
Suasana begitu tegang dan panas di depan gerbang Aliansi Menara Miring Sanbon di siang hari yang terik tersebut, para Pendekar-Pendekar Aliran Sesat tampak di penuhi dengan niat membunuh yang begitu besar di atas benteng yang melingkari menara miring tersebut.
Beberapa saat kemudian Garda Amazone pun tiba di medan perang tersebut, di barisan terdepan di pimpin oleh Komandan Friska Zonbie yang sedang menunggangi beast kudanya dengan begitu gagah dan di dampingi oleh Jenifer Zonbie yang berkuda di sebelah nya.
"Tap......... "
"Tap......... "
"Tap......... " Suara tapak kaki beast-beast kuda yang di tunggangi oleh para Garda Amazone.
Sebagian prajurit-prajurit Aliansi Naga mengenali Para Garda Amazone dan mengetahui kehebatan dari Aliansi yang di pimpin oleh Ratu Wanita tersebut.
"Apakah musim kawin Wanita-wanita Amazone itu telah tiba???" Gumam Salah Satu Prajurit yang pernah menjadi korban musim kawin para Garda Amazone.
"Bukan kah mereka adalah anggota-anggota Aliansi yang dulu nya pernah menyandera Vladmira,"
"Mau apa mereka kemari???" Gumam Arung.
Komandan Garda Amazone itu pun melesat ke atas benteng di menara Miring tersebut, dengan indah dan gemulai wanita cantik setinggi dua meteran itu mulai mendarat di sebelah Datuk Hitam.
"Dup.......... " Suara saat tapak kaki Komandan Garda Amazone itu mendarat di sebelah Orang yang di taksir nya.
"Frizka....... "
"Kenapa dia muncul di saat-saat seperti ini???" Gumam Datuk Hitam yang sedikit risih dengan kedatangan Komandan Garda Amazone tersebut.
"Tenang Datuk Hitam, kami di sini untuk membantu mu..... " Ucap Komandan Garda Amazone tersebut dengan nada suara yang lembut.
Pandangan mata siapa pun pada saat ini sedang tertuju ke arah Wanita Cantik Peranakan Manusia dan Zombie tersebut, yang saat ini sedang berdiri sejajar di sebelah Pria Pucat Berambut Hitam tersebut.
"Jendral Naga, seperti nya wanita-wanita kuat itu memilih berdiri di sebelah Pendekar-Pendekar beraliran sesat.... " Ucap Perdana Menteri Max.
"Aku pernah melihat kehebatan mereka saat menyelamatkan Vladmira, mereka kuat..... " Ucap Jendral Naga.
"Mereka kuat, dan memiliki pepaya yang besar..... " Gumam Komandan Indah sambil membandingkan dengan pepaya yang di milikinya.
"Laki-laki mereka pun tampak langsing dan putih, semoga aja vampire-vampire laki-laki di sini dapat menahan ***** nya..... " Gumam Komandan Zhafira.
Niat membunuh yang besar masih terasa di dalam diri Tabib Santet yang sedang berdiri di sebelah Anak Setan.
"Garda Amazone, kenapa Pendekar-Pendekar Aliran Putih itu mau membantu kita???" Gumam Anak Setan.
Di kejauhan terlihat anggota Aliansi X Rate sedang mengintai mereka menggunakan teropong klasik dari balik dahan pohon.
__ADS_1
"Kenapa para Garda Amazone itu membantu para Pendekar-Pendekar Aliran Sesat itu???"
"Ini aneh sekali, dari lima Aliansi tahanan yang ada di dalam penjara black skull ini, tiga wilayah nya di kuasai oleh tiga Aliansi beraliran putih dan dua wilayah nya di kuasai oleh Aliansi beraliran sesat,"
"Aliran Putih dan Hitam tidak pernah saling membantu???"
"Sepertinya Komandan Wanita yang berdiri di samping Datuk Hitam itu pasti sudah terkena guna-guna.... " Gumam Komandan Cilia Black yang teringat saat sang mereka yaitu Ratu Tita Medusa dulunya di guna-guna oleh Raja Black Phoncong yang menyebabkan Ratu di masukkan kedalam penjara black skull tersebut dengan tuduhan perselingkuhan.
Para prajurit-prajurit Aliansi X Rate lain nya pun bersembunyi di balik semak-semak dan di balik dahan-dahan pepohonan dengan sebuah misi mengintai berlangsung nya perang di Aliansi Sanbon Utara tersebut.
Gadis dengan rok mini itu pun mulai mengangkat sebelah kaki nya ke atas pagar benteng.
"Para Garda Amazone, Aliansi Sanbon Utara adalah teman dari Aliansi Amazone,"
"Saat ini ada pemberontakan di dalam wilayah nya, sebagai teman kita wajib membantu sesama teman yang sedang berada di dalam kesulitan.... "
"Siapa pun yang berani menyerang Aliansi Sanbon Utara, habisi.... " Ucap Komandan Garda Amazone tersebut dengan jurus auman petir nya.
Para Garda Amazone pun mengambil cakram api yang tergantung di pinggang nya, kemudian mulai mengangkat nya ke atas dan melambai-lambaikan nya.
"Siap Komandan...... " Teriak para Garda Amazone tersebut.
"Apa yang di pikirkan oleh Komandan Frizka, kita di sini kan untuk mencari Raja Sage bukan nya untuk ikut campur dalam pergolakan politik di dalam Wilayah Sanbon Utara..... "
Dengan wajah yang tanpa eskpresi itu, Datuk Hitam pun mulai mendekatkan mulut nya ke telinga Komandan Garda Amazone tersebut dan mulai berbisik.
"Terima kasih, Frizka... " Bisik Datuk Hitam.
"Sudah saat nya pesta pernikahan berdarah ini di mulai.... "
"Semuanya....... "
"Serang........ " Teriak Pengantin Berdarah dengan penuh semangat dan dengan jurus auman petir nya.
"Bersiaplah Jendral Dracule, Perdana Menteri Max.... " Ujar Arung sambil memasang kuda-kuda untuk siap bertarung.
Perang pun mulai pecah di depan benteng Menara Miring tersebut, Para Murid Ratu Santet pun mulai melesat ke arah rombongan pasukan Aliansi Naga tersebut.
Sementara itu Tabib Santet pun kembali melesat ke arah Arung dengan niat membunuh nya yang begitu besar.
"Dash.......... "
"Dash.......... "
__ADS_1
"Dash.......... " Suara lesatan tapak kaki Tabib Santet.
Dengan penuh niat membunuh Tabib Santet pun mengarahkan telapak tangan nya yang di penuhi oleh elemen hantu beracun tersebut.
"Dap........... "
"Dup........... "
"Dap........... " Suara saat kedua belah tangan Jendral Naga menepis serangan Tabib Santet.
Para prajurit-prajurit di atas benteng itu pun mulai menembakkan serangan-serangan andalan nya ke arah pasukan Aliansi Naga tersebut.
"Serang.......... " Perintah Komandan Heinz dengan jurus auman petir milik nya.
Para prajurit-prajurit dari Aliansi Naga pun mulai menembakkan serangan-serangan andalan nya untuk menepis serangan-serangan dari atas benteng tersebut.
"Duarghhhh........ "
"Duarghhhh......... "
"Duarghhhh......... " Suara-suara ledakan di atas langit saat beberapa bola-bola berelemen kegelapan murni saling beradu di atas langit tersebut.
Para Garda Amazone pun mulai melemparkan cakram-cakram api nya ke arah prajurit-prajurit Aliansi Naga.
"Akhhhh........... "
"Akhhhh........... "
"Akhhhh........... " Teriak prajurit-prajurit yang terkena lemparan-lemparan cakram-cakram api tersebut.
"Komandan Indah, para prajurit tidak akan mampu bertahan oleh serangan-serangan para Garda Amazone... "
"Kita harus membantunya,.... " Ucap Komandan Zhafira sambil menepis beberapa serangan cakram-cakram api tersebut dengan Golok Vampire nya.
"Tring......... "
"Tring......... "
"Tring......... " Suara saat golok vampire menepis beberapa serangan cakram-cakram api tersebut.
Komandan indah pun langsung melesat ke sebelah Komandan Zhafira dan membantunya menahan serangan-serangan cakram api milik para Garda Amazone tersebut.
To be Continued.......
__ADS_1
Mohon Like dan Vote nya