... " Suara saat Golok Kematian menusuk Perut Pendekar Setengah Naga tersebut.


"Akh.......... " Teriak Arung.


"Kau sangat arogan sebelum nya, ternyata itu semua hanya gertak sambal saja." Ucap Jendral Hitam dengan sombong nya.


Suara tepuk tangan pun kembali terdengar di arah Tribun Penonton sebelah kanan.


"Plok......... "

__ADS_1


"Plok......... "


"Plok.......... " Suara tepuk tangan Penonton-Penonton yang Pro dengan Kekaisaran Hitam tersebut.


-[Tribun Khusus Perwira Tinggi]-


"Aduhh....... "


"Tidak kuduga Laki-laki itu selemah itu, seluruh hartaku ludes jadi nya." Gumam Jendral Es.


"Hag....... "


"Hag....... "


"Hag....... " Tawa Menteri Perang Kekaisaran Hitam.


"Ternyata dia begitu lemah." Ucap Menteri Perang dengan angkuh nya.


-[Arena]-


Beberapa saat kemudian Pendekar Setengah Naga itu pun muncul dari dalam tanah kemudian mulai menebas kedua tangan milik Jendral Hitam tersebut.


"Akhhhhh........... " Teriak Jendral Hitam.


Tubuh Arung yang sebelum nya tertebas dan tertusuk itu pun mulai berubah menjadi kayu, ternyata saat asap mengepul sebelum nya Pendekar Setengah Naga tersebut melesatkan Jurus Avatar Elemen Kayu dan bersembunyi ke dalam tanah dengan Jurus Dewa Bumi milik nya.


"Slassshhhh......." Suara saat Pedang Naga Khayangan memenggal kepala Jendral Hitam tersebut.


"Brukkkk............" Suara saat kepala Jendral Hitam tersebut jatuh ke atas lantai arena.


Arung pun mulai menyimpan kembali Pedang Kehidupan dan juga Pedang Naga Khayangan nya ke dalam cincin penyimpanan milik nya tersebut, ia juga melepaskan cincin hitam milik Jendral Hitam tersebut dan menyimpan Golok Kematian nya.


Suasana di Tribun tampak hening setelah serangan mematikan tersebut, beberapa saat kemudian tepuk tangan yang meriah pun mulai menggema di Stadium tersebut.


"Plok....... "


"Plok....... "


Wakil Komandan Luna pun melesat ke atas arena tersebut dan mulai mengangkat sebelah tangan Arung ke atas.


"PEMENANGNYA ADALAH PENDEKAR SETENGAH NAGA.... " Ucap Wakil Komandan Luna dengan Jurus Auman Petir nya.


Tepuk tangan pun sekali lagi mulai bergema di Tribun tersebut.


"Plok...... "


"Plok...... "


"Plok...... " Suara tepuk tangan penonton.


"Sudah saat nya aku kembali ke Puncak Gunung Obat." Gumam Arung kemudian mulai melesatkan Jurus Teleportasinya.


"Blitzzzz....... " Suara jurus teleportasi milik Arung.


Dalam satu kali kedipan mata Arung pun berpindah tempat ke Halaman Latihan di Kediaman Tiger.


"Lho...... "


"Kemana Pendekar Setengah Naga?" Gumam Wakil Komandan Luna.


"BAIKLAH ACARA SELANJUTNYA ADALAH ACARA MUSIK YANG AKAN DI BAWAKAN OLEH NONA CLARK." Ucap Wakil Komandan Luna dengan Jurus Auman Petir nya.


Beberapa Petugas pun mulai membersihkan arena tersebut dan mulai meletakkan beberapa sound besar untuk performa Nona Clark berikut nya.


-[Tribun Khusus Perwira Tinggi]-


"Mantap...... " Ucap Jendral Es.

__ADS_1


"Apa......... "


"Jurus apa itu?" Ucap Menteri Perang dari Kekaisaran Hitam tersebut.


Dengan berat hati Menteri Perang pun kembali memberikan Selendang Emas beserta cincin hitam nya kepada Jendral Es.


"Apes...... "


"Apes......." Gumam Menteri Perang Kekaisaran Hitam tersebut.


"Lho..... "


"Kemana Pemuda berambut putih itu, aku berencana menjadikan nya Suami,"


"Apakah dia Spirit dari Kekaisaran ini?" Gumam Jendral Es.


-[Aula Istana Kekaisaran Dewi Es]-


Saat melihat kemunculan Arung yang berhasil memotong kedua lengan milik Jendral Sombong itu para Menteri-Menteri dan juga Kaisar mulai melontarkan kata-kata pujian.


"Bagus..... " Ucap beberapa Menteri.


"Mantap... " Ucap beberapa Jendral.


"Very Good.... " Ucap beberapa Pembesar.


"Menteri Perang beri Pemuda itu gelar Pahlawan Kekaisaran Dewi Es." Perintah Kaisar Ye.


"Baik Yang Mulia Kaisar." Ucap Menteri Perang.


-[Halaman Pelatihan]-


"Dup......... " Suara saat Arung mendarat dengan mulus di depan layar tancap tersebut.


Ke lima Tetua pun histeris dan langsung berlari memeluk Arung hingga ia tersungkur jatuh ke tanah.


"Hiks..... "


"Hiks......" Tangis Tetua Shiyu.


"Kukira Tuan Naga tewas saat di tusuk oleh Golok Kematian tersebut, hampir saja jantungku ikut berhenti berdetak." Ucap Tetua Ayana.


"Dasar...... "


"Tetua-Tetua Genit.... " Ucap Shayla kemudian menarik lengan Papa nya dan terbang dari tempat tersebut.


"Whuss....... " Suara hempasan angin saat Shayla dan Arung melesat terbang meninggalkan tempat tersebut.


"TUAN NAGA....... " Teriak kelima Tetua tersebut serentak.


Beberapa saat kemudian White Hole pun kembali muncul di atas kepala mereka, rantai-rantai putih pun mulai melilit tubuh Shayla dan juga Arung.


"Akhirnya..... "


"Kita pulang Shayla." Ucap Arung.


"Pulang...?" Gumam Shayla.


Rantai putih itu pun menyeret Arung dan juShayla masuk ke dalam White Hole tersebut.


"Warppp....... "


"Warppp........ " Suara saat tubuh mereka mulai memasuki White Hole tersebut.


___________________________________


"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.

__ADS_1


__ADS_2